Produksi Bioethanol Berbahan Baku Biomassa Lignoselulosa : Fermentasi


Baca juga: Pendahuluan | Pretreatment | Hidrolisis Asam |Hidrolisis Enzimatis| Fermentasi | Purifikasi | Literatur


Beberapa spesies mikroba dari kelompok yeast/khamir, bakteri dan fungi dapat memfermentasi karbohidrat menjadi ethanol dalam kondisi bebas oksigen (Lynd, 1996). Mikroba melakukan fermentasi tersebut untuk mendapatkan energi dan untuk tumbuh. Berdasarkan reaksi kimia fermentasi, hasil maksimum teoritis dari setiap kg gula adalah 0.51 kg ethanol dan 0.49 kg CO2:

3C5H10O5 –> 5C2H5OH + 5CO2 (1)
C6H12O6 –> 2C2H5OH + 2CO2 (2)

Metode fermentasi untuk gula C6 telah diketahui dengan baik sejak paling tidak 6000 tahun yang lalu, ketika orang-orang Sumeria, Babylonia, dan Mesir mulai membuat bir dari nira. Mikroba yang sangat umum dimanfaatkan dalam proses fermentasi adalah ragi roti (Saccharomyces cereviseae) dan Zymomonas mobilis. Saccharomyces cereviseae memiliki banyak keunggulan antara lain adalah mampu memproduksi ethanol dari gula C6 (heksosa), toleran terhadap konsentrasi ethanol yang tinggi dan toleran terhadap senyawa inhibitor yang terdapat di dalam hidrolisat biomassa lignoselulosa (Olsson and Hahn-Hägerdal 1993; Hahn-Hägerdal et al. 2001). Namun demikian, strain liar dari S. cerevieae tidak dapat memfermentasi gula C5 (pentose) seperti: xylosa, arabinosa, celloligosaccharides, menjadi salah satu kendala pemanfaatannya. Beberapa yeast diketahui dapat memfermentasi xylosa seperti: Pichia stipitis (Verduyn et al. 1985) (Delgenes, Moletta, & Navarro, 1996), Candida shehatae (Ho et al. 1990) (Sreenath & Jeffries, 2000), dan Candida parapsilosis (Lee et al. 2003), Kluyveromyces marxianus (Margaritis & Bajpai, 1982),dapat memetabolisme xylosa melalui kerja xylose reductase (XR) untuk merubah xylosa menjadi xylitol, dan xylitol dehydrogenase (XDH) untuk merubah xylitol menjadi xylulose. Beberapa bakteri seperti : Klebsiella planticola (Rossi, et al., 1995), Thermoanaerobacter mathranii (Ahring, Licht, Schmidt, Sommer, & Thomsen, 1999), dilaporkan dapat memfermentasi xylosa dan glukosa menjadi ethanol. Beberapa upaya rekayasa genetika juga telah dilakukan untuk membuat S. cereviseae yang dapat memfermentasi xylosa dan glukosa (Meinander, Boels, & Hahn-Haigerdal, 1999) (Helle, Murray, Lam, Cameron, & B., 2004) (Davis, Jeon, Svenson, Rogers, Pearce, & Peiris, 2005) (Govindaswamy & Vane, 2007). Beberapa fungi juga dilaporkan dapat memfermentasi xylosa menjadi ethanol, yaitu: Mucor indicus dan Rhizopus orizae (Millati, Edebo, & Mohammad J.Taherzadeh, Performance of Rhizopus, Rhizomucor, and Mucor in ethanol production from glucose, xylose, and wood hydrolyzates, 2005).


DOWNLOAD BIOETHANOL

Silahkan didownload resources yang mungkin Anda perlukan juga:

Daftar bahan lain yang bisa didownload: Download Di Sini
Cara mendownload: Klik dua kali pada link yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.

Handbook on Bioethanol: Production and utilization
bioethanol ebook download free gratis percuma

Biofuel for Transportation
bioethanol ebook download free gratis percuma

Panduan Membuat Distilator
bioethanol ebook download free gratis percuma

Buku lengkap tentang fermentasi:
download gratis buku fermentasi

Advertisements

13 responses to “Produksi Bioethanol Berbahan Baku Biomassa Lignoselulosa : Fermentasi

  1. wah thx bgt neh mas artikelnya lumayan ngebantu bgt nih…aku mau penelitian ttg bioetanol jg dg menggunakan konsorsium strain mikroba Saccharomyces cerevisiae-Pichia stipitis, S.cerevisiae-Pachysolen tannophilus, Zymomonas mobilis-P.stipitis, Z.mobilis-P.tannophilus tapi literatur yg mendukung itu msh sedikit bgt…apalagi buat nyari pH optimum buat konsorsium mikrobanya…

  2. mas …saya mau tanya ragi tape itu mengandung microba apa saja ya mas….saya coba mempermentasi juice buah kok saya coba ukur dengan alkohol meter kok nol….?apa harus di suling dulu baru alat ukur nya bisa mengukur?trims.mohon jawabanya!

    • Ragi tape isinya konsorsium mikrioba. Ada jeast/khamir ada bakteri yang mengurai amilum menjadi gula. Saran saya jangan menggunakan ragi tape. Lebih baik pakai ragi roti yang single strain. Bisa pakai fermipan yang biasa digunakan untuk membuat roti.
      Kalau kadar etanolnya <10% dan dari bahan-bahan campuran, alkohol meter tidak sensitif. Kecuali pakai alkohol meter yang skalanya 1-30%. Akan bisa kebaca, meskipun mungkin tidak valid. Semoga membantu.

  3. terima kasih banyak atas infonya.saya mau tanya lagi hasil permentasi dari juice buah tersebut kok baunya tidak seperti bioethanol pada umumnya ya mas…mohon penjelasanya.sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

    • Biasanya baunya seperti tape dan bau etanol akan lebih terasa setelah didistilasi.
      Bioetanol dari juice buahnya sudah didistilasi belum? Coba didistilasi dulu, keluar etanolnya atau tidak? Salah satu ciri etanol adalah mudah terbakar, coba dibakar. Kalau cepat nyala berarti etanol.
      Semoga bermanfaat.

  4. sudah saya destilasi tapi baunya tidak seperti bioethanol pada umumnya .dan kadarnya cuma1 sampai lima persen.saya juga mempermentasi juice sayuran seperti kol dll.ini baunya tambah parah…dan ada gasnya…oh ya mas roi saya mau coba mempermentasi limbah – limbah minuman tapi kalau minuman dengan pemanis gimana bisa gak?mohon penjelasanya.semoga tidak bosan ya mas…

  5. Ikut nanya Mas

    Setelah fermentasi (sebelum distilasi) kisaran kandungan etanol berapa persen ? Gimana cara konversi kandungan tersebut dari % ke g/l ? Dimana bisa beli enzim selulase, xilanase, beta-glukosidase yang crude (kasar).

    Terima kasih atas bantuannya

    • Kandungan yang baik sebenarnya sekitar 10%, tetapi biasanya kurang dari itu dan kadang-kadang rendah seklai hanya 6%.
      % = sepert seratus, kalau mau dijadikan g/liter dikalikan 10. Jadi kalau 1 liter konsentrasinya 10%, jadinya 100 gr/liter.
      Saya tidak pnya info untuk yang crude, kalau yang murni dijual di dengan merek novozim. bisa tanya ke toko yang jual bahan-bahan kimia laboratorium seperti bratachem.

  6. Pingback: Produksi Bioethanol Berbahan Baku Biomassa Lignoselulosa: Pretreatment | Berbagi Tak Pernah Rugi

  7. Pingback: Produksi Bioethanol Berbahan Baku Biomassa Lignoselulosa : Hidrolisis Enzimatis | Berbagi Tak Pernah Rugi

  8. mas saya lg meneliti bioetanol dari sorgum, bakteri apa yang sangat bgs digunakan? zimomonas mobilis bisa digunakan untuk skala industri gak? gmn dengan saccharomices cerevisiae mohon infonya ya mas, trims…

    • Yang paling banyak digunakan saat ini adalah saccharomyces cereviseae, Zimomonas juga bisa digunakan mulai dari skala kecil sampai skala industri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s