Teknologi Ethanol, Teknologi Sederhana

Ciu Boled

Aku punya kebiasaan selalu pingin membaca. Aku jarang diam saja tanpa membaca. Apa saja aku baca, kalau tidak ada buku ya… koran bekas, koran bungkus gorengan, majalah lama. Kalau naik bis kadang-kadang aku baca plang-plang, baliho, spanduk, atau reklame di sepanjang jalan. Termasuk ketika aku mampir ke rumahku di Magelang. Aku iseng-iseng membaca koran-koran bekas. Tanpa sengaja aku menemukan sebuah artikel menarik di Harian Suara Merdeka, Kamis 28 Februari 2008 dan Jum’at, 29 Februari 2008. Sudah hampir sebulan yang lalu. Judul artikel tersebut adalah Menyibak Tabir Ciu Boled (1) Satu Grumbul Hasilkan 75 Ribu Liter per Bulan.

Aku sedang asik mempelajari bioethanol jadi artikel ini jadi sangat menarik bagiku. Menurut artikel itu di sebuah kampung, di kecamatan Wangon Banyumas, ada pegranjin ciu sejak jaman belanda dulu. Mereka memproduksi Ciu secara sembunyi-sembunyi, karena Ciu termasuk minuman keras yang dilarang pemerintah. Tapi karena mereka sudah turun temurun membuat ciu, tradisi ini tetap dilakukan hingga saat ini. Bahan baku untuk membuat ciu adalah nira kelapa mudah diperoleh di sekitar desa itu. Kurang lebih ada sekitar 100 orang yang membuat ciu. Kapasitas produksinya pun cukup besar yaitu sekitar 75 ribu liter per bulan. Kadar alkoholnya juga cukup tinggi, yaitu sekitar 40%. Sama dengan kadar alkohon pada Vodca.

Mereka memproduksi ciu dengan perlengkapan sangat sederhana. Teknologinya sederhana. Alat distilasinya terbut dari panci-panci biasa dengan tabung bambu. Mereka menggunakan kayu sebagai bahan bakar untuk distilasi. Tapi hasilnya lumayan juga, karena bisa mencapai 40%. Aku memperkirakan, mungkin kadar ethanol dalam cairan fermentasinya mencapai 10% atau kurang dari itu. Kalau benar mereka mereka mengolah kurang lebih 300 ribu liter nira per bulan. Jadi kalau ada 100 orang berarti rata-rata 1000 liter/orang/ bulan. Menurut artikel itu mereka tidak rutin setiap hari membuat ciu, kadang-kadang saja. Jadi andaikan dalam sebulan mereka bekerja 20 hari, jadi rata-rata mereka mengolah 50 liter nira dalam setiap prosesnya.

Memang membuat ciu bukan teknologi yang baru. Kata orang, Ciu ini sudah masuk ke Indonesia ketika para pedangan cina mampir ke wilayah nusantara. Mungkin ketika jaman majapahit dulu. Ketika itu para pedagang cina mengajarkan cara-cara membuat ciu kepada orang pribumi. Namanya saja ciu yang sudah bisa diduga berasal dari bahasa cina. Waktu aku pergi ke NTT aku lihat banyak juga mereka minum arak putih, kalau tidak salah namanya Saguer. Di daerah sumatra juga ada minuman yang mirip. Waktu itu aku pergi ke wilayah sekitar danau toba: balige, sigorong-gorong, muara, taruntung, dolok sangul, dll. Aku lihat orang batak kalau sore hari minum ciu tradisional di warung-warung.

Membuat Bioethanol dari Ciu

Artikel di Suara Merdeka ini memberi aku inspirasi. Sebenarnya ethanol sama saja, apakah dibuat dari nira, gula, molases, pati, ketela, atau bahan lignoselulosa. Bedanya hanya di kadarnya saja. Ethanol untuk fuel harus bebas air, kadarnya mendekati 100% (99.5%). Jika dihitung-hitung ciu sebanyak 75 ribu liter/bulan (kadar ethanol 40%) bisa menghasilkan ethanol sebanyak 30 ribu liter/bulan. Kalau harga ethanolnya Rp. 5.500, maka nilainya kurang lebih Rp. 165 juta. Jadi rata-rata bia memberikan pendapatan sebesar 1,64 juta per bulan untuk setiap pengrajin ciu. Jumlah yang cukup lumayan.

Seharusnya pemerintah daerah setempat cepat tanggap. Pengrajin ciu ini dikumpulkan dan dibina. Misalnya dengan membuat semacam koperasi. Mereka diberi modal dan diberi pelatihan untuk membuat ethanol. Teknologi untuk membuat ethanol sangat sederhana dan bisa diperoleh dengan mudah. Mereka bisa juga dibantu untuk pemasarannya.

Setelah menjadi ethanol pasarannya sangat luas. Ethanol dengan kadar 70%, biasa dipakai di rumah sakit atau laboratorium sebagai disinfektan. Kadar 99.5% bisa digunakan sebagai bahan campuran bensin. Industri-industri pun banyak yang menggunakan ethanol sebagai pelarut atau salah satu bahan bakunya.

Ada banyak keuntungan yang bisa diperolah di sini. Pertama, meningkatkan pendapat masyarakat pengrajin ciu. Kedua, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar dari fosil.

Memang untuk mewujudkan cita-cita ini tidak mudah. Diperlukan kemauan yang kuat dari dinas dan instansi terkait. Kesungguhan dari pembina-pembinanya dan tentunya juga dukungan dari masayarakat.


DOWNLOAD BIOETHANOL

Silahkan didownload resources yang mungkin Anda perlukan juga:

Daftar bahan lain yang bisa didownload: Download Di Sini
Cara mendownload: Klik dua kali pada link yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.

Advertisements

28 responses to “Teknologi Ethanol, Teknologi Sederhana

  1. kang mau nanya apa punya gambar desain beserta ukuran ukurannya cara pembuatan tabung destilasi bioetanol

  2. ustad.. teknologinya sederhana gimana tuh..? aku butuh rangkain mesin produksinya maaf aku awam bgt..kutunggu dengan tidak sabar

  3. maaf semua ni numpang tanya.bagaimana cara yang efisien mengolah etanol 95,menjadi 99.5persen trims

  4. mas aku mau nanya neh ada ga blue printnya mesin destilisasi na kalo ga bikin aja buku “bagaimana cara membuat bahan bakar di rmh anda” kalo dah jadi kirim gw jg.

  5. Ada, tetapi belum sempat membuatnya. Do’akan ya..

  6. mau nanya nih apa punya gambar desain beserta ukurannya cara pembuatan tabung destilasi bioetanol dengan teknologinya yg sederhana..? aku juga butuh rangkain mesin produksinya, maaf aku awam banget..kutunggu
    thanks

  7. ciu mah meningan dihakan kumaneh, engke jadi hitut, terus hitutna wadahan jang nganganti LPG lamun langka

  8. Salam…
    saya mau nanya nih apa punya gambar desain beserta ukurannya cara pembuatan tabung destilasi bioetanol dengan teknologinya yg sederhana dan rangkain mesin produksinya. Dan bagaimana dengan pemasaran bioetanol tersebut. Saya bertmpat tinggal di Medan
    Atas bantuan dan informasinya saya mengucapkan terima kasih.

  9. Nugraha Andriawan S.

    tolong dong Bang kirim cara membuatnya dan gambar rankaiannya bagaimana yang paling sederhana, terimakasih

  10. Nugraha Andriawan S.

    tolong dong Bang kirim cara membuat destilasi dan gambar rankaiannya bagaimana yang paling sederhana dan alatnya mudah didapat, terimakasih

  11. Pertanyaan yang tidak mudah dijawab. Doakan saya sempat membuat posting-nya.

  12. saya ingin mencoba membuat bioetanol sekala kecil. namun saya mengalami kesulitan dalam hal merancang alat distilasinya, apa bapak mempunyai contoh perhitungan distilasi untuk mencapai kemurnian bioetanol 95 %. bantuan dari bapak sangat saya butuhkan.
    terimakasih

  13. Terima kasih atas kunjungannya.
    Untuk alat distilasi saya juga bukan ahlinya. Saya tinggal pesan saja ke ahlinya. Baru saja lab kami membeli alat distilasi dengan harga cukup murah, dibandingkan yang diiklankan di Majalah-majalah/internet. Alhamdulillah bisa mencapai 95% dengan kapasitas bisa mencapai 200 liter/hari.

    isroi

  14. Pingback: Icca cherly’s Blog

  15. saya pingin usaha etanol kecil2an karena kurang modal. kira-kira bisa ndak ya? persoalannya saya tidak ada lahan yang luas? kira2 gimana ya Bos? Tq

    • Kalau mau memproduksi sesuatau, masalah bahan baku menjadi salah satu faktor kunci. Coba cari-cari di sekitar anda: apakah bahan bakunya tersedia dengan harga yang ekonomis. Kan tidak perlu harus dengan lahan. Masalah lahan bisa diatasi dengan menyewa lahan orang, atau memanfaatkan lahan kritis yang ada. Semoga membantu.

  16. saya pengen usaha etanol kecil kecilan tolong diajari dong?sekalian harga alatny berapa?tolong dijawab ke email saya trims

  17. Bang mo bagi info nih..

    saya sudah produksi etanol lho, alat2nya pun mudah, murah dan gampang dibuat.
    tapi klo anda repot pesan jg bisa koq, alat destilatornya hanya sekitar 2jt-an.
    utk pembakar bisa digunakan drum bekas saja seharga 100rb biar irit dgn bahan bakar kayu.
    klo temen2 mo pesan kondesor kolom etanol (full stainless) bisa kontak ke 081-8x503x-368 (up.andry)

    jadi dgn modal kurang dari 3jtan bisa bisnis etanol lho….
    tq bang isroi

  18. mas isroi,, gimana sih cara nya untuk dapatkan kadar ethanol sampai 80% atau lebih???

    saya sedang buat ethanol dari sisa-sisa sayuran ( sawi,gubis) apa ini bisa???

    tolong kirim ke email saya.. brana_emo@yahoo.com

  19. Mas mau tanya,bolehkah saya minta gambar desain alat produksi etanol dan ukuran tabung yang digunakan serta kira2 berapa biaya yang diperlukan untuk membuatnya?

  20. saya bisa pesan ethanol ketela 99,9% gak???

  21. Ciu memang sangat menarik karena itu potensi lokal yang belum diberdayakan maksimal.

    Mudah”an Banyumas bisa segera memberdayakannya.
    Mohon do’anya, trims…

    • Saya pernah usul pada Bupati Banyumas, waktu ada seminar. Waktu itu Pak Bupati menyatakan akan membuat bioetanol dari ketela, tidak tahu realisasi proyek tersebut apakah sekarang sudah jalan atau belum. Setahu saya di daerah sekitar Lumbir – Wangon ada orang yang membuat ciu dengan cara yang sangat tradisional. Petani ini saja yang dibina untuk membuat bioetanol skala pedesaan, agar tidak dijadikan sebagai minuman keras.

  22. saya mau tanya resep untuk membuat bioetahnol itu apa saja. dari bahan perlu bumbu apa? sebelum ke mesin penyuling biar hasil lebih dari 50 %. dan saya pengen coba dari buah- buahan busuk apa bisa?…tolong doong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s