Monthly Archives: March 2008

Seuntai Rindu

Malam ini
Bersama sunyi dan sepi
Di balik diam termanggu
Rindu menyapa
Dengan lembut
Namun mengena

Isroi

BULAN

“Itu bulan”, katamu.
“Bukan. Itu matahari”, sahutku
“Itu bulan ..!” katamu ngeyel
“Bukan…!! Itu matahari.
Bulan sudah dimakan Betara Kala kemarin,” kataku.
“Itu bulan…..!!!!!!” katamu dengan suara tinggi.
“Itu matahari. Cuma karena sekarang banyak kabut
jadi seperti bulan,” jelasku
“Itu bulan…………….!!!!!” teriakmu.

Matamu yang bening
terpaku menatapnya
tak berkedip
Dan kau tetap pada pendirianmu
bahwa itu bulan.
“Matahari tak pernah keluar malam, kan?” gumanmu.

Kabut makin tebal,
Kita sama-sama ragu, apakah itu bulan
atau matahari
karena tak lagi jelas perbedaan
siang dan malam

Pringamba, 21 – 9 – 1997

Bila Mati

Bila mati nanti
Aku ingin menikmati
Hangatnya api neraka
Karena surga
Sudah kudapatkan
di dunia

April 1990
Isroi

Bonsai

Dia adalah sebuah pohon
yang kelihatan indah, kokoh, dan kuat
di atas sebuah pot yang berukir indah

Dia adalah sebuah pohon
yang seharusnya kuat dan perkasa
yang seharusnya mengeluarkan mata air di sela-sela akarnya

Dia merasa kerdil,
(dan sesungguhnya memang kerdil)
di antara sesama bangsanya
Dia juga dihargai
bahkan dipajang di sebuah ruangan yang tampak berwibawa

Dia merasa sedih
seharusnya dia dapat mencengkeram
batu sebesar gunung
tapi dia hanya dapat menggenggam
batu sekepal tangan
seharusnya dia dapat keluarkan mata air
di sela-sela akarnya
tapi dia hanya dapat keluarkan air mata
di antara kesedihannya

Dia iri terhadap saudara-saudaranya
yang dapat menyumbangkan kemampuan
tidak hanya uang,
tapi juga kehidupan

Tidakkah lebih baik?
Jika dia diminta menjaga lereng curam
agar tidak longsor
Tidakkah lebih baik?
Jika dia tumbuh wajar dengan mata air
yang keluar di sela-sela akarnya
Tidakkah lebih baik?

Magelang, Juni 1989
isroi

Temanku JA

kisah2 di Fatimatuzzahra

Aku dan JA setelah dua puluh tahun tidak ketemu.

Kekurangan bukanlah hambatan. Cita-cita dapat dicapai dengan perjuangan. Kata-kata itu bukan sekedar kata pepatah yang tidak ada isinya. Saya membuktikannya sendiri lewat teman karibku, sebut saja dia JA.

JA anak nelayan miskin di pantura. Ibunya adalah buruh nelayan yang penghasilannya pas-pasan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Bapak JA merantau ke Jakarta sebagai tukang becak. Katanya penghasilan orang tuanya untuk makan sehari-hari saja tidak cukup.
Continue reading

Beli Makanannya, Mbak?

Masa remaja adalah masa mencari jati diri. Makanya tidak heran kalau banyak remaja yang sering bertingkah aneh-aneh. Gaya, pakaian, rambut, dan tingkah polahnya ‘nyleneh’ untuk menarik perhatian dan minta diakui. Dulu saya pun pernah mengalami masa-masa seperti itu. Masa di mana ketika aku tidak tahu ingin jadi apa.

Ketika semester satu aku ingin diangap gagah, ganteng, dan ‘smart’. Aku panjangkan rambutku. Mungkin satu setengah tahun aku tidak potong rambut. Aku pake gelang besi, gede lagi. Aku pake celana jin ketat. Badanku kurus, maklum anak kos-kosan.
Continue reading

Mengatasi Masalah Pengomposan Jerami

Praktek pembuantan kompos jerami oleh H Zaka, Ket. Gapoktan Sulih Asih, Cigombong, Bogor

Lihat lanjutan video ini di Video Praktek Pengomposan Jerami

Mengomposakan jerami gampang-gampang susah. Petani yang baru pertama kali mengomposkan jerami sering mengalami beberapa kendala. Kompos jerami yang petani buat sering tidak matang dan masih keras atau utuh. Kadang-kadang petani menjadi putus asa dan tidak mau lagi membuat kompos jerami. Padahal kompos ini sangat bermanfaat apalagi di saat harga pupuk semakin terbang tinggi.
Continue reading

Sekolah di SD Inpres

isroiWaktu SD aku sekolah di sebuah SD inpres, SD Cacaban 2 namanya. Letaknya di balik gunung sukorini dan jauhnya kurang lebih satu sampai satu setengah kilometer dari rumahku. SD Inpres maksudnya adalah SD yang dibangun atas Instruksi Presiden dan punya konotasi jelek. SD Inpres adalah SD untuk orang-orang tidak punya dan fasilitasnya pun sangat terbatas. Banyak teman-temanku waktu itu yang bersekolah tanpa memakai sepatu alias ‘nyeker’. Soalnya kalau pergi ke sekolah tidak boleh memakai sandal, tetapi anehnya kalau tanpa sepatu justru diperbolehkan.
Continue reading

BERANTEM

Karena NEM (Nilai Evaluasi Murni)-ku pas-pasan, akhirnya aku melanjutkan sekolah SMP di SMP luar negeri alias SMP swasta. Nama SMP itu adalah SMP Purnama. Sekolahnya masih dompleng dengan SMP Negeri 5 Magelang. Jam sekolah masuk mulai siang sampai sore, karena paginya digunakan untuk SMP Negeri. Jarak rumah dan sekolah kurang lebih 5 – 6 km. Aku berangkat dengan naik sepeda BMX milikku.
Continue reading

Simbah

simbahTidak banyak orang yang dikaruniai umur panjang. Salah satu orang yang dikaruniai umur panjang adalah kakekku. Beliau lupa kapan tanggal lahirnya. Maklum waktu itu belum ada catatan kelahiran. Satu hal yang beliau ingat adalah waktu sekolah di SR. Seingat beliau waktu itu sekitar tahun 1903. Waktu dulu mungkin anak mulai sekolah umur 8 – 9 tahun. Jadi kalau sekarang tahun 2008, maka kira-kira umur kakek saya adalah 113 tahun.
Continue reading

PERJUANGAN SEORANG IBU

Waktu lahir anak kami yang pertama saya tidak sempat menunggui istri, karena waktu itu saya sedang di Bogor dan istri saya tinggal di rumah mertua. Ketika istri saya mengandung anak kami yang kedua, saya bertekad untuk menungguinya saat melahirkan. Waktu terus berlalu dan saat melahirkan pun sudah mulai dekat. Kira-kira beberapa hari sebelum waktu yang diperkirakan dokter, istri saya sudah mulai merasakan adanya kontraksi. Waktu itu kami pikir hanya sakit biasa, saya tidak segera membawanya ke bidan Sri Dody langganan kami. Hingga malam tiba, saya masih melakukan aktivitas seperti biasa. Saya mengajar mengaji beberapa remaja di rumah kami.
Continue reading