Tips Memotret Bunga dengan Kamera Saku

This slideshow requires JavaScript.

Lihat galeri foto saya di FACEBOOK klik di link ini: http://www.facebook.com/isroi/photos

Beauty of Nature. Alam selalu indah dan jadi ‘foto model’ yang menggoda untuk di-‘jepret’ dengan kamera. Apalagi bunga-bunga yanng sedang bermekaran selalu jadi ‘foto model’ yang indah. Memotret bunga dengan kamera saku gampang-gampang susah. Seringkali kita kecewa melihat foto bunga yang kita jepret tidak seindah aslinya. Berikut ini sedikit trik memotret bunga dengan kamera saku agar bunga yang kita foto lebih indah dari aslinya.

Peralatan:

  1. Kamera yang ada fungsi macro atau close-up. Boleh pakai kamera apa saja asalkan masih berfungsi. Saya menggunakan kamera saku.
  2. Kertas karton tebal warna putih dan hitam. Kalau tidak ada kertas, pakai kain juga boleh. Asal jangan nyuri persediaan kain kafannya Pak Modhin aja.
  3. Tripod. Alat ini optional alias kalau ada akan lebih bagus, kalau tidak punya ya nabung dulu sampai cukup untuk beli tripod…he…he…he.
  4. Payung. Lho..kok???!!!…Ingat kata pepatah, sedia payung sebelum hujan. Daripada gagal memotret gara-gara hujan, mendingan sedia payung dulu.


Rahasia tip ini sederhana saja, yaitu membersihkan background dengan latar putih atau hitam, sehingga warna dan bentuk bunganya jadi lebih menonjol dan tidak terganggu dengan lingkungannya. Pilihan latar belakang putih atau hitam tergantung selera. Saya sendiri lebih sering menggunakan latar belakang putih.

Cara memotretnya seperti berikut ini. Pertama, cari objek bunga yang menarik dan indah untuk difoto. Bisa bunga apa saja, bunga desa juga nggak apa-apa. Misalkan bunga anggek yang sedang mekar ini. Kalau bunga anggrek ini langung di-jepret, hasilnya tidak bisa menonjolkan keindahan sang bunga anggrek. Latar belakangnya terlalu ramai dan meriah. Jadi latar belakang yang ramai ini perlu di-eliminasi dengan menggunakan latar belakang putih atau hitam.

Bunga Anggrek yang indah

Bunga Anggrek yang indah

Salah satu unsur yang sangat penting dalam dunia motret-memotret adalah cahaya. Jadi perhatikan cahayanya. Cahaya yang baik untuk memotret bunga adalah cahaya yang ‘soft’ (lunak) dan ‘diffuse’ (terpencar). Cahaya yang kuat (hard) membuat bayangan yang terlalu pekat. Kalau bunganya berada di bawah sinar matahari langsung di tengah hari yang terik, maka Anda sebaiknya memindahkan bunga itu di tempat yang teduh. Kalau tidak memungkinkan memindahkan bunganya, ya….mesti meneduhkan bunga tersebut. Bisa menggunakan payung yang sudah dipersiapkan tadi. Bisa juga pakai benda apa saja, yang penting bunganya tidak kena cahaya yang kuat. Titik.

Memayungi bunga anggrek

Memayungi bunga anggrek agar cahaya tidak terlalu kuat.

Letakkan dan posisikan kertas putih di belakang bunga yang akan difoto. Atur jaraknya agar tidak terlalu dekat. Atur juga agar tidak ada bayangan yang menimpa kertas putih tersebut. Kalau masih ada bayangan, berarti cahayanya masih terlalu kuat. Gunakan peneduh yang lebih lebar. Kertas bisa ditaruh jika memungkinkan, atau minta tolong teman untuk memegang latar belakang ini, atau pegang pakai tangan Anda sediri seperti yang saya lakukan ini.

latar belakang putih

Meletakkan latar belakang putih di belakang bunga yang akan difoto.

Meletakkan latar belakang putih di belakang bunga yang akan difoto.

Meletakkan latar belakang putih di belakang bunga yang akan difoto.

Berikutnya, persiapkan kamera saku. Pilih ‘mode’ pemotretannya ke posisi ‘Close-up’ atau ‘Macro’. Kalau di kamera juga ada pengaturan untuk ‘metering’, atur pada ‘mode’ metering ‘spot’. Yang perlu diperhatikan adalah jarak terdekat antara lensa dengan objek yang masih bisa focus. Baca kembali buku manual kamera, biasanya tertulis di dalam buku manualnya.

Kini saatnya untuk memotret bunga. Atur posisi bunga di dalam ‘view finder’ atau layar monitor kamera. Fokuskan lensa, biasanya dengan memencet tombol setengah. Pastikan lensa benar-benar focus agar foto bunganya tidak kabur. Tahan tangan jangan sampai bergerak atau bergetar pada saat tombol di pencet. Getaran tangan bisa membuat gambar jadi kabur. Kalau tripod tersedia, akan lebih bagus kamera di pasang di tripod. Ambil beberapa gambar sampai diperoleh gambar yang tajam, focus, dan pencahayaannya cukup.

Lakukan pengolahan foto seperlunya, misalnya: cropping, pengaturan kontras, saturasi, dan lain-lain. Contohnya beberapa foto di bawah ini. Foto-foto di bawah ini semuanya diambil dengan menggunakan kamera saku.

Selamat memotret bunga.

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

6 responses to “Tips Memotret Bunga dengan Kamera Saku

  1. toturial yg sangat bermanfaat

  2. bunga dan hasil jepretannya cakep2 bangeet.. like this..

  3. Bermanfaat sekali…. khususnya seperti saya yg masih buta tehnik2 fotografi. Serasa kursus fotografi online nih… Terimakasih pak Isroi.

    • Blognya Bu Ertiana bagus juga. Memang foto2nya terlihat kurang jelas. Padahal tentang makanan. Kalau dibuat lebih bagus fotonya akan bisa lebih menggugah selera. Pakai kamera HPpun bisa. Yang penting perhatikan cahaya, sudut pengambilan foto dan latar belakang.

  4. Terimakasih sudah mau ngintip blog saya yg sangat2 jauh dari sebutan bagus… maklum masih belajar. Terimakasih ya Pak untuk masukannya yang sangat bermanfaat…. Salam untuk keluarga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s