Bahasa cintaku yang unik
berbatas aspal
berseberang jalan
Dengan buku
Dengan ciuman
yang disembunyikan
Desember 1989
Isroi
Bahasa cintaku yang unik
berbatas aspal
berseberang jalan
Dengan buku
Dengan ciuman
yang disembunyikan
Desember 1989
Isroi
Telah kau karungi
berjuta-juta menit
dengan hembusan nafasmu
dengan mandi keringatmu
Ingatlah
bahwa menit-menit itu
adalah tonggak sejarah kita
yang menggerogoti tiap jengkal umur
Lihatkah di depanmu
berjuta-juta menit melambaikan
tangannya
menunggu uluran tanganmu
menunggu kreativitasmu
Sambutlan lambaiannya
dengan usapan lembut jemarimu
Karena mereka hanya melambaikan tangan
sekali saja
Desember 1989
Isroi
Sebelum fajar menampak
Ku ayunkan langkahku ke
padang gembala
Yang tak berluas dan tak bertepi
Mengekori setiap langkah gembalaanku
Selangkah kemudian aku duduk
Termenung
di tengah padang yang kian
Gersang
Bernaung di bawah mega yang
tak kunjung datang
Kumengadah menatap langit
Sambil mencari segumpal
awan perindang
Namun, langit itu biru tak berbintang bulan
Aku menatap ke padang luas
Di nama mata memandang
Hanya melihat bertaburnya bunga
rumput kering
Di tiup angin panas yang kian
gersang
Ku dengan lati gembalaanku
mengembik
Seakan tahu apa yang aku
renungkan
Seakan dia menghiburku dengan berkata
“Allah memberikan yang
terbaik untuk kita
walau itu suatu kekecewaan”
Aku tersenyum mendengar itu
Ku ayunkan langkahku lagi
Mengarungi padang yang belum
ku lalui
yang penuh duri merintang
Oktober 1988
Isroi
Ketika kita berdebat
Tentang hitam dan putih
malam gerimis di sudut beranda rumahmu
Kita tak pernah sampai pada pemahaman
bahwa yang putih itu putih
dan yang hitam itu hitam
semua kelabu
Tidakkah kau tahu bahwa putih itu
kumpulan dari mi ji ku hi bi ni u
Jadi satu
Semua harus dalam perbandingan yang sama
Agar putih terlihat putih
Tidak “putih mangkak”
Dan hitam itu
Hakekat
Di sanalah bersemayam semua rahasia
tak terpecahkan
Hitam tetap hitam
Tak pernah jadi putih
Lukisan paling indah
Adalah goresan tinta hitam
Di atas putih
Tidak mi
Tidak ji
Tidak ku
Tidak hi
Tidak bi
Tidak ni
Tidak u
Lukisan paling indah
Adalah campuran harmonis
Antara mi
ji
ku
hi
bi
ni
u
dengan hitam disela-selanya
Sudahlah..!!!
Kita yakini saja kebenaran
yang tlah sekian lama mempertebal
dinding-dinding kalbu
karena kebenaran yang kita cari
ada di dalam hati
Mari,
Kita pandangi timur
Matahari akan selalu terbit
Di sana
Purwokerto, 30 juni 1995
Isroi
Tolong jangan katakan
pada siapa-siapa
kalau mereka
bangsaku
Isroi
Tonggak kayu
Yang tertancap kuat
Di atas batu karang itu
Sudah hampir roboh
Januari 1990
Isroi
Huruf-huruf bicara tanpa kata
Pena tak lagi menari-nari
Hanya kita termanggu dalam sendiri
Tak tahu kau atau aku
Hanya angin semilir meniup resah
Oktober 1989
Isroi
Hanya angin sendirian
di tengah jalan
Berbisik tanpa makna
Tanpa suara
Kemudian Diam
Lenggang
Oktober 1989
Isroi
Mereka mati
Ager kemerdekaan
Negeri ini
Abadi
Magelang, 4 Oktober 1992
Isroi
Tumbal
Mereka mati
Ager kemerdekaan
Negeri ini
Abadi
Magelang, 4 Oktober 1992
Isroi
Ketika aku beku
Sekelilingku juga beku
Dak aku semakin beku
Kaku
April 1990
Isroi