Karakteristik Lignoselulosa sebagai Bahan Baku Bioetanol Bagian 2

Salah satu aspek penting pemanfaatan biomassa lignoselulosa sebagai bahan baku bioetanol adalah pemahaman terhadap struktur seluler biomassa lignoselulosa. Beberapa studi telah dilakukan untuk melihat struktur bimassa melalui analisis foto dari hasil pemotretan dengan mikroskop elektron. Penelitian ini bertujuan untuk memahami organisasi alami dan struktur polymer yang mempengaruhi hasil pretreatment biologi, kimia, hidrolisis asam, dan hidrolisis oleh enzim.


(foto ini diambil dari slide presentasi Bon, Elba P.S., Ethanol Production via Enzymatic Hydrolysis of Sugar-Cane Baggase and Straw. Gambar ini dicantumkan juga dalam DOE, 2006, Breaking the Biological Barriers to Cellulosic Ethanol: A Joint Research Agenda, hal. 41 ).

Lignoselulosa tersusun atas selulosa, hemiselulosa, lignin, senyawa ekstraktif, dan beberapa bahan anorganik (Sjostrom, 1993). Nama lain dari selulosa adalah -1-4-glucan yang merupakan polimer glukosa dan tersusun dari unit-unit selobiose yang terdiri dari 2.000 – 27.000 unit glukosa. Rantai ini diikat menjadi satu dengan ikatan hydrogen yang disebut ‘serat dasar’ (elentary fibril) dengan lebar 3-4 nm dan mengandung 36 rantai, tetapi rantai fibril lain dengan lebar 16 nm pernah ditemukan pula (Ha et al, 1998). Serat dasar tersebut kemudian dipaket menjadi serat yang lebih besar yang disebut macrofibrils. Serat-serat dasar diikat satu sama lain dengan hemiselulosa, sebuah amorphous polymer dari gula yang berbeda-beda, dan kemudian dilindungi oleh lignin. Pelindung lignin melindungi selulosa dari degradasi oleh pengaruh fisik, kimia, atau biologi.

Download buku dan referensi lain: Klik Di Sini.


Referensi yang berkaitan:
cellulosic cell wall
Posted from WordPress for Android

Advertisements

6 responses to “Karakteristik Lignoselulosa sebagai Bahan Baku Bioetanol Bagian 2

  1. boleh minta bantuannya ga???

    aku tertarik sama bioetanol, tapi dari limbah bahan-bahna pertanian, tolong bantuannya ..
    thanks.

  2. Pak..numpang nanya, nih..
    Kalo proses pembuatan bioetanol dari tebu sudah ada yang praktekkin belum, ya ? Dimana saya bisa mendapatkan prosesnya..

    Terima kasih atas pencerahannya

  3. Bioethanol dari gula/tebu sudah berkembang sejak jaman dulu kala. Proses
    dasarnya mirip dengan pembuatan ciu/tuak. Negara yang sudah berhasil
    memproduksi bioethanol dari tebu adalah Brazil dan Brazil menjadi produsen
    terbesar di dunia saat ini.

    Caranya mudahnya begini. Nira tebu direbus sampai mendidih. Didinginkan,
    lalu masukkan ragi roti. Setelah itu ditunggu sekitar dua atau tiga
    hari. Coba dicium baunya. Bau etanol khas dan mudah dikenali.

    Silahkan dicoba.

    isroi

  4. pak numpang nanya dunk……langkah2 analisis liugnosellulosa pada tebu gmna pak?

  5. pak bisa dituliskan kgk langkah2 kerja dari ASTM atau TAPPI?

    terima kasih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s