Monthly Archives: September 2023

Manajemen Keuangan Personal/Pribadiku – Bagian 3

6. Bayar Tagihan-tagihan (Listrik, Air, Internet, dll),

Listrik, air (PDAM), telp dan internet saat ini sudah menjadi kebutuhan dasar/utama. Bisa dibayangkan kalau di rumah kita tidak ada aliran listrik; sebagian besar aktifitas harian kita bisa terganggu. Membayar tagihan rekening2 ini adalah prioritas. Menunggak pembayaran rekening bisa menyebabkan pemutusan aliran listrik, air dan internet bisa sangat merepotkan. Biaya untuk penyambungan kembali bisa besar.

Air bersih juga menjadi kebutuhan primer. Mungkin di sebagian tempat bisa membuat sumur atau dekat dengan mata air/sungai. Kebutuhan air bisa dipenuhi dari sumber2 air itu. Namun, di kota2 besar air dari PDAM adalah sumber utama pasokan air ke rumah2 warga. Aliran air bersih yang terganggu apalagi diputus karena nunggak bayar bisa sangat merepotkan.

Continue reading

Manajemen Keuangan Personal/Pribadiku – Bagian 2

Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3

3. Bayar Cicilan dan Hutang

Sebisa mungkin hindari berhutang, apalagj hutang konsumtif, baik hutang ke saudara, teman, bank apalagi pinjol (pinjaman online). Namun, hidup kadang2 memaksa kita untuk mencari pinjaman/berhutang. Kalau memang terpaksa harus berhutang, saran saya ya, sebaiknya kita meminjam ke lembaga keuangan (bank atau koperasi). Untuk yang muslim, carikah lembaga keuangan syariah. Hindari meminjam ke saudara, famili atau teman, karena bisa memutus tali silaturahim.

Hutang/pinjaman ini harus dibayarkan. Jangan sampai tidak dibayarkan, karena hutang di dalam Islam itu diwarisman, bahkan jika tidak terlunaskan akan tetap dibawa sampai akhirat kelak.

Jadi, andaikan kita punya hutang, pinjaman, atau cicilan, selalu jadikan prioritas pengeluaran setiap bulannya. Bagi saya lebih baik tidak makan tetapi bisa bayar hutang, daripada makan enak2 tetapi hutang menunpuk. Kalau kita punya uang cukup, segera lunasi hutang/cicilannya. Misalkan saja, kita punya angsuran Rp. 500rb/bln, andaikan kita punya Rp. 1,5jt, maka bayar 3 bulan sekalian. Semakin cepat hutang dan cicilan kita lunas akan semakin baik.

Tidak punya hutang dan cicilan itu hidup merdeka.

Continue reading

Manajemen Keuangan Personal/Pribadiku – Bagian 1

Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3

Manajemen keuangan personal/pribadi adalah salah satu dari kecerdasan finansial. Kemampuan mengatur keuangan tidak hanya penting untuk perusahaan atau badan usaha, kemampuan ini juga sangat penting sampai di level personal, pribadi dan keluarga. Keuangan yang terkelola dengan baik akan membantu kita untuk bisa ‘merdeka finansial’, terhindar dari ‘kemiskinan’ dan ‘hutang’, sekaligus bisa mengantarkan kita dan keluarga kita menjadi orang ‘kaya’ dan berkecukupan.

Saya belum menjadi orang ‘kaya’ yang uangnya bermilyar-milyar, bukan juga ‘sultan’ yang binggung mau buang uang ke mana. Saya orang biasa-biasa saja, kekayaan saya tidak banyak, tetapi cukup untuk hidup secara layak. Apa yang saya tulis di sini adalah hasil belajar dari orang lain, diskusi-diskusi dan ngobrol dengan orang yang sudah lebih sukses dan kaya, seminar/workshop, baca buku, dan pengaplikasiannya dalam kehidupan pribadi. Tulisan ini adalah sharing pengalaman pribadi. Uraiannya adalah modifikasi dan penerapan dari apa yang saya pelajari. Silahkan bagi pembaca dan pengujung blog ini untuk mengambil yang baik dan kalau ada kekurangan-kekurangannya bisa dibuang dan diperbaiki lagi.

Menurut Pak William Tanuwijaya (dari salah satu buku kecilnya, pendiri Tokopedia), Bung Safir Senduk, dan Pak Tung Dasem Waringin, kecerdasan finansial diawali dari pemahaman dan pengetahuan kita terhadap PENDAPATAN dan PENGELUARAN. Manajemen keuangan personal/pribadi pada dasarnya adalah manajemen atau pengatur PENDAPATAN dan PENGELUARAN keuangan pribadi. Ada sebuah pepatah mengatakan “Besar Pasak daripada Tiang” artinya “Lebih besar pengeluaran daripada pendapatan”. Tiang adalah penyangga dalam sebuah bagunan rumah, sedangkan pasak adalah kayu yang menumpang di atas tiang tersebut. Jika pasak lebih besar daripada tiang, tiang bisa roboh karena tidak kuat menahan beban pasak. Manajemen keuangan pribadi mengatur bagaimana agar pasak (PENGELUARAN) tidak lebih besar daripada tiang (PENDAPATAN). Jika memungkinkan kita memperbesar tiang (PENDAPATAN), atau bisa juga memperbanyak tiang-nya dan memperkecil pasak (PENGELUARAN).

Continue reading