Limbah Agroindustri Perkebunan: Limbah Kopi


Proses produksi pada agroindustri perkebunan menyisakan banyak limbah. Limbah-limbah tersebut masih sering dianggap sebagai biang masalah. Padahal, sebenarnya limbah-limbah tersebut menyimpan potensi yang besar. Limbah agroindustri bisa diolah dan dimanfaatkan menjadi produk atau bahan baku untuk barang yang memiliki nilai ekonomi. Saya akan menuliskan seri tulisan tentang limbah-limbah dari berbagai agroindustri dan potensi-potensi yang bisa dihasilkan.


Limbah dari Pengolahan Kopi

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi di dunia. Luas areal kopi di Indonesia mencapai 1.354.000 ha dengan nilai produksi mencapai 733.000 ton dan produktivitas mencapai 743 kg/ha pada tahun 2012 (Azwar, 2012). Sebelum menjadi kopi siap seduh, biji kopi melalui beberapa proses pengolahan. Tahapan proses pengolahan kopi juga menghasilkan limbah/produk samping yang cukup melimpah.

Secara morfologi buah kopi terdiri dari beberapa bagian, yaitu: kulit luar, kulit buah, kulit ari, kulit cangkang, biji, dan tangkai (Gambar 1 dan Gambar 2).

Morfologi buah kopi

Morfologi buah kopi (Widyotomo, 2013)

Morfologi buah kopi

Morfologi buah kopi (Trubus 527, Okt 2013)

Pengolahan kopi dibagi menjadi dua proses, yaitu: proses kering dan proses basah. Masing-masing proses menghasilkan limbah yang sedikit berbeda.

Limbah yang dihasilkan dari proses kering. Untuk setiap pengolahan 100 kg buah kopi akan dihasilkan:
– 15,95 kg (55%) Biji kopi
– 13,05 kg (45%) Kulit gelondong kering

Kulit gelondong kering terdiri dari kulit cangkang, lendir, dan kulit buah dengan perbandingan 11,9 : 4,9 : 28,7.

Kandungan kulit gelondong kering:
– 12,4% gula reduksi
– 2.02 % gula non pereduksi
– 6.52% senyawa pektat
– 20,7% protein kasar
– 20.8% serat kasar

(Wilboux, 1963; Elias, 1979; dalam Widyotomo, 2013)

Lendir kering mengandung:
– 35% pektin
– 30% gula pereduksi
– 17% selulosa dan abu
(Bressani, 1979 dalam Widyotomo, 2013)

Literatur lain menyebutkan bahwa buah kopi kering terdiri dari:
– 55,4% biji kopi pasar,
– 28,7% kulih buah (pulp) kering,
– 11,9% kulit cangkang,
– 4,9% lendir kering.
(Elias, 1979)

Kulit buah kering terdiri dari:
– 12,6% air,
– 21% serat kasar,
– 8,3% abu
– 12,4% gula pereduksi
– 44,4% ekstrak nitrogen

Kulit cangkang terdiri dari:
– 7,8% air
– 77% serat kasar
– 0,5% abu
– 18,9% ekstrak nitogen

Jika melalui proses basah limbahnya adalah:
Setiap pengolahan 1 ton buah kopi akan menghasilkan:
– 20 m3 air limbah
– 200 kg kulit kopi kering

Sukrisno Widyotomo. 2013. Perkembangan Teknologi Diversifikasi Limbah Kopi Menjadi Produk Bernilai Tambah. Review Penelitian Kopi dan Kakao 1 (1) 2013; 62-79

Advertisements

2 responses to “Limbah Agroindustri Perkebunan: Limbah Kopi

  1. 44,4% ekstrak nitrogen??? <— apakah ini bentuk Nitrogen yang bisa dimanfaatkan tanaman?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s