Tag Archives: sayuran

Pemanfaatan Kompos dari Sampah Organik untuk Kebun Rumahan

Sampah organik rumah tangga bisa dibuat kompos dengan teknik yang sederhana dan murah. Pupuk kompos yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai media tanam, misalnya untuk tanaman sayuran, tanaman buah-buahan dan tanaman hias. Untuk tempat penanaman bisa memanfaatkan botol bekas air mineral atau botol-botol bekas lainnya. Lokasinya pun bisa memanfaatkan sisa lahan pekarangan yang ada. Meskipun sempit, lahan kosong ini bisa menghasilkan sayuran atau buah-buah. Keunggulan lainnya adalah tanaman ini dibudidayakan secara organik, sehingga produk sayuran yang dihasilkan juga organik. Sayuran organik lebih sehat dan lebih aman bagi kesehatan.

Advertisements

Inspirasi Bercocok Tanam di Rumah dengan Pupuk Kompos dari Sampah Organik

Saya sedang mencari-cari inspirasi bercocok tanam di rumah yang lahannya terbatas dengan pupuk kompos yang dibuat dari sampah organik rumah tangga. Ada banyak foto-foto yang menarik dan bisa dijadikan sumber inspirasi. Foto-foto ini memang dari negeri ‘seberang’, tapi setidaknya bisa dijadikan contoh dengan sedikit penyesuaian dan modifikasi.

Pupuk kompos dari sampah rumah tangga bisa dibuat dengan menggunakan komposter sederhana seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya: Komposter Sederhana. Aktivator untuk pembuatan kompos menggunakan PROMI.

Semoga bermanfaat.

1374052_548249208665317_3130970669471500825_n

1509314_548249188665319_1292003698389376383_n

1653903_548249275331977_2483448968597676405_n

10846113_548247425332162_7668363682392743394_n (1)
Continue reading

Pangan Pengganti Nasi dari Kearifan Lokal Maluku

makan pisang pakai sambel

Menu pisang goreng yang dimakan bersama dengan nasi dan sayur. Makanan di sebuah rumah makan di Tobelo, Halmahera Utara. (Foto koleksi pribadi)

Bagi saya, kalau belum makan nasi serasa belum makan meski sudah banyak makan makanan lain. Sebagian besar orang Indonesia, terutama Indonesia bagian barat, memiliki tabiat yang sama. Karenanya, kita sangat tergantung pada makanan pokok nasi atau beras. Saudara-saudara kita dari Indonesia Timur sudah terbiasa makan makanan pokok selain nasi, yaitu: sagu, singkong, ubi dan pisang. Saya baru sadar setelah merasakannya sediri ketika berkunjung pertama kali ke Halmahera, Maluku.

Sagu sebagai makanan pokok sudah diajarkan sejak saya masih SD dulu, tapi saya baru tahu kalau sagu dimasak menjadi seperti lem yang disebut dengan papeda. Di sebuah rumah makan kami disuguhi makanan ini. Ketika pertama kali saya melihatnya yang terbayang dikepala saya adalah lem dari tepung kanji. Mirip sekali soalnya. Cara membuatnya juga sangat sederhana. Tepung sagu, diberi air panas lalu diaduk sampai mengental seperti lem.

Papeda dimakan seperti makan nasi. Papeda dimakan dengan sayur ikan, sayur terong, sayur daun ketela dan juga sambal. Makannya pun hanya dengan tangan. Bagi saya ini agak aneh, sulit mengambil papeda dengan tangah, soalnya ‘njedel’ seperi itu. Meski bagi saya sedikit asing dan aneh, tapi makan papeda ini enak juga.

Makanan pengganti nasi berikutnya adalah singkong rebus, ubi rebus dan pisang rebus. Singkong, ubi dan pisang ini direbus dengan menggunakan santan. Saya tidak tahu apa nama buah pisang yang dimakan ini, tapi buah pisang ini banyak mengandung pati. Cara makannya sama persis dengan jenis sayuran yang sama seperti makan papeda atau nasi. Kalau makan singkong dengan sayur ikan, tidak terlalu mengherankan bagi saya. Yang akan aneh adalah ubi dan pisang. Ubi dan pisang rasanya manis ditambah gurih dari santan kelapa. Ketika dipadukan dengan sayur ikan, ikan bakar dan sambal rasanya sedikit unik di mulut saya. Paduan rasa manis ubi dan pisang dengan gurih ikan dan pedas sambal.

Pisang ternyata dimakan dengan banyak makanan lain. Orang Maluku makan pisang dicocol dengan sambal dan kacang merah. Pisangnya disebut dengan pisang bebek, salah satu jenis pisang lokal yang terkenal di Maluku. Pisang yang dimakan dengan nasi ini adala pisang yang masih agak muda. Pisangnya juga banyak mengandung pati, jadi rasanya pulen dan mengenyangkan.

Rasanya saya perlu mencoba makan dengan cara ini di rumah. Saya akan coba minta istri saya sesekali makan singkong dan ubi dengan sayur.

Andaikan kebiasaan ini bisa ditularkan ke orang-orang di wilayah Indonesia bagian barat, mungkin diversifikasi pangan bisa direalisasikan. Pak Walikota Depok, Nurmahmudi Ismail, sudah memulai untuk menggalakan makan pokok selain nasi. Kalau tidak salah, dalam sehari dicanangkan makan selain nasi.

Sayang sekali, saya tidak membawa HP ataupu kamera, sehingga saya tidak bisa tampilkan foto-fotonya.

Bercocok Tanam di Teras Rumah

Libur panjang pekan ini saya mendapatkan undangan untuk berbagi dalam acara Urun Rembug Petani Jahe Se-Indonesia di Unggaran. Karena, tempatnya dengan dengan kota asalku, Magelang, dan pas limbur panjang, saya bawa seluruh keluarga mudik ke Magelang. Sekalian mau nenggok Bulik di Salatiga. Banyak yang menarik dalam syafar dan silaturahimku akkhir pekan ini. Salah satunya adalah tentang bercocok tanam di teras rumah. Sayang saya tidak punya banyak waktu untuk mencari tahu lebih detail.

Jalanan macet seperti lebaran, Bogor – Magelang perlu waktu 20 jam. Saya sampai rumah sudah cukup malam. Keesok harinya ketika saya membersihkan dalam mobil ada yang menarik di depan rumah. Di seberang jalan depan rumah dari dulu adalah taman kampung Jambon Tempel Sari. Almarhum Bapak yang dulu sering merawat tanam ini. Nah di depan papan pengumuman dipasang selebaran yang menarik: AKU SADAR MEMILAH DAN MENGOLAH SAMPAH.

Menanam sayuran di dalam polybag di pekarangan.

Menanam sayuran di dalam polybag di pekarangan.

Ketika saya mendekat, saya sedikit kaget. Di depan papan pengumuman ini banyak polybag yang berisi tanaman. Ada tanaman cabe, tomat, dan lain-lain. Di samping papan pengumuman ini ada sedikit tanah kosong yang ditanami kunyit, kencur dan jahe. Ada beberapa tanaman sayuran lainnya juga. Ternyata, tanaman-tanaman ini sengaja di tanam oleh warga jambon Tempel Sari. Kebetulan, Tempel Sari menjadi salah satu wakil desa untuk mengikuti lomba pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran/hortikultura. Lumayan, bisa menjadi salah satu pemasukan warga. Minimal tidak perlu beli cabe, ketika harga cabe sangat mahal.

menanam cabe, tomat, dan empon-empon di pekarangan

Tanaman cabe, tomat, dan empon-empon di pekarangan, Jambon Tempel sari, Magelang

Sayangnya, tanaman ini kurang perawatan. Andaikan dirawat dengan lebih baik, tanaman-tanaman ini bisa menghasilkan optimal. Panennya bisa menjadi lebih bagus.
Continue reading

Bercocok Tanam di Teras Rumah (part 2)

image

Ini melanjutkan lagi posting sebelumnya tentang bercocok tanam di teras rumah. Awalnya cuma iseng-iseng saja, ternyata asik juga. Teras rumah yang cuma seuprit bisa untuk menanam sayur2an. Cara penanamannya organik dan tidak menggunakan pupuk kimia atau obat2a kimia. Jadi lebih sehat dan lebih aman. Istilah kerennya sekarang adalah urban organic farming.

Benih & Bibit Tanaman

Saya akan cerita mulai dari awal, benih tanaman sayur-sayuran. Kebetulan beberapa waktu yang lalu saya mudik ke kampung halaman di Magelang. Di kampung benih lokal tanaman sayuran harganya murah. Saya beli beberapa macam benih. Terutama benih-benih yang cocok di dataran rendah. Saya membeli banyak benih tanaman, seperti: bayam cabut, kangkung cabut, tomat, cabai rawit hijau, cabai rawit merah, terong unggu, terong lalap, kacang panjang, sawi hijau dan kobis (kol). Belinya cuma sekantong kecil saja. Jumlah itu sudah lebih dari cukup untuk menanam di halaman rumah.

image

Kangkung Cabut

Continue reading

Bercocok Tanam di Teras Rumah

hormon tanaman giberelin auksin sitokininSalah satu kesukaanku ketika masih kecil dulu adalah jalan-jalan di sepanjang kali bening belakang rumah atau pematang sawah. Saya berjalan menyusuri pinggiran kali sambil mencari-cari bibit tanaman. Temen kecilku yang sering menemaniku adalah Sigit. Sigit sedikit lebih muda dari aku, tapi kami sama2 seneng tanaman.

Biasanya di pingir2 kali banyak tumbuh bibit tomat, cabe, jambu, jeruk, beringin, atau salak. Beberapa di antaranya bahkan sampai tumbuh besar dan berbuah. Saya ambil dan kumpulkan bibit2 mungil itu dengan bungkus daun pisang atau daun lumbu yang lebar. Lalu saya bawa pulang dan di tanam di belakang rumah.

Saya suka mengamati pertumbuhan tanaman itu. Bagi saya tanaman kecil bisa jadi besar dan berbuah adalah sesuatu yang menakjubkan. Asik mengamati tanaman tumbuh. Saya sampai hafal bagaimana bau tanaman tomat dan cabe.

Rumah saya tidak punya halaman. Hanya sisa tanah di pinggir2 rumah yang biasanya saya taruh pot kecil atau polibag dari plastik. Meskipun begitu, saya menikmati aktivitas ini.

Kini setelah saya beranjak tua, pingin saya mengulangi aktivitas masa2 kecil dulu. Saya ajak anak2, namun hanga Royan dan Yusuf yang suka main tanah dan mengamati tanaman. Kali punya proyek kecil untuk menanam sayuran di teras rumah kami.

Saya beli benih beberapa tanaman: cabe, terong unggu, terong lalap, tomat dan kacang panjang. Saya bawa kompos daun2nan yang dibuat di kantor dan sekantong tanah di pinggir sawah.

Tanah kami ayak. Terus dicampur dengan kompos 1:1. Lalu dimasukka ke polybag. Benih2 tanaman langsung kami semai di polybag itu. Kami tidak membuat semaian khusus karena cuma menanam beberapa polybag saja.

Rencananya kami mau menanam sayur organik tanpa pupuk dan obat2 kimia. Cuma pakai kompos, biang POC, dan kalau ada OPT pakai pestisida nabati. Semoga bisa panen nanti.

Panduan Pembuatan Pupuk Organik Cair

Sayuran Organik Lebih Sehat

Hari ini saya mendapatkan email dari Bali, seperti ini isi emailnya:

Dear Pak Isro,i pertama tama saya ucapkan minal aidin walfaidzin, Selamat Hari Raya idul fitri 1 syawal 1431 H, pak sudah lama saya ingin konsultasi kepada bapak, saya sudah lama membuat pupuk organik cair, saya tidak belajar secara akademis, saya hanya mencoba coba , ceritanya ceritanya panjang pak kenapa saya ingin bertanam organik, 10 tahun yang lalu saya di fonis sakit yang ada hubungannya dengan terlalu banyak mengkonsumsi makanan berpengawet, makanan siap saji dan yang terkontaminasi oleh bahan bahan kimia termasuk pestisida dan pupuk kimia, waktu itu Dokter menyarankan saya untuk operasi, saya takut sekali lalu saya mencoba berobat ke alternatif yaitu pengobatan herbal, nah saya rutin minum obat obatan herbal, dan juga mengkonsumsi makan makanan organik dari beras sayur telur dll, sejak saat saya belajar bagaimana menanam secara organik, karena sayur sayuran dan beras organik lumayan mahal, Alhamdulillah sejak 10 tahun sampai sekarang ini saya Alhamdulillah masih sehat penyakit bikan hilang tapi berkurang alias tidak mengganas.

Sebelumnya terimakasih
Wassalam
Faizah

Ini pengalaman seseorang yang kena penyakit karena terlalu banyak mengkonsumsi sayuran/bahan pangan yang terlalu banyak pestisida dan/atau pupuk kimia secara berlebihan. Seperti yang sudah saya tuliskan di posting ini: Pestisida Kimia, sebagian besar sayuran kita mengandung residu pestisida kimia yang tinggi, di atas ambang yang diperbolehkan. Mungkin ini bisa menjadi salah satu penjelas, kenapa orang Indonesia saat ini banyak terkena penyakit yang ‘aneh-aneh’.

Bu Faizah ini bisa sembuh dari penyakitnya setelah mengkonsumsi secara rutih sayuran-sayuran organik yang ditanam sendiri. Luar biasa.

Masih ragu dengan budiaya sayuran organik…?????!!!!!

Kalau pun belum bisa sepenuhnya beralih ke pupuk organik/kompos/petisida organik, minimal mulai dikurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia. Sayangi kesehatan Anda dan anak cucu Anda. Sehat itu mahal sekali di Indonesia.

Wallahua’lam.

Benih-benih Tanaman dan Sayuran Local

Saya senang jalan-jalan ke pasar tradisional. Kadang-kadang nganter bapak atau simak ke pasar. Kadang-kadang nganter istri yang pingin lihat-lihat pasar. Atau sekedar iseng aja. Kalau ke pasar aku sering mampir ke kios tani yang menjual berbagai macam benih tanaman lokal. Ada sayuran, ada buah-buahan, ada juga tanaman yang aneh-aneh yang gunanya juga aneh.

peron
Biji Peron untuk mancing ikan

mahoni
Biji Mahoni
Continue reading

Masakan Emak Ternyata Lebih Nikmat dan “Mak Nyos….Tenan…”

Saya paling suka makan di rumah, terutama masakan Emak (ibu) saya. Masakan di rumah sederhana dan biasa-biasa saja, tetapi rasanya benar-benar pas dan membuat lidah bergoyang. Emak pandai membuat bermacam-macam masakan, seperti sayur sop, lodeh, oseng-oseng, sambel goreng tahu, dan lain-lain. Yang paling membangkitkan selera adalah sambel yang dibuat Emak. Ada bermacam-macam sambel, tergantung dengan masakan yang dibuat, sepeti: sambel terasa, sambel brambang, sambel klenyom, sambel soto, sambel goreng, dan lain-lain.

Sambel Brambang

Sambel Brambang yang nikmat sekali

Sambel Brambang yang nikmat sekali


Sambel ini dibuat dari cabe rawit merah besar + bawang merah + garam. Simple banget. Kalau perbandingan resep ini dibuat yang tepat, maka rasanya benar-benar mengoyang lidah. Sambel ini enak untuk disantap dengan sayur lodeh, goreng tempe, goreng ikan.
Continue reading