MARKETING STRATEGI PEDAGANG KOMIK

Ada seribu strategi agar orang mau membeli barang dagangan kita. Salah satu strategi yang unik dan sangat jitu adalah strategi yang dipakai oleh seorang pedagang komik. Kejadiannya sudah luama zekali, waktu aku masih eSeMPe. Kira-kira 23 tahun yang lalu.

Ceritanya begini. Waktu itu aku dan adikku diajak Bapak pergi ke Jogja. Untuk keperluan apa, aku sudah tidak ingat lagi. Dari Magelang kami naik bis kecil yang sering berhenti dan ngetem untuk mencari penumpang. Sampai di terminal Muntilan, bis berhenti. Di sini bis ngetem luama buanget.

Begitu bis berhenti para pedagang asongan saling berebut naik ke atas bis. Ada yang jual kacang, ada yang jual permen, ada yang jual air minum, tisu wangi, gorengan, dan paling akhir penjual buku-buku komik cerita. Pedagang ini tampak santai. Ada setumpuk buku komik yang dia bawa. Banyak sekali. Kalau diukur tingginya kira-kira setengah meter. Bukunya tipis, jadi kira-kira ada puluhan eksemplar. Dia menaruh tumpukan komik itu di dasbor depan, sambil menunggu pedagang-pedagang lain menjajakan dagangannya.

Umur pedagang buku itu kira-kira hampir setengah abad. Badannya tidak kurus dan tidak gemuk. Sedang-sedang saja. Rambutnya sebagian sudah memutih. Dia pakai hem warna hijua yang sedikit lusuh. Tak ada yang istimewa. Yang membedakan pedagang ini dengan pedagang yang lain adalah ketenangan dan kesabarannya menunggu. Dia dengan sabar menunggu sampai semua pedagang asongan selesai menawarkan dagangannya dan hanya dia sendiri pedagang yang ada di atas bis.

Dengan tenang dia mengambil beberapa buku. Dia tunjukkan buku itu pada para penumpang. Sampul buku itu bergambar kuburan yang terbuka dan tampak ada pocongan yang bangkit dari dalam kubur itu. Judulnya jelas sekali terbaca dengan huruf-huruf seperti pada film-film horor: BANGKIT DARI KUBUR.

Buku itu tipis, kertas isinya dari kertas buram dan dicetak dengan kualitas yang sangat minimalis. Sampulnya pun juga begitu. Memang dicetak di atas kertas yang lebih halus, tetapi tipis juga dan cetakannya juga sedikit kabur. Pokoknya buku adalah buku dengan kualitas minimalis sekali.

Tidak seperti pedagang asongan yang lain. Dia menatap para penumpang sebentar kemudian dengan penuh percaya diri dia mengucapkan kalimat pertamanya: “Orang Jogja dan Magelang sudah mendengar”. Kalimat sugestif yang luar biasa. Kata ini menimbulkan pertanyaan karena seperti kalimat yang belum selesai: ‘Mendengar apa?’ Wajah penumpang penuh tanda tanya.

Lalu orang itu melanjutkan kalimatnya “Bahwa Bapak Marijo bangkit dari kuburnya setelah dikuburkan tujuh hari.” Kalimat lanjutan ini semakin menambah rasa ingin tahu kami, para penumpang. Saya yang asli orang Magelang kok belum pernah mendengar cerita ini. Aku tanya ke Bapak, Beliau juga tidak tahu. Apalagi adikku, dia malah asik menunggu lanjutan cerita orang itu.

Orang itu membuka lembaran buku selembar demi selembar. Sambil menceritakan isi buku itu. Kalimatnya sederhana dan dengan artikulasi yang sangat jelas.

Inti ceritanya: Pak Marijo meninggal karena sakit. Pak Marijo lalu di kubur di kuburan desa. Seperti umumnya masyarakat jawa pada waktu itu. Jika ada orang meninggal selalu diadakan tahlilan tujuh hari tujuh malam. Ternyata pada malam ke tujuh, Pak Marijo bangkit dari kubur dan mendatangi orang-orang yang sedang tahlilan di rumahnya. Kontan saja orang-orang lari lintang pukang karena didatangi pocongan Pak Marijo.

Orang itu bercerita dengan sangat menarik. Para penumpang seperti tersihir oleh ceritanya. Mata mereka serasa tidak berkedip. Telinga mereka serasa hanya mendengar kata-katanya saja.

Di akhir cerita pedagang menutup dengan kalimat yang sangat meyakinkan: “Peristiwa ini disaksikan oleh Mbah Kyai Mad.” Dia menyebut salah satu nama kyai yang cukup terkenal di wilayah Magelang waktu itu.

Kemudian dia mengambil lebih banyak lagi komik. Sambil berjalan ke arah penumpang, dia menawarkan komik itu dengan harga Rp. 200 per buku. Harga yang cukup mahal untuk sebuah buku komik murahan seperti itu. Seperti dihipnotis, hampir semua penumpang membeli buku itu. Termasuk adikku yang merengek-rengek minta dibelikan buku itu. Buku yang setumpuk itu hanya tinggal sedikit sekali. Laris manis.

Setelah aku baca, ternyata komik itu hanya komik murahan biasa. Kualitas gambarnya jelek. Ceritanya juga tidak bermutu. Kalimat penutup yang diucapkannya itu juga bohong belaka. Cerita ini hanya cerita khayalan belaka. Kena deh semua penumpang di bohongi oleh pedagan itu.

Pengalaman ini tidak pernah aku lupakan. Bukan hanya karena kecewa dibohongi, tetapi juga keberhasilan pedagang itu menjual komik-komiknya. Bagiku ini sebuah pelajaran yang luar biasa tentang dunia jual-menjual alias marketing.

Catatanku:
Kalau boleh aku simpulkan kenapa pedagang komik itu sukses menjual komik murahan itu, kira-kira seperti ini:
1.Membangkitkan rasa ingin tahu yang besar dari calon ‘korban’.
2.Merangsang rasa penasaran dari para calon ‘korban’.
3.Menggunakan penutup justifikasi bahwa ‘produk’nya adalah produk berkualitas, yaitu dengan mencatut nama seorang kyai yang sangat disegani dan sangat terkenal. Meskipun cuma bohong belaka.
4.Jual dengan cepat, setelah itu kabur. Dia menjual di saat-saat terakhir ketika bis mau berangkat, sehingga ketika para penumpang sadar kalau mereka dibohongi, dia sudah jauh sekali.
5.Menjual dengan penuh rasa percaya diri.
6.Sangat menguasai ‘materi’ dagangannya. Dia bercerita tanpa membaca komik itu lagi.

6 responses to “MARKETING STRATEGI PEDAGANG KOMIK

  1. Tips yang perlu ditiru di dongeng versi blog pak… 🙂

  2. mas aku ga punya web (tlg ajar Buatnya ya)
    mas temen berbagi ta ada ruginya ya.
    salam dari medan.

  3. mas, aku ngambil posting nya mas isroi. ku pasang di blog ku buat temen-temen

  4. wah postingannya udah lama banget, tapi asik qo di baca mas…..:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s