Membuat Kompos Seresah, Rumput, dan Daun

Memotong rumput atau menyapu halaman adalah aktivitas rutin masyarakat, khususnya orang yang memiliki halaman luas. Aktivitas ini juga merupakan aktivitas rutin petugas-petugas kebersihan kantor-kantor. Petugas kebersihan DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan) hampir setiap hari menyapu jalan-jalan dan taman-taman kota. Sebagian besar sampah-sampah yang mereka kumpulkan adalah sampah organik. Kalaupun ada sampah non organik jumlahnya kecil dan mudah dapat dipisahkan. Sampah-sampah ini sangat potensial untuk dibuat kompos.

DKP potong rumput
Petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan sedang memotong rumput. Sisa pangkasan rumput ini potensial untuk dijadikan kompos.

Manfaat Mengkomposkan Seresah, Rumput, dan Daun

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan mengkomposkan sisa potongan rumput, seresah, dan daun ini.
dedaunan

dedaunan 2
Simpah-sampah daun dan rumput untuk dikomposkan.

1. Mengurangi Volume Sampah yang dibuang di TPA

Karena sampah dikomposkan di tempat di mana kompos tersebut diambil, maka dengan sendirinya volume sampah yang diangkut ke TPA akan berkurang. Saya sendiri belum pernah punya kesempatan untuk menghitung berapa volume sampah organik yang disapu oleh petugas DKP setiap pagi. Tapi yang jelas jumlahnya cukup besar.

2. Menghemat Sumber Daya

Berkurangnya volume sampah yang diangkut ke TPA juga mengakibatkan implikasi lain. Misalnya: berkurangnya armada angkutan yang dibutuhkan, berkurangnya tenaga kerja yang dibutuhkan, menghemat bahan bakar. Semua ini akan menghemat biaya yang diperlukan untuk pengelolaan sampah. Namun saya belum punya kesempatan untuk menghitungnya. (Saya berharap suatu saat nanti punya kesempatan untuk menghitungnya.)

3. Peningkatan Nilai Tambah Sampah

Sampah indentik dengan bahan buangan yang tidak memiliki nilai, kotor, kumuh, dan bau. Memang stigma ini tidak sepenuhnya salah. Namun, dengan membuat sampah organik menjadi kompos akan memberikan nilai tambah bagi sampah. Kompos memiliki nilai dan tidak berbau. Cobalah anda datang ke penjual bunga yang banyak ditemui di pinggir-pingir jalan protokol dan tanya berapa harga sekantong kompos. Itulah nilai kompos. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah siapa yang mau membeli kompos dari sampah tersebut?

4. Menyuburkan Tanah dan Tanaman

Untuk point ini tidak ada yang meragukan manfaat tanah bagi tanah maupun tanaman. Lihat tulisan saya di link ini .

5. Manfaat untuk Lingkungan

Banyak orang yang menuding bahwa salah satu penyebab kerusakan lingkungan adalah karena penanganan sampah yang kurang baik. Mengolah sampah menjadi kompos diharapkan akan membantu menyelamatkan lingkungan.

Prosedur Pengolahan Sampah Menjadi Kompos

Prosedur pengolahan sampah organik ini mengambil cara yang dilakukan di kantor kami, Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia. Kepala Balai, Dr. Darmono Taniwiryono membuat kebijakan bahwa semua sampah organik tidak boleh dibakar, tidak boleh dibuang sembarangan, dan harus dibuat kompos. Cara pembuatannya sangat sederhana. Peralatan yang dibutuhkan pun juga sederhana dan murah.

Peralatan:

  1. Kantong Pengomposan
  2. Kantong plastik bisa menggunakan kantong mulsa hitam yang banyak dijual di pasaran. Atau bisa juga dibuat dari terpal plastik. Kantong ini berfungsi sebagai tempat pengomposan. Di kantong ini dibuat beberapa lubang, beberapa lubang di bagian bawah sebagai tempat pengeluaran air dan beberapa lubang di samping untuk aerasi.
    kantong plastik pengomposan
    Kantong plastik untuk tempat pengomposan.

  3. Tali/Tambang
  4. Tambang uuntuk mengikat kantong plastik.

  5. Ember
  6. Ember untuk mengencerkan PROMI.

  7. Parang, Cangkul, dan peralatan pendukung lainnya
  8. Peralatan ini digunakan untuk memperlancar pembuatan kompos ini.

Peralatan ini dengan asumsi bahwa sampah sudah tersedia, jadi tidak memasukkan mesin potong rumput, sabit, kerangjang sampah, truk, dll.

Bahan:

  1. Sampah Organik
  2. Sudah jelas. Kalau belum ada sampahnya ya… cari dulu.

  3. PROMI
  4. Aktivator untuk mempercepat proses pengomposan. Bisa saja anda tidak menggunakan aktivator tetapi waktu yang dibutuhkan jauh lebih lama, bisa beberapa bulan.

  5. Air
  6. Air berguna untuk mengencerkan PROMI dan membasahi sampah organik.

Tempat Pengomposan

Tempat pengomposan sebaiknya diletakkan di lokasi yang teduh dan cukuup lembab.

Tahapan Pengomposan

  1. Pengumpulan Sampah Organik
  2. Sampah organik dikumpulkan. Jika sampah organik kering, perlu diberi air agar basah dan lembab. Pada dasarnya sampah tidak perlu dicacah, tetapi sampah yang ukurannya besar perlu dipotong-potong terlebih dahulu,misalnya: batang pisang, tangkai yang panjang, dahan, ranting, dll. Ukuran sampah harus cukup kecil sehingga cukup masuk ke kantong.

  3. Pemasukan Sampah ke dalam Kantong
  4. Secara bertahap sampah dimasukkan ke dalam kantong. Masukkan kurang lebih 10 cm dari dasar kantong. Kemudian siramkan secara merata larutan PROMI. Masukkan kembali selapis sampah dan siramkan kembali larutan PROMI. Ulangi langkah-langkah ini hingga kantong penuh.
    kompos daun
    Memasukkan dedaunan ke dalam kantong.

  5. Inkubasi
  6. Tutup rapat kantong dengan tali plastik. Kemudian dibiarkan kurang lebih 3 – 6 minggu hingga kompos matang.

    pengomposan

  7. Panen Kompos
  8. Panen dilakukan setelah kompos matang. Kompos bisa saja langsung digunakan untuk memupuk tanaman-tamanan di taman atau dijual. Jika kompos akan dijual perlu diolah terlebih dahulu, seperti dijemur, dicacah, dan diayak.

    kompos matang
    Kompos yang sudah matang

Mudah sekali bukan. Selamat mencoba dan jadikan bumi ini lebih indah.


Foto-foto:
potong rumput di taman jalan
Sampah rumput dari pemotongan ini potensial untuk kompos. Latakkan saja kantong plastik besar di salah satu sudutnya. Biarin saja sudah jadi kompos. Ngak perlu dibawa ke TPA. Kalau sudah jadi kompos dipupukkan lagi ke pohon-pohon di taman tersebut.

Referensi lain yang mungkin juga Anda perlukan. Rekomendasi link: Free Ebooks.
buku gratis


Advertisements

57 responses to “Membuat Kompos Seresah, Rumput, dan Daun

  1. Uraian yang sangat bagus.
    Mohon info, bagaimana caranya meng-kompos-kan limbah bekas media tanam jamur tiram (baglog dari serbuk gergaji)
    Terima kasih

  2. Wah menarik sekali artikelnya, mohon infonya dimana saya bisa mendapatkan PROMI? Terima kasih sebelumnya. ditunggu lho ya jwbannya.

  3. Terima kasih Anda telah berkunjung ke web saya.
    Untuk sementara ini Anda bisa memperoleh PROMI dari

    Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia
    Jl. Taman Kencana No. 1 Bogor
    Telp.: 0251 324048
    Fax.: 0251 328516
    email: briec@indo.net.id
    atau office@ibriec.org

    up.: Urusan Komersialisasi
    Isroi, atau Bp. Dian Al Arief B, Bp. Sumaryono, Bp. Agus Zakaria, Bp. Afini, dll

    Artikel tersebut adalah mimpi saya saja. Saya hanya berangan-angan andaikan orang-orang di Dinas Kebersihan dan Pertamanan mau membuka sedikit saja pikiran mereka. Mungkin penanganan sampah akan lebih mudah. Saya harap akan banyak orang yang memperkaya dan memperbaiki ide tersebut.

    Terima kasih.

    Isroi

  4. Pak Isroi,

    Saya Nurman, salah seorang karyawan GlaxoSmithKline Indonesia yang bergerak dibidang Farmasi. Kami tertarik untuk menerapkan ide ini di lingkungan pabrik kami. Namun menurut saya rentang 3 – 6 minggu terlalu lebar. Saya mau tanya, bagaimana caranya jika saya ingin membuat waktu inkubasinya cukup 20 – 30 hari saja per kantong? Hal ini perlu agar kami dapat memanfaat spase/ruang untuk proses ini seefisien mungkin dari waktu ke waktu. sebagai gambaran, setiap minggunya di lingkungan pabrik kami dihasilkan 1.5 – 2 m3.

    Terima Kasih atas Jawabannya.
    Hormat Saya.
    Nurman Y Syusata
    Operational Excellence
    GlaxoSmithKline Indonesia

  5. Selamat datang di blog saya. Semoga banyak memberi manfaat untuk Anda.
    Tentang pengomposan daun atau sisa pangkasan rumput dan tanaman. Kebetulan kantor kami cukup luas, jadi kami tidak memiliki masalah dengan ruangan.
    Ada banyak cara untuk mempercepat proses pengomposan (lengkapnya klik di link ini: https://isroi.wordpress.com/2008/02/20/makalah-tentang-kompos/). Singkatnya minimal ada 2 hal yang perlu diperhatikan: (1) rasio air dan udara dan (2) aktivator. Mungkin anda bisa mencontoh teknik yang digunakan untuk sampah pasar dengan sedikit modifikasi. Sampah pasar bisa diolah dengan siklus 14 hari (2 minggu). Silahkan lihat di link ini:
    https://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/

    Tambahan saran saya untuk mempercepat proses pengomposan daun :
    1. Pisahkan rating-ranting atau batang pohon yang keras. Karena memerlukan waktu dekomposisi yang lebih lama.
    2. Gunakan cetakan dari pagar bambu dan lembaran plastik hitam(seperti untuk jerami, lihat di link ini: https://isroi.wordpress.com/2008/02/25/kompos-jerami-mudah-murah-cepat/ ).
    3. Biasanya setelah satu minggu tumpukan akan menyusut kira-kira 20 – 30%. Gabungkan dua tumpukan jadi satu. Sehingga tempat dan peralatan yang satunya lagi bisa digunakan untuk proses pengomposan baru.
    4. Setelah 14 hari, kompos bisa dipanen. Bisa saja kompos ini untuk mempupuk tanaman di lokasi pabrik. Atau dikeringkan dan diolah menjadi pupuk organik.

    Anda bisa mencoba dulu dalam skala kecil. Mungkin juga membandingkan beberapa aktivator atau teknik pengomposan. Jika berhasil bisa dilakkan dalam skala yang lebih besar lagi.

    Demikian, semoga bermanfaat.

  6. Pak saya sangat tertarik dengan metode pengomposan bapak. ada yang mau saya tanyakan tentang penanganan limbah rumah tangga yang bersifat cair yang kadang-kadang bersatu dengan limbah padat. misalnya bekas cucian piring (tanpa sabun) yang ada sayur dan kuah dari mie. soalnya kadangn jumlahnya banyak dan dapat membuat pengomposan terlalu basah. bagaimana sebaiknya apakah difermentasi?bagaimana prosesnya? terima kasih banyak pak

  7. Pak saya mau tanya, sekitar sebulan yang lalu saya membuat lubang di halaman rumah saya yg tempatnya paling lembab, kemudian menimbun sampah-sampah daun kering disitu, dengan harapan agar dapat menjadi kompos (tindakan tanpa landasan teori dari saya). Tapi setelah kemarin saya coba buka kembali lubang tempat saya menimbun itu, ternyata daun-daun keringnya sudah tidak ada sama sekali. Apakah itu berarti tanahnya sudah menjadi kompos? Oh ya, sebagai tambahan informasi, tanah yang dihasilkan jadinya memang lembab, trus mungkin karena hangat dan lembab, seringkali saya dapati kucing-kucing suka membuang hajatnya di daerah tanah tersebut. Apakah ini dapat diindikasikan bahwa saya telah berhasil membuat kompos dari daun-daun kering? kemudian, kalau dengan cara demikian saya telah berhasil membuat kompos, apakah saya juga dapat mengolah sampah rumah tangga yang lain (seperti misalnya sisa makanan dan sayuran) dengan cara yang sama menjadi kompos? Soalnya sebenarnya saya orangnya pemalas dan ga mau ribet, tapi tetap ingin mengolah sampah dengan maksimal.
    Terima kasih.

  8. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.
    Kalau berdasarkan informasi yang Anda sebutkan, saya rasa daun-daun tersebut telah menjadi kompos dan bisa dimanfaatkan untuk tanaman atau yang lainnya.

    Untuk kucing yang suka BAB di tempat itu, saya ngak punya komentar. Silahkan tanya sendiri ke para kuncing-kucing itu

    Kalau Anda memiliki halaman yang cukup luas, memang cara paling mudah ya.. dengan dipendam di dalam tanah. Asalkan sampah yang dimasukkan ke lubang adalah sampah organik. Sampah-sampah anorganik (plastik dkk) dipisahkan terlebih dahulu. Cara ini memang simple, apalagi kalau jumlah sampah organiknya tidak terlalu banyak.

    Tetapi perlu diperhatikan bahwa karakteristik sampah dapur berbeda dengan sampah daun. sampah dapur lebih basah, mungkin banyak proteinnya. Akibatnya kalau terjadi fermentasi anaerob akan muncul bau kurang sedap, seperti bau comberan. Dan mungkin juga akan muncul belatung-belatung. Maklum lalat suka bertelur di sampah dapur.

    Saran saya, buat lubang yang tidak terlalu besar. Campurkan sampah daun dan sampah dapur. Setiap beberapa hari sekali tutup dengan selapis tanah. Ini untuk menjaga agar bau yang kurang sedap tercium, dan belatung-belatung tidak terlalu banyak. Kalau banyak cacing, manfaatkan saja para cacing-cacing ini.

    Demikian, semoga bermanfaat.

  9. sangat patut ditiru untuk masyarakat daerah saya…dimana sampah daunan dibiarkan mengering dan dibakar…. sayang skali. pengetahuan ini sangat berharga sekali… semoga bermanfaat. Bagus sekali…. salut

  10. artikel ini bagus

  11. Apa bisa pake tong? Soalnya di rumah ada tong/drum nganggur.
    Apa drumnya juga perlu dilubangi?
    Daun ma rumputnya perlu dicacah ato dihancurkan dulu? Hasil komposnya lebih baik yg mana (dicacah ato nggak)?
    Bagaimana penggunaan kompos ato pupuk yang sudah jadi? Soalnya saya buta berkebun, jadi mohon informasi cara penggunaan komposnya yg sudah jadi.
    Terima kasih.

    • Bisa saja pake tong dan tongnya memang perlu dilubangi untuk menambah aerasi. Pencacahan atau tidak sebenarnya tergantung pada bahannya. Kalau cuma rumput tidak perlu dicacah. Memang pencacahan akan mempercepat proses pengomposan, karena ukurannya yang lebih kecil-kecil. Kalau kualitas relatif sama saja. Untuk penggunaan kompos: kompos dicampur dengan tanah dengan perbandingan 1 bagian kompos dengan 2 – 3 bagian tanah. Ini berlaku untuk kompos apa saja, jadi jangan menanam tanaman langsung di atas kompos.
      Kompos adalah salah satu jenis pupuk organik. Pupuk organik lebih luas cakupannya. Pupuk organik lain selain kompos misalnya adalah pupuk organik cair, guano, pupuk organik granul, dll.
      Semoga bermanfaat.

  12. kalau dedaunan seperti, daun mangga, rerumputa,dan batang pisang apa bisa d campur…? trimakasih atas jawaban nya”

    • Daun apa saja bisa dicampur dan bisa dibuat kompos. Tetapi kalau batang-batang yang keras agak lama jadi komposnya. Semoga berhasil mengkomposkan. Kita galakkan penggunaan kompos untuk pertanian.

  13. Assalamu’alaikum wr. wb
    Semoga Allah mmberikan pahala kpd anda krn telah berbagi ilmu ke masyrkt luas. Sy mau tanya, apakah aktivator PROMI bs diganti dg aktivitor lain yg banyak beredar di pasaran? Bagaimana cara membuat aktivator yg mudah? Krn kadang petani d pedalaman masih mengalami dilema krn kesulitan mndapat aktivator

    • Membuat kompos tidak pake aktivator juga jadi. Cuma waktunya saja yang lebih lama. Silahkan dicoba dulu. Kalau pake aktivator yang lain, sebaiknya mengikuti petunjuk yang ada di kemasannya.

    • Pake aktivator apa saja silahkan saja. Tetapi sebaiknya lihat dipetunjuknya, setiap aktivator memiliki cara-nya sendiri-sendiri. Membuat kompos tanpa aktivator juga jadi, cuma waktunya aja yang sedikit lebih lama. Atau mungkin bisa saja pake MOL yang bisa dibuat sendiri.

  14. Saya sangat tertarik dengan artikel mengomposkan seresah dan daun, saya ingin mempraktekkan sampah taman kota di tempat saya, kalau bisa membuat tulisan juga. Bisakah bapak menjelaskan/menuliskan reaksi kimia yang terjadi terhadap proses dekomposisi aerobik sampah organik tersebut sehingga menjadi kompos (sesuai dengan hukum kesetimbangan massa dan energi), sehingga dapat diketahui berapa massa yang masuk(digunakan), dan berapa massa dan energi yang keluar. Bisakah bapak membantu saya? Jika menggunakan plastik atau drum seberapa banyak lubang yang harus dibuat, apakah tidak ada pembalikan bahan, apakah wadah pengomposan boleh diletakkan di tempat terbuka,apakah wadah harus ditutup rapat, setelah masa inkubasi selesai kompos perlu diolah lagi(mis:dijemur atau dianginkan). Bisakah jawabannya dikirim ke email saya. Atas bantuan bapak saya ucapkan terima kasih dan semoga pahala bapak berlipat ganda

  15. Pak Isro yth.

    Saya ingin tanya pupuk organik yang bapak buat dengan pupuk organik pembenah tanah tanah ? ativator promi harganya berapa dan dapatkannya dimana ? saya ada rencana membuat pupukorganik pembedah tanah

    • Saya masih rancu dengan definisi pupuk organik dan pembenah tanah. Contoh pembenah tanah adalah zeolit yang diaktivasi, karena dapat memperbaiki KTK tanah. Kalau pupuk organik jelas bisa memperbaiki kondisi tanah sekaligus menyediakan hara untuk tanaman. Informasi Promi lihat di:
      https://isroi.wordpress.com/promi/
      Silahkan pesan dan tanya sendiri ke yang bertanggungjawab.
      Semoga membantu.

  16. Saya tertarik dengan artikel membuat pupuk kompos dari daun2. Masalahnya tempat tingggal saya jauh di pedesaan dan saya kesulitan mencari activator. Tapi saya baca dari uraian bahwa ada mol sebagai pengganti activator yang bisa dibuat sendiri. Bagaimana cara membuatnya? Mohon penjelasannya.

    • MOL atau Mikroorganisme lokal ada banyak cara membuatnya. Ada yang pake gedebok pisang, ada yang pake nasi dan lain-lain. Saya sendiri belum mempraktekkan semua. Salah satu cara yang mudah misalnya dengan mencampur daun-daun dengan kotoran ternak (cukup 5% saja). Atau misalnya sisa nasi dipendam di dalam tanah, lalu setelah beberapa hari digunakan untuk pengomposan. Silahkan dicoba. Tetapi saya tidak menjamin lho…

  17. Saya seorang pecinta tanaman,yang lebih tren dibilang florist,menurut saya artikel ini sangat menarik,dan sayapun tertarik.kalau boleh minta tips-tips yang laen donk…sebelum dan sesudahnya saya ucapin banyak makasih

  18. pupuk kompos mudah untuk di buat maupun di beli. namun cara yang lebih baik untuk mengurangi perlebihan bahan kimia sebaiknya kita membuat pupuk sendiri gar lebih mudah menggunakanya… untuk anda semua bagi yang menyukai pertanian pilih lah pupuk yang baik bagi tanaman anda agar tanaman anda lebih bagus &subur!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    INGAT PESAN SAYA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  19. berapa perbandingan promi dengan daun??

  20. pak saya baru mau belajar. kalo cari promi di daerah bekasi ada ga y?

  21. bapak yth, promi itu apa sih ? untuk di jakarta dimana besi belinya ? terima kasih atas infonya. wassalam

  22. muhammad zainudin

    artikel yang sangat bagus,, izin mencopy ya kang isroi,,,

  23. artikel yang sangat bagus…
    kalau sudah panen, cara pemakaian komposnya ke tanaman bagaimana?
    tanaman apa saja yang cocoK? terimakasih…

    • Cara pemakaiannya langsung saja diberikan ke tanaman. Misalnya tanaman dalam pot, beri kompos secukupnya di sekitar perakarannya. Atau bisa juga dicampur dengan tanah dengan perbandingan 2 bagian tanah + 1 bagian kompos, campurannya digunakan sebagai media tanam. Tetapi jangan gunakan HANYA KOMPOS saja sebagai mendia tanam.
      Kompos bisa digunakan untuk tanaman apa saja.

  24. mantabs artikelnya bang..ijin share yaaa…trimakasih

  25. Komplit juga infonya.. Terima kasih dan akan langsung saya praktekkan

  26. saya minta rincian analisis usahanya .. ada ga ??? trmksi dtnggu jwbnnya skrng

  27. kalau daun mangga kira2 bisa g buat pupuk

  28. Aista Wisnu Putra

    kalo plastik di ganti karung beras bisa tidak?

  29. Bisa Memakai karung beras tidak

  30. aq mau ikutan coba, BRO. Aq di sekolah SMK Muhammadiyah kec. sangasanga, kab. kukar kaltim

  31. Terimakasih tentang informasinya ya pak. saya mau coba di lingkungan saya!

  32. dimana bisa didapatkan cairan PROMI? dan adakah cairan lain sebagai penggantix?

  33. Pingback: Pengomposan Sampah Kota Skala Besar untuk Pupuk Organik | Berbagi Tak Pernah Rugi

  34. artikel yang sangat menarik,,harus di coba…
    oya kang,,misalnya kompos ini digunakan untuk tanaman padi bisa tidak?dan penggunaannya bagaimana?

  35. semoga Allah membalas kebaikan anda, semoga Allah menambahkan ilmu untuk anda, artikelnya sangat bermanfaat bagi saya yang sedang belajar pertanian organik.

  36. sere rohana napitupulu

    Membuat kompos dari limbah pasar ,selain disiram promi (aktivator),utk menjaga kelembapannya dan menambah pupuk kandang apa bisa disiram dengan air cucian usus ayam dari tukang ayam dipasar,terimakasih bantuannya

  37. ass.
    terimaksih untuk ilmunya pak, sangat bermanfaat bagi saya. dalam proses pengomposan…
    dalam pengomposan di atas kn ada peran pendukung untuk mempercepat pengomposan yaitu promi sebagai aktivator pengomposan. yg saya tanyakan disini untuk penyubur pengomposan kira2 ditambahkan apa ya pak???

    • Kompos sudah baik, untuk apa dikasih penyubur lagi. Kalau mau ditambahkan hara bisa saja ditambahkan bahan2 lain yg kaya hara, mis: dolomit (Mg), fosfat alam (P), zeolit, hara mikro dll.

  38. Artikel yang menarik, terimakasih telah berbagi ilmu. Saya ada bbrp pertanyaan
    1. Dengan cara kantong itu, apakah daun2 kering tsb tidak perlu dibolak balik selama proses pengkomposan?
    2. Proses pengkomposam aerob sprt dlm artikel ini akan menimbulkan panas, apakah suhu tinggi tsb dapat mematikan micro organisme yg berperan dalam proses pengkomposan tsb? Bagaimana cara pengendalian suhu selama proses pengkomposan tsb?
    3, bagaimana kalau tidak memakai kantong, tetapi, daun2 tsb, dimasukkan dalam tanah disiram aktifator dan dipendam tanah kembali, apakah cara tersebut dapat dilakukan?

    Terimakasih untuk tanggapannya

  39. Terimaksih ilmunya bang. Sedang dicoba dan semoga berhasil.

  40. Pak isroi, jika membuat kompos tersebut hanya menggunakan daun kangkung saja, apakah unsur hanya nya tinggi..? Trimakasih pencerahannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s