Daun Gatal; Obat Tradisional Papua

daun gatal obat tradisional papua

Daun gatal (Laportea ducumana), salah satu obat tradisional papua.


Papua terkenal dengan obat-obatan tradisional yang diambil dari hutah. Beberapa yang sudah terkenal adalah buah merah dan sarang semut. Ada satu lagi obat tradisional Papua yang unik, yaitu daun gatal (Laportea ducumana). Seperti namanya, daun ini menyebabkan gatal-gatal pada kulit, tetapi setelah itu badan akan terasa lebih enak dan nyaman.

Bentuk Daun Gatal (Laportea ducumana)

Saya kebetulan menemukan daun ini ketika sedang jalan-jalan di pasar Timika. Ada penjual warga asli Papua yang menjual daun unik. Saya tanya pada ibu penjualnya:
“Apa ini, mama?”
“Ini daun gatal.”
“Untuk apa daun gatal ini?”
Beberapa mama-mama di sekitar situ menjelaskan bagaimana menggunakan daun ini dan manfaatnya. Katanya daun ini bisa untuk menyegarkan badan, mengobati masuk angin dan pegal-pegal.

Saya pun tertarik untuk mencoba khasiat daun ini.

Guide yang mengantarkan saya menggatakan kalau daun ini sangat gatal dan perih sekali. Kalau tidak kuat sebaiknya jangan mencobanya.

Daun ini beruukuran cukup besar. Panjangnya sekitar 20 cm dan lebarnya 15 cm. Ujung daun meruncing dan bagian pangkalnya membulat. Warnanya daun hijau tua. Namun di bagian tengahnya terdapat pola warna daun yang lebih muda. Permukaan daun bagian atas dan bawah tidak rata dan berbulu-bulu kecil. Bulu-bulu ini seperti jarum kecil yang akan menempel pada kulit yang terkenal daun ini.


Mencoba Khasiat Daun Gatal

Saya jadi ingat daun yang membuat gatal di desa kelahiran saya dulu; desa Kedungingas. Di tengah sawah ada jurang kecil, dan di daerah sekitar jurang ini ada daun yang kalau tekenal kulit sangat gatal sekali. Kami menamakannya daun kemadu. Kalau tekena daun ini cara mengobatinya dengan katak pohon kecil (bancet). Bancet dioles-oleskan ke bagian kulit yang terkena daun kemadu. Bancetnya akan kesakitan dan bisa mati. Namun, daun kemadu tidak pernah dimanfaatkan sebagai obat di desa Kedungingas.

Catatan: Daerah sawah di desa kedunginas itu sekarang sudah jadi pabrik dan perumahan. Saya tidak pernah melihat lagi daun kemadu ini. Warga desa yang sekarang bahkan mungkin tidak banyak yang tahu tentang daun kemadu ini, kecuali orang-orang tuanya.

Saya penasaran untuk mencoba khasiat daun gatal ini seperti yang dijelaskan oleh mama-mama penjualnya. Mereka menjelaskan kalau daunnya diusapkan ke seluruh tubuh dan dibiarkan saja. Saya tidak berani mengusapkan ke seluruh tubuh. Saya coba di bagian kaki dan tangan dulu saja.

Benar saja, begitu terkenal daun ini kulit terasa tertusuk-tusuk duri kecil. Gatal-gatal kecil rasanya. Beberapa saat setelah itu, kulit terasa mulai panas dan perih. Lama-lama semaki menjadi. Kalau tidak malu saya akan menjerit sekeras-kerasnya. Rasanya: panas, perih dan gatal menjadi satu. Bayangkan sendiri deh…..

Kulit mulai bentol-bentol……. uuhhhhggggrrrhhhhh…….

daun gatal obat tradisional papua

Beberapa menit setelah diusap daun gatal, kulit akan memerah, pedih dan benjol-benjol.

Rasa sakit ini berlansung cukup lama, mungkin lebih dari 10 menit. Setelah puncak rasa perih, berangsur-angsur rasa sakit berkurang. Setelah itu kulit terasa beda dan aneh. Sulit saya menjelaskannya. Saya merasa kulit saya menjadi lebih halus dan lebih ringan. Kaki-kali yang agak pegal terasa lebih nyaman dan lemes. Seperti habis direndam dengan air garam.

daun gatal obat tradisional papua

Beberapa menit setelah diusap daun gatal, kulit akan memerah, pedih dan benjol-benjol.

Meski saya sudah mencoba daun gatal ini di kaki dan tangan. Saya masih belum berani mengusapkan daun gatal ini ke seluruh tubuh seperti yang biasa dipraktekkan oleh warga asli Papua.

Anda berani mencobanya…..???????

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s