Royan dan Ibrahim

Punya dua anak laki-laki yang umurnya berdekatan cukup repot juga. Hampir tiap hari mereka berantem. Membuat Umminya sewot melulu. Rasanya mereka selalu meributkan apa saja. Hal-hal sepele bisa menjadi pemicu pertengkaran mereka. Royan yang gede suka usil dan mengoda adiknya. Adiknya usil juga, tetapi cengeng, sedikit-sedikit menangis. Tapi pertengkran ini pertengakaran anak kecil. Meskipun mereka bertengkar hebat, sebentar kemudian sudah main bersama lagi.

Kalau diperhatikan sebenarnya mereka saling menyayangi. Pernah iseng-iseng aku bertanya pada Royan, apakah dia sayang saya abim adiknya. Dia berkata, “Ya iya..lah…, masa ya…iya…dong…, katanya sambil nyengir. Lalu aku lanjutkan lagi, “Kenapa sering usil sam adikmu?”. Royan hanya nyengir aja.

Di lain waktu gentian kutanya adiknya,” Sebenarnya dedek Abim sayang tidak sama Mas Royan?”.

Abim menjawab,”Sayang sih…”.

“Kenapa berantem melulu saya Mas Royan…????”, kataku lagi. Seperti biasa Abim hanya nyengir aja.

Dasar anak-anak.

Royan mencium adiknya waktu masih bayi. Tetapi Abim tidak mau. Foto ini di pasang di dekat meja Ummi Royan. Gara-gara foto ini Abim tidak mau jika dicium kakaknya. Tetapi dasar Royan, dia sering mengoda adiknya dengan menciumnya. Sampai adiknya menangis.

Royan dan Abim bermain-main di Kebun Raya Bogor. Royan pingin ngajak main adiknya, tetapi sayangnya adiknya belum bisa jalan.

Royan mengandeng adiknya yang malu-malu. Karakter dua anak ini memang berbeda.

Royan dan Abim di belakang rumah kami waktu tinggal di Cimanggu Kecil. Mereka tampak kompak sekali.

Ini juga foto di belakang rumah Cimanggu Kecil.

Royan dan Abim asik membaca buku kesayangan mereka.

Mereka lagi bercanda dan bermain bersama. Tidak beberapa lama biasanya salah satunya ada yang nangis. Berantem lagi.

Di depan rumah Eyang Buyut Magelang

membaca

Kadang-kadang mereka asik membaca berdua di kamar

Advertisements

5 responses to “Royan dan Ibrahim

  1. wah,.,.,., lucu2 sekali pak anaknya,.,.,.

  2. Anak saya 1 Pak, laki-laki 22 bulan, 1 anak saja udah bikin tensi saya naik dan turun secara drastis apalagi 2 huekekeke… salam buat Ummi-nya anak2 Pak…

  3. Terima kasih komentarnya, makanya cepat menikah, biar tahu rasanya punya anak.

  4. Cah Macanan Sleman

    Kalo lihat anak Nte begitu, ane jd bayangin gimana dulu waktu Nte & Ismanto masih kecil. Begitulah….Bagaimana anak yaa bagaimana bapak…….. he..he…

  5. Ya…seperti aku karo sampeyan biyen..
    Kerah terus…

    isroi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s