Tag Archives: ayam

Raja Sate H.Subali Jalur Pantura Pekalongan

Kuliner Sate H. Subali Pekalongan Pantura

Sate H. Subali Pekalogan

#NotRecommended

Saya suka makan sate. Sate ayam suka apalagi sate kambing. Jadi kalau ketemu warung sate rasanya pingin makan. Salah satu warung sate yang sering saya lihat adalah Raja Sate H. Subali di jalur pantura. Sekian tahun saya lewat jalur ini belum pernah mampir sekalipun. Karena kalau lewat jalur ini bukan pas jam lapar.

Tapi kali ini saya lapar. Terkahir makan 8 jam yang lalu. Mampirlah kami di Raja Sate H. Subali. Warungnya lumayan ramai, jadi kami putuskan untuk mampir. Tadinya kami ini makan sate di Tegal, sate balibul.

Waktu lihat daftar menu dan harganya, kesan pertama MAHAL. 10 tusuk lebih mahal daripada sate yang biasa kita beli di Tegal, Pati dan Bogor. 10 tusuk Rp. 55rb. Kalau di Bogor sudah dapat 22tusuk plus nasi putih. Ini satenya doang.

Ketika hidangan datang, ternyata satenya tidak seistimewa harganya. Kecapnya biasa2 saja, bumbu nya sedikit, bawangnya sedikit, cabainya juga sangat sedikit.

Sate kambing paling enak dibakar setengah matang. Ini membakarnya matang sampai warnanya berubah semua. Ketika di gigit, rasanya biasa2 saja.

Terus terang, kami kapok dan menyesal. Lebih menyebalkan lagi mobil dicuci oleh preman parkir dan bayar. Capek deh.

Mendingan makan sate di Tegal. Sate balibul atau batibul. Lebih enak.

Advertisements

Kuliner Soto di Jambon Magelang

Penjual soto banyak ditemui di sekitar Jambon Jl. P. Diponegoro Magelang. Tidak kurang dari enam warung soto ada di sepanjang jalan ini. Meskipun letak warung-warung ini berdekatan, namun warung ini laris. Mereka punya pelanggannya sendiri-sendiri.

Ketika saya kecil dulu, sekitar tahun 80-an, hanya ada satu penjual soto yang mangkal di Jambon jl. Diponegoro ini. Tepatnya persis di trotoar depan hotel Pringgading Jambon. Nama penjualnya Pak Sarju. Pagi hari setelah subuh, Pak Sarju sudah mendorong gerobaknya dari kampung Bayeman ke depan hotel Pringgading. Pelanggannya kebanyakan ibu-ibu yang membelikan soto untuk sarapan anaknya sebelum berangakat sekolah, atau bapak-bapak yang sarapan pagi sebelum pergi ke tempat kerja.

Gerobak soto ini semakin laris. Kemudian Pak Sarju membuka tenda di lahan kosong seberang hotel Pringgading ini yang dekat dengan perempatan Jambon. Tempatnya lebih luas dan bisa lebih banyak diletakkan kursi dan meja. Entah kapan persisnya, Pak Sarju yang sudah tua meninggal. Usahanya ini diteruskan oleh anaknya, Pak Sugi dan menempati di tempat yang sama. Salah seorang pembantu Pak Sarju, yaitu Pak No, kemudian juga membuka gerobak sotonya sendiri. Pak No, ini berjualan di jl. Merbabu yang letaknya kurang dari 50 m dari tempat Pak Sarju.

Waktu terus berlalu, entah sejak kapan mulainya, warung soto di jambon ini semakin banyak. Di sebelah timur perempatan Jambon ada warung soto Pak Trimo, letaknnya juga kuran dari 50 meter dari warung sotonya Pak Sarju. Kemudian di dekat lapangan gladiool juga dibuka satu warung soto. Kini setelah gladiool disulap jadi real estate, warung soto ini pindah ke singoranom. Warung soto Pak No juga kemudian pindah beberapa kali mencari tempat yang lebih luas, dan kini mangkal di SMUN 1 Magelang dekat dengan Taman Kyai Langgeng. Warung soto yang lain buka di krekopan dekat kantor kelurahan Magelang.

Dari sekian banyak warung soto itu, soto Pak Sugi dan Soto Pak Trimo adalah yang paling banyak pelanggannya. Setiap pagi banyak mobil atau motor parkir di sekitar warung soto. Kebanyakan mereka makan untuk sarapan. Warung soto ini biasanya buka dari pagi hingga jam 10 atau 11 siang saja.

Soto di Jambon Magelang ini adalah soto ayam dengan kuah bening. Soto Magelang lebih mirip dengan soto ayam Kudus. Sotonya terdiri dari bihun putih, kecambah, suwir-suwiran daging ayam, dan perkedel. Pak Sugi dan Pak No memakai perkedel dari ketela atau kimpul. Sedangkan Pak Trimo menggunaka perkedel kentang. Di meja makan disediakan juga sate ayam atau sate usus, tersedia juga ada juga gorengan tempe atau tahu.

Sarapan soto memang segar dan nikmat. Silahkan menikmati soto kota Magelang.

Kuliner TOP Indonesia: TENTANG PER-SAMBAL-AN

sambel masakan


PERINGATAN: Sebelum baca artikel ini siapkan tissue atau sapu tangan. Dijamin ‘ngiler’ !!!!!

Baca juga tips menghilangkan rasa pedas di mulut.


Sambel atau bahasa kerennya ‘chili souce’ adalah pelengkap makan yang paling digemari di Indonesia. Rasanya, makan tidak ‘afdhol’ kalau tidak pake sambel yang bahan baku utamanya adalah cabai ini. Berikut ini beberapa sambel yang bisa membuat mulut kita banjir air liur.

sambel masakan

Sambel memang unik, baru lihat saja sudah bisa merangsang keluarnya air liur. Apalagi makan sambel, banjir air liur.

Meskipun bahan dasarnya sama, cabai, sambel memiliki banyak variasi yang dipadukan dengan jenis makanan yang berbeda-beda. Macam-macam sambel dan cabai yang sering di buat antara lain seperti saya sebutkan di bawah ini.


Catatan: sebagian besar resep yang saya sebutkan di sini adalah buatan Emakku sendiri.


LOMBOK CEPLUS

sambel masakan

Makan sambel yang paling sederhana. Cabai utuh dimasukkan ke mulut dan ‘nguleknya’ langsung di dalam mulut. Tidak semua cabai enak diceplus. Cabai yang biasa diceplus hanya cabai rawit (rawit merah, rawit hijau, rawit kuning). Makanan yang sering dimakan dengan cabai, misalnya: goreng-gorengan (tempe, tahu), lompia, resoles, mie, dan lain-lain.

Continue reading