Tag Archives: ikan

Selokan untuk Kolam Ikan

promi sampah warga larangan sidoharjo

Selokan yang dijadikan untuk memelihara ikan lele, Perum Mutiara Citra Graha, Larangan – Sidoharjo – Jawa Timur.

Selokan berukuran lebar 50 cm dan dalam 60 cm biasanya tidak difungsikan sama sekali. Airnya kotor, bau dan banyak sampahnya. Namun, warga Perum Mutiara Citra Graha – Larangan – Sidoharjo – Jawa Timur ini memanfaatkan selokan untuk memelihara ikan lele. Hasilnya pun cukup banyak.
Continue reading

Advertisements

Bahaya Sampah Plastik pada Biota Perairan

Mungkin tidak banyak yang menyadari tentang bahaya sampah plastik. Sampah plastik yang dibuang sembarangan, terutama ke perairan; sungai, selokan atau laut, lambat laun bisa hancur menjadi kecil-kecil karena proses fisik. Plastik sangat sulit terurai, jadi meskipun ukurannya sangat kecil, plastik tetap tidak bisa terurai. Ukuran plastik ini sangat kecil, keeecciiilll sekali.

Hewan-hewan renik, plankton, yang hidup diperairan tanpa sengaja memakan sampah plastik mikro ini. Lebih parahnya, plankton pun tidak bisa mencerna plastik mikro yang mereka makan. Plastik ini akan menumpuk di tubuh plankton.

Yang membuat lebih celaka adalah plankton ini merupakan makanan bagi ikan-ikan dan hewan laut lainnya. Plastik-plastik mikro ini akan juga terkumulasi di dalam tubuh ikan. Ikan juga tidak bisa mencerna plastik-plastik ini meski berukuran mikro.

Ikan-ikan pada akhirnya akan terhidang di atas meja makan kita. Mungkin secara tidak sadar kita ikut makan sampah plastik-plastik mikro ini. Plastik-plastik juga bisa terakumulasi di dalam tubuh kita. Dlama jangka panjang, bukan tidak mungkin plaastik-plastik mikro ini bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan manusia.

Karena itu, kurangi penggunaan plastik. Buang plastik pada tempatnya agar bisa didaur ulang dan tidak mencemari lingkungan perairan dan termakan olen plankton-ikan- dan akhirnya oleh kita.

Pengembangan BIOPLASTIK yang bisa hancur sudah merupakan kebutuhan dan tuntutan.

Memancing ikan di tengah sungai yang beku

This slideshow requires JavaScript.


Musim dingin tahun lalu, ketika naik tram saya sempat melihat beberapa orang yang sedang mancing di tengah kanal yang airnya membeku. Saya penasaran sekali, karena pemandangan semacam ini tidak pernah saya temukan di tanah air tercinta. Niat saya ini baru kesampaian di musim dingin berikutnya, musim dingin ini.

Dari kejauhan, Brunnsparken, saya lihat ada orang yang sedang duduk tafakur di tengah sungai. Pasti sedang mancing ikan nih orang, pikir saya. Saya segera mendekat ke tempat mereka memancing. Dari pingir sungai saya lambaikan tangah saya sambil saya tunjukkan kamera saya. Dia membalas lambaian tangan saya, artinya dia mau saya ambil fotonya. Saya pakai lensa zoom agar bisa mengambil foto dari jarak yang cukup jauh. Maklum, saya masih ragu-ragu untuk turun ke sungai.

Kemudian saya mencoba berjalan berkeliling. Rupanya dia tahu saya ingin turun dan dia menunjukkan jalan turun menuju sungai. Di pinggir sungai ada tangga, namun pinggir sungai es-nya tidak begitu tebal, jadi tidak bisa langsung turun ke sungai. Untuk menuju ke tengah sungai mereka menggunakan tangga besi yang biasa digunakan untuk menyelamatkan orang yang tenggelam. Melaluii tangga ini saya dan Royan turun ke sungai dan mendekat ke orang-orang yang sedang memancing. Saya mendekat dan sambil berbasa-basi.

Namanya Henrik Sandgren. Dia dengan beberapa orang temennya biasa memancing di sungai ini ketika airnya sedang membeku. Air sungai di musim dingin membeku menjadi es, tebalnya sampai 20 cm. Jadi aman untuk dipijak. Bahkan saya pernah lihat anak-anak main ice hockey di tengah sungai. Es dilubangi dengan bor, lalu pancing kecil yang sudah diberi umpan dimasukkan ke dalam lubang itu. Umpannya adalah Maggot, belatung lalat. Pancingnya juga kecil, seperti pancing mainan. Tidak perlu waktu beberapa lama, ada ikan yang termakan umpan itu.

Ikan yang dipancing adalah ikan sungai, orang Swedia menamakannya Abborre (Perca fluviatilis). Ikannya mirip ikan wader kali, tetapi siripnya belakang, dan sirip renangnya berwarna merah. Di bagian tubuhnya juga ada belang-belangnya. Ikan yang didapat lumayan banyak juga.

Mereka memancing ikan untuk dimakan sendiri. Tapi kalau ada yang ingin membelinya boleh saja. Mereka juga tergabung dalam klub memancing. Karena mancing ikan di Swedia juga tidak boleh sembarangan. Ada semacam lisensinya. Kalau tidak sedang musim dingin, mereka memancing dari pingir sungai, memancing di laut, atau di danau.

Kuliner TOP Indonesia: TENTANG PER-SAMBAL-AN

sambel masakan


PERINGATAN: Sebelum baca artikel ini siapkan tissue atau sapu tangan. Dijamin ‘ngiler’ !!!!!

Baca juga tips menghilangkan rasa pedas di mulut.


Sambel atau bahasa kerennya ‘chili souce’ adalah pelengkap makan yang paling digemari di Indonesia. Rasanya, makan tidak ‘afdhol’ kalau tidak pake sambel yang bahan baku utamanya adalah cabai ini. Berikut ini beberapa sambel yang bisa membuat mulut kita banjir air liur.

sambel masakan

Sambel memang unik, baru lihat saja sudah bisa merangsang keluarnya air liur. Apalagi makan sambel, banjir air liur.

Meskipun bahan dasarnya sama, cabai, sambel memiliki banyak variasi yang dipadukan dengan jenis makanan yang berbeda-beda. Macam-macam sambel dan cabai yang sering di buat antara lain seperti saya sebutkan di bawah ini.


Catatan: sebagian besar resep yang saya sebutkan di sini adalah buatan Emakku sendiri.


LOMBOK CEPLUS

sambel masakan

Makan sambel yang paling sederhana. Cabai utuh dimasukkan ke mulut dan ‘nguleknya’ langsung di dalam mulut. Tidak semua cabai enak diceplus. Cabai yang biasa diceplus hanya cabai rawit (rawit merah, rawit hijau, rawit kuning). Makanan yang sering dimakan dengan cabai, misalnya: goreng-gorengan (tempe, tahu), lompia, resoles, mie, dan lain-lain.

Continue reading

Ibrahim dan Royan di Taman Reptil

100_1154Ibrahim suka dengan binatang. Hampir semua binantang dia suka. Ibrahim suka menangkap belalang, kupu-kupu, bahkan capung yang sulit ditangkap dia bisa menangkapnya. Dia juga tidak takut atau jijik dengan cacing, luwing (kaki seribu), dan kepiting. Ibrahim juga punya buku yang banyak sekali tentang binatang. Saat liburan sekolah, kami sempat bermain di Taman Reptil, Purbalingga. Ibrahim senang sekali. Di sini ada pengalaman yang menarik sekali, ternyata Ibrahim juga tidak takut dengan ular.

Ceritanya waktu itu kami pergi ke Purwokerto untuk menghadiri acara reuni di kampus Fakultas Biologi, Unsoed. Ibrahim sempat bertemu dengan Mas Imung, temanku yang jadi pendongeng cerita anak-anak di Banyumas. Mas Imung menceritakan kalau di Purbalingga ada Taman Reptil, pasti Abim suka. “Di sana ada ular yang boleh dipegang, lho..”, lanjut Mas Imung. Ibrahim senang sekali dan merengek-rengek minta di antar ke Taman Reptil.
Continue reading

Masakan Emak Ternyata Lebih Nikmat dan “Mak Nyos….Tenan…”

Saya paling suka makan di rumah, terutama masakan Emak (ibu) saya. Masakan di rumah sederhana dan biasa-biasa saja, tetapi rasanya benar-benar pas dan membuat lidah bergoyang. Emak pandai membuat bermacam-macam masakan, seperti sayur sop, lodeh, oseng-oseng, sambel goreng tahu, dan lain-lain. Yang paling membangkitkan selera adalah sambel yang dibuat Emak. Ada bermacam-macam sambel, tergantung dengan masakan yang dibuat, sepeti: sambel terasa, sambel brambang, sambel klenyom, sambel soto, sambel goreng, dan lain-lain.

Sambel Brambang

Sambel Brambang yang nikmat sekali

Sambel Brambang yang nikmat sekali


Sambel ini dibuat dari cabe rawit merah besar + bawang merah + garam. Simple banget. Kalau perbandingan resep ini dibuat yang tepat, maka rasanya benar-benar mengoyang lidah. Sambel ini enak untuk disantap dengan sayur lodeh, goreng tempe, goreng ikan.
Continue reading