Berbicara dengan Tanaman

yusuf dan tanaman beringin karet

Yusuf dan beringin karet kesayangannya.

Agak aneh dan mungkin ada yang mengagapnya gila; kalau ada yang berbicara dengan tanaman. Tanaman seperti halnya mahluk Allah yang lain, tanaman juga punya ‘perasaan’ dan bisa merespon rangsangan dari mahluk2 di sekitarnya. Kalau kita menyayangi tanaman, tanaman pun akan menyayangi kita juga. Kalau kita acuh tidak acuh dengan tanaman, tanaman pun akan ‘merana’.


Bukti ilmiah tanaman bisa ‘mendengar’, ‘merasa’, ‘melihat’ dan memberikan respon: Tanaman juga punya perasaan.


Ada seorang ibu-ibu pecinta bunga anggrek yang bercerita dengan saya, kalau tanaman anggreknya malas berbunga. Tanaman anggrek ini berbeda dengan tanaman-tanamannya yang lain, kalau tanaman yang lain sudah mulai berbunga, tanaman satu ini seperti tidak mau berbunga. Kemudian si Ibu itu menyirami tanaman sambil berbicara dengan tanamannya. Intinya merayu tanaman anggrek itu agar mau berbunga. Sekali-kali dia juga mengancam, kalau tidak mau berbungga aggrek itu akan dibuang saja. Aneh bin ajaib. Tidak berselang lama, tanaman anggrek itu pun berbunga indah.

Ada juga petani yang menceritakan kalau dia sering berbicara dengan tanamannya. Sambil merawat tanamannya dia berbicara layaknya berbicara dengan anak-anaknya sendiri. Tanamannya memang terlihat lebih subur dan berbuah lebat.

Merawat tanaman tidak hanya sekedar menyiram, memangkas dan memberinya pupuk. Ketika menyiram kita bisa berbicara dengan tanaman itu. Kita beri perhatian lebih. Tidak perlu berbicara keras-keras, cukup kita sendiri dan tanaman itu yang mendengarnya. Mungkin juga berbicara di dalam hati. Ketika kita memberikan energi positif pada tanaman, tanaman pun akan memberi respon yang positif.

Apakah Anda memperhatikan para tukang kebun yang merawat tanaman baik di kantor maupun di sekolah. Kalau si tukang kebun menyayangi tanamannya, tanaman-tanaman yang dirawatnya pun akan terlihat lebih segar dan subur. Tapi, meski si tukang kebun setiap hari menyiraminya, tanamannya tampak seperti kurang terawat.

Yusuf juga punya beberapa tanaman kesayangannya. Kadang-kadang Yusuf berbicara dengan tanamannya sambil menyirami tanamannya. Meski ketika lebaran 2 minggu ditinggal dan tidak ada hujan, tanaman kesawangan Yusuf masih hidup. Padahal sebagian besar tanaman yang lain sudah mati dan sekarat. Tanamannya Yusuf adalah beringin karet yang ditanam di bekas ember kecil. Saya lihat tanahnya kering sekali dan tampak mulai kekurangan air. Begitu kami kembali dari libur lebaran, Yusuf saya minta untuk menyirami tanamannya. Seperti biasa, Yusuf menyirami tanaman sambil berbicara dengan tanamannya itu. Kini beringin karetnya sudah kembali segar dan tumbuh daun-daun baru.

Tapi Yusuf masih anak kecil. Pernah juga dia ‘menyakiti’ tanaman kesayangannya itu. Kadang-kadang dia main lilin di teras rumah. Daun-daun tanamannya ikut dibakarnya.

Jika Anda memiliki tanaman, cobalah untuk menyayangi tanaman Anda. Sesekali cobalah untuk berdialog dengan tanaman-tanaman Anda. Berilah energi positif. Tanaman akan merespon energi positif kita dengan tumbuh lebih subur dan segar.

Anda boleh percaya boleh tidak. Silahkan buktikan sendiri.

Advertisements

One response to “Berbicara dengan Tanaman

  1. Pingback: Tanaman Juga Punya ‘Perasaan’ | Berbagi Tak Pernah Rugi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s