Pupuk Organik Pelet (POP)

pelet01

Pupuk organik yang umum dikemas dalam bentuk granul atau dikenal dengan istilah POG (Pupuk Organik Granul). Saya sudah banyak memposting tulisan dengan topik ini. Bentuk granul dipilih karena petani sudah terbiasa dengan pupuk granul. Memang untuk masalah ‘kebiasaan’ untuk petani adalah faktor penting. Petani sangat sulit merubah atau diubah kebiasaannya.
Bentuk granul juga memudahkan untuk aplikasi dan pengemasan.

Salah satu kelemahan POG adalah proses produksinya yang agak ribet. Pembuatan POG minimal harus melewati banyak tahap. Minimal ada 7 tahap pembuatan. Setiap tahapan ada tingkat kesulitannya sendiri.

Keunggulan POP

pelet01

Bentuk alternatif pupuk organik adalah bentuk pelet. Pelet memiliki keunggulan yang sama dengan POG, yaitu: kemudahan aplikasi, pengemasan, dan transportasi. Keunggulan yang lain adalah proses pembuatan yang lebih singkat dan mudah. Hanya saja POP kurang lazim. Rasanya belum pernah lihat di pasaran pupuk yang bentuknya pelet.

Tantangan POP kemungkinan adalah resistensi dari petani. Ada semacam perasaan dalam diri petani: ini pupuk atau pakan ikan…????!!! Mungkin banyak petani yang ragu dan enggan memakainya.

Keunggulan penting POP adalah dari sisi teknik dan biaya produksi. Tahapan produksi POP sangat singkat dan sederhana. Tahapan pentingnya hanya 4 tahap saja. Jadi bisa menghemat sekitar tiga tahap.

Tahapan ini juga akan berimbas pada ongkos produksi. Karena tahapannya yang sederhana dan singkat, ongkosnya pun bisa sangat murah. Harga POP bisa dibuat murah, kira-kira bisa 30-50% dari harga POG. Ini yang paling menarik.

Pemasaran POP perlu edukasi pada petani plus harga yang relatif miring. Jika terbukti POP sama atau lebih baik kualitasnya dengan POG, maka petani akan lebih mudah menerimanya.

Membuat POP

Langkah pembuatan POP:
1. Pengomposan bahan mentah
2. Pencmpuran dengan bahan-bahan lain
3. Pembuatan pelet
4. Pengeringan
5. Pengemasan

Peralatan yang dibutuhkan:
1. mesin pelet
2. pengering (jika perlu)
3. mesin pengelasan
4. alat-alat pendukung

pelet01

Jadi alat utamanya hanya mesin pelet saja. Harga alat ini sangat murah, jauh lebih murah dari pan granulator.

1. Pengomposan

Pengomposan sudah banyak saya jelaskan, jadi tidak akan saya ulang lagi.

2. Pencampuran dengan bahan lain

Bahan-bahan tambahan lain jika ada ditambahkan ke dalam kompos. Tahan pencampuran ini agak sulit, karena kompos dalam kondisi masih basah. Setelah bahan tercampur, kemudian dibuat pelet.

Pembuatan Pelet

Adonan pupuk organik kemudian dimasukkan kedalam mesin pelet.

Pengeringan

Pelet yang keluar dari mesin kemudian dikeringkan. Pelet kering siap untuk di kemas.

Peluang Pengembangan

POP memiliki peluang dikembangkan seperti halnya dengan POG. POP bisa dikombinasikan dengan pupuk anorganik, mikroba, atau hormon tanaman.

pelet01


DOWNLOAD PUPUK ORGANIK

Silahkan didownload resources yang mungkin Anda perlukan juga:

  1. Buku Petunjuk Pupuk Organik Granul
  2. Buku Petunjuk Teknis Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT): Padi Sawah Irigasi
  3. Petunjuk Teknis Uji Mutu Pupuk Organik
  4. Standard Mutu Pupuk Organik
  5. Kompos
  6. SNI Dolomit
  7. Kompos Limbah Kakao
  8. Petunjuk Lapang PTT Padi
  9. Budidaya Padi Sehat
  10. Brosur Budidaya Padi Sehat
  11. Brosur Kompos Jerami
  12. Pengelolaan Lahan untuk Budiaya Sayur Organik
  13. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati
  14. Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya
  15. Analisis Biologi Tanah
  16. Juknis Mutu Pupuk Organik
  17. Menuju Pertanian Lahan Kering Lestari
  18. Pembuatan Kompos-Balittanah
  19. Pemupukan Berimbang
  20. Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya
  21. Petunjuk Pengambilan Sampel Tanah untuk Analisis Biologi Tanah
  22. Compost Quality TestGermination Index Method
  23. Compost and Soil Conditioner Quality Standards 2005

Daftar bahan lain yang bisa didownload: Download Di Sini
Cara mendownload: Klik dua kali pada link yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.

Advertisements

4 responses to “Pupuk Organik Pelet (POP)

  1. PertamaXXX…. 😀
    Ini dari pelet makanan ikan itu ya mas? Wah bisa jadi referensi buat ngaruhke Mbah Muh iki… 😀

  2. 1.Biarkan pupuk dalam keadaan aslinya

    2. Pupuk tidak perlu di-garanul-kan atau di-pelet-kan, karena akan memerlukan biaya produksi perubahan bentuk dan energi pengeringan yang tidak sedikit! Dan ingat pula pemakaian energi selalu membuang CO2 penyebab global warming!!

    Toh nantinya dipakainya atau diserap tumbuhan dalam keadaan cair!!!

    Agar tidak usah, Petani juga yang menanggung biaya produksi yang gak perlu itu.

    4. BIARKAN PUPUK CAIR DALAM KEADAAN CAIR nya

    5. Ubahlah kompos jadi pupuk cair, karena biaya lebih murah!!! Cair mudah ditransport dan mudah dikemas.

    5. Hilangkanlah biaya yang ditak perlu, kasihan petani

    • Terima kasih komentarnya. Tapi ada beberapa bagian yang saya tidak sependapat.

      1. Tergantung pada situasi dan kondisi. Pengolahan kompos jadi POG atau POP sama sekali tidak merubah komposisi haranya. Yang berubah cuma kandungan airnya saja.

      2. Setuju kalau kompos dibuat di tempat di mana kompos tersebut akan diaplikasikan. Dalam banyak kasus, kompos harus dibawa ke tempat lain. Misalnya, karena tempat tersebut tidak ada bahan baku kompos. Proses granulasi atau pelet untuk memudahkan aplikasi dan transportasi. Memang ada kompensasi biaya, tetapi kalau tidak digranulkan atau dipeletkan biaya yang dikeluarkan jauh lebih besar. Kita melihatnya harus lebih komprehensif, melihat secara menyeluruh, bukan hanya dari satu sisi saja.

      3. Saya tidak sependapat dengan pernyataan bahwa pupuk harus cair. Ada satu filosofi mendasar yang Anda lupakan, yaitu tentang kesuburan tanah. Saya setuju pupuk cair, tetapi tidak semua kebutuhan tanaman terpenuhi dari pupuk cair. Banyak pupuk cair yang dulu pernah digembar-gemborkan, bahkan sampai presiden, ternyata saya lihat di lapangan banyak ‘memble-nya’ juga. Tidak ada pupuk super yang efektif di semua tempat, semua tanaman, dan semua kondisi.

      Salah satu penyebab menurunnya daya dukung tanah adalah menurunnya kandungan bahan organik tanah, yang sekarang tinggal 2% saja. Teman saya di UGM sudah meneliti, andaikan kandungan bahan organik tanah sampai 5%, tanaman tidak perlu lagi pupuk. Tanah sudah cukup memenuhi kebutuhan hara tanaman seluruhnya. Sudah banyak penelitian yang menunjukkan arti penting bahan organik bagi tanah dan tanaman. Masalahnya adalah pupuk cair tidak bisa memenuhi kebutuhan bahan organik ini.

      4. Kompos tetap lebih baik diberikan dalam bentuk aslinya (sepeti pendapat Anda di point 1), bisa saja dibuat cair sesuai keperluan.

      5. Sebaiknya petani diajarkan untuk agar bisa memenuhi kebutuhan pupuknya sendiri. Sumber daya sudah tersedia di lingkungan sekitar mereka. Jangan didekte untuk selalu membeli pupuk, baik pupuk padat atau pupuk cair. Mereka bisa membuat sendiri kedua-duanya, pupuk padat dan cair. Teknologinya sangat sederhana, petani bisa membuat sendiri.

  3. beri saya gambar mesin peletnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s