Link: Menanam Jamur Tanpa Sterilisasi Media
Rate this:
Share this:
- Click to share on X (Opens in new window) X
- Click to email a link to a friend (Opens in new window) Email
- Click to print (Opens in new window) Print
- Click to share on Pocket (Opens in new window) Pocket
- Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook
- Click to share on Reddit (Opens in new window) Reddit
- Click to share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
- Click to share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
- Click to share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
- Click to share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
- Click to share on Telegram (Opens in new window) Telegram








Pak isroi, hasilnya bagaimana penanaman ini?? ini seperti dilakukan di luar negeri yah, seperti di youtube yang pernah pak isroi post… saya pernah coba tapi kontam, mungkin kurang steril tempatnya hehehe… ๐
Baru seminggu ini ditanam. Tapi hasilnya sudah lumayan bagus, jamurnya sudah kelihatan tumbuh dan belum terlihat ada kontaminasi.
pak isroi, saya penasaran dan saya lihat ulang videonya, pemberian bibit banyak juga yah. maaf pak, mungkinkah ada pengaruhnya dengan jumlah bibit yang diberikan. kalau dalam budidaya yang saya lakukan, 1 botol bibit untuk 20 baglog produksi ukuran 17 x 35 (berat 1.2 kg), banyaknya bibit kira-kira 3 tarikan sudip / 1 sendok makan diratakan hanya di atas saja, tidak ditanam di tengah…
Bibitnya memang kira-kira 10% dari substratnya. Karena ini tanpa sterilisasi, pemberian inokulum yang terlalu sedikit mungkin akan menghambat pertumbuhan jamurnya. Memang saat ini badlognya belum berproduksi, namun pertumbuhan jamurnya sejauh ini cukup bagus. Kita lihat saja nanti sebulan atau satu setengah bulan lagi, semoga sudah terlihat tubuh buahnya.
Suhu di sini suboptimal, saya rasa pertumbuhannya lebih lambat daripada di Indonesia.
Assalamu’alaikum
pak isroi, saya baru buat komposter dengan model dari pak sukamto, dan saya memakai evagrow sebagai bioaktivatornya, yang saya tanyakan apakah lindi hasil komposter juga mengandung bakteri/fungi sama seperti bakteri/fungi yang ada pada evagrow?
Jawab ke emailku amr_smart_123@yahoo.co.id
terimakasih.
Maaf, pertanyaanya melenceng dari topik jamur.
Wa’alaikum salam.
Saya tidak tahu. Mungkin saja ada mikroba yg sama, tetapi juga ada mikroba2 lain yang terikut tumbuh. Karena di kompos ada berbagai macam mikroba.
apakah kandungan persen NPK pada lindi sama dengan kandungan persen NPK pada kompos?
Tidak sama. Perlu dicek dulu.
pak isroi, bagusan mana antara lindi, kompos dan pupuk kandang?
Maaf Pak Isroi, serbuk Gergajinya hanya di kasih air aja atau ada campuran lainnya seperti pupuk , kapur, gips, mohon infonya
Serbuk gergajinya tidak ditambahi apa2. Tetapi sebenarnya masih belum optimum. Saat ini saya sedang coba optimasi medianya. Pertumbuhannya masih lambat. Mungkin salah satunya karena pakai kayu pinus.