Oldig: high key atau low key

Salah satu kelebihan fotografi digital saat ini adalah pengolahan foto secara digital (oldig). Foto asli hasil jepretan kamera bisa diolah sesuai keinginan fotografernya hanya dengan menggunakan komputer. Misalnya saja mengolah foto menjadi foto high key atau low key. Sebagai contoh foto bunga dahlia yang foto aslinya seperti foto di bawah ini.

Foto asli bunga dahlia sebelum diolah

Foto asli bunga dahlia sebelum diolah

Bunga dahlia ini saya foto dihari yang cerah dengan cukup cahaya. Ketika saya foto, saya turunkan sedikit exposurenya, sehingga sedikit ‘under exposure’. Saya lakukan ini, karena saya bisa dapatkan detail di bagian yang cerah dan cukup mudah untuk meningkatkan exposure dengan Photoshop. Sayangnya bunga dahlia sedikit terpotong di bagian atas. Selain itu komposisinya juga kurang bagus. Namun, saya suka dengan bunga dahlia ini.

Seperti biasa, langkah pertama yang saya lakukan adalah memperbaiki komposisi dengan cara ‘cropping’. Menurut saya, rasio cropping yang baik untuk foto ini adalah 1:1. Jadi saya potong menjadi bujursangkar. Langkah berikutnya memperbaiki exposure-nya. Naikkan exposure agar normal, saya tingkatkan kecerahan, saturasi, contrast, dan mainkan sedikit di curve-nya. Namun, hasilnya masih belum memuaskan saya. Foto masih terlihat ‘datar-datar’ saja. Jadi saya berekperimen untuk menjadi ‘high key’ atau ‘low key’.

Percobaan pertama, foto low key. Saya beri efek vignet pada foto ini. Vignette-nya saya turunkan ‘amount’-nya geser ke arah kiri yang membuat bagian pinggir menjadi gelap. Besarnya geseran saya atur agar tidak terjadi clipping di sisi kiri histogram. Sedangkan bagian midpointnya saya naikkan agar bagian tengah menjadi lebih cerah. Lalu saya atur juga ‘fill light’, ‘dark’, dan manipulasi pencahayaan lainnya agar grafik histogramnya condong kekiri. Dan hasilnya adalah foto seperti di bawah ini:

Dahlia di kegelapan

Dahlia di kegelapan

Bunga dahlia menjadi diselimuti kegelapan. Saya ingin ada nuansa misteri dalam foto ini.

Percobaan kedua, high key. Masih dengan file foto yang sama. Namun langkah-langkahnya kebalikan dari langkah sebelumnya. Saya tambahkan vignette seperti pada langkah sebelumnya. Hanya saja bagian amount saya geser ke kanan, bukan ke kiri. Saya geser sampai grafik histogram condong ke kanan, tetapi tetap dijaga agar tidak terjadi ‘clipping’ pada sisi kanan. Saya atur pencahayaannya agar terlihat lebih cerah. Saya mainkan juga curve, turunkan contrast, fill light, dan lain-lain. Hasilnya seperti foto di bawah ini:

Dahlia dalam mimpi

Dahlia dalam mimpi

Nuansanya serasa berbeda sekali dengan foto sebelumnya. Dalam foto ini bunga dahlia seperti dalam mimpi, tersapu cahaya.

Saya suka dengan kedua foto di atas, baik yang high key maupun yang low key. Kedua-duanya bagi saya memberikan ‘rasa’ yang berbeda.

Fotografi asik dengan kamera saku

Buku Fotografi Asik dengan Kamera Saku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s