Sebelum fajar menampak
Ku ayunkan langkahku ke
padang gembala
Yang tak berluas dan tak bertepi
Mengekori setiap langkah gembalaanku
Selangkah kemudian aku duduk
Termenung
di tengah padang yang kian
Gersang
Bernaung di bawah mega yang
tak kunjung datang
Kumengadah menatap langit
Sambil mencari segumpal
awan perindang
Namun, langit itu biru tak berbintang bulan
Aku menatap ke padang luas
Di nama mata memandang
Hanya melihat bertaburnya bunga
rumput kering
Di tiup angin panas yang kian
gersang
Ku dengan lati gembalaanku
mengembik
Seakan tahu apa yang aku
renungkan
Seakan dia menghiburku dengan berkata
“Allah memberikan yang
terbaik untuk kita
walau itu suatu kekecewaan”
Aku tersenyum mendengar itu
Ku ayunkan langkahku lagi
Mengarungi padang yang belum
ku lalui
yang penuh duri merintang
Oktober 1988
Isroi







