Tag Archives: Puncak

Koleksi Kaktus Kebun Raya Cibodas

Koleksi Nephentes Kebun Raya Cibodas

Kantung semar atau nephentes adalah tanaman yang unik, karena tanaman ini ‘makan’ binatang, terutama serangga. Kebun raya cibodas yang ada di Cibodas, kaki Gn. Salak memiliki rumah kaya yang menyimpan koleksi kantung semar. Tidak kurang dari 100 spesies kantung semar yang dikoleksi di rumah kaca ini. Kantung semar ada yang berukuran kecil hingga jumbo.

Kalau Anda datang di Kebun Raya Cibodas, jangan lupa untuk mampir di rumah kaca nephentes.

Jalan-jalan ke Kebun Raya Cibodas, Cipanas – Puncak

Kebun Raya Cibodas

Pintu Utama (1) Kebun Raya Cibodas, Cipanas.

Kebun Raya Cibodas, Wisata Alam Alternatif di Wilayah Puncak Bogor

Hari minggu ini kami pergi ke Kebun Raya Cibodas. Sudah lama kami ingin liburan ke sini, tapi baru sekarang terlaksana. Jaraknya sih tidak terlalu jauh dari rumah kami di Bogor. Cuma 48km. Masalahnya buka jaraknya, tapi waktu. Maklum, arah ke Puncak dan Ciboas sudah terkenal macetnya. Pengalaman saya pergi ke Cianjur, Cipanas dan Cibodas, jalur ini sangat macet di akhir pekan dan polisi menerapkan sistem buka tutup. Tipsnya untuk menghindari kemacetan adalah:

  • Harus sudah keluar tol Ciawi sebelum jam 6 pagi.
  • Harus sudah turun ke Bogor dan sampai di pintu tol Ciawi sebelum pukul 6 sore.

Karena itu kami berangkat di pagi buta. Selesai sholat subuh di masjid langsung berangkat. Kami sudah bangun pukul 03.30 pagi. Barang-barang yang mau dibawa sudah disiapkan sejak kemarin malam. Sholat subuh pun sudah dengan pakaian siap berangkat.

Karena masih pagi, jalanan masih cukup lancar. Masuk Tol cuma perlu waktu 20 menit. Keluar tol Ciawi masih pukul 5.30 pagi. Masih lancar. Meski begitu, jalan raya puncak sudah mulai ramai. Kecepatan rata-rata kami cuma 30 km/jam. Alhamdulillah, kami sudah sampai di pintu gerbang Cibodas pukul 06.20 pagi.

Harga Tiket Masuk Kebun Raya Cibodas

Masuk ke Kebun Raya Cibodas ada berlapis-lapis tiketnya. Sebel sebenarnya di sini. Pertama ada pungutan dari desa, besarnya di tiketnya Rp.3000 per orang, tapi tambah pungutan PMI Rp. 2000. Jadi total per orang Rp. 5000. Masih ada lagi pungutan untuk mobil. Entah berapa saya lupa.

Berikutnya tiket masuk ke Kebun Raya Cibodas. Ini tiket resmi dari LIPI yang mengelola Cibodas. Menurut saya sih murah. Harga tiket masuknya Rp. 9.500 per orang dan untuk Mobil Rp. 16.000. Tiket ini lebih murah daripada yang di Kebun Raya Bogor.

Kebun Raya Cibodas

Tiket masuk kebun raya Cibodas, Cipanas.

Jam 07.00 pagi loket baru buka. Jadi kami masuk ke pintu gerbang yang pertama kali. Pertama masuk belok ke kiri. Ini pertama kali kami masuk, jadi kami belum tahu tempat-tempat mana yang bagus dan mana yang kurang bagus. Kami berjalan sambil menyusuri taman-taman yang ada. Kalau ada tempat yang bagus kami turun dan bermain-main di situ.

Anak-anak seneng banget bermain-main di taman itu. Terutama Yusuf, dia lari sana-sini, plosotan dan kejar-kejaran dengan kakaknya.

Suasana Kebun Raya Cibodas

Kebun Raya Cibodas sedikit berbeda dengan Kebun Raya Bogor. Mungkin karena belum tua umurnya. Tanamannya belum terlalu banyak. Beberapa yang unik di tempat ini yang tidak ada di Kebun Raya Bogor adalah koleksi lumut dan koleksi kantung semar. Namun, sayang sekali, ketika kami ke sana, kedua taman ini tutup.

Di Kebun Raya Cibodas juga ada beberapa air terjun. Di Kebun Raya Bogor tidak ada air terjunnya. Airnya pun masih jernih sekali, bisa untuk mandi dan main air. Ketika kami sholat pun wudhu dengan air sungai yang jernih ini.

Kami juga seneng sekali, karena di Cibodas kami bisa membeli tanaman hias. Ada banyak sekali jenisnya. Harganya pun lumayan miring daripada di Bogor. Asalkan kita pintar-pintar menawar saja. Ada berbagai macam kaktus, tanaman bunga, bonsai, sekulen, anggrek dan beberapa jenis tanaman lainnya. Kami memborong banyak sekali tanaman.

Tapi kamu juga sedikit kecewa, terutama dengan pedagang asongan di parkiran Kebun Raya Cibodas. Kami beli kue moci dan straberry. Kecewa banget, karena kue mocinya kecil-kecil. Satu kotak cuma isi lima gelintir yang kecil-kecil. Rasanya nggak karu-karuan. Kapok deh. Sama ketika beli berry-berryan. Kalau pergi ke sana, mendingan tidak usah beli makanan-makanan seperti ini.

Untuk menghindari macet, kami harus keluar dari Kebun Raya sebelum pukul 3 sore. Pertimbanganya, meski jaraknya cuma sekitar 20km ke pintu tol Ciawi, jalan di sini macet. Bener saja, ketika kami keluar masih macet dan masih jalan dua arah. Pukul 3, jalan dibuat satu arah ke bawah saja. Meski begitu, jalanan tetap saja macet. Perjalanan pulang ke rumah kami tempuh dalam waktu 2.5 jam. Artinya 45km/2.5 jam, kecepatannya cuma 18 km per jam. Gila kan.

Tapi kami puas sih main-main ke Cibodas. Kapan-kapan main ke sini lagi, tentunya dengan persiapan yang lebih matang. Kalau bisa dihari kerja, biar tidak macet banget.

Kebun Raya Cibodas

Di salah satu taman di Kebun Raya Cibodas

Kebun Raya Cibodas

Pemandangan di salah satu taman di Kebun Raya Cibodas, Cipanas

Continue reading

Macet di Bogor; 12 km ditempuh 4 jam

Saya biasa kena macet di Bogor. Ini salah satu yang paling parah. Perjalanan saya dari Bogor – Cisarua yang jaraknya cuma kira2 12 km ditempuh dalam waktu 4 jam. Artinya kecepatannya 3 km per jam. Lebih cepat jalan kaki daripada naik mobil.

Hari weekend memang ada aturan buka tutup di jalur puncak. Jalan ke arah puncak ditutup dan dibuka sekirar pukul 6 sore. Saya kebetulan menjemput teman2 dari BPTP yang akan presentasi Monev kegiatan KKP3SL dan MP3I di sebuah hotel di Cisarua. Saya menunggu kedatangan mereka di pool Damri sampai kira2 pukul 4.30 sore. Kami langsung berangkat via tol ke arah puncak.

Saya tidak inggat kalau ada buka tutup jalan. Jadi saya ikut terjebak antrian keluar tol. Jika saya inggat, ada jln alternatif menuju puncak. Keluarnya lewat rest area yang ada sebelum keluar tol. Di samping rest area itu ada jalan kecil yang ada tepat di samping jln tol. Ikuti saja jln jecil ini. Biasanya banyak mobil2 yg lewat jln ini. Ada juga guide motor yang membimbing melewati jln2 kecil menuju puncak.

Setelah jam 6 pintu tol dibuka. Kami mulai jalan. Awalnya perjalanan lancar. Sampai di cipayung, kira2 8 km sebelum tempat tujuan jalan macet. Macet total. Jalannya tersendat2. Saya lihat pakai Waze, kemacetan sampai puncak.

Waze menyaranjan jalan alternatif lewat gang. Saya tawarkan ke temen2 apa kita mau lewat jalan alternatif. Sebagian ada yg khawatir dengan jalan itu, karena saya belum pernah lewat jalan itu. Kalau lewat jalan alternatif, kami bisa menghemat waktu 1 jam. Akhirnya kita lewat jalan itu.

Pintu masuknya sebuah gapura kecil yang hanya cukul 1 mobil saja. Semakin ke dalam semakin sempit jalannya. Jika ada mobil dari depan, kami tidak akan bisa lewat. Ada motor saja sulit untuk lewat.

Ada belokan yang sangat sempit. Saya tanya ke anak2 muda yang nongkrong di situ apakah jlannya bisa dilewati mobil. Mereka menjawab “Bisa”. Kami jalan terus menyusuri jalan sempit itu.

Akhirnya kami sampai di jalan yang cukup lebar. Jalan berkelok2 tajam. Ada tanyakan yang sangat tajam. Hampir2 mobil saya tidak kuat menanjak. Diganjal juga tidak kuat. Saya harus mundur untuk ambil ancang2. Denfan sedikit susah payah, akhirnya sampai juga di puncak tanjakan.

Pas di puncak, pas jalan membelok tajam ke kiri. Untungnya jalan itu sudah diaspal bagua dan cukup lebar. Kami mengikuti jalan itu sampai bertemu kembali ke jalan puncak. Di jalan puncak macet lagi. Macet total. Jarak sebemum tujuan 2.8 km. Kami bisa menghemat perjalanan sekitar 4 km.

Kira2 satu jam lebih kami baru sampai ke tempat tujuan. Kalai dihitung Bogor – Cisarua ditempuh dalam waktu 4 jam lebih dengan kecepatan 3 km per jam.