Bertemu dengan Prof. Mohammad J. Taherzadeh Ahli Bioethanol Kaliber Dunia

Hari Kamis, 20 Maret 2008, merupakan hari istimewa bagiku. Hari ini aku berkesempatan bertemu dengan Prof. Mohammmad, salah satu ahli bioethanol kaliber dunia (klik di link ini). Awalnya dimulai dari keterterikanku dengan bioethanol dari lignoselulosa atau lebih dikenal dengan cellulosic ethanol. Aku mencari-cari literatur di internet dan aku temukan banyak sekali artikel ilmiah tentang bioethanol. Tidak kurang dari 360 jurnal ilmiah aku dapatkan. Aku baca-baca artikel tersebut satu per satu setiap ada kesempatan membacanya. Ada yang sangat menarik bagiku, yaitu banyak sekali artikel yang mencantumkan nama author yang sama yaitu Mohammad J. Taherzadeh. Baik yang ditulis sendiri, sebagai main author, co author, maupuan corresponding author. Jika Anda tertarik juga silahkan cari di Google Scholarship dengan kata kunci Taherzadeh ethanol lignocellulose. Dalam pencarianku ini aku mendapatkan bahwa Prof. Mohammad adalah salah satu peneliti ethanol yang secara intensif meneliti sejak 15 tahun yang lalu. Banyak sekali hasil-hasil penelitian beliau yang sudah dihasilkan. Salah satu yang penting adalah tentang penemuan fungi untuk memfermentasi gula C5 menjadi ethanol.

taherzadeh
Dari kiri ke kanan: Aku (isroi), Prof. Mohammad Taherzadeh, Olle Engstrom, Dr. Djoko Santoso. Foto bersama di depan ruang diskusi.

Kemudian aku iseng-iseng kirim email ke Prof. Mohammad. Ternyata emailku ditanggapi dan beliau mengabarkan jika akan berada di UGM Yogyakarta pada tanggal 18 – 21 Maret ini. Beliau juga memberikan nama Dr. Ria Millati dan alamat emailnya. Senang, kaget, dan seakan tidak percaya aku akan bertemu dengan salah satu tokoh bioethanol dunia. Tentu saja aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku segera menghubungi Dr. Ria untuk konfirmasi. Aku sampaikan juga kepada seniorku Dr. Djoko Santoso tentang kesempatan ini. Singkat cerita, akhirnya kami ke UGM untuk bertemu dengan Prof. Mohammad dan Dr. Ria Millati.

Aku sengaja datang agak awal. Kira-kira kurang dari jam 8 pagi aku sudah sampai di Jurusan Teknik Kimia, Fak. Teknik UGM. Kampusnya masih sepi. Hanya ada seorang satpan dan (mungkin) petugas jaga di situ. Sambil menunggu waktu aku jalan-jalan, melihat papan pengumuman dan poster-poster yang ada. Aku coba hubungi Pak Djoko dan ternyata beliau baru saja masuk ke kota Yogya. Satu jam rasanya lama sekali. Kurang lebih jam 9 kurang Pak Djoko datang. Tapi aku belum melihat tanda-tanda kedatangan Prof. Mohammad.

Kemudian datang seseorang menghampiriku. Dari cara berpakaian, gaya bicara, dan tampangnya, aku kira orang ini adalah staf pengajar di jurusan Kimia. Dia mengucapkan salam dan menanyakan siapa aku. Dia memperkenalkan diri, namanya Pak Sarno. Aku sampaikan bahwa aku ada janji dengan Dr. Ria jam 9 pagi ini. Sesaat kemudian dia tampak sibuk seperti mencari-cari ruangan. Tak beberapa lama Pak Sarno memanggil kami bahwa pertemuan akan dilaksanakan di salah satu ruang pertemuan di jurusan kimia ini.

Sesampai di ruangan yang dituju, di sana sudah hadir satu orang berwajah persia, satu orang bule, satu orang Indonesia. Kami segera memperkenalkan diri dan saling tukar menukar kartu nama. Mereka yang sudah hadir adalalah Prof. Mohammad, Olle Engstrom, dan Afgani. Sejurus kemudian kami sudah terlibat berbincangan ramah. Prof. Mohammad, seperti namanya, adalah orang arab lahir dan besar di Iran. Prof. Mohammad berbadan tinggi besar, memilili kumis dan jambang tipis, berkulit putih, dan banyak bulunya. Orangnya ramah, bahkah sangat-sangat ramah. Meskipun baru pertama kali bertemu, tetapi kami berbincang akrab sekali, seperti teman lama yang baru ketemu.

Kemudian datang beberapa orang lagi. Mereka adalah Prof. Wahyudi, Dr. Siti, Dr. Muslikhin, Dr. Ria Millati, dan satu orang lagi yang aku lupa namanya. Hari ini ada dua agenda, pertama presentasi dari kandikdat doktor yaitu Pak Afgani dan kedua diskusi dengan kami. Meskipun acara ini sebenarnya acara formal tetapi acara berjalan sedikit informal, santai tetapi tetap serius. Pak Djoko mendapat kesempatan presentasi setelah Pak Afgani. Kami memperkenalkan diri, sedikit memperkenalkan institusi kami, dan program-program penelitian kami. Salah satu fokus program kami adalah tentang biofuel, khususnya tentang bioethanol.

Selesai presentasi dilanjutkan dengan diskusi. Banyak sekali masukan yang disampaikan oleh Prof. Mohammad. Tanggapannya sangat positif. Ada juga beberapa tanggapan dari Dr. Ria dan Dr. Siti. Ini memang baru awal pertemuan kami. Namun dari sini kami sepakat untuk membentuk networking – jejaring kerja – untuk bioethanol. Kami sepakat untuk memberikan kontribusi sesuai dengan kompetensi kami masing-masing. Bagi kami ini merupakan peluang yang sangat besar, karena melalui pertemuan ini kami bisa ‘link’ dengan dunia riset bioethanol international. Tentunya kami juga sedang mencoba untuk mencari peneliti-peneliti di Indonesia yang memiliki minat yang sama. Tujuannya adalah untuk merakit teknologi bioethanol di Indonesia. Bahkan Prof. Mohammad sangat optimis bahwa seharusnya Indonesia bisa menjadi pengekspor biotehanol, karena memiliki sumber bahan baku yang sangat melimpah.

mohammad_ollen

Prof. Mohammad (kiri) dan Olle (kanan) sedang asik mendengarkan presentasi Dr. Djoko Santoso

Sayangnya, ketika kami sedang asik berdiskusi tiba-tiba listrik ruangan mati. Lampu-lampu padam semua. LCD dan komputer juga ikut mati karena tidak ada sumber daya. Pak Sarno dan Pak Muslikhin jadi sibuk mecari kerusakan dan mencoba untuk memperbaikinya. Tatapi usaha kami sia-sia. Akhirnya kami berdiskusi dalam ruangan yang temaram. Meskipun listrik mati, diskusi berlangsung hangat dan serius.

Satu hal lagi yang membuat aku terkesan adalah bahwa mereka adalah dosen-dosen yang masih muda. Umurnya mungkin hanya sedikit lebih tua dari aku. Mulai dari Dr. Siti Syamsiah, Dr. Ria, dan Dr. Muslihin masih muda-muda semua. Ini juga salah satu yang membuatku semakin bersemangat. Mereka semua sangat ramah-ramah, cerdas-cerdas, dan memiliki pandangan jauh ke depan. Aku sangat yakin, kalau potensi-potensi ini disatukan dan dikoordinir dengan baik, teknologi bioethanol akan menjadi kenyataan. Aku sangat ingin berkontribusi dalam pengembangan ini. Aku ingin menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang dengan gigih meneliti dan berusaha mewujudkan mimpi-mimpi ini. Insya Allah.

13 responses to “Bertemu dengan Prof. Mohammad J. Taherzadeh Ahli Bioethanol Kaliber Dunia

  1. Saya bersyukur bisa membaca tulisan Bapak Isroi, bisa menambah ilmu dan wawasan saya mengenai Bioethanol, karena saat ini saya sedang butuh artikel2 ttg biethanol untuk melengkapi proposal saya tentang pemanfaatan limbah tapioka (onggok) menjadi bahan baku bioethanol dengan metode fermentasi. Proposal tsb akan saya ajukan ke Riset Unggulan Daerah (RUD) Jateng, 2008. Kalau boleh saya nanya ke Bapak, apakah fermentasi itu selalu menggunakan enzim? Lain waktu melalui web ini apakah saya bisa nanya2 ttg bioethanol?Terimakasih pak Isroi

    Saya dosen Teknik Lingkungan UNDIP

  2. Pak Isroi saya setuju sekali dengan niat bapak, memang kita harus olah kekayaan yang dilimpahkan Allah kepada kita. Masa’ kita sebagai salah satu negri fotosintesis tidak bisa mengolah produk jadi sumber energi siap pakai. Semoga tercapai pak, bahan bakar murah

  3. Terima kasih atas do’nya. Saya jadi semakin bersemangat untuk mewujudkan mimpi-mimpi ini. Insya Allah

  4. Saya membuka tangan lebar-lebar untuk berkerjasama dengan siapa saja yang tertarik dengan bioethanl. Silahkan.

  5. Ass. semakin saya menjelajahi blog bapak, semakin saya tertarik dan terus tertarik dengan bioethanol. Saya juga sedang melakukan penelitian yang masih sederhana dengan siswa-siswi SMP saya tentang bioethanol. Indonesia adalah negara terkaya dengan sumber daya alam yang liar biasa beraneka ragamnya. Kita harus terus maju menemukan teknologi yang terbaik, ekonomis dan ramah lingkungan tentunya. Sehingga kita bisa menjadikan Indonesia negara termakmur di dunia.. Semoga bukan mimpi..

  6. ass
    saya mahasiswa tekkim tingkat awal belum tahu apa2 tentang dunia biomass tetapi sejak sernig menjelajahi blog bapak saya jadi tertarik dan terinspirasi, sejak awal saya berminat pada pembuatan KKTM tentang bioethanol,mohon bimbingannya.
    terima kasih

  7. Ass
    Bang Roy&Mba Pippy…gmn kabarnya?? Masih inget punya adek usil dari kudus gak? Kalian tinggal dimana sekarang??
    senang bisa baca tulisan2 bang Roy.. Salut atas kinerjanya.. Doain spy naning bisa sukses ky bang Roy dong…Salam buat mba Pippy
    Wass
    email : ningipien@yahoo.com

  8. Wah, selamat ya bisa bertemu professor yang diharapkan. I know Dr Siti Syamsiah, Dr Ria Millati and Muslikhin. Dr Ria and Muslikhin adalah sepupu saya..mereka memang orang2 yang cerdas 🙂

  9. eh ..salam buat pak joko santosa ya..
    dari mantan kawannya di Wageningen, belanda.

    salam hangat buat beliau

    hadiyanto sekeluarga

  10. salam,

    pak saya butuh jurnal mengenai rancang bangun sistem dinamis industri bioetanol buat bahan thesis saya. Kira2 bisa bantu saya mencarinya dimana yah?

    terima kasih

  11. taherzadeh memang baik…ga pelit untuk berbagi ilmu…senang sudah merasakan bimbingannya ketika skripsi dulu…begitu juga dengan bu ria … lanjut terus dengan biethanol pak…saya juga pengen membedah ilmu biethanol …

  12. Assalamualaikum, wah saya butuh pengetahuan banyak mengenai bioetanol, bisa memberi info pak? Seperti proses pembuatannya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s