Tag Archives: Kota Sejuta Angkot

Di Bogor Cuma Dua Pilihan: Kalau Tidak Macet Ya…. Macet Banget

KEMACETAN YANG TIDAK ADA PILIHAN

Kota Bogor memiliki banyak julukan. Dulu julukan kota Bogor adalah Kota Hujan. Itu dulu….. Sekarang Bogor punya banyak julukan lain: KOTA SEJUTA ANGKOT dan KOTA MACET. Saya yang sudah lumayan lama tinggal di Bogor memang benar-benar merasakan bagaimana tersiksanya dengan kondisi jalan di Kota Bogor ini. Sampai-sampai ada anekdot yang cukup terkenal di kota Bogor; Di Bogor cuma ada dua pilihan: kalau tidak macet ya macet banget.

Saya tinggal di pingiran kota yang jadi langganan kemacetan; Ciomas. Banyak simpul-simpul kemacetan di jalur yang setiap hari saya lewati. Bayangkan saja. Jarak rumah saya dengan kantor hanya 6.8 km (saya hitung pakai speedometer). Kalau saya naik mobil ke kantor, waktu tempuhnya 1:00 – 1:15 menit, kalau saya naik motor waktu tempuhnya 30 – 45 menit, kalau naik angkot waktu tempunya 1:30 menit. Artinya kecepatan kendaraan hanya 6.8 – 13.6 km per jam. Gila kan???!!! Kadang-kadang jalur ini super macet. Pernah saya dari rumah ke kantor naik mobil ditempuh dengan waktu 2 jam lebih. Minggu-minggu ini entah kenapa jalur tempat saya hampir selalu macet parah setiap hari. Celakanya, jalur ini sangat minim jalur alternatif untuk menghindar dari kemacetan. Jika sudah kena macet, tidak ada pilihan lain, kecuali putar balik kembali ke rumah.

Rumah saya ada di Ciomas, dekat dengan kantor kecamatan Ciomas. Ada beberapa simpul kemacetan di jalur ini. Mulai dari yang paling bawah dulu: pertigaan Kretek Ciomas, depan Bukit Asri Ciomas, depan Villa Ciomas, pertigaan pintu ledeng, pertigaan Ciomas Harapan dan SMP PGRI 1, pertigaan Pasir Kuda, pertigaan Gunung Batu, Merdeka sampai depan Station.

Continue reading

Advertisements