Usaha Agrobisnis yang Unik: Titip Tanaman

Tadi siang ketika aku sedang asik dengan spirulinaku ada yang datang menghampiriku; seorang anak muda, pakaiannya perlente,  kulitnya bersih, bicaranya halus,  dan dia seorang pengusaha muda. Saya salut sekaligus malu pada diriku sendiri. Ternyata anak muda ini adalah salah satu pengunjung blogku ini. Semoga dia baca posting ini dan ngasih komentar…. 🙂

Umurnya masih muda, belum sampai kepala tiga. Meskipun masih muda dia sudah punya usaha sendiri. Bisnis tradding saprotan. Hebat. Kami hanya ngobrol sebentar. Jadi tidak banyak yang kami bicarakan. Ada yang menarik saya dari cerita2 yang dia sampaikan. Bukan tentang bisnis yang dia lakukan, tetapi agrobisnis unik dari anak2 muda di desanya.

Dia bercerita jika ada anak muda yang melakukan usaha agribisnis dengan cara yang tidak biasa. Cerdas dan cerdik menurut saya. Entah cara ini merupakan cara baru atau memang sudah membudaya di desa itu.

Garis besarnya seperti ini. Anak itu menitipkan beberapa bibit pisang kepada orang2 di desanya. Satu rumah dititipi kira2 10 bibit. Bibit itu lalu ditanam di pekarangan rumah atau di tanah2 yang mereka miliki. Anak itu yang ngasih tahu bagaimana cara menanam dan  juga menyediakan pupuknya. Perawatannya sangat sederhana atau boleh dikata hanya menjaga saja. Setelah berbuah anak muda itu yang membeli buah pisangnya. Awalnya dia yang keliling membeli tandan pisang dengan harga yang “wajar”. Namun, sekarang orang-orang yang datang membawa pisang2nya.

Dia kumpulkan tandan pisang itu di rumahnya. Buah pisang itu adalah pisang cavendis dan dia menjualnya ke pemasok buah-buahan untuk supermarket. Tentu saja harga jualnya tinggi. Dia membeli dengan harga ‘desa’, menjualnya dg harga ‘kota’. Keuntungannya pun luar biasa untuk ukuran pengusaha muda: 20jt per bulan. Ruuuuaaarr biasa.

Cara yang sama juga dilakukan untuk beberapa komoditas lain: nanas dan buah durian. Untuk buah durian sistemnya sewa tempat/tanah dan dia membayar beberapa puluh ribu untuk setiap pohon per tahun. Ketika saatnya berbuah dia akan memanen buahnya sendiri. Cerdas dan cerdik. Anak itu untung besar.

Yang belum saya pahami adalah bagaimana dia bisa menjaga kepercayaan dan memberi kepercayaan ke orang2 di desanya. Bagaimana kalau orang2 itu menjual buah-buahannya ke pengepul lain? Bagaimana menjaga agar buah-buahannya tidak hilang? Entahlah. Bagian yang menarik adalah bagaimana anak muda itu tidak memiliki tanah tapi bisa menjadi pengusaha buah-buahan.

Saya baru pertama kali mendengar cara seperti ini untuk usaha agrobisnis. Orang yang tidak punya tanah bisa menjadi pengusaha pertanian. Dan sukses.

Inspiratif.

Advertisements

2 responses to “Usaha Agrobisnis yang Unik: Titip Tanaman

  1. Boleh juga ditiru caranya sangat sederhana …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s