Tag Archives: merangsang

Ulasan Beberapa Literatur Aplikasi Paclobutrazol untuk Durian

Hormon Paclobutrazol

Hormon Paclobutrazol

Aplikasi hormon retardan Paclobutrazol untuk merangsang pembungaan dan buah pada tanaman durian sudah dilakukan sejak lama. Beberapa penelitian ilmiah sudah dilakukan sejak tahun 80-an. Aplikasi hormon paclobutrazol untuk merangsang bunga dan buah durian sudah menjadi prosedur rutin di Thailand, negara produsen dan peneksport durian terbesar di dunia. Aplikasi paclobutrazol juga dilakukan di Vietnam dan Indonesia. Petani buah durian di Thailand, Vietnam menggunakan hormon Paclobutrazol untuk mengatur produksi buah, terutama agar buah bisa dipanen di luar puncak panen dan mendapatkan harga yang bagus. Di Indonesia, saya tidak tahu apakah petani-petani buah durian sudah menggunakan hormon paclobutrazol atau tidak. Rasanya sih masih jarang.

Saya mencoba mengumpulkan beberapa literatur ilmiah yang menulis tentang aplikasi hormon paclobutrazol khususnya untuk buah durian. Sebagian besar memang literatur ini ditulis oleh orang Thailand, Malaysia dan Vietnam. Ada beberapa yang ditulis oleh peneliti di Indonesia. Saya coba merangkumnya terutama untuk tujuan praktis agar bisa menjadi panduan petani durian untuk mengaplikasikan hormon paclobutrazol.

Tanaman Sudah Dewasa atau Tanaman Menghasilkan

Seperti halnya manusia, tanaman juga ada masa-masa siap bereproduksi. Maksudnya sudah cukup umur. Tanaman durian yang akan dirangsang agar segera berbunga dan berbuah adalah tanaman durian yang sudah dewasa secara fisiologis. Tanaman durian yang berasal dari biji dan varietas lokal biasanya siap berberbuah pada umur 5 tahun. Tanaman durian yang berasal dari cangkok atau sambung (klonal) bisa mulai berbunga pada umur 3 tahun.  Jadi tanaman durian yang boleh dan bisa dirangsang untuk segera berbunga dan berbuah adalah tanaman yang sudah dewasa.

Di dunia perkebunan, tanaman yang masih mudah dan belum siap untuk berbuah dinamakan TBM = Tanaman Belum Menghasilkan, sedangkan tanaman yang sudah mulai berproduksi/berbuah istilahnya TM = Tanaman Menghasilkan. Kalau ada tulisan TBM 1, maksudnya adalah tanaman belum menghasilkan umur 1 tahun. TM 1 maksudnya adalah tanaman menghasilkan tahun pertama, umurnya bisa 4 tahun. Kadang-kadang ada tanaman TBM yang muncul bunga-nya. Jika tanaman belum dewasa, bunga ini dipotong saja/dikatrasi. Meskipun bisa berbuah, biasanya buahnya tidak maksimal dan kualtiasnya kurang bagus. Selain itu akan mengganggu pertumbuhan vegetatifnya. 

Tanaman Sehat, Bebas Hama dan Penyakit

Selain tanaman duriannya harus sudah ‘cukup umur’, tanaman juga harus sehat. Tanaman duriannya tumbuh bagus, percabangan sudah cukup kuat, diameter batang utama sudah cukup besar, demikian pula cabang produktif-nya juga sudah cukup untuk nenopang buah durian. Buah durian Musang King atau Montong bisa beratnya sampai >10kg. Kalau batangnya masih kecil bisa patah. 

Tanaman yang kuntet, kurang gizi, kerdil, meskipun sudah cukup umur tidak bisa dirangsang untuk berbunga. Andaikan bisa berbunga pun tidak akan bagus hasilnya. Tanaman yang kurang gizi dan kerdil harus disehatkan terlebih dahulu sebelum dirangsang dengan Paclobutrazol untuk berbunga dan berbuah. Penyehatan tanaman bisa dengan aplikasi pupuk organik dari kotoran hewan dengan Promi, aplikasi pupuk kimia atau aplikasi Pupuk Organik Cair (POC). Penyehatan tanaman memerlukan waktu, tergantung pada tingkat keparahan tanaman duriannya. Tanaman yang kuntet parah bisa memerlukan waktu hingga satu tahun baru bisa diberi aplikasi paclobutrazol.

Tanaman yang penyakitan, terserang hama dan penyakit, juga tidak bisa dipaksa untuk berbunga. Ibaratnya orang yang sedang sakit-sakitan dipaksa untuk berproduksi. Yah…..semakin parah lah sakitnya. Tanaman sakit harus disehatkan terlebih dahulu sebelum diaplikasikan dengan Paclobutrazol. Misalnya saja dengan aplikasi fungisida atau pestisida. Setelah tanaman mulai menunjukkan pertumbuhan yang normal dan sehat, tanaman bisa mulai diberi hormon paclobutrazol.

Dosis Aplikasi Hormon Paclobutrazol

Hormon Paclobutrazol bisa diaplikasikan dengan cara suntik, infus atau disemprotkan ke daun dan batang. Aplikasi dengan cara suntik dan infus membutuhkan volume yang sedikit. Satu pohon cukup 10-20 cc. Tapi aplikasinya yang ribet. Karena harus membuat lubang atau menggali dan mencari akar yang sehat. Cara semprot lebih mudah, tetapi memerlukan volume hormon yang lebih banyak. Satu pohon bisa membutuhkan 500-1000 cc.

Konsentrasi hormon untuk aplikasi dengan cara disuntik dan infus yang biasa dipakai adalah 10-50 ppm. Jadi kalau menggunakan hormon paclobutrazol pekat dengan konsentrasi 10.000 ppm vol 100ml, diencerkan dulu menjadi 50 ppm. Volume hormon paclobutrazol 10 ppm adalah 20 liter. Jadi kalau 1 pohon membutuhkan 20 cc, 1 botol hormon pekat Paclobutrazol bisa untuk 1000 pohon atau 1000 aplikasi. Cukup murah kan. Nah kalau pakai yang hormon paclobutrazol encer 1 botol bisa untuk 100 aplikasi. Cara suntik diaplikasikan 2-3 tiga kali.

Nah, kalau aplikasi dengan cara disemprot membutuhkan konsentrasi hormon yang lebih tinggi lagi. Kalau diliteratur antara 500 ppm s/d 1000 ppm. Pekat banget ya. Disemprotnya ke kanopi dan sampai ke batangnya juga. Jadi kalau menggunakan hormon paclobutrazol pekat konsentrasi 10.000 ppm vol 100ml, satu botol diencerkan menjadi 5000 ml atau 5 liter. Penyemprotan kabut ke seluruh kanopi. 5 liter cukup untuk 50-100 pohon. Kalau dihitung biayanya murah juga. Aplikasi hormon paclobutrazol dengan cara disemprotkan sekali saja.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk aplikasi hormon paclobutrazol dengan cara disemprotkan:

  1. Efektif jika tidak hujan minimal 3 jam setelah aplikasi hormon paclobutrazol. Jika sebelum 3 jam hujan, maka aplikasi harus diulang lagi. 
  2. Dilakukan pagi hari sebelum jam 9 ketika stomata daun terbuka sempurna dan matahari tidak terik. 

Lama Waktu Muncul Bunga

Lama waktu munculnya bunga sejak dari awal aplikasi hormon paclobutrazol bervariasi. Untuk aplikasi dengan cara diinfus dengan konsentrasi 10-50 ppm mulai berbunga dalam waktu 1 bulan lebih. Saya dengar bahkan ada yang sampai setengah tahun. 

Nah, yang aplikasi hormon paclobutrazol konsentrasi sangat tinggi dengan cara disemprot ke daun sudah mulai berbunga hanya dalam beberapa minggu s/d 35 hari. 

Lama Buah Durian Bisa Dipanen

Bunga sejak dari tunas bunga yang kecil sampai bunga dewasa membutuhkan waktu kurang lebih 8 minggu. Lama juga kan. Setelah bunga mekar sempurna, bunga siap untuk polinasi. Polinasi yang berhasil akan membentuk bakal buah, orang jawa bilang ‘pentil’. Dari pentil sampai buah durian siap di panen membutuhkan waktu sekitar 4-5 bulan.  Setiap verietas durian mungkin ada variasi waktu pembungaan dan pemasakan buah.

Perkiraan waktu pembungaan dan pemasakan buah bisa menjadi pertimbangan untuk mengatur waktu panen. Waktu aplikasi hormon paclobutrazol dihitung mundur dari target panennya. Jadi misalnya waktu pemasakan buah 5 bulan ditambah dengan waktu pembungaan 2 bulan, totalnya 7 bulan. Misalnya, kita ingin waktu panen durian bulan Agustus. Maka aplikasi hormon paclobutrazolnya adalah bulan Januari-februari.

Literatur Ilmiah:

  1. Chandraparnik, S., et al. “Paclobutrazol influences flower induction in durian, Durio zibethinus Murr.” Frontier in Tropical Fruit Research 321 (1991): 282-290.
  2. Subhadrabandhu, Suranant, and Kittipoom Kaiviparkbunyay. “Effect of paclobutrazol on flowering, fruit setting and fruit quality of durian (Durio zibethinus Murr.) cv. Chanee.” Kasetsart J.(Nat. Sci.) 32 (1998): 73-83.
  3. Hasan, M., and M. Z. Karim. “Application of paclobutrazol to lengthen fruiting season in durian (Durio zibethinus).” Off-season production of horticultural crops: Proceedings of the international seminar “Off-season production of horticultural crops”. Food and Fertilizer Technology Center for the Asian and Pacific Region (Taipei). 1990.
  4. Van TRI, Mai, et al. “Paclobutrazol application for early fruit production of durian in Vietnam.” Tropical Agriculture and Development 55.3 (2011): 122-126.
  5. Poerwanto, Roedhy, et al. “Off-season production of tropical fruits.” XXVII International Horticultural Congress-IHC2006: International Symposium on Enhancing Economic and Environmental 772. 2006.
  6. Subhadrabandhu, Suranant, and Makoto Shodal. “Effect of Time and Degree of Flower Thinning on Fruit set, Fruit Growth, Fruit Characters and Yield of Durian.” Kasetsart J.(Nat. Sci.) 31 (1997): 218-222.
  7. Kittichontawat, Adisai. “Effect of paclobutrazol on vegetative growth of durian (Durio zibethinus L.) cv. Chanee.” (1988).
  8. KOZAI, Naoko, Hirokazu HIGUCHI, and Yoshimi YONEMOTO. “Determination of the Crucial Floral Morphogenesis Stage Leading to Early Flowering with Paclobutrazol Treatment in Durian (Durio zibethinus Murr.).” Tropical Agriculture and Development 56.1 (2012): 35-37.
  9. Chandraparnik, Sookwat, et al. “Effects of paclobutrazol and environmental factors on early flowering, fruit setting and quality of durian.” Warasan Wichakan Kaset (1993).
  10. Rahmi, D. W. “Pengaruh Aplikasi Paklobutrazol dan KNO3 Terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Durian (Durio zibethinus Murr.) cv.” Monthong.[Skripsi]. Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor (2005).
  11. Wahyuni, D. R. “Pengaruh aplikasi paclobutrazol dan KNO3 terhadap pertumbuhan dan pembungaan durian (Durio zibethinus Murr.) cv. monthong.[skripsi].” Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor (2005).
  12. Suprianto, Ricip. INDUKSI PEMBUNGAAN DURIAN (DuriozibethinusMurr) DILUAR MUSIM MENGGUNAKAN PAKLOBUTRAZOL DAN KNO3. Diss. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2015.
  13. Safri, M. Tri. INDUKSI PEMBUNGAAN DURIAN (DuriozibethinusMurr) DILUAR MUSIM MENGGUNAKAN PAKLOBUTRAZOL. Diss. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2015.