Tag Archives: jualan

Foto Ularku yang Paling Laku di Shutterstock

Awalnya cuma iseng saja naruh foto untuk ‘dijual’ di Shutterstock. Gara-gara diming-imingi sama temen. Banyak banget soalnya foto di hardiskku. Kira-kira setahun yang lalu saya pelan-pelan mulai upload foto di Shutterstock. (Silahkan baca di link ini: Dapat Approval dari Shutterstock). Nggak terasa sudah 800-an foto aku upload. Foto-fotonya macam-macam sih. Laku Alhamdulillah, tidak juga ndak apa-apa. Iseng-iseng berhadiah.

Pelan-pelan mulai ada fotoku yang di download. Belum banyak yang di download sih, saat ini baru sekitar 116x dowload dari 800 foto. Dan sudah dua kali dapat trasfer dari Shutterstock. Lumayan buat ganti pulsa untuk upload.

Dari sekian banyak foto yang sudah saya upload, ternyata foto yang paling ‘laku’ ada foto ular cobra yang saya ambil di alun-alun Magelang.

Meskipun tidak seaktif dulu lagi, tapi sampai sekarang saya masih upload foto-foto. Kadang-kadang foto yang saya ambil dengan kamera mirrorless atau kamera HP saja.

Meskipun tidak banyak, lumayan lah. Ibaratnya nabung sedikit-demi sedikit.

Foto ular cobra

Continue reading

Akhirnya Dapat Approval dari ShutterStock

Lihat galery foto-foto saya di Shutterstock.com ini: Isroi.

Saya suka memotret dari dulu. Hanya suka saja, foto-foto dikumpulin di hardisk, dipamerin di FaceBook, Blog, atau Instagram. Ada sebagian foto-foto yang saya cetak dan dipajang di album foto. Profesor-profesor pembimbing saya dulu saya kasih kenang-kenangan foto-foto ini. Lama-lama foto-foto ini menumpuk di hardisk. Lalu buat apa. Teman saya yang kebetulan juga suka foto-foto memposting sebuah artikel tentang ‘jualan foto on-line di Shutterstock.com. Menarik juga pikir saya. Saya coba ikuti saran-saran dia. Saya membuat akun di Shutterstock, mengisi semua data-datanya dan mulai mengupload beberapa foto.


Foto saya di shutterstock yang paling laku adalah foto ular cobra.

Eh…lha kok ndelalah semua foto-foto saya ditolak. Padahal foto yang saya upload sudah saya pilih-pilih foto-foto yang terbagus menurut saya. Sempat males upload lagi. Di email penolakannya ada keterangan kalau foto saya tidak mengikuti ‘guide line’ dari Shutterstock. Saya coba baca link ini. Saya coba cermati satu per satu. Lalu saya siapkan beberapa foto lagi dan upload lagi. Setelah sehari lagi, saya dapat email penolakan lagi. Ampun dah….

Kegagalan ini semakin membuat saya penasaran. Masak gagal maning gagal maning. Lalu saya pilih sembarangan foto. Yang penting mengikuti ‘guide line’. Saya coba upload. Tapi akun saya ‘off’. Semprul tenan….
Continue reading

MARKETING STRATEGI LOPER KORAN

Lain pedagang komik lain lagi loper koran. Saya pernah berjumpa dengan loper koran yang sukses menjual koran dengan strategi yang unik. Kejadiannya memang juga sudah agak lama, sekitar 15 tahun yang lalu.

Kejadiannya di terminal lama Purwokerto. Meskipun Purwokerto hanya kota administratif, tetapi terminal Purwokerto merupakan salah satu teminal yang sibuk. Sejak dulu, terminal ini sudah ramah dan ‘hidup’ 24 jam. Terminal Purwokerto menjadi salah satu pintu masuk ke Jawa Tengah dari Jawa Barat begitu juga sebaliknya.

Kalau mau pulang ke Magelang, saya sering naik bis dari terminal Purwokerto ini. Saya senang mengamati orang-orang yang ada di terminal ini mulai dari penumpang, kernet, sopir, pengemis, pedagang asongan, sampai para loper koran. Bagiku mereka adalah orang-orang yang sangat menarik. Daripada bengong yang engak-enggak, mendingan mengamati orang-orang di sekitar terminal. Lha wong nunggu bis berangkat bisa lebih dari satu jam luamanya.
Continue reading

MARKETING STRATEGI PEDAGANG KOMIK

Ada seribu strategi agar orang mau membeli barang dagangan kita. Salah satu strategi yang unik dan sangat jitu adalah strategi yang dipakai oleh seorang pedagang komik. Kejadiannya sudah luama zekali, waktu aku masih eSeMPe. Kira-kira 23 tahun yang lalu.

Ceritanya begini. Waktu itu aku dan adikku diajak Bapak pergi ke Jogja. Untuk keperluan apa, aku sudah tidak ingat lagi. Dari Magelang kami naik bis kecil yang sering berhenti dan ngetem untuk mencari penumpang. Sampai di terminal Muntilan, bis berhenti. Di sini bis ngetem luama buanget.
Continue reading