Berburu Gambut Rawa Lakbok

Aku mendapat tugas untuk survei gambut yang ada di P Jawa. Senang sekali karena aku sudah lama tidak jalan-jalan berpetualang seperti ini. Aku mendapat informasi kalau ada gambut di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Daerahnya bernama Rawa Lakbok. Informasi awal yang aku peroleh Rawa Lakbok ada di daerah Banyumas atau Ciamis. Informasinya serba ngak jelas dan ngak pasti. Justru ini yang menantang.

Aku berangkat berdua dengan Pak Udin, pembantu teknisi di Labku dengan diantar sopir kantor. Pake kendaraan dinas. Kami segera meluncur ke Jawa Tengah lewat jalur selatan. Kami menuju Banjar atau Majenang, perkiraanku di situ lokasinya. Aku ingat punya teman di dunia maya, namanya Mas Herman Susilo. Mas Herman ini katanya petani di daerah Kroya, Cilacap dan sering berkomunikasi lewat email. Tepi kamu belum pernah bertemu sekalipun. Aku telepon Mas Herman, mungkin dia tahu lokasi Rawa Lakbok. Tetapi dia mengatakan dia belum pernah mendengar nama rawa Lakbok, apalagi tempatnya. Dan menurut dia tidak ada nama rawa itu di daerah Banyumas atau Cilacap. Tapi menurut dia ada Rawa Apu di daerah dekat Sidareja. Lalu dia berjanji mau menanyakan ke teman-temannya. Beberapa saat kemudian Mas Herman sms kalau ada daerah namanya Lakbok di Kab. Banjar.

Berbekal informasi itu, kami menuju kota Banjar. Di kota ini kami bertanya pada beberapa orang di jalan. Katanya, Lakbok ada di sebelah timur pasar Banjar. Kami menuju tempat yang dimaksud. Di sepanjang perjalanan kami bertanya pada Pak Polisi, tukang parkir, tukang becak, petani, tukan ojek, dan lain-lain. Ngak tahu sudah berapa orang yang kami tanyai.

Akhirnya, setelah mencari-cari aku lihat ada plang penunjuk jalan tertulis Lakbok. Nah, ketemu juga akhirnya. Di sebuah pertigaan yang cukup rame, kami bertanya pada tukang ojek yang lagi ngumpul di pangkalan ojek.
Pak Udin:” Maaf, bang kalau daerah rawa lakbok di mana ya..?
Ojek: “Di sini Lakbok.”
Pak Udin:”Kalau rawanya sebelah mana ya…?”
Ojek:”Rawa…? Di sini ngak ada rawa.”
Tukang ojek yang lain:”Dulu katanya ada rawa, tetapi sekarang sudah tidak ada. Sudah jadi sawah semua.”
Pak Udin: “Kalau tempat ngambil gambut, atau tanah hitam.”
Ojek:” O… ada di sana, di dekat kota Banjar. Sudah jauh kelewatan. Bapak kembali aja ke sana, nanti dekat kuburan ada tumpukan tanah warna hitam. Itu tempat penampungan gambut.”
Pak Udin: ” Terima kasih, Bang.”

Berbekal informasi itu kami balik lagi ke arah kota Banjar. Memang cukup tempatnya, kira-kira 3 – 4 km lagi baru ketemu lokasi yang dimaksud.
Di situ memang ada saung untuk menampung gambut. Lokasinya di pingir jalan. Kebetulan di tempat itu ada mobil bak yang sedang menurunkan gambut. Kami bicara dengan sopirnya, namanya Wahyu. Mas Wahyu bersedia mengantar kami ke tempat lokasi penambangan gambut di bekas rawa lakbok.

Di lokasi itu sudah tidak ada rawa lagi, semua sudah jadi persawahan. Daerah bekas rawa ini tidak bisa ditanami padi, karena masih banyak gambutnhya. Jika mau ditanami, gambut-gambut ini harus digali dulu.
Berikut ini beberapa foto daerah penambangan gambut rawa lakbok.


Lokasi bekas rawa lakbok yang sudah jadi persawahan


Penambang gambut rawa lakbok


Senyum penambang gambut


Suami istri penambang gambut


Gambut yang hitam dan tebal


Kuli pengangkut gambut

19 responses to “Berburu Gambut Rawa Lakbok

  1. lakbok itu termasuk dlm wilayah kab ciamis,saya lahir dan besar disana,merupakan lumbung padinya ciamis,hampir 80% penduduknya adalah petani,bahasa sehari2 campuran antara jawa dan sunda karena merupakan daerah perbatasan antara jawa barat & jawa tengah,lakbok juga penghasil gula merah,lakbok terdiri dari beberapa desa yang wilayahnya cukup luas,anda mengambil foto di lakbok bagian mana(desa apa??)

  2. Saya lupa nama desanya, tetapi masuk wilayah ciamis.

  3. sory pak ane numpang minjem gambarnya ajah yak.. moga-moga boleh di pakai 🙂

  4. Seberapa luas potensi lahan gambut di lakbok? Gambut yang diambil digunakan untuk apa?

    • Saya tidak tahu berapa potensi yang ada. Tetapi kalau dilihat, gambut di sini tidak akan habis ditambang hingga 10-20 tahun lagi. Gambut dipasarkan ke beberapa tempat: ada yang untuk campuran pembuatan media jamur, campuran pupuk organik, media tanam, dan lain-lain.

  5. Rawa onom ? Naik sepeda pulang sekolah di SMP lakbok jam 12 siang terperosok ban meleleh ,galengan bila musim hujan berpindah,tanahnya hitam itu gambut ? wah ,mani waas tempat tumpah darahku th 1963

  6. bedanya ama gambut kalimantan apa ya? o.0

  7. mas tukeran link yuk?
    Aku juga warga lakbok..

  8. link,mas dah dipasang coba cek ya mas?

  9. Bila suatu lahan ada gambutnya, kemungkinan di bagian bawah gambut itu ada apa ya? Apa mungkin ada batu bara seperti di daratan Kalimantan?

  10. Lakbok tanah subur loh jinawi(aq warga lakbok prbatasan purwadadi)

    • jika saya membutuhkan tanah gambut dari daerah lakbok, saya harus kemana untuk cari iformasinya? syukur2 jika anda yang bisa melayani kebutuhan tersebut. trims

  11. jika saya membutuhkan tanah gambut dari daerah lakbok, saya harus kemana untuk cari iformasinya? syukur2 jika anda sendiri yang bisa melayani kebutuhan tsbt. trims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s