Uji Mikroba Palarut Fosfat 1

Ada beberapa metode uji untuk memilih mikroba pelarut fosfat sebagai bahan aktif biofertilizer. Uji pertama yang sering dilakukan adalah mengukur indek pelarutan fosfat dan kemudian dilanjutkan dengan uji invitro. Bagian Pertama ini akan mejelaskan tentang indek pelarutan fosfat.

Indek Pelarutan Fosfat

Indek pelarutan fosfat ini berdasarkan pada metode yang dijelaskan oleh Premono, Moawad, dan Vlek (1996). Secara aseptis 1 ose (untuk bakteri) atau satu cuplikan kecil dengan diameter 8 mm untuk fungi diinokulasikan ke atas media Pikovskaya. Setiap perlakuan dilakukan dengan beberapa ulangan, minimal duplo. Isolat diinkubasi selama beberapa hari. Indeks pelarutan fosfat adalah perbandingan anara diameter zona jernih dibagi dengan diameter koloni. Perhatikan gambar di bawah ini.

indek pelarutan fosfat
Indek Pelarutan Fosfat = B/A.

Kelemahan Metode ini

Indek pelarutan fosfat sesuai digunakan untuk screening awal mikroba pelarut fosfat. Metode ini mudah dan murah untuk dilakukan. Tetapi jika tidak hati-hati metode ini bisa menimbulkan bias. Variasi indek pelarutan fosfat dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain:

  1. Konsentrasi fosfat. AlPO4 tidak larut dalam air; untuk menuang medium ini ke dalam cawan petri perlu digoyang-goyang terlebih dahulu. Ada kemungkinan bahwa konsentrasi AlPO4 tidak seragam, sehingga zona jernihnya juga terpengaruh
  2. Ketebalan agar. Ketebalan agar di dalam cawan juga akan mempengaruhi zona jernih. AlPO4 di agar yang lebih tebal tentunya lebih sulit untuk dilarutkan daripada di agar yang tipis.
  3. Kecepatan pertumbuhan mikroba. Ada mikroba yang tumbuh dengan cepat dan ada mikroba yang tumbuh lambat. Misalnya, Penicillium sp umumnya memiliki diamater koloni yang lebih kecil daripada Aspergillus sp. Indek Penicillium sp lebih besar dari Aspergillus sp, tetapi kemampuannya melarutkan fosfat in vitro Penicillium sp lebih kecil daripada Aspergillus sp.
  4. Sesuai untuk membadingkan satu kelompok mikroba. Indek pelarutan fosfat kurang sesuai untuk membandingkan antar kelompok mikroba, misalnya: fungi, bakteri, dan aktinomicetes.

Data-data indek pelarutan fosfat umumnya di analisis dengan metode statistik. Statistik tidak bisa memisahkan variabel-variabel ini. Beberapa hal di atas akan sangat mempengaruhi hasil analisa statistik oleh karena itu harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh agar tidak salah dalam mengambil kesimpulan.

Saya hampir selalu menggunakan statistik untuk menganalisa data-data, tetapi saya tidak sepenuhnya mempercayai hasil analisa statistik tersebut. Saya lebih suka mengabungkan analisa statistik dengan data-data lainnya, misalnya: pengamatan visual dan ‘insting’.
Semoga bermanfaat.

[isroi]


Download literatur gratis: Download di sini | Recomended site: Gudang Ebook Gratis

donwload ebook gratis microbiology

Advertisements

25 responses to “Uji Mikroba Palarut Fosfat 1

  1. Saya setuju sekali dengan pendapat anda dan sekaligus jadi pengetahuan baru buat saya. Kebetulan penelitian saya tentang bakteri pelarut P dan mengamati indeks pelarutan P, P terlarut dan terimobilisasi in vitro.

  2. saya sedang mencari medium pikovskaya yang menggunakan sumber fosfat Al2PO4 dan FePO4, kira2 dimana yah mendapatkannya?

    • Saya peke Merck. Coba hubungi agen/distributornya, karena memang harus inden. Saya tidak pernah pesan sendiri, ada petugas kantor yang membelikan. Coba searching di google.

  3. lina biologi UNUD

    mas, tolongin dong… kenapa media yang saya buat ga mau padat ya jadinya saya susah untuk buat kultur murninya. kalo untuk numbuhin sih isa tapi untuk striknya susah baget bahkan ga bia. alna medianya ga mau kenyal……

  4. Assalamu’alaykum pak isroi, saya sudah mengisolasi jamur pelarut fosfat dari rizosfer kelapa sawit, dan akan mensubkulturnya. tapi pertumbuhannya agak lambat, saya pake trikalsium sbg sumber P. kira2 inkubasi utk jamur pelarut fosfat tahan berapa lama yah? apa tahan sampe 20 hari? trima kasih atas jawabannya.

    • Jamurnya genusnya apa? Aspergillus atau Penicillium atau genus yang lain. Kalau Penicillium memang agak lambat pertumbuhannya dan biasanya koloninya kecil-kecil. Jamur biasanya membentuk zona jernih di atas 3 hari – satu minggu. Semakin cepat semakin baik kemampuan malarutkan fosfatnya. Yang penting adalah bisa membentuk zona jernih. Zonanya benar-benar jernih bukan yang agak kabur-kabur begitu. Semoga membantu.

  5. saya sudah dapat sekitar 5 isolat tapi belum mlakukan identifikasi. biasanya buku panduan yang bagus utk iden jamur apa ya pak? sejauh ini dapat isolat yang zonanya benar2 jernih. mohon doanya juga agar penelitian saya lancar, karena rencananya setelah dapat isolat yang potensial saya akan lanjut ke tahap uji kuantitatif, utk melihat kemampuan jamurnya dlm melarutkan fosfat. ada masukan dari bapak, kira2 metode apa yang cocok utk jamur? trima kasih atas penjelasannya.

  6. assalamu`alaikum…
    pak isroi saya sekarang lagi penelitian tentang bakteri pelarut fosfat..
    nah saya masih bingung tentang indeks pelarut fosfatnya…
    rumus indeks pelarutan fosfat yang saya gunakan sama dangan rumus bapak yaitu :
    B/A
    ket :
    B: DIAMETER ZONA JERNIH
    A: DIAMETER KOLONI
    yang mau saya tanya pertama diameter zona jernih itu (B) apakah sama dengan total dimeter koloni yang sudah memiliki zona jernih atau total diameter koloni yang memiliki zona jernih terlebih dahulu di kurangi diameter koloni bakteri.
    trus yang kedua, berapa kisaran indeks pelarut fosfat yang bagus soalnya saya telah mencari beberapa bahan yang berhubungan dan hasilnya mengatakan yang paling tinggi itu yang terbaik.
    mohon bantuannya pak..
    terima kasih sebelumnya.

    • Saya rasa dari gambar itu sudah sangat jelas bagaimana cara mengukur indek pelarutan fosfat. Ukur saja seperti yang ada di gambar:
      – B= total diameter zona jernih, termasuk diameter koloni
      – A= diameter koloni saja.
      Indek pelarutan fosfat hanya digunakan untuk screening awal. Data ini data kualitatif, jadi tidak bisa dijadikan patokan. Jurnal/paper bisa menghasilkan nilai yang berbeda-beda. Tetapi berdasarkan pengalaman, nilai indek pelarutan fosfat untuk bakteri biasanya lebih tinggi dari indek pelarutan fosfat jamur.
      Data yang lebih akurat (kuantitatif) sebaiknya menggunakan uji di dalam media cair.

      • sebelumnya terima kasih pak….
        dari beberapa jurnal yang saya baca yang menggunakan rumus indek pelarut fosfat yang sama ada yang menggunakan satuan (dl cm ada dalam mm), tp ada juga yang enggak. sebenarnya nilai indeks pelarut fosfat pakai satuan atau tidak pak?
        kemudian beberapa jurnal tersebut juga, nilai indeknya ada yang kurang dari 1, sedangkan kalau saya pikir nilai B enggak mungkin kecil dari nilai A, paling nggak nilai B=A.

      • Kalau dilihat dari rumusnya, misal pakai mm. Berarti kan = mm/mm. Satuannya jadi hilang. Untuk jamur, memang kadang-kadang zona jernihnya lebih kecil dari koloninya. Nilai kurang dari 1 mungkin saja.

  7. Assalammualaikum wr wb

    Apakah saya dapat diberi informasi untuk pengujian akan pospat dan kaptan secara sederhana? (sebelum kami campurkan dalam proses penggranulan).
    Mohon bantuan bapak. Atas perhatian bapak kami ucapkan terima kasih.

    Wassalammualaikum wr wb

  8. aslkm pak…
    menurut bapak kelebihan menggunakan indeks pelarut fosfat selain murah dan mudah apa pak..?

    menurut bapak lebih baik menggunakan indeks pelarut fosfat atau langsung mengukur diameter zona bening koloni bakteri…?alasannya kenapa pak..?

    • Uji indek pelarutan fosfat digunakan untuk screening awal. Kalau kita mau screening mikroba pelaruta fosfat dalam jumlah banyak, misal, dulu saya menscreening 100 isolat. Paling cepat ya pakai indek ini. Setelah ketemu 10 isolat dengan indek terbesar baru kita lakukan uji pelarutan fosfat. Jadi penggunaan indek hanya cocok untuk screening skala besar karena cepat, murah, dan mudah dilakukan. Kelemahan indek adalah akurasinya yang rendah, jadi tingkat errornya tinggi. Misal karena ukuran diameter cawan yang beda, ketebalan agar yang beda, atau konsentrasi fosfat di agar yang kurang seragam bisa mempengaruhi hasil indek.
      Semoga membantu.

  9. You really did your homework on that one!

  10. Pingback: Mikroba Pelarut Fosfat untuk Memenuhi Kebutuhan Pupuk Fosfat | Berbagi Tak Pernah Rugi

  11. Pingback: Improvement Granul Fosfat Alam | Berbagi Tak Pernah Rugi

  12. Ass.. Selamat siang Pak….
    Saya ingin menanyakan mengenai nilai indeks pelarutan fosfat itu sendiri, kebetulan saya sekarang akan melakukan penelitian bakteri pelarut fosfat dan akan melakukan pengukuran indkes PF. Apakah ada nilai standar untuk indeks itu, sehingga bisa dikatakan bakteri tersebut efektif melarutkan fosfat.Terimakasih

    • Wa’alaikum salam.
      Belum ada standard indek pelarutan fosfat. Seperti yang saya jelaskan index hanya digunakan untuk seleksi awal saja. Pelarutan yang sebenarnya menggunakan uji pada media cair. Belum tentu mikroba yang indek pelarutan fosfatnya tinggi, tinggi juga pelarutan fosfatnya dalam media cair. Index pelarutan fosfat banyak kelemahannya, tetapi relatif mudah dan cepat waktu ujinya.

  13. pak ada referensi atau buku tentang “PEMANFAATAN JAMUR PELARUT FOSFAT SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI PUPUK FOSFAT PADA TANAH ANDISOL” tidak???
    karena saya lagi penelitian tentang itu, dan buku mengenai itu sangat sedikit…

    • coba cari di google schoolar, banyak literatur di sana. sy tidak punya literatur spt itu.

    • Komentar tambahan, jamur pelarut fosfat tidak bisa digunakan sebagai penganti pupuk fosfat. Karena jamur pelarut fosfat tidak mengandung fosfat sama sekali. Perannya hanyalah melarutkan fosfat dari sumber-sumber fosfat yang sukar larut menjadi lebih tersedia bagi tanaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s