Tag Archives: Gotenborg

Belajar Bahasa Swedia On-Line Gratis

Dulu saya pernah ikut kursus bahasa Swedia tingkat dasar ketika berada di Goteborg. Tidak sampai mahir sih. Kalau hanya menawar dan tanya-tanya di pasar atau di warung sih bisa. Ngobrol-ngobrol sederhana juga bisa. Tapi, karena sekarang jarang dipakai, jadi banyak yang lupa. Untungnya pemerintah Swedia menyediakan layanan kursus bahasa Swedia gratis secara on-line. Meski masih versi beta, tapi fasilitas ini lumayan cukup membantu untuk mengingat-ingat kembali dan sedikit memperdalam bahasa swedia. Cara ikut kursus ini sangat sederhana, cukup mendaftar dengan alamat email.

Jika Anda tertarik untuk belajar bahasa Swedia silahkan kunjungi http://learningswedish.se/.

Selamat belajar bahasa Swedia.

Advertisements

Pasar Klithikan-nya Göteborg

kviberg gotenborg sweden
Pasar Kviberg dilihat dari atas, menempati tiga gudang bekas markas tentara. Selalu penuh setiap minggu.

Orang Jogja pasti tahu pasar Klithikan. Pasar yang dibuat oleh pemkot Ngayojokarto Hadiningratan untuk menampung pedagang barang-barang bekas dan -katanya- barang-barang ‘spanyol’ (separo nyolong). Ternyata di Götenborg pun ada pasar seperti pasar Klitikan ini.

Pasar ini ada di daerah Kviberg (baca kwiberi). Menempati tiga gudang besar, konon dulu adalah bekas maskas tentara. Pasar Kviberg (begitu saja saya menyebutnya) hanya buka hari sabtu-minggu. Ramai sekali pasar ini.
Untuk mencapai pasar ini dari apartemenku di Våstra Frölunda cukup naik tram satu kali, tram no. 7. Waktu tempuhnya kurang lebih 30 menit. Turun di halte Kviberg. Tak sulit mencari tempat pasar ini, karena orang seperti menyemut datang dan pergi. Ikuti saja arah orang-orang berjalan, pasti sampai.
Pasar ini sangat terkenal dan ramai, terutama untuk para pendatang bin imigran. Pembeli dan pedagang sebagian besar para pendatang ini. Umumnya dari timur tengah (Iran, Irak, Arab), Turki, Sudan, Somalia, Ethiopia, dan Asia (Indonesia Raya, Thailand, China, Philiphine, Korea, Laos, India, Pakistan),  juga dari eropa timur (Bosnia, Armenia), dan lain-lainnya yang tak mungkin saya sebutkan satu per satu (seperti kata sambutan aja..). Hanya sedikit orang Swedia yang terlihat di pasar ini. Banyak tampang-tampang arab di pasar ini, karena itu kami sering juga menyebut pasar ini pasar Arab.
Continue reading