Tag Archives: kerja

Google Gemini, Asisten AI yang Sangat Membantu

[Bagian 1]

Terus terang awalnya aku skeptis dengan AI. Mahluk apa sih ini…!!!??? Apalagi banyak pro dan kontra terkait AI ini. Karena penasaran aku mulai coba pakai, pertama diajari temenku Bagas, tahun 2024 yg lalu. Lama kelamaan aku malah jadi ketagihan pakai AI. Dan sekarang Google Gemini adalah AI yang paling sering aku pakai.

Aku akan membuat catatan-catatan dan sharing pengalamanmu menghunakan AI untuk aktivitas sehari-hari sebagai orang awam. Semoga tulisan-tulisan ini memberi inspirasi dan membantu teman-teman pengunjung setia blogku ini.

Selamat membaca.

AI sebagai Teman Kerja

Google Gemini memiliki akses ke resources milik Google yang memang sudah canggih sekali. Artinya, gudang data dan informasinya sangat powerfull. Kedua, kalau Gemini dipakai dengan benar tentunya dia ‘cerdas’. Itu salah satu alasanku lebih memilih Google Gemini.

Awalnya aku pakai versi Gemini yang free atau gratis. Kemampuannya 11-12 lah dengan ChatGPT. Untuk tugas-tugas sederhana sudah cukup memadai dengan versi free ini. Lalu, aku coba untuk mengerjakan tugas-tugas yang agak berat dan rumit. Hasilnya, kurang maksimal, karena terkendala oleh batas prompt dan memori. Aku tidak bisa upload banyak file.

Aku kemudian coba yang versi Premium. Trial selama satu bulan. Waktu itu aku gunakan untuk membuat proposal dengan nilai pembiayaan yang cukup besar. Aku pakai juga untuk membuat gambar ilustrasi, mencari data, analisis data, dan membuat presentasi.

Terus terang, aku kaget, terkejut, kagum dan juga takjub dengan hasilnya.

Aku Gen X, sudah tua dan kolot. Old school. Terbiasa manual. Aku menyaksikan dan mengalami perubahan dari TV hitam putih, TV berwarna, flashdisk, floppydisk, internet, Netscape, HP SimbianC sampai jaman AI sekarang. Hasil kerjaan AI ini benar canggih. Kalau jaman dulu aku perlu waktu sebulan untuk melakukan ketjaan ini, dibantu AI hanya perlu waktu semingguan aja. Mungkin bisa lebih cepat lagi kalau sudah mahir pakai prompt AI.

Memang sih, aku selalu cek ulang hasil keluaran AI. Karena pengalaman dulu tahun 2024, waktu awal-awal pakai AI, hasilnya masih banyak yang sedikit meleset dan bahasanya aneh. Hasil kerjaan AI yang sekarang jauh lebih bagus. Meskipun begitu aku tetap memilih untuk berhati-hati,

AI untuk Mencari Data

Infografis data perkebunan sawit ini dicari, diolah dan dibuat dengan bantuan AI.

Jaman dulu, Google dan Google Scholar adalah andalan untuk mengari data, informasi dan jurnal ilmiah. Google memang jagonya, tidak yang bisa mengalahkan. Setelah hasil pencarian, kita mesti cek satu-satu. Minimal baca judul dan abstraknya.

Gemini benar-benar menawarkan cara baru untuk berinteraksi dengan data dan informasi di internet yang jumlahnya berjibun. Kita bisa minta Gemini untuk mengari jurnal atau data yang spesifik, terarah, sekaligus membuat ringkasannya.

Misal dengan perintah seperti ini:

Aku akan membuat review artikel ilmiah dengan topik “………”. Penekannya adalah pada “…… “. Carikan aku jurnal ilmiah internasional di jurnal hanya Q1 dan Q2 dengan kata kunci: …. , …., ….., ……. .

Susuk jurnal itu dalam bentuk tabel dengan kolom:

  • Judul lengkap, tahun dan nama jurnal
  • Isi ringkasan singat dan relevansi dengan topik
  • Link untuk download full artikelnya jika ada

Klik ENTER.

Gemini akan melaksanakan perintah kita. Tunggu sampai keluar hasilnya.

Download semua artikel yg bisa di download.

Kumpulkan di Google Drive. Masukkan link Google drive ke Gemini. Lalu, buat prompt perintah lagi:

Buatkan aku tinjaun pustaka ilmiah dari jurnal yang sudah aku upload.

Klik ENTER.

Tinggal tunggu hasilnya.

Kita bisa minta AI untuk membuatkan metode, parameter dan lain-lain.

AI untuk Membuat Gambar Ilustrasi

Data lebih mudah dibaca dan lebih enak dilihat kalau ditampilkan dalam bentuk grafik. Istilahnya infografis. Membaca data dalam bentuk angka lebih melelahkan dari pada memahami gambar visual. AI sekarang bisa diminta untuk membuat gambar grafik dan infografik yang lebih cepat dan lebih bagus.

Dalam pembuatan proposal dan presentasi di atas, aku minta bantuan AI untuk membuat gambar ilustrasi maupun infografis. Pertama aku cari-cari dulu pakai Google beberapa contoh gambar ilustrasi yang aku inginkan. Kemudian gambar itu aku upload ke Gemini. Aku upload juga beberapa gambar pendukungnya. Setelah semua diupload, aku membuat prompt yang merintahkan AI membuat gambar ilustrasi berdasarkan contoh gambar yang sudah aku upload.

Gemini akan mulai menjalankan perintah. Kita tunggu beberapa detik atau 1-2 menit. Setelah itu akan muncul gambar yang sesuai dengan yang kita perintahkan. Kalau ada yang kurang sesuai, kita bisa minta kembali ke Gemini agar melakukan beberapa perbaikan. Hebatnya, Gemini tidak perlu waktu yang lama untuk memperbaiki gambar itu. Cepat sekali. Amazing.

Gambar itu tinggal kita download dan kita pakai.

Foto ini dibuat oleh Gemini berdasarkan foto referensi yang aku berikan. Hasilnya seperti foto beneran.
Gambar infografis ini juga dibuat berdasarkan perintah prompt tanpa gambar referensi. Gambarnya bagua dan informatif.

Foto di atas juga dibuat oleh AI. Sangat mirip dengan foto asli

Guna-guna dari Rekan Kerja

######

Tulisan ini berdasarkan cerita yang disampaikan oleh salah seorang Mandor Besar perkebunan kepada saya. Cerita ini sengaja saya samarkan dan saya kasih bumbu2 sedikit. Silahkan diambil hikmahnya sendiri.

######

Sebut saja namanya Bang Komar. Dia adalah pekerja di sebuah perusahaan perkebunan. Dia mulai karir dari bawah, tenaga harian lepas. Karena dedikasi dan kemampuan Pak Komar, karirnya menanjak menjadi mandor kecil. Banyak mandor2 kecil yang bekerja di perkebunan ini, sebagian sudah senior dan bekerja cukup lama. Kerja Pak Komar dianggap cukup baik oleh Mandor Besar (MB) dan sinder kebun. Protasnya meningkat dan kebunnya juga bagus. Karena kinerjanya tersebut ada rencana dari manajemen kebun untuk mengangkat beliau menjadi Mandor Besar. Atasan dia, Mandor Besar dan Sinder, sepakat untuk mengusulkan Pak Komar menjadi salah satu kandidat Mandor Besar.

Desas desus ini rupanya terdengar oleh rekan-rekannya sesama Mandor Kecil. Ada Mandor Kecil yang tidak suka jika Pak Komar diangkat sebagai Mandor Besar, dia merasa kalau dia yang lebih berhak, karena sudah bekerja cukup lama. Rasa iri di hatinya berubah menjadi kebencian yang mendalam.

Posisi kebun garapan Pak Komar dan rekannya itu bersebelahan. Ada yang janggal terjadi. Kebun Pak Komar terserang hama penyakit. Cukup parah. Sudah disemprot berbagai macam obat tidak ada yang mempan. Kebun rekannya yang posisinya bersebelahan tidak kena penyakit dan protasnya bagus-bagus saja. Protas dan prestasi Pak Komar turun drastis dan dia sempat mendapatkan SP (Surat Peringatan). Pak Komar batal naik pangkat menjadi mandor besar.

Kebetulan rumah Pak Komar di komplek implasment kebun. Pososinya persis di bawah kebun. Posisi rumahnya di samping lerengan. Saat itu sedang musim penghujan, dan di kebun ini memang rawan terjadi longsor ketika hujan besar.

Sore itu sepulang kerja, ayah Pak Komar sedang kerja di kebunnya sendiri yang posisinya ada di sebelah atas rumah Pak Komar. Dari kejauhan dia melihat seorang wanita yang mondar-mandir mengelilingi rumah Pak Komar. Wanita ini adalah istri dari salah satu pekerja kebun. Wanita ini tidak masuk ke rumah, hanya mengelilingi saja dan seperti melambai atau melempar sesuatu.

Seperti hari-hari biasa, sore sepulang kerja dari kebun Pak Komar masuk ke rumah. Pak Komar melihat seperti ada tumpahan garam di dekat rumah. Dalam hati Pak Komar berfikir; kenapa garam dibuang-buang percuma seperti ini. Masuk ke dalam rumah, Pak Komar menanyakan ke istrinya kenapa garam2 dibuang ke luar rumah. Istrinya menjawab kalau dia tidak membuang2 garam apa2. Ya … sudah… Pak Komar berfikir kalau ada anak yang main2 garam.

Ayah Pak Komar pulang dari ladang. Ayah Pak Komar memberi tahu kalau tadi ada wanita yang mencari istri Pak Komar. Tapi, dia cuma sebentar dan segera balik lagi.

Hari jum’at, istri Pak Komar dan anaknya sakit. Pak Komar lebih banyak di rumah. Sore hari Pak Komar mendengar suara gemuruh dari atas kebun. Suranya seperti angin puting beliung. Pak Komar keluar rumah kalau2 terjadi sesuatu di atas kebun. Pak Komar perhatikan ke arah atas tidak ada apa2, pohon2 pelindung biasa2 saja. Memang terdengar suara gemuruh keras.

Tiba2 tanah di atas bergerak. Pak Komar berteriak dan keluarganya keluar rumah. Tanah longsor dari atas dan menimpa rumah Pak Komar. Hanya sebagian rumah yang kena. Ayah Pak Komar menuju rumah mencoba menyelamatkan barang2 yang ada, beliau masuk ke dapur. Tiba2 tanah bergerak lagi dan dinding dapur roboh.

“Abah…. Abah…..!!!!!!!”

Tidak ada jawaban. Pak Komar panik dan masuk ke rumah mengejar orang tuanya. Alhamdulillah, ayah Pak Komar selamat terlindung di balik lemari dapur yang roboh. Sehat tidak ada luka yang serius.

Namun, rumah Pak Komar rusak berat. Hanya sedikit barang2 dapur yang berhasil diselamatkan.

Singkat cerita, dengan bantuan temannya, Pak Komar membangun rumah lagi di tempat lain yg posisinya lebih aman.

Beberapa bulan kemudian, sore hari sepulang kerja dia pulang menuju rumahnya di komplek implasment kebun. Nama kampungnya agak serem; Pasirmeriam. Di ujung kampung dia dipanggil rekannya yang punya warung.

“Ndor … mampir ke sini. Ngopi-ngopi dulu,” panggilnya. Mandor biasanya dipanggil dengan sebutan Ndor atau Mandor.

Pak Komar mampir ke warung, rekannya membuatkan kopi hitam. Kebetulan warung sedang sepi, hanya ada mereka berdua saja. Setelah berbasa-basi sebentar rekannya itu bilang: “Sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan, Mandor! Tapi… maaf sebelumnya. Aku ingin menceritakan yang sebenarnya.”

“Silahkan… santai aja…”

“Sebenarnya gini… ingatkan dulu waktu Pak Mandor kena musibah? Tanah longsor itu…?”

“Ya… ingat lah…, habis rumahku.”

“Maaf… ya … Mandor… bener2 maaf sebelumnya.”

“Iya… nggak apa2….!!!!! Maaf – maaf melulu.”

Akhirnya, rekannya itu menceritakan kembali tentang beberapa musibah yang Pak Komar alami beberapa bulan yang lalu. Rekannya ini adalah pekerja dan kepercayaan mandor kecil yang kebunnya di dekat kebun Pak Komar. Dia yang diberi kepercayaan dan diminta untuk melakukan hal2 banyak hal ke Pak Komar.

Dia mulai cerita tentang kebun Pak Komar yang banyak terserang penyakit dan gagal panen. Sampai kejadian rumah Pak Komar yang kena longsor.

Semua itu terjadi karena ada guna2 dari mandor kecil yang tidak suka dengan kenaikan jenjang karir Pak Komar. Dia yang disuruh pergi ke rumah dukun di sebuah desa di pesisir selatan. Dia yang membawa air dari Dukun dan disiramkan ke kebun Pak Komar agar hama dan penyakit berdatangan. Dia juga yang disuruh untuk menaburkan garam di sekeliling rumah Pak Komar. Karena khawatir ketahuan, dia minta istrinya yang menaburkan. Dia sendiri yang menaburkan garam di tanah di atas rumah pak Komar.

Dia sebenarnya tidak mau, tapi dia tidak bisa menolak. Akhirnya dia sudah tidak tahan dan dia menyesali perbuatannya. Hari ini ada kesempatan dia berbicara. Dia lihat Pak Komar yang baru pulang kerja, dan diajak minum kopi di warung.

Di sini saya salut dengan kebesaran hati Pak Komar. Dia tidak marah atau dendam. Kejadiannya sudah berlalu lama. Pak Komar sudah punya rumah lagi, kebunnya sudah sehat lagi dan Pak Komar sudah jadi Mandor Besar.

Konflik di tempat kerja adalah hal yang biasa. Tapi, kadang-kadang konflik bisa menjurus sampai ke hal-hal yang menyeramkan, termasuk dengan menggunakan jasa paranormal untuk mencelakai orang yang tidak disukainya. Bahkan sampai ke usaha untuk menghilangkan nyawa sekeluarga. Na’udzubillahimindzalik.

Pengalaman Kerja Pertama Arroyan; Jadi Pelayan Warung Bakso

royan membuat bakso

Royan sedang membuat mie ayam di warung bakso Cibereum 2

Liburan sekolah tahun ini bertepatan dengan libur puasa dan lebaran. Arroyan dan Abim libur cukup lama, lebih dari sebulan. Sayangnya, waktu liburan mereka lebih banyak diisi dengan kegiatan yang kurang bermanfaat: tidur, main game dan lihat YouTube. Sekali-kali mereka mengaji. Ini yang membuat saya dan Umminya anak-anak uring-uringan. Diarahkan untuk mengisi dengan kegiatan yang bermanfaat susah.

Saya berfikir bahwa anak-anak, terutama Arroyan harus diberi kegiatan yang lebih bermanfaat. Saya tahu Arroyan suka tantangan baru dan kegiatan yang ‘menantang’. Ketika di Gothenburg dulu, kalau liburan musim panas anak-anak seusia Royan bisa kerja parttime. Kerja apa saja dan mereka mendapatkan bayaran dari kerjaannya itu. Tapi di Indonesia kebiasaan seperti ini tidak ada. Di sini tidak ada liburan musim panas, dan ketika liburan masih banyak orang yang kerja, lowongan kerjaan juga sedikit. Lalu kerja apa ya Royan? pikir saya.

“Mas Royan, daripada kamu tidar-tidur aja, mendingan kerja saja. Malah dapat duit!”
“Aku kerja apa?”
“La kamu mau kerja apa?”
“Nggak tahu”.
“Ya sudah, nanti Abi cari informasi orang yang bisa ngasih kamu kerja”.
Continue reading