Fotografi: Memotret Hutan Gunung Bunder

Gunung Bunder Bogor

Hutan di Gunung Bunder, Bogor

Saya suka memotret dan fotografi, tapi saya tidak punya waktu khusus untuk melalukan hobi saya ini. Saya memotret setiap ada kesempatan. Memotret apa saja. Dan seringkali memotret sambil jalan-jalan bersama keluarga. Salah satunya ketika memotret hutan di Gunung Bunder.

Awalnya kami ingin berangkat pagi-pagi biar bisa menikmati suasana alami di kaki gunung Salak. Sayangnya, pagi ini Abim mesti les di sekolah. Jadinya kami berangkat setelah Abim selesai les.

Kali ini saya ingin mencari jalur baru dengan bantuan Google Maps. Sayangnya Google Maps masih belum ‘mengenal’ jalur di pinggiran kota Bogor. Bukannya cepat sampai malah kami tempuh dengan waktu yang lebih lama.

Sampai di Gunung Bunder sudah pukul 1 siang lebih. Jam segini biasanya Bogor hujan. Bener saja, langit mulai mendung dan air mulai jatuh rintik-rintik. Buyarlah acara jalan-jalan di hutan kali ini. Bahkan saya belum sempat memotret sekali pun.

Kami kembali ke mobil dan naik sampai ke kawasan perkemahan Kawah Ratu. Hujan semakin deras. Praktis kami tidak bisa ke mana-mana. Akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke bawah. Dalam perjalanan turun ini, Royan yang menyetir. Mobil berjalan perlahan-lahan. Saya jadi punya kesempatan untuk main-main dengan kamera saya.

Sepanjang perjalanan saya melihat suasana hutan yang terlihat mistis. Pohon-pohon pinus yang rapat tersamar di balik derasnya hujan. Sesekali saya membuka kaca dan memotret dari dalam mobil.

Sampai di satu tempat saya melihat pemandangan hutan yang fotogenik. Meski hujan cukup deras, saya nekad turun dari mobil dan membawa kamera saya. Kami lupa tidak membawa payung, jadi saya memotret sambil hujan-hujan.

Saya memotret cukup banyak dalam perjalanan pulang ini. Saya menggunakan lensa normal 28mm f/2.8 dan iso >1000 dan kecepatan rana 1/25. Saya pakai iso tinggi dan bukaan rana yang lambat karena suasana hujan deras dan cahaya minim. Saya juga tidak ingin memakai lampu flash.

Cukup banyak saya mengambil foto. Sayang tidak semua foto hasilnya bagus. Maklum saya memotret sambil kedinginan dan tidak bisa konsentrasi penuh.

Saya olah dengan program aplikasi standard fotografer amatir: Lighroom. Hanya ada beberapa foto yang saya suka. Salah satunya foto di atas.

Dalam beberapa foto saya berhasil menangkap suasana mistis hutan Gunung Bunder. Tadinya saya agak was-was kalau ada kenampakan di foto saya.

image

Di Gunung Bunder ada hutan yang fotogenik dan sepertinya cocok untuk foto2 prewed atau foto outdoor. Suasanya mirip suasana musim gugur di negara sub tropis.

Lain waktu saya ingin datang dan memotret lagi di Gunung Bunder. Kalau perlu saya mau camping agar bisa memotret dengan suasana dan cuaca yang berbeda-beda. Saya juga ingin menambahkan unsur manusia/orang dalam foto itu. Modelnya bisa saja anak2 yang saya suruh lari2 di hutan.

Insya Allah.

Advertisements

One response to “Fotografi: Memotret Hutan Gunung Bunder

  1. Mantap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s