Menyimpan File dan Data di ‘Awan’

Ketika pertama kali flash disk muncul dulu sebagai tempat menyimpan fila dan data, bagi saya sungguh sangat luar biasa. Karena dengan perangkat kecil seperti itu kita bisa menyimpan file dan memback-up data dengan lebih leluasa. Saya masih ingat flash disk pertama yang saya beli kapasitasnya hanya 128MB. Punya flash disk seperti itu rasanya sudah bangga sekali dan dipamerkan ke sana ke sini. Kapasitas penyimpanannya pun semakin lama semakin besar dan ukurannya pun semakin mengecil.

Itu dulu.

Kini metode penyimpanan berkembang lebih pesat lagi, yaitu menyimpan file dan data di ‘awan’ (Cloud), istilah untuk metode penyimpanan di server maelalui koneksi internet. Kalau dulu jamannya flashdisk kita mesti bawa ke mana-mana flasdik itu, sekarang tidak lagi. Asalkan ada koneksi internet, file dan data yang kita simpan di ‘awan’ tetap bisa kita akses. Kapasitasnya pun lumayan besar, Kalau ingin kapasitas lebih besar ada biaya tambahan.

Masalah utama jamannya flashdisk adalah jika perangkat kecil itu tertinggal atau hilang. File dan data bisa hilang selama-lamanya. Dengan ‘fashdisk’ yang ada di ‘awan’, kita tidak perlu khawatir lagi akan kehilangan atau kelupaan flashdisk. Kita tetap bisa mengakses data kita melalui koneksi internet. Memang, kendalanya utamanya adalah jika tidak ada koneksi internet. Ini ibaratnya lupa tidak membawa flashdisk dan tidak bisa mengambilnya.

Saya juga belum lama menggunakan penyimapan ‘awan’ ini. Layanan pertama yang saya gunakan adalah fasilitas penyimpanan di Gmail. Gmail menyediakan ruang penyimpanan yang sangat besar. File-file penting saya upload dan kirimkan ke alamat email saya sendiri. Dengan cara ini saya bisa mengambil file itu lewat attachment yang ada di Gmail. Cara ini sangat mudah. Kemudian muncul banyak layanan penyimpanan file di ‘awan’. Salah satunya adalah Dropbox. Kapasitas penyimpanan di Dropbox cukup lumayan. Kita bisa leluasa menyimpan file data, file dokumen, maupun foto-foto.

Layanan berikutnya yang cukup menarik adalah Google Drive. Kapasitas penyimpanannya juga lumayan besar. Lebih dari cukup untuk penggunaan sehari-hari. Google Drive bisa langsung mengakses layanan Google yang lain, yaitu: Gmail, Drive, Docs, SpreadSheet dan layanan lainnya.

Layanan ‘awan’ yang laain lagi antara lain adalalah OneDrive milik Microsoft. Saya mendapat fasilitas peyimpanan di ‘awan’nya Microsoft ketika membeli Softwere Office Asli. Kapasitas penyimpanannya sangat besar, yaitu sampai 1 TB. Hanya saja lisensinya cuma satu tahun saja.

Layanan penyimpanan data di ‘awan’ seperti ini sangat membantu. Akan tetapi kita juga jadi sangat tergantung dengan internet. Koneksi internet sangat vital sekali. Di sisi lain, yang juga menjadi kekhawatiran banyak orang, adalah masalah keamanan data. Data yang disimpan di ‘awan’ kemungkinan lebih rentan terhadap serangan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Untuk hal yang satu ini, file-file yang kategorinya ‘sangat rahasia’ tetap saya simpan di hardiks atau flashdisk.

Ada banyak layanan sejenis, akan tetapi saya hanya menggunakan 3 layanan di atas. Kapasitasnya kalau digabungkan sangat besar dan lebih leluasa. Dalam beberapa tahun ke depan saya rasa menyimpan file di awan akan menjadi sebuah kebutuhan seperti halnya internet, air dan listrik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s