Dulu ketika kau pertama kali
mulai perjalananku ini
seorang tua nan arif berkata:
“Berjalanlah, Nak!
Buntuti matahari
Jangan sampai kau di makan
gelapnya
Bila kau tiba di sebuah
oase
di tengah gurun gersang
Carilah…..!!
Pasti akan kau temukan.”
Sejak itu aku terus melangkah
tanpa henti
Beribu-ribu sahara telah ku lalui
Beribu-ribu oase talah ku cari
namun, tak pernah kutemui
semua oase itu hanya fatamorgana
Kini keringatku telah habis,
darahku mengering
Ku seret langkahku satu-satu
Dalam lubuk hatiku yang paling dalam
keyakinanku tetap membara
Oase itu ada dipelupuk mata
Purwokerto, 24 Juni 1997
isroi







