Tag Archives: pekarangan

Tanaman Obat Bermanfaat Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis.)

Daun tanaman obat binahong

Daun Tanaman Obat Binahong. Seduhannya bisa menyegarkan tubuh.

Umminya Royan, diberitahu oleh tetannga saya, Bu Ujang tentang tanaman Binahong. Konon katanya daun tanaman ini bisa untuk obat bermacam-macam penyakit. Binahong bisa untuk mengobati luka. Kalau luka, daun binahong digerus dan dioleskan ke luka. Bisa juga untuk gatal-gatal/eksim. Ternyata seduhannya pun bisa untuk obat macam-macam. Teman saya Yudi Wahyudin yang kerja di dinas kesehatan, mengatakan kalau dia biasa minum seduhan daun binahong jika merasa tidak enak badan. Istrinya juga biasa melakukan itu. Dulu mereka biasa mengkonsumsi obat warung, sekarang sudah tidak lagi. Teman-teman saya juga bilang kalau seduhan daun binahong bisa untuk mengobati asam urat.

Cara membuat seduhannya sangatlah mudah. Caranya: ambil beberapa lembar daun binahong yang masih segar (5-10 lembar). Daun dicuci dengan air bersih. Ditiriskan. Kemudian diseduh dengan air mendidih. Setelah dingin, airnya diminum. Jika perlu bisa diminum pagi dan sore. Saya sih biasanya minum kalau sedang tidak enak badan saya. Sehari sekali sudah cukup.
Continue reading

Inspirasi Bercocok Tanam di Rumah dengan Pupuk Kompos dari Sampah

Saya sedang mencari-cari inspirasi bercocok tanam di rumah yang lahannya terbatas dengan pupuk kompos yang dibuat dari sampah organik rumah tangga. Ada banyak foto-foto yang menarik dan bisa dijadikan sumber inspirasi. Foto-foto ini memang dari negeri ‘seberang’, tapi setidaknya bisa dijadikan contoh dengan sedikit penyesuaian dan modifikasi.

Pupuk kompos dari sampah rumah tangga bisa dibuat dengan menggunakan komposter sederhana seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya: Komposter Sederhana. Aktivator untuk pembuatan kompos menggunakan PROMI.

Semoga bermanfaat.

1374052_548249208665317_3130970669471500825_n

1509314_548249188665319_1292003698389376383_n

1653903_548249275331977_2483448968597676405_n

10846113_548247425332162_7668363682392743394_n (1)
Continue reading

Bercocok Tanam di Teras Rumah

Libur panjang pekan ini saya mendapatkan undangan untuk berbagi dalam acara Urun Rembug Petani Jahe Se-Indonesia di Unggaran. Karena, tempatnya dengan dengan kota asalku, Magelang, dan pas limbur panjang, saya bawa seluruh keluarga mudik ke Magelang. Sekalian mau nenggok Bulik di Salatiga. Banyak yang menarik dalam syafar dan silaturahimku akkhir pekan ini. Salah satunya adalah tentang bercocok tanam di teras rumah. Sayang saya tidak punya banyak waktu untuk mencari tahu lebih detail.

Jalanan macet seperti lebaran, Bogor – Magelang perlu waktu 20 jam. Saya sampai rumah sudah cukup malam. Keesok harinya ketika saya membersihkan dalam mobil ada yang menarik di depan rumah. Di seberang jalan depan rumah dari dulu adalah taman kampung Jambon Tempel Sari. Almarhum Bapak yang dulu sering merawat tanam ini. Nah di depan papan pengumuman dipasang selebaran yang menarik: AKU SADAR MEMILAH DAN MENGOLAH SAMPAH.

Menanam sayuran di dalam polybag di pekarangan.

Menanam sayuran di dalam polybag di pekarangan.

Ketika saya mendekat, saya sedikit kaget. Di depan papan pengumuman ini banyak polybag yang berisi tanaman. Ada tanaman cabe, tomat, dan lain-lain. Di samping papan pengumuman ini ada sedikit tanah kosong yang ditanami kunyit, kencur dan jahe. Ada beberapa tanaman sayuran lainnya juga. Ternyata, tanaman-tanaman ini sengaja di tanam oleh warga jambon Tempel Sari. Kebetulan, Tempel Sari menjadi salah satu wakil desa untuk mengikuti lomba pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran/hortikultura. Lumayan, bisa menjadi salah satu pemasukan warga. Minimal tidak perlu beli cabe, ketika harga cabe sangat mahal.

menanam cabe, tomat, dan empon-empon di pekarangan

Tanaman cabe, tomat, dan empon-empon di pekarangan, Jambon Tempel sari, Magelang

Sayangnya, tanaman ini kurang perawatan. Andaikan dirawat dengan lebih baik, tanaman-tanaman ini bisa menghasilkan optimal. Panennya bisa menjadi lebih bagus.
Continue reading