Merajut Mimpi

Ku rebahkan badan di pangkuan malam yang menaruh kasihan pada mata yang tidak bisa terpejam. Dibelaiannya kurajut mimpi dari benang-benang imanjinasi. Pikiran mengelana ke dunia misteri. Mengembara ke negeri-negeri tanpa batas.

Serpihan-serpihan kutemukan sepanjang jalan. Ku jumputi potongan-potongan berserakan. Orang-orang dengan pandangan aneh penuh tanya: apa yang kau cari? Orang gila. Aku melihat. Apa yang tak terlihat. Aku mencari. Apa yang tersembunyi.

Ku susun potongan-potongan mimpi. Ku bangun bata demi bata membumbung tinggi. Di negeri ini semua tersedia. Di negeri ini semua boleh terjadi. Di negeri bebas merdeka. Semua boleh berbuat apa saja. Tak ada batas pembatas. Hukum alam tidak berlaku di sini.

Mimpiku menjulang tinggi. Awang-awang. Langit.

Di gelapnya antariksa. Aku mengelana.

Jogja, 181108

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s