Tag Archives: fabio

Pretreatment Biologi dengan Jamur Pelapuk Putih

Advertisements

Pamenang Akhirnya Mengakhiri Masa Lajangnya

Tepat dua hari sebelum mulai puasa Ramadhan 1429 H atau tanggal 30 Agustus 2008 Sri Pamenang mengakhiri masa lajangnya. Seperti yang Pamenang deklarasikan di blog ini beberapa waktu yang lalu (lihat di sini). Sebulan sebelum melangsungkan pernikahan tersebut Sri Pamenang ‘sungkem’ ke rumah. Saya coba korek tentang calon istrinya dan bagaimana bisa ketemu calon istrinya tersebut. Rupanya Nanang suka berteka-teki, tidak mau menjawab dengan jujur dan terbuka. Jadi bagi saya ‘au ah gelap’. Padahal pingin banget cerita Nanang ini aku jadikan tulisan berseri di sini.
Continue reading

Bertemu Kembali dengan Teman-teman Fabio 93


Buku Angkatan 93


Buku angkatan yang aku ubah menjadi halaman blog (lihat di sini) rupanya banyak manfaatnya. Banyak teman-teman Biologi 93 yang mampir dan kumpul-kumpul lagi. Dari satu teman, lalu menjalar ke teman-teman yang lain. Sebut jada Khamidah. Dari khamidah tersambunglah ke Ubed, kakaknya. Lalu ada Yulianto yang tinggal di Bekasi, ada Rosha Kurnia yang masih di Babel. Datang juga Dwi Esti Anggorowati. Lalu Sri Pamenang, yang nyambung ke Kang Warso (Suwarsono). Sri Pamenang sempat nginap di Bogor semalam. Terus menjalar ke Arif Subagyo yang jadi PNS di Banjarnegara. Datang juga Edi Swasono yang jadi guru di Temanggung. Ketemu juga dengan Hastini yang jadi guru di pedalaman Kalimantan. Dari Hastini dapat nomor teman-teman lama yang banyak sekali. Nyambung juga dengan Enik Ekowati plus suaminya Najemudin. Enik akan berangkat ke Jepang bulan September 2008 ini. Ketemu juga dengan Yuli Susiyanti yang jadi guru di Slawi. Nyambung juga dengan Hendriyanto yang sekarang tinggal di Lampung. Minggu ini aku ketemu dengan Muh “Memet” amat. Memet sedang menyelesaikan pendidikan S2 di FaBio UGM. Sudah punya momongan satu. Istrinya juga sedang mengambil S2 di Fak. Sastra UGM. Memet menjadi dosen di Univ. Lambung Mangkurat Kalimantan.  Ketemu juga dengan Kang Narno yang sekarang sudah subur makmur loh jinawi.  Seniman yang satu ini sungguh luar biasa, semoga sukses always.

Continue reading