PELATIHAN PEMBUATAN BIOETANOL UNTUK PETANI DI KAB. KULON PROGO

Saya diminta untuk memberi pelatihan pada petani di Kab. Kulon Progo, DIY. Dua kelompok tani di dua desa di sebuah kecamatan di Kab. Kulon Progo (saya kelupaan nama desanya) ini mendapatkan bantuan dari Dinas Perindustrian DIY dua buah distilator bioetanol. Mereka berasal dari desa sentra penghasil gula jawa. Pemerintah berharap para petani ini bisa mengembangkan produk hasil olahannya bukan hanya berupa gula jawa, tetapi juga bioetanol. Program ini juga dalam rangka mengembangkan program pemerintah berupa desa mandiri energi, karena bioetanol bisa digunakan sebagai sumber energi terbarukan (biofuel). Dalam pelatihan ini saya didampingi oleh Bapak Hartano dari Balai Teknologi Tepat Guna, DIY.

distilator etanol

Bantuan Distilator Bioetanol

Pemda DIY memberikan bantuan berupa distilator ukuran UKM kepada dua kelompok tani. Distilator ini berukuran cukup besar. Kapasitas evaporatornya 200L dan tinggi kolomnya 6 m. Bila dijalankan secara optimal, saya perkirakan distilator ini bisa berproduksi kurang lebih 23.5L/satu kali distilasi (batch). Apabila kontinyu bisa 50L-70L per hari.

distilator etanol

Bantuan Distilator Bioetanol

Saya mengawali penjelasan saya tentang manfaat bioetanol. Di masa-masa akan datang harga BBM kemungkinan akan naik lagi. Ada desas-desus juga kalau harga LPG juga akan dinaikkan. Oleh karena itu para petani di desa, terutama yang memiliki potensi untuk menghasilkan energi sendiri, harus bersiap-siap untuk menghadapi tantangan ini. Salah satunya adalah dengan cara memproduksi bahan bakarnya sendiri, yaitu bioetanol. Bioetanol bisa dimanfaatkan untuk:
– bahan bakar pengganti/pencampur bensin. Bioetanol kering (FGE) dapat dicampur dengan bensin dengan perbandingan 20 etanol : 80 bensin. Bahan bakar ini bisa untuk mengisi tangki motor dan mobil bensin mereka.
– bahan bakar kompos untuk keperluan dapur. Saat ini sudah ada kompos khusus biotanol yang hemat dan praktis.
– disinfaktan untuk rumah sakit dan laboratorium
– pelarut organik untuk industri farmasi dan pangan

Kompor Bioetanol

Kompor Bioetanol

Kemudian dilanjutkan dengan praktek fermentasi nira. Saya sebelumnya sudah menganalisa kandungan gula dari contoh nira dari desa ini. Dari hasil analisa terukur kandungan gula totalnya sebesar 9%. Tetapi dari hasil tanya jawab saya dengan petani, mereka bisa menghasilkan gula jawa sebanyak 2,1 kg dari 12 liter nira. Artinya kadar gulanya cukup tinggi sekali, yaitu sekitar 17.5%. Tetapi untuk percobaan kali ini saya berdasarkan hasil analisa laboratorium.

Praktek Fermentasi Nira

Praktek Fermentasi Nira

Saya buatkan tabel kebutuhan yeast, urea, dan NPK. Tabel ini memudahkan petani untuk menghitung berapa banyak bahan-bahan itu yang harus diberikan dan disesuaikan dengan nira yang mereka miliki. Pada saat praktek, kami memfermentasi 100 L nira. Ternyata fermentsi berjalan dengan sangat cepat. Hanya dalam waktu kurang lebih 2.5 jam, air nira sudah bergejolak seperti air mendidih. Ini tandan yeastnya sedang aktif memfermentasi nira jadi etanol.

Kemudian pelatihan dilanjutkan dengan cara mengoperasikan distilator. Sebelumnya saya sudah menyiapkan nira yang sudah difermentasi sebanyak 100 L. Nira ini segera dimasukkan ke dalam ketel evaporator (penguapan). Kemudian diisi air. Setelah itu dipanaskan dengan kompor LPG. Dalam pelatihan ini kita memang menggunakan kompor LPG, tetapi pemanas bisa menggunakan berbagai macam bahan bakar, seperti kayu bakar atau batubara.

Memasukkan Nira ke dalam Ketel Evaporator

Memasukkan Nira ke dalam Ketel Evaporator

Suhu evaporator naik ke suhu 100oC kurang lebih dalam waktu 1.5 jam. Kemudian suhu kolom juga mulai naik sampai suhu 80oC. Setelah itu air pendingin di Kondensor dihidupkan untuk mendinginkan uap etanol.

Beberapa saat kemudian etanol terlihat mulai keluar dari kran pengeluaran. Keluaran pertama kadar etanolnya sudah mencapai 90%. Tetapi setelah hampir seluruh etanol diperoleh, kandungan rata-ratanya kurang lebih 85%. Hasil ini sangat mengembirakan, karena keluaran etanol sudah memiliki kandungan yang sangat tinggi. Satu kali distilasi lagi, kandungannya bisa >85%.

Saya memperkirakan produktivitas bioetanol dari nira kelapa ini. Andaikan kandungan gulanya cukup tinggi, 17.5% seperti keterangan dari para petani, maka potensi etanol yang bisa diperoleh adalah sebesar 8,9%. Jadi dalam 10 liter nira akan diperoleh kurang lebih 8,9 ons etanol absolut. Karena etanol yang diperoleh berkadar 85% dan andaikan efisiensi distilasinya 90%, maka volume etanol yang bisa diperoleh kurang lebih 1,2 Liter. Lumayan juga.

Akan tetapi produksi bioetanol ini sangat dipengaruhi berapa harga jual etanol dan harga jugal gula jawa. Jika harga gula jawa rendah, maka mengolah nira menjadi bioetanol adalah pilihan yang bijak. Tetapi jika harga gula tinggi, bioetanol menjadi tidak ekonomis.


DOWNLOAD BIOETHANOL

Silahkan didownload resources yang mungkin Anda perlukan juga:

Daftar bahan lain yang bisa didownload: Download Di Sini
Cara mendownload: Klik dua kali pada link yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.

Handbook on Bioethanol: Production and utilization
bioethanol ebook download free gratis percuma

Biofuel for Transportation
bioethanol ebook download free gratis percuma

Panduan Membuat Distilator
bioethanol ebook download free gratis percuma

Buku lengkap tentang fermentasi:
download gratis buku fermentasi

Advertisements

16 responses to “PELATIHAN PEMBUATAN BIOETANOL UNTUK PETANI DI KAB. KULON PROGO

  1. wah mantep kontribusinya utk kemajuan warga…. salut…salam bala tidar

  2. Kabar terakhir dua hari yang lalu. Para petani sudah bisa membuat etanol >90% dalam satu kali distilasi. Mereka cepat sekali belajar. Alhamdulillah.

  3. Kami berharap industri yang berbahan baku bioetanol segera menjajagi kerjasama pemasaran produksi agar proses produksi nira menjadi etanol segera berjalan yang itu berarti menolong para petani nira dari jeratan para pengepul /pedagang gula jawa besar.

    • Saya berharap juga begitu, tetapi pada kenyataannya di lapangan. Petani sudah sangat terjerat oleh pengepul. Saya sdh sempat hitung-hitung. Kalau nira dihargai Rp. 1000/liter saja. Produksi bioetanol sudah tidak ekonomis. Atau para pengepul menaikkan sedikit saja harga gula, bioetanol sudah sulit bersaing dengan gula jawa. Itu tantangan pertama. Kedua, belum ada cara yang mudah untuk mengecek kadar gula nira. Pengrajin gula yang mau membuat bioetanol kadang-kadang ragu dengan nira yang mereka dapatkan. Karena seringnya ditambah air.
      Pada akhirnya hukum ekonomi yang akan menentukan, mau buat gula jawa atau bioetanol.

  4. salam kenal bapak Isroi.saya prasetyo dari sleman,yogyakarta.tetapi skrng sedang di jakarta.saya salut atas usaha bapak isroi untuk memperkenalkan bioetanol kepada warga di kulonprogo.kebetulan saya melakukan hal yang sama di kota tamiang layang,kab.barito timur,kalimantan tengah dari bulan juli 2009 – januari 2010 kmarin.bedanya bahan yang kami perkenalkan sbg bahan baku adalah sorgum (jagung canthel).kapasitas distilator 400-500 liter etanol kadar 70% per hari.dalam proyek tersebut saya dibimbing oleh Dr.Arif Yudiarto ahli etanol dari badan pengkajian dan penerapan teknologi (BPPT).di pabrik tersebut tidak hanya memproduksi bioetanol tetapi jg tepung sorgum yang terintegrasi jg dgn peternakan sapi.saat ini kami sedang menyiapkan proyek serupa di langkat,sumatera utara.maaf pak kalau boleh saya minta alamat email bapak?saya mempunyai cita-cita untuk mengembangkan bioetanol di kampung saya di jogja.mungkin bapak Isroi bisa kami ajak untuk bekerjasama.saya tergabung dalam koperasi biosinergi rekatama di jakarta.core usaha kami adalah rekayasa engineering etanol.tapi saat ini baru dalam tahap rintisan.Dr.Arif juga tergabung dalam koperasi ini.alangkah senangnya jika kami bisa saling berbagi pengalaman dengan bapak Isroi.terima kasih.(prasetyo_dwi_nugroho@yahoo.com)

  5. perkenalkan bapak isroi.saya prasetyo asal sleman,diy.saat ini sedang di jakarta.saya salut atas usaha bapak untuk memperkenalkan bioetanol di kulonprogo.kebetulan saya melakukan hal yg serupa dlm proyek pemerintah untuk desa mandiri energi di tamiang layang,kab.barito timur,kalimantan tengah dari bln juli 2009 – januari 2010.bhn baku yg kami gunakan adalah sorgum (jagung canthel) dgn kapasitas distilator 400 – 500 liter per hari dgn kadar 70%.tetapi pabrik itu tidak hanya kami bangun utk memproduksi etanol tetapi jg tepung sorgum yg terintegrasi jg dgn peternakan sapi.saat ini kami sedang menyiapkan utk mengerjakan proyek serupa di langkat,sumatera utara
    saya berpikir kenapa saya tidak mengembangkan bioetanol di kampung saya di jogja.oleh karena itu jika bapak isroi berkenan mungkin bisa ajak kami bekerjasama.saya tergabung dalam koperasi biosinergi rekatama di jakarta.kami dibimbing oleh Dr.arif yudiarto ahli etanol dari badan pengkajian dan penerapan teknologi (BPPT)
    jika boleh saya meminta email bapak isroi.saya senang untuk berbagi pengalaman dengan bapak.terima kasih sebelumnya

  6. maaf sebelumnya pak, saya salut dengan usaha anda membantu UKM dan sharing di sini…
    tapi secara awam saya mencoba menghitung seperti ini :
    klo 10 liter nira menghasilkan 1,2 liter etanol, sedangkan harga nira 1 liter = Rp.1.000,- maka harga 1 liter bioetanol lebih dari Rp. 8.333,- (plus ongkos produksi, dll)
    trus aplikasinya 1:4 (bioetanol:bensin), berarti 200cc bioetanol untuk 800cc bensin,
    harga 200cc bioetanol = Rp. 1.666,- dan harga 800cc bensin = Rp. 3.600,- maka campuran 1 liter bioetanol+bensin = Rp. 5.266,- jatuhnya lebih mahal dari bensin dong pak…

    • Memang, seperti itu. Bioetanol dari nira memang masalahnya di harga bahan baku. Sangat rentan di sini. Ini juga yang jadi problem, karena kalau dihitung-hitung bisa lebih mahal dari bensin. Dan tidak layak digunakan untuk penganti bensin. Jika dijual untuk pelarut jauh lebih mahal, harga di atas Rpl 12.000/liter. Lebih menguntungkan.

  7. kalau bensin dicampur ethanol katanya jadi seperti pertamax pak?

  8. pak isro’i salm kenl, saya aris dr Tulungagung
    saya mw bertanya apakah singkong (ketela pohon) bisa dijadikan bahan baku etanol? cz di tmpt saya mash melimpah singkong, klw bisa tolg hubungi saya di email sy arfray1586@gmail.com atau 085645775670 temksih.

  9. alamat dimana pak?saya ingin memperoleh info lebih lanjut. apakah bisa kontak saya di nomor hp saya, 0274 7175467.
    salam,
    hariyanto jogjakarta

  10. mas, saya produsen ethanol pemula di banjarnegara jawa tengah, mohon dibantu untuk pemasarannya ke dunia industri dong. trimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s