Fotografi dengan kamera saku

See: Pocket Camera Photography Part 2: Flowers

Siapa bilang untuk dapat mendapatkan foto yang bagus mesti dengan kamera yang mahal. Setidaknya saya sudah membuktikan sendiri, dengan kamera saku biasa pun kita tetap bisa memotret dengan bagus. Fotonya pun tidak kalah dengan foto-foto yang di kartu pos.

Sekitar 5-6 tahun yang lalu saya membeli kamera saku Kodak EasyShare 8 MP. Awalnya hanya untuk dokumentasi pekerjaan, terutama kalau sedang pergi ke kebun atau ke daerah-daerah. Jadi fotonya adalah foto standard dokumentasi.

Karena keasikan motret-motret saya merasakan memotret itu asik juga. Kadang-kadang kalau sedang di tempat yang pemandangannya indah, lalu saya jepret hasilnya bagus juga. Saya suka sekali.

Saya jadi tertarik dengan fotografi. Saya mulai baca-baca di internet tentang fotografi. Kalau punya uang beli buku fotografi. Lalu mulai jeprat-jepret. Setiap ada objek yang. menarik selalu saya foto. Dan, kamera Kodak itu pun hampir selalu ada di saku.

View of Göteborg island

View of Göteborg island

Ini adalah salah satu foto favoritku. Saya suka sekali dengan foto ini. Pemandangannya khas Swedia banget. Rumah dengan cat warna merah dan lis putih. Dua kapal di latar depan. Lagit pun cerah dengan awan-awan yang menarik. Kombinasi yang indah sekali. Foto ini saya jadikan wall paper di layar monitor komputerku.

Ada. cerita menarik waktu mengambil foto ini. Saat itu akhir musim dingin dan mulai masuk musim semi. Udara masih cukup dingin, suhunya sekitar 5-8oC, tapi anginnya kenceng banget. Kami sekeluarga pinginnya mau nge-grill di pulau. Eh malah cuaca jadi mendung, angin kenceng, dan mulai gerimis. Gagallah acara grill-grill-annya. Ketika pulang sambil nunggu jadwal kapal saya melihat pemandangan ini. Saya ambil beberapa foto dari beberapa sudut. Foto ini yang menurut saya paling enak dipandang.

Di kamera Kodak-ku juga ada menu close-up untuk foto jarak dekat. Ternyata hasilnya cukup lumayan untuk foto makro, meskipun pembesarannya tidak terlalu besar. Saya memotret bunga dandelion ini dengan mode close-up. Lalu saya olah sedikit untuk memperbaiki saturasi dan exposure-nya. Backgroundnya saya gelapkan untuk menambah kesan kuat bunga dendelion yang kuning.

dendelion close up with kodak

Dendelion close up

Kamera saku ini juga lumayan untuk memotret dalam kondisi low light. Seperti foto di bawah ini. Saya matikan lampu flash-nya. Jadi kesannya terasa lebih kuat daripada ada tambahan lampu flash.

Low light Kodak

Saya juga sering memotret pemandangan dengan kamera saku ini. Kadang-kadang juga untuk memotret di jalan (street photography). Mungkin sudah ratusan foto saya ambil dengan kamera mungil ini.

Ukurannya yang 8MP lebih dari cukup jika mau dicetak sampai ukuran kertas folio. Di pajang di dinding juga bisa jadi pemanis ruangan. Apalagi jika hanya untuk dipajang di blog, website, atau facebook, jauh dari sekedar cukup.

Beberapa tips untuk memotret dengan kamera saku:

  1. 1. Kenali dengan baik kamera saku Anda. Pelajari buku manualnya. Dan coba dipraktekkan dan lihat hasilnya.
  2. 2. Jangan hanya gunakan mode Auto, tapi gunakan mode yang lain. Gunakan mode yang sesuai dengan objek yang mau difoto dan kondisi saat memotret. Biasanya kamera saku sudah ada beberapa mode untuk beberapa kondisi, misalnya: portrait, lanscape, close-up, panorama, night, snow, beach, atau yang lainnya.
  3. Pilih resolusi yang paling tinggi, karena biasanya akan memberikan hasil yang lebih baik. Meskipun ukuran filenya juga membengkak.
  4. Coba jepret dari beberapa kali dari bebera sudut. Lihat di preview-nya. Kalau dirasa kurang ulang lagi memotretnya. Foto yang jelek tinggal di-delete saja.
  5. Pastikan kamera sudah fokus terlebih dahulu sebelum klik. Biasanya tombil shutternya dipijit setengah dulu, setelah lensanya fokus baru dipijit penuh.
  6. Kalau di kamera ada garis bantu untuk komposisi (rule of the third) gunakan fasilitas ini untuk membantu komposisi foto. Foto yang mengikuti ‘rule of the third’ biasanya lebih enak dipandang mata.
  7. Kalau di kamera ada fasiltias exposure compensation gunakan untuk memambah atau mengurangi exposure.
  8. Gunakan light metering yang sesuai dengan kondisi objek dan kondisi pemotretan. Kebanyakan orang hanya menggunakan matrik metering, padahal mungkin akan lebih bagus hasilnya kalau dengan spot metering misalnya.

Kalau ada kesempatan saya akan tulisan tips-tips yang lain dengan lebih detail. Insya Allah.

This movie clips made using Microsoft Photo Story 3 for Windows.

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

6 responses to “Fotografi dengan kamera saku

  1. Hifhzil Aqidi

    Ckckckc…boleh jg tuh hasil jepretannya mas bro. Saya juga sering bereksperimen dgn kamera, terutama saat siang hari meski di dalam ruangan yg kurang pencahayaan. Malah ketimbang kamera saku saya lebih memilih menggunakan kamera ponsel minimum 1.3 Megapixel. Cuma masalahnya sulit mengatur posisi pengambilan gambar. Giliran angle sudah pas, eh cahaya yg masuk berlebihan 😛

  2. terimakasih infonya sangat membantu.

  3. matur nuwun infonya mas, bisa buat nambah ilmu saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s