Trend Pupuk Organik Granul

Buku Pupuk Organik GranulPupuk Organik Granul (POG) naik daun beberapa waktu ini. Kebijakan Pak Anton, Menteri Pertanian, untuk mengalihkan sebagian subsidi pupuk kimia ke pupuk organik banyak mendorong munculnya UKM-UKM POG. Kecenderungan ini tentu saja sangat mengembirakan agar dunia pertanian kita semakin bergairah.

Saya melihat mulai tumbuh pula beberapa variasi dari POG ini, salah satunya adalah kombinasi antara pupuk kimia dan pupuk organik atau ada yang menyebutnya pupuk NPK Organik. Perkembangan yang bagus, karena sebenarnya baik pupuk kimia atau pupuk organik memiliki kelebihannya masing-masing. Mungkin perlu kajian akademis yang lebih mendalam, khususnya di lembaga-lembaga riset atau perguruan tinggi untuk pupuk jenis ini. Agar ada informasi akademis dan untuk menghindari dampak negatif yang bisa ditimbulkan kelak.

Berikutnya adalah kombinasi antara pupuk organik dengan pupuk hayati. Sepanjang pengalaman saya, mikroba biofertilizer membutuhkan bahan organik untuk bertahan hidup di tanah. Mikroba biofertilizer yang diaplikasikan di tanah dengan kandungan bahan organik rendah sering tidak optimal kinerjanya. Mungkin dengan kombinasi ini bisa mengatasi salah satu permasalahan tersebut. Bagi dunia penelitian dan perguruan tinggi, topik ini cukup menarik diteliti. Kalau berhasil akan sangat membantu perkembangan pertanian kita.

Pupuk organik bisa juga dikombinasikan dengan mikroba-mikroba lain, seperti untuk biokontrol. Terutama untuk penyakit atau hama yang ada di dalam tanah. Jadi sekalian menambahkan bahan organik, sekalian memberikan biopestisida. Ini memang topik yang menarik, tetapi rasanya tidak mudah mewujudkan pupuk semacam ini.

Kemungkinan lain adalah mengkombinasikan pupuk kimia, pupuk orgnik, dan pupuk hayati/biopestisida. Agak ambisius memang, tetapi segala kemungkinan bisa saja dicoba. Banyak tantangan untuk mewujudkan pupuk ‘super’ ini. Ada banyak jalan dan ada banyak ide. Siapa tahu di masa datang akan muncul produk pupuk semacam ini. Wallahua’lam.


DOWNLOAD PUPUK ORGANIK

Silahkan didownload resources yang mungkin Anda perlukan juga:

  1. Buku Petunjuk Pupuk Organik Granul
  2. Buku Petunjuk Teknis Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT): Padi Sawah Irigasi
  3. Petunjuk Teknis Uji Mutu Pupuk Organik
  4. Standard Mutu Pupuk Organik
  5. Kompos
  6. SNI Dolomit
  7. Kompos Limbah Kakao
  8. Petunjuk Lapang PTT Padi
  9. Budidaya Padi Sehat
  10. Brosur Budidaya Padi Sehat
  11. Brosur Kompos Jerami
  12. Pengelolaan Lahan untuk Budiaya Sayur Organik
  13. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati
  14. Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya
  15. Analisis Biologi Tanah
  16. Juknis Mutu Pupuk Organik
  17. Menuju Pertanian Lahan Kering Lestari
  18. Pembuatan Kompos-Balittanah
  19. Pemupukan Berimbang
  20. Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya
  21. Petunjuk Pengambilan Sampel Tanah untuk Analisis Biologi Tanah
  22. Compost Quality TestGermination Index Method
  23. Compost and Soil Conditioner Quality Standards 2005

Daftar bahan lain yang bisa didownload: Download Di Sini
Cara mendownload: Klik dua kali pada link yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.

Advertisements

8 responses to “Trend Pupuk Organik Granul

  1. wah…berarti petani dapat menikmati pupuk yang makin murah terjangkau yo mas….

    • Kalau urusan harga ada di tangah pemerintah. Tapi saya berharap petani bisa membuat pupuk organik sendiri, wong bahannya tersedia melimpah dan ada disekitar sawah petani sendiri.

  2. hendra sunarya

    Salam kenal Mas Isroi
    Di kebun saudara saya, di pedalaman kaki bukit tasikmalaya ada beberapa jenis tanaman seperti cengkeh, kopi, cabe rawit, dan panili. Tanaman cengkeh mungkin sudah berumur 20 tahunan sedangkan yg lainnya berumur sekitar 5 tahunan.
    Ada beberapa hal yang ingin saya konsultasikan dengan mas Isroi,
    1. Pada tanaman cengkeh, di batang pohonnya banyak terdapat cendawan-cendawan bewarna hijau yang tumbuh membentuk pola lingkaran.. Mungkin kalau pada manusia mirip dengan “panu kulit” tapi warnanya putih, tidak hijau. Saya juga sering melihat hal seperti ini pada pohon lain. Apakah ini termasuk penyakit tanaman? Bagaimana cara mengatasinya?
    2. Proses pengapuran pada tanah bisakah dilakukan sekaligus atau harus secara bertahap? Kalau saya lihat di daftar tabel kebutuhan kapur, untuk menetralkan tanah dengan derajat keasaman 5,0 dibutuhkan kapur dolomit 5,39 ton/ha. Saya khawatir, pembelian kapur langsung sebanyak ini pada tanah bisa berdampak negatif. Bagaimana sebaiknya pengapuran dilakukan?

    3. Bagaimana pengaplikasian promi dan promo untuk tanaman cengkeh, dan cabe rawit?

    4. Saya sering temui di letaratur2 tentang pemberian pupuk, istilah “penugalan”, “lajur”, “tajuk”, “rorakan”. Mungkin mas Isroi bisa memberi penjelasan mengenai istilah2 tadi.

    5. Bagaimana teknik pemberian ulang pupuk kandang/organik/kompos pada tanaman seperti cengkeh, kopi dan panili? Apakah cukup disebar di atas tanah di sekitar tanaman tersebut atau harus dibenamkan ke dalam tanah pada kedalaman berapa?

    6. Pertanyaan ini mungkin sering ditanyakan. Banyak merek pupuk organik yang beredar di pasaran. Adakah referensi/rekomendasi dari mas isroi? Terutama untuk tanaman kopi, cengkeh, dan panili, karena tanaman tersebut banyak dikembangkan di kanpung saya. Petani di tempat kami ada yang memakai pupuk organik cair merek “nutrigrow” untuk memupuk tanaman panili, tapi saya tidak tahu hasilnya dibandingkan dengan pupuk kimia atau pupuk organik lainnya karena saya belum pernah melakukan perbandingan langsung. Maklum masih awam.

    7. Apakah untuk daerah bandung, promi dan promo sudah ada bagian pemasarannya?
    Sekian dulu mas Isroi, berhubung pertanyaan saya sudah satu halaman penuh Microsoft word, saya mau ke kota dulu, mencari warnet untuk mengirimkan email ini ke mas Isroi. Terima kasih.
    Salam hangat, Hendra

    • Salam kenal juga.
      Selamat berkunjung ke blog saya semoga bermanfaat. BTW pertanyaannya banyak sekali. Saya akan coba menanggapinya sepanjang pengetahuan saya.

      1. Saya tidak tahu, informasinya sedikit. Tapi coba perhatikan: apakah jamur tersebut menyebabkan tanaman sakit, produksi berkurang, atau ada semacam pembusukan di sekitar cendawan tersebut? Kalau ya…berarti mungkin memang penyakit. Cara mengatasinya dengan fungisida, itu yang paling cepat mudah, tetapi cenderung tidak ramah lingkungan.
      2. Penggunaan kapur saat ini jarang disarankan untuk meningkatkan pH tanah, karena sering tidak ekonomis antara hasil dengan biaya yang dikeluarkan. Strategi yang sekarang banyak dipakai adalah menanam tanaman yang tahan tanah masam.
      3. Promi digunakan untuk membuat kompos sedangkan Promo untuk pupuk cair. Cara aplikasi ada di labelnya, prinsipnya sama untuk semua tanaman.
      4. Penugalan atau ditugal : melubangi tanah dengan kayu/bambu untuk menaruh benih.
      Lajur : barus-baris tanaman atau lajur-lajur penanaman
      Tajuk : bagian ujung-ujung tanaman
      Rorakan: lubang seperti parit disekitar tanaman
      5. Pupuk organik ditebarkan di tanah di sekitar tanaman.
      6. Saya belum pernah mencoba semua pupuk organik. Jadi saran saya coba saja. Tanaman tidak pernah bohong dan tidak bisa disuap. Kalau sudah dicoba beberapa kali dan hasilnya bagus, pupuknya memang bagus.
      7. Saya tidak menangani penjualan, silahkan lihat di halaman berikut ini:
      https://isroi.wordpress.com/promi/

  3. info yg menarik…

    jd pengen punya toko pupuk..

  4. Saya petani lombok di magelang, sudah berkali kali mencoba pupuk organik dr berbagai macam merk tetapi belum juga ada yg memuaskan, tetapi pada musim tanam kali ini saya betul betul puas dengan hasil uji saya sendiri menggunakan PUPUK ORGANIK GRANULAR , hanya dengan 80kg/1000mtr sudah kami dapatkan hasil yg sangat memuaskan , demikian pengalaman saya semoga bisa jadi bahan pertimbangan teman teman petani lain

  5. wow….tulisannya keren banget.sgt inspiratif..asyik…muach

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s