Beli Makanannya, Mbak?

Masa remaja adalah masa mencari jati diri. Makanya tidak heran kalau banyak remaja yang sering bertingkah aneh-aneh. Gaya, pakaian, rambut, dan tingkah polahnya ‘nyleneh’ untuk menarik perhatian dan minta diakui. Dulu saya pun pernah mengalami masa-masa seperti itu. Masa di mana ketika aku tidak tahu ingin jadi apa.

Ketika semester satu aku ingin diangap gagah, ganteng, dan ‘smart’. Aku panjangkan rambutku. Mungkin satu setengah tahun aku tidak potong rambut. Aku pake gelang besi, gede lagi. Aku pake celana jin ketat. Badanku kurus, maklum anak kos-kosan.

aku

Kos-kosanku laki-laki semua dan tidak serumah dengan pemilik kos. Teman-teman kos macam-macam, ada yang ‘alim, ada yang pendiam, ada yang ‘metal’. Tapi sebagian besar ‘nyleneh-nyleneh’. Aku mahasiswa baru yang masih ‘steril’ jadi terkontaminasi. Aku yang dulu ‘alim’ mulai sedikit ‘norak’. Kadang-kadang aku malu sendiri kalau mengingat masa-masa itu. Meskipun aku termasuk mahasiswa yang ‘nyleneh’ tetapi rupanya masih ada sedikit ‘iman’ di hatiku. Aku masih rajin sholat, walau kadang-kadang sholat sambil ‘teler’. Aku juga masih suka mengaji.

Aku aktif di beberapa kegiatan mahasiswa. Pertama, majalah BIOMA. Di ‘wadah’ ini aku banyak belajar bagaimana menulis yang baik. Kedua, aku aktif di UKI (Unit Kerohanian Islam). Wadah ini sedikit menghapus dahaga nuraniku. Aku satu-satunya aktivias islam yang rambutnya gondrong. Banyak akhwat-akhwat waktu itu yang menyindir dan mengkritikku. Tapi aku tetap saja ‘cuek bebek’. Tak terbesit sama sekali di hatiku untuk potong rambut atau merubah penampilanku.

Waktu itu sedang dibangun masjid besar di dekat kampus, Masjid Islah namanya, tetapi kemudian diganti dengan nama Masjid Fatimatuzzahra. Ketika bulan ramadhan, Masjid Fatimatuzzahra melaksanakan persantren kilat. Iseng-iseng aku ikut mendaftar. Aku satu-satunya santri yang berpenampilan ‘metal’. Biarin aja, pikirku.

Aku merasakan perasaan yang lain waktu tinggal di masjid. Aku merasa lebih tentram, lebih tenang, dan lebih nyaman. Setelah selesai kegiatan pesantren aku masih tetap aktif ke masjid. Kemudian waktu dibuka pendaftaran menjadi ‘marbot’ aku ikut mendaftar. Dan aku termasuk dari 7 orang yang diterima sebagai ‘marbot’ Masjid Fatimatuzzahra. Aku masih tidak merubah penampilanku, masih gondrong, pake celana jin ketat, dan ‘norak’.

fatimatuzzahra

Suatu hari aku pulang ke rumah naik bis. Waktu tempuh antara kampus dan kotaku kurang lebih 5 jam perjalanan. Bis yang aku naiki berhenti di terminal Purworejo. Seperti biasa aku membaca-baca buku untuk mengisi waktu. Rambutku yang panjang menutupi sebagian dari wajahku. Di terminal banyak sekali penjual asongan yang naik ke bis dan menawarkan dagangannya ke para penumpang dengan sedikit memaksa. Aku terus asik saja membaca.

Ada penjual asongan yang menawarkan padaku, “Mbak …. jajan Mbak….! Beli gorengannya… Mbak…!” . Aku diam dan cuek saja.

Beberapa saat lagi ada penjual lain yang menawarkan padaku, “ Mbak …. jajan Mbak….! Beli nasi bungkus… Mbak…, persiapan makan malam!” Kali ini aku benar-benar kaget. Masak aku dikira perempuan, pikirku.

Pikiranku kacau balau waktu itu. Aku ingat nasehat ustad, bahwa Allah akan melaknat seorang laki-laki yang meyerupai perempuan atau seorang perempuan yang menyerupai laki-laki. Begitu sampai di rumah aku segera pergi ke tukang cukur langgananku. Aku potong habis rambutku, potong ‘bros’.

aku_muhamat
Aku sudah insaf di perpustakaan M Fatimatuzzahra. Di sampingku adalah Muhamat, teman kuliahku.

5 responses to “Beli Makanannya, Mbak?

  1. assalamu’alaikum
    mungkin karena sama-sama tinggal di mafaza makanya aqu lagi hunting om-om, mas-mas yang dulunya aktivis sini
    gimana om punya yang namanya kabar? khoir kan
    aqu ga sempet ketemu sama om n klo pun ketemu mungkin ga “ngeh”
    tapi aq pengen nyambung ikatan yang terlepas (maksudnya aqu pribadi)
    mudah-mudahan bisa terajut kembali.
    kalo boleh tau rumahnya om di mana ya (kali aja bisa dapet sarapan gratis)
    banyak yang berubah di mafaza sekarang. mulai dari lingkungan fisik hingga merembet ke non fisik.
    do’ain biar temen-temen yang lagi jadi “marbot” masjid dikasih pencerahan n daya tahan diatas rata-rata terhadap cobaan
    nuhun pisan om
    punten kalo bisa bales ke e-mail qu
    lindungan Allah semoga slalu mengiringi om
    Assalamu’alaikum

  2. Wa’alaikum salam.
    Seneng juga ketemu di dunia maya, walaupun mungkin kita belum pernah ketemu di dunia nyata. Saya sekarang tinggal di kota hujan, kota petir, dan kota sejuta angkot – BOGOR. Pingin juga saya berkunjung ke Purwokerto lagi. Semoga tahun ini bisa terlaksana.
    Insya Allah.
    Wassalamu’alaikum.
    isroi

  3. Membaca tulisan diatas, jadi ingat.. aku termasuk akhwat yang protes ke isroi utk potong rambut. Waktu itu kalo nggak salah kuliah smester 2, Kegiatan UKI- Ramadhan di kampus. Isroi Satu-satunya peserta ikhwan yang rambutnya panjang … Subhanallah… perubahan yang begitu besar ke arah kebaikan sampai saat ini. Salut untuk pas isroi, semoga Alah memberikan keberkahandan kebaikan pada kita semua ila yaumil akhir…

  4. ya… masjid fatimah emang penuh dengan kenangan..
    saya angktannya 2002 ya.. ga ketemu mas isroi.. tapi sempat ketemu mas hendra bandung, mas gumono dan mas gunawan…
    temen satu angkatan.. iqbal..nasim, salim, syamsudin..dkk alhamdulillah masih bisa kontak2./
    rencananya mo ngadain reuni mas dari pesma angkatan awal.. ust. imung.. mas iwan.. dkk sampe angkatan sekarang 2008…
    coba mas dibuatin websitenya para alumni..mudah2an bisa kontak dan berkarya walaupun udah ninggalin purwokerto…semoga
    salam buat semua…

  5. Pingback: Ust. Arifin Mukti, SE; Orang yang Membawaku Masuk Pesma | Berbagi Tak Pernah Rugi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s