Ibrahim dan Royan di Taman Reptil

100_1154Ibrahim suka dengan binatang. Hampir semua binantang dia suka. Ibrahim suka menangkap belalang, kupu-kupu, bahkan capung yang sulit ditangkap dia bisa menangkapnya. Dia juga tidak takut atau jijik dengan cacing, luwing (kaki seribu), dan kepiting. Ibrahim juga punya buku yang banyak sekali tentang binatang. Saat liburan sekolah, kami sempat bermain di Taman Reptil, Purbalingga. Ibrahim senang sekali. Di sini ada pengalaman yang menarik sekali, ternyata Ibrahim juga tidak takut dengan ular.

Ceritanya waktu itu kami pergi ke Purwokerto untuk menghadiri acara reuni di kampus Fakultas Biologi, Unsoed. Ibrahim sempat bertemu dengan Mas Imung, temanku yang jadi pendongeng cerita anak-anak di Banyumas. Mas Imung menceritakan kalau di Purbalingga ada Taman Reptil, pasti Abim suka. “Di sana ada ular yang boleh dipegang, lho..”, lanjut Mas Imung. Ibrahim senang sekali dan merengek-rengek minta di antar ke Taman Reptil.

Sepanjang acara reuni, Ibrahim sudah tidak sabar ingin melihat memegang ular. Dia terus merengek-rengek, yang membuat kami tidak bisa mengikuti acara reuni dengan tenang. Akhirnya selepas sholat asar, dalam suasana hujan, kami pun melaju menuju Taman Reptil di Purbalingga.

Sebenarnya di Purbalingga tidak hanya ada Taman Reptil, tetapi juga ada Taman Ikan Air Tawar yang letakknya berdekatan. Kami pergi ke Purbalingga melalui jalan alternatif Pabuaran. Lokasi Taman Ikan Air Tawar lebih dekat, jadi kami datang dulu di taman ini. Ide pembuatan taman ini mungkin terinspirasi oleh Sea Word yang ada di Ancol, tetapi yang di sini khusus air tawar. Penataannya masih cukup sederhana. Aquarium-aquarium di pajang berderet seperti pameran. Belum ada penataan yang lebih menonjolkan dunia ikan air tawar. Salah satu yang cukup menarik adalah terowongan aquarium air tawar.

Koleksi ikannya cukup beragam. Sebagian besar adalah ikan-ikan yang banyak ditemui di Indonesia. Misalnya saja ikan pelus, dulu ikan ini sering ditemui di kali progo. Bentuknya seperti belut tetapi bisa besar sekali. Ada juga ikan lele, ikan arwana, bulus (penyu air tawar), dan kura-kura. Ada juga koleksi ikan yang berasal dari luar negeri,seperti ikan arwana raksasa.

Hujan masih turun ketika kami keluar dari taman ikan air tawar. Tujuan kami berikutnya adalah taman reptil. Aku bertanya pada tukang parkir arah menuju taman reptil. Lokasi taman reptil tidak begitu jauh dari taman ikan air tawar. Jalannya berbelok-belok dan tidak ada petunjuk arah, membuat aku sedikit kesulitan menemukan lokasi taman ini. Kira-kira jam 4 sore lebih kami baru sampai di taman reptil.

Taman sudah sepi, mungkin karena sudah sore meskipun saat ini adalah hari libur. Kondisi ini membuat kami lebih leluasa untuk menikmati taman reptil. Taman reptil ini juga berdekatan dengan taman buah dan museum uang. Setelah membeli tiket, kami segera masuk. Ibrahim masuk duluan dengan sedikit berlari karena sudah tidak sabar.

Di ruangan pertama yang berukuran cukup luas, mungkin sekitar 15 m x 10 m. Di ruangan ini berderet aquarium kecil berisi reptil, seperti ular, kadal, cicak, dan reptil kecil-kecil yang lain. Di dinding terpajang awetan serangga. Awetan serangga di susun dengan sangat menarik dan rapi. Meskipun tidak selengkap koleksi serangga di museum zoologi Bogor, penataan di taman ini lebih menarik.

Kami inginnya melihat secara berurutan, tetapi Abim terus merengek mencari ular-ular jinak yang boleh dipegang. Dia terus aja menarik-narik tanganku untuk mencari ular jinak itu. Aku bertanya pada penjaga di mana letak ular yang boleh dipegang. Penjaga menunjukkan jika ular yang boleh dipegang ada di bagian belakang. Kami pun segera menuju ke tempat yang ditunjuk. Di tempat ini sepi dan tidak ada penjaga, jadi kami agak sedikit kebingunggan. Untungnya ada penjaga yang seperti sedang istirahat tidak jauh dari tempat kami berdiri.

Penjaga itu ternyata adalah penjaga yang biasa memandu ular-ular jinak. Dia segera mengajak kami ke salah satu kandang ular. Penjaga itu masuk ke dalam kandang untuk mengambil ular. Ibrahim dengan tidak sabar menunggu di pintu kandang. Wajah Ibrahim tampak berbinar-binar ketika penjaga keluar dengan membawa seekor ular sebesar lengan anak kecil.

Subhanallah, ternyata Ibrahim tidak tampak takut sama sekali. Umumnya anak kecil akan lari ketakutan ketika melihat ular. Ibrahim justru sebaliknya, dia segera mendekat dan memegang ular itu. Penjaga itu pun seger mengalungkan ular ke leher Ibrahim. Ibrahim senang sekali. Dia aku foto beberapa kali.

Melihat keberanian Ibrahim penjaga itu menawari Ibrahim untuk masuk ke dalam kandang dan memilih ular yang dia sukai. Tentu saja Ibrahim girang bukan main. Tanpa disuruh Ibrahim segera masuk ke dalam kandang mengikuti penjaga. Di kandang ini ada puluhan ular yang semuanya jinak dan tidak berbisa. Ibrahim memegang-megang ular yang bergelantungan di kandang itu. Penjaga itu juga menggalunkan sekiter empat ekor ular ke leher Ibrahim.

Sejenak Ibrahim bermain di kandang itu. Meskipun tampaknya Ibrahim masih ingin berlama-lama di dalam kandang, aku tetap meminta Ibrahim keluar dari kandang. Dengan sedikit malas, Ibrahim keluar dari kandang. Wajahnya tampak puas dan senang dengan pengalaman baru ini.

Waktu itu Ibrahim juga membawa buku reptil kesayangannya yang banyak memuat foto-foto reptil di dunia. Sambil melihat-lihat kadang ular dia mencocokkan gambar di buku dengan ular-ular itu. Di taman reptil ini juga ada koleksi buaya yang berukuran sedang. Kami berkeliling ke kandang-kandang yang lain. Kami juga melihat kembali ke koleksi serangga, kumbang, belalang, dan kupu-kupu. Taman ini tidak begitu luas dan koleksinya pun masih terbatas. Tetapi aku yakin taman ini akan terus berkembang dan akan bertambah koleksinya. Semoga.

Hari sudah semakin sore dan langit mulai gelap. Dengan berat hati kami meninggalkan taman reptil ini. Berkunjung ke taman reptil ini merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk Ibrahim dan Royan. Meskipun tampak kelelahan mereka senang sekali. Hujan masih turun ketika kami mulai meninggalkan kota Purbalingga menuju Magelang. Ibrahim minta kalau liburan main ke taman ini lagi. Insya Allah.

Advertisements

4 responses to “Ibrahim dan Royan di Taman Reptil

  1. Wah..ternyata anak kecil lebih berani dari orang dewasa, ya ?

    Ada banyak orang dewasa yang takut dengan ular..

  2. Sungguh, jadi pengin pulang kampung. Insya Allah klo sempat nulis postingan terkait “wisata pulang kampung” ini aku mo ngopi gambar-gambar dan ngutip tulisan Mas Isroi ini. Salam kenal Mas.

  3. very nice blog, i like your pics.
    greeting jassy

  4. Pingback: Menelusuri Kembali Kampung Halaman via Dunia Maya « Awamologi’s Blog (Blog Orang Awam)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s