Apa perlu mengatur White Balance kamera sebelum memotret?

image

Ini adalah tulisan keempat saya yang saya tulis dengan menggunakan suara. Lihat artikel saya tentang menulis dengan suara: Menulis dengan Suara.

Berbicara tentang white balance, terus terang saya tidak pernah mengatur white balance di kamera saya sebelum memotret. Setting white balance selalu saya buat auto. Saya selalu melakukan ini untuk semua kondisi pencahayaan pada saat pemotretan, baik pada saat cahaya cerah, cahaya mendung, waktu sore hari, pagi hari, di dalam ruangan maupun di luar ruangan, di bawah cahaya neon apapun bohlam lampu. Sangat jarang sekali kamera saya salah mengatur white balance. Foto hasil pemotretannya tampak baik baik saja, tidak tampak terlalu merah atau biru atau kehijau hijauan atau kekuning kuningan.

Fotografi asik dengan kamera saku

Buku Fotografi Asik dengan Kamera Saku

Saya juga selalu memilih format penyimpanan file gambar dalam format raw. Keuntungan penyimpanan file gambar dalam format ini adalah semua informasi pemotretan tersimpan di dalam file, sehingga kita lebih leluasa dalam mengolah dan mengedit foto itu. Salah satunya mengatur white balance pada saat mengolahan foto.

Pengaturan white balance saya atur pada tahap kedua seteIah mengaturan eksposure. Jika foto terlihat baik-baik saja, maka saya lewati pengaturan white balance ini. Tetapi jika foto terlihat sedikit aneh, misalnya warnanya terlihat kusam atau warnanya kurang realistis, baru saya akan melakukan pengaturan white balance. Pengaturan white balance atau temperatur warna ini sebenarnya masalah selera masing masing fotografer warna.

Pertama saya akan mencoba white balance dengan pengaturan standard. Seperti; daylight, shadow, atau tungsten. Jika hasilnya masih belum memuaskan, saya akan mencoba mengatur temperatur dan tint warna foto secara manual.  Sampai saya dapatkan temparatur warna yang saya inginkan.
Jika warna foto terlihat “dingin” padahal saya ingin temperatur warnanya normal/natural maka saya geser sIider temperatur warna ke kanan. Sebaliknya jika temperatur warna foto terlihat “panas” maka saya akan geser slider temperatur warna ke kiri.

Seperti yang sudah saya utarakan di atas, pengaturan white balance atau temperatur warna adalah masalah selera fotografer. Contohnya foto King Cobra ini.

image

Foto dengan warna natural. Perhatikan bahwa White Balance (WB)-nya adalah Auto.

image

Foto dengan warna dingin. Setting WB: Custom; Temp: 4529; Tint: +12.

image

Foto dengan warna panas. Setting WB: Custom; Temp: 6368; Tint: +57.

Secara pribadi saya lebih menyukai foto yang ketiga, Karena lebih bisa memunculkan karakter buas King Cobra.

Pengaturan white balance juga saya gunakan pada konversi dari foto berwarna menjadi hitam putih. Tujuannya untuk mendapatkan detail dari foto hitam putih. Saya menggunakan program Adobe Lightroom, pengaturan ini sangat bermantaat sekali.

image

Silahkan baca juga artikel menarik teman2 Kampretos di: White Balance

image

Advertisements

One response to “Apa perlu mengatur White Balance kamera sebelum memotret?

  1. great Pak (y)
    ternyata saya kalo foto-foto cenderung malas, ga pernah nyimpen pake RAW, trus selalu setting white balance di tempat, hihihi. Perlu dicoba seperti yang dilakukan Pak Isroi nih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s