Pabrik Bioetanol Selulosa


Ini mimpiku. Di dunia mimpi apa saja boleh saja terjadi, terserah yang mimpi. Kata orang sunda: “Blog Aing, Kumaha Aing”. Jangan tanya masalah logika, realita, dan referensi dari mana.


Aku sedang asik-asiknya meneliti tentang bioetanol selulosa (cellulosic ethaol). Penelitianku memang masih dalam taraf percobaan di laboratorium dan skalanya kecil. Tapi aku selalu ‘bermimpi’ tentang pabrik bioetanol berbahan baku biomassa lignoselulosa. Aku pernah mendengar ceramah seorang motivator: “Mulailah dari Akhir”. Aku coba mempraktekannya. Aku sedang memikirkan AKHIR itu.

Fermentasi etanol adalah fermentasi yang sudah sangat kuno. Spirtus (metanol+etanol) atau ciu (etanol) sudah diproduksi dalam skala besar. Artinya teknologi fermentasi dan distilasi dalam skala pabrik sudah dikuasai. Singkatnya tinggal pakai saja.

Untuk kasus biomassa lignoselulosa agak sedikit lain. Teknologi fermentasinya agak maju beberapa langkah ke belakang. Masih ada beberapa proses tambahan sebelum masuk ke fermentasi dan distilasi. Sedangkan untuk pemurniannya menjadi etanol bahan bakar (Fuel Grade Ethanol) juga sedang gencar dikembangkan. Aku lebih fokus di proses awalnya, yaitu menyiapkan lignoselulosa agar bisa difermentasi menjadi etanol.

Bahan baku lignoselulosa sangat banyak. Untuk langkah awal ini aku fokus pada TKKS dan jerami. Berikutnya kalau ada kesempatan adalah limbah kehutanan. Aku pilih bahan baku itu karena jumlahnya sangat melimpah, murah, dan terkonsentrasi di satu tempat (khususnya TKKS). Jika mau membuat pabrik bioetanol masalah bahan baku tidak begitu menjadi masalah.

Proses pertama adalah pretreatment bahan baku. Rasanya kalau tidak dipretreatment dulu TKKS atau biomassa lignoselulosa yang lain sangat sulit untuk dihidrolisis. Lignin sangat kuat melindungi selulosa. Sulit sekali melakukan hidrolisis selulosa tanpa memecah pelindung lignin ini. Banyak sekali metode pretreatmen yang sudah dicoba orang, baik dengan cara fisika, kimia, bilogi, atau kombinasi dari cara itu. Aku menggunakan caraku sendiri, kira-kira seperti gambar di bawah ini proses pretreatment. Prosesnya tidak sama persis seperti yang digambar. Ada beberapa modifikasi dan penyempurnaan untuk mendapatkan hasil pretreatment terbaik. Teknik ini sangat murah dan mudah. Dapat dilakukan untuk skala berapapun. Aku yakin ini akan sangat ekonomis dan efisien.

Proses berikutnya adalah hidrolisis. Hidrolisis secara umum dilakukan dengan dua cara: asam atau enzim. Banyak varian diantara kedua metode ini. Apapun metodenya bentuk reaktor hidrolisis kira-kira seperti alat di bawah ini.

reaktor hidrolisis

roda pengerak reaktor hidrolisis

Reaktor hidrolisis ukuran besar. Reaktor ini berputar pada saat bekerja untuk meningkatkan efisiensi hidrolisis, perhatikan roda pengerakknya.

Aku temukan alat ini ketika sedang jalan-jalan di sebuah pabrik. Sambil jalan-jalan aku bertanya tentang alat ini, untuk apa, dan bagaimana cara kerjanya. Kapasitas alat ini adalah 35 m3, bisa bekerja dalam suhu tinggi hingga > 200oC, tekanan 5-6 bar, tahan asam dan tahan basa. Ketika sedang kerja alat ini berputar-putar sehingga menimbulkan efek pengadukan. Saat mendengar penjelasannya tiba-tiba ‘cling’ ‘aureka’ aku menemukan alat yang aku cari. Rasanya alat ini cocok sekali dengan kriteria proses yang sedang aku kerjakan. Dengan alat seperti ini proses hidrolisis dalam skala besar bisa dilakukan. Yang harus aku lakukan adalah menemukan parameter proses yang paling optimum dan ekonomis untuk hidrolisis TKKS atau biomassa lignoselulosa lain.

Hidrolisat dari reaktor hidrolisis akan ditampung di tangki penampung ini. Sedangkan sisa lignoselulosa yang tidak terhidrolisis akan ditampung di tempat lain untuk dikeringkan dan dijadikan bahan bakar boiler.

penampung hidrolisat
Dua tabung besar ini adalah penampung hidrolisat setelah dari reaktor hidrolisis.

Di tanki penampung ini hidrolisat akan didinginkan. Jika proses hidrolisis menggunakan asam, maka di tangki ini juga dilakukan detoksifikasi dan netralisasi hingga hidrolisat bisa difermentasi. Dari tangki penampung, hidrolisat akan dialirkan ke tangki fermentasi.

fermentor

pengaduk fermentor
Fermentor untuk fermentasi etanol. Fermentor ini memiliki pengaduk di bagian bawahnya yang berputar pelan untuk sirkulasi bahan di dalam fermentor.

Bentuk reaktor fermentasi (fermentor) kira-kira seperti tabung raksasa di gambar ini. Di sini proses fermentasi dibuat optimum untuk menghasilkan etanol. Lama fermentasi kira-kira 2 – 3 hari. Dari fermentor ini, selanjutnya ke bagian distilasi. Aku belum pernah melihat alat distilasi kapasitas besar, tetapi aku pernah melihatnya di internet. Nah, untuk purifikasi nunggu hasil dari peneliti-peneliti lain. Sebenarnya sudah ada dengan menggunakan zeolit sintetis, tapi kalau lihat harganya rasanya belum ekonomis.

Tiap malam aku mimpi jalan-jalan mengawasi produksi bioetanol di pabrik.

Advertisements

55 responses to “Pabrik Bioetanol Selulosa

  1. Salam kenal,

    Tulisan anda sangat menarik, dan mudah mudahan mimpi anda terwujudnya. Saya sedang bermimpi juga dan semoga menjadi kenyataan. Dan sekarang ini sedang mencoba mewujudkan memiliki pabrik bietanol sekala rumahan dulu . Mungkin baru akan mencoba berbahan dasar singkong dulu. Saya boleh minta izin ya. Boleh tulisan ini di masuk ke milist ? Atau anda saya undang bergabung dalam milist bioenergi_indo@yahoogroups.com . Dan ada memasukan tulisan tsb ke dlm milist itu. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih .

  2. Salam hormat,

    Benar pak Isroi, sangat menarik. Benar-benar menarik. Linknya dengan mimpi saya adalah bisa menggaji lebih banyak orang jika saya mempunyai usaha bioetanol ini. Saya ingin bertanya sedikit; untuk memulainya, sebaiknya dimulai dari punya alat dulu, ataukah start from the scratch: berkebun dahulu,
    mungkin sederhana, namun saya butuh masukan, karena sisanya hanya masalah hitung2an cost n benefit saja, yang jauh lebih penting adalah awakening makin banyak orang di negeri pertiwi ini utk mandiri energi,
    pls advice,

    Dika// PT. SUN

  3. Pertanyaan Anda seperti pertanyaan Ayam dulu apa telornya…? Susah menjawabnya.
    Kalau saya melihatnya dari sisi yang agak lain. Ini juga kata teman saya yang sudah berhasil bisnisnya.
    Pertama adalah pasar dulu. Ada ngak pasarnya? Seberapa besar pasarnya? Atau kemana mau menjual? Siapa yang mau beli? dan lain-lain.

    Saat ini untuk bioetanol pasar akan sedang terbentuk. Pasar riilnya bukan untuk biofuel tetapi untuk industri. Nilai ekonominya sangat besar. Sedangkan untuk biofuel, kata orang sih marginnya masih lebih kecil daripada untuk industri.

    Saya khawatir nanti seperti kasus jarak pagar. Katanya hanya ‘tebar pesona’ saja. Riilnya jarak pagar sangat tidak ekonomis, apalagi skalanya besar. Untuk bioetanol ini biarlah berjalan secara alami. Biar waktu yang membuktikan. Dan saya ingin memberi sedikit kontribusi di sini.

    Kedua ya..bisa mengambil contoh kasus kelapa sawit. Dulu kalau mau membangun pabrik sawit harus memiliki kebun sekian ha dan plasma sekian ha. Sekarang banyak orang membangun pabrik tanpa punya kebun, yaa…karena stok sudah terpenuhu dari kebun yang sudah ada.

    Untuk bioetanol ini, sekarang masalah bahan baku sudah jadi masalah. Contoh dengan bahan baku singkong. Dulu di lampung singkong cuma Rp. 300 sekarang Rp. 700. Barusaja ada yang telepon ke saya, katanya ada pabrik tepung tapioka di malang kehabisan bahan baku. Setahun cuma bisa beroperasi 4 bulan saja. Padahal setahu saya di Probolinggo, pacitan, dan daerah sekitarnya adalah daerah penghasil singkong. Apalagi kalau mau membuat pabrik bioetanol. Masalah stok bahan baku harus dipikirin juga, kalau tidak bisa jadi masalah.

    Teknologi bioetanol, khusussnya etanol generasi pertama sudah siap. Bisa baca iklannya di Majalah Trubus, persis sama ramenya ketika mulai booming jarak pagar.

    Ok..Etanol memiliki nilai ekonomi tinggi, tidak hanya untuk biofuel. Kalau Anda bisa memastikan pasokan bahan baku, membuat pabrik mungkin langkah sangat strategis. Sejalan dengan berkembangnya permintaan pasar, saya yakin usaha ini akan berjalan dengan baik. Apalagi kalau ada dorongan dari pemerintah.

    Saya pada dasarnya peneliti, kerjanya mengejar mimpi. Apa yang saya kerjakan mungkin baru terlihat manfaatnya setelah beberapa tahun ke depan. Biarlah waktu yang membuktikannya.

    Ok..semoga bermanfaat.

    isroi

  4. saya terkesan atas penjelasan anda tapi saya ingin mengetahui cara membuat
    1. biodiesel dari minyak goreng jelantah dengan alat alat rumah tangga untuk membuat sendiri dirumah
    2. biodiesel dari buah jarak juga seperti diatas
    3.bioetanol dari tebu juga untuk skala rumah tangga kalau bisa
    penggunaan jarak sudah digunakan pada masa penjajahan jepang untuk pesawat perang / mesin perang, apakah biodisel dari jarak tidak perlu di campur solar.
    tolong ulasannya.

  5. ASS.
    saya sangat tertarik dengan teknologi alternatif bioetanol ini, saat ini di daerah saya terdapat banyak potensi untuk mengembangkan produksi bioetanol ini, namun kami kesulitan mendapatkan referensi alat dan penggunaannya.
    jika ada yang berminat untuk berbagi ilmu ataupun BERBISNIS hubungi no saya : 085223520529
    terimakasih

  6. wah wah pak,, menarik sekali tulisan-tulisan bapak. Saya dan beberapa siswa siswi saya memang kebetulan sedang meneliti bioethanol dari selulosa. Nah, iseng-iseng saya kutak katik internet en,,,, ketemu tulisan bapak. Alhamdulillahnya, kami sudah berhasil menemukan ethanol itu. Wuah luar biasa girangnya. Tapi memang penelitian yang kami lakukan masih sangat sederhana dan skala lab. Tapi mungkin bapak punya beberapa info menarik yang bisa di forward ke e-mail saya? terimakasih

  7. semangat terus pak…

  8. sayed djamaluddin

    ass,kebetulan saya lagi belajar internet,kata kawan2 diinternet banyak sekali ilmu,maka sekarang baru pasang spidi,maka sekarang lagi buka2 cari ilmu,kebetulan dapat bpk Isroi,wah,wah senang banget dan izinkan saya masuk dlm mimpi bapak2,pertama saya ingin mengetahui cara membuat alat bioetanol dari tebu,karena di Aceh lagi banyak tebu ditanam oleh masyarakat dikampung,tetapi skala rumah tangga,dan juga bahan kimianya dimana kita peroleh ? trim atas bantuannya.

  9. Dear Pak Isroi,

    Salam kenal.
    Jika industri etanol ini bisa dibangun sebagai industri kerakyatan di desa desa sudah pasti akan tercipta lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat akan bisa diwujudkan, peningkatan kesejahteraan wong cilik kamu tani yang sampai saat ini jmenderita bisa kita entaskan, dan juga akan membantu negara keluar dari krisis bbm fosil. Apakah Bapak bisa mangajarkan kepada kami bagaimana cara produksi etanol skala rumah tangga, dan di mana kita bisa mendapatkan mesin proses etanol sederhana dan terjangkau oleh rakyat kecil ????? terima kasih dan kami tunggu informasinya.

    Wassalam,

  10. mungkin banyak orang yang tidak semuanya bisa menjalankan usaha bioetanol karena daya pemikiran masyarakat kita yang masih kurang. jadi akan lebih baik lagi jika pembuatan bioetanol dengan cara yang sangat sederhana. terimakasih

  11. Saya punya informasi soal pembuatan ethanol dari tetes tebu dan lainnya, kcuali yg diimpikan bapak pemilik web ini. Saya juga bisa buatkan alat-alat yang diperlukan, termsuk bahan-bahannya selain bahan baku karena mudah. Silahkan hubungi saya di email aqli_wa_qalbi@yahoo.com

  12. yth pemilik web ini..
    saya ada problem nih..
    saya sudah mampu mengasilkan bioethanol dari bahan baku molasses..
    tetapi saya kesulitan memasarkannya..disebabkan karena bau dari bioethanol yang seperti ciu (munuman keras)..

    Dapatkah bapak bisa membantu saya ttg hal ini..
    atas bantuannya saya ucapkan banyak terima kasih..
    bbbbinx2@yahoo.com

  13. saya mau tau bahan-bahan dan peralatan apa saja yang di perlukan untuk membuat bioethanol.
    trus bagaimana cara membuatnya?
    oiya saya membuatnya tidak akan banyak-banyak,paling membuat untuk satu liter saja.jadi tolong bantuannya ya…!

  14. Bagi yang berminat untuk invest di bisnis etanol, saya punya semua chanelnya dari mulai lahan (sudah dengan ijin industrinya), bahan baku (singkong), pembeli (end user / produser tinta), dll…saya perlu investor untuk pembelian mesinnya yang memang lumayan mahal harganya…untuk skala 200 liter per hari Rp.200 jt; 500 liter per hari Rp.400 jt; 1000 liter per hari Rp.700 jt…dengan ROI 3-4 tahun…

    Bagi yang serius dan berminat…bisa menghubungi saya via imel di emma1582@hotmail.com atau via telpon di 0813-8871-3638…

  15. ass…
    wah pak,,ide GILA anda emang ajip…kalo boleh tau,berapa perbandingan banyak bahan yang dibutuhkan dengan hasil yang didapat???ato boleh dikata %hasilnya???trus isi tabung reaktornya paan ya??apa aspergillus yang dapat memecah polimer gula menjadi monomer2 glukosa???hohoho
    sorri banyak tanya,,soalnya saya tertarik banget sama bioetanol tapi pengetahuan saya masih kurang tentang hal itu…mohon balas ke email saya..thanks B4
    thebachelor_speed@yahoo.com

  16. Saya tidak bisa mengirimkan email ke alamat email yang Anda berikan.

  17. kalau boleh tahu untuk fermentasi selulosa meggunakan mikrobia apa ? karena saya pernah baca di majalah inti sari tidak menggunakan sacharomices. saya juga ingin mencoba kalau bisa bantu dapat raginya dan belinya dimana?
    terimakasih.

  18. Terima kasih atas kunjungan anda.
    Hidrolisis lignoselulosa memang menghasilkan dua jenis gula, yaitu gula C5 dan gula C6. Sacharomices hanya bisa merubah gula C6 menjadi ethanol. Sedangkan untuk gula C5 yang bisa mengubahnya adalah fungi, yaitu: Mucor dan Rhizoplus (jamur tempe). Coba hubungi lab mikrobiologi terdekat, mungkin mereka menyediakan dua jenis jamur ini.

    semoga membantu.

    isroi

  19. terimakasih atas bantuan Bapak. memberikan informasinya. namun untuk asam yang digunakan untuk hidrolisisnya belum ada.
    Saya ada referensi mengenai penggunaan enzim Actina Fulic a dari bekicot yang digunakan untuk proses hidrolisis apakah dapat diterapkan.

    terimakasih

  20. Asam yang biasa digunakan adalah asam sulfat dengan konsentrasi rendah. Coba bapak lihat juga posting saya di: karena ada tahapan yang harus dilakukan jika menggunakan asam. Enzym yang biasa digunakan adalah enzym selulase, saya tidak tahu dengan enzym actina fulic ini. Penggunaan enzym bisa dibarengkan dengan fermentasi etanol.
    Semoga membantu.

    isroi

  21. Pingback: Potensi Biomassa Lignoselulosa di Indonesia sebagai Bahan Baku Bioetanol:JERAMI PADI « isroi

  22. Wirawan Ciptonugroho

    Saya sangat2 tertarik tentang utilisasi selulosa dan sangat senang kalau bisa berdiskusi dengan Mas Isroi

  23. Silahkan saja, karena saya juga senang berdiskusi. Bisa saling tukar pengalaman.

    isroi

  24. saya brana dari ITS surabaya…

    saya bukan kasih komentar tetapi mau bertanya,

    saya mau membuat fermentasi etanol untuk pembuatan bahan bakar hidrogen yang nanti nya akan di buat untuk tugas akhir..
    bahan baku untuk membuat etanol yang cocok apa aja?
    gimana proses terjadinya etanol?

  25. balas lewat email saya

    gatres_stres@yahoo.co.id

    terima kasih….

  26. Bahan yang paling mudah yaa… dari gula-gulaan, seperti nira aren, nira kelapa, nira tebu, dll.
    Sedang yang agak mudah ya… dari pati-patian, seperti tapioka, pati, dll.
    Sedang yang paling sulit dari lignoselulsoa alias kayu-kayuan.
    Semoga bermanfaat.
    isroi

  27. saya ingin tanya bagaimana pengaruh mutan trichoderma Aa1 dalam pembuatan bioethanol dari jerami padi ? krmkan saja ke email saya krn saya sangat membutuhkan thanks

  28. makasih pa isroi ilmunya sgt bermanfaat, gratis lagi
    mo ikutan nanya juga pa
    1. ada komentar ttg bioetanol dari batang pisang?
    2. ada bhn baku bioetanol yg potensial tapi blm banyak disentuh ga?
    3. kalo boleh tlg kasih contoh analisis keekonomian industri (besar/kecil) bioetanol dari lignoselulosa?
    4. kalo pa isroi keberatan untk jwb, ada rekomendasi ga saya nanya ke siapa?

    makasih banyak pa
    anas di bogor

    • Terima kasih kembali.
      1. Saya tidak banyak tahu tentang bioetanol dari batang pisang. Kalau yang diambil adalah biomassa lignoselulosa-nya memang bisa, tetapi kalau langsung difermentasi rasanya sulit.
      2. Ada banyak potensi, khususnya di Indonesia, yang belum di’sentuh’. Misalnya: sorgum manis, nira, sagu, umbi-umbi hutan, dll. Dan potensi yang paling besar adalah biomassa lignoselulosa.
      3. Saya belum punya analisis ekonominya, di dunia juga baru skala pilot plan.
      4. Coba tanya ke Pak Ronny Purwadi yang di teknik kimia ITB, cuma saya lupa alamat emailnya, mungkin disearch di websitenya ITB bisa ketemu.

      isroi

  29. ass,pak saya mahasiswa S1 FTP UGM, kebetulan topik penelitian untuk tugas akhir saya berhubungan dengan mimpi bapak, yakni tentang bioetanol dari lignoselulosa. tapi bukan TKKs atau jerami. sampel saya batang jagung. sekarang saya sedang dalam tahap meneliti pretreatment yang optimum digunakan. saya menggunakan alkali pretreatment yakni menggunakan NaOH variasi konsentrasi dikombinasikna dnegan suhu tinggi, apakah bapak mempunyai jurnal atau info lebih tentang perlakuan pretreatment yang paling baik?kalau ada bolehkah saya meminta infonya..untuk langsung dikirim ke imel saya. dan kalau tidak keberatan, semoga bapak mau berdiskusi. terima ksh.
    semoga mimpinya cepat terwujud!

    • Di UGM kan adan Bu Ria Millati, Pak Nurcahyanto, yang juga banyak meneliti tentang bioethanol. Silahkan diskusi langsung saja dengan mereka. Ilmunya lebih banyak daripada ilmu saya. karena saya juga banyak belajar dari Beliau-beliau itu. Silahkan saja kalau mau berdiskusi dengan saya.

  30. salam sejahtera..
    saya ingin bertanya seputar tentang bioetanol dengan bahan baku selulosa.
    1.apakah kualitas yang dimiliki oleh bioetanol dengan bahan baku selulosa memiliki sifat atau kualitas yang sama persis dengan bioetanol yang dihasilkan dari bahan baku gula/molases?
    2.klo ada perbedaan dari produknya ap dari kedua bioetanol dengan bahan baku yang berbeda tersebut?
    terimakasih atas penjelasannya.. mohon di balas

    • Secara teori ethanol-nya persis sama, karena rumus molekulnya juga sama, bahan yang diubah sebenarnya gula-gula juga. Berbedaan kualitas mungkin terletak dari perbedaan kualitas proses yang dilakukan. Jika prosesnya menggunakan hidrolisis asam, mungkin ada beberapa zat lain yang ikut waktu distilasi. Selain itu rendemennya untuk etanol dari selulosa juga tergantung pada efisiensi hidrolisisnya, kalau rendah ya…rendah juga hasilnya. Selain itu proses pembuatan etanol dari selulosa lebih sulit daripada dari gula. Ada perbedaan 2-3 tahap di depannya.

  31. salam….
    saya sudah produksi bio etanol,tp saya kesulitan dalam hal pemasaran kearena memang produksi saya masih sekala rumahan.mungkin bapak punya inpo kemana saya harus menjual etanol produksi saya?
    sekedar informasi,saya memproduksi etanol berbahan dasar singkong,dengan lokasi di CIAMIS JAWA BARAT.
    terima kasih

  32. ass. pak bisa minta no hp bapk untuk bisa bertukar pengalaman sama bapak salam kenal dari saya wijaya tennessy iskandar,Shut,salah ketua LSM BEC di kota tarakan yang mengarah ke bahan bakar nabati nantinya untuk bahan baku insyallah kami siap untuk pengembangan namun terkendala dalam hal teknologi dan mesinya untuk pengembangan bahan baku singkong tsb. mudahan kita bisa saling bertukar pengalaman,thanks ya pa

  33. ass,pak saya endy di medan…
    di daerah saya banyak sekali pabrik keripik singkong….
    dan mereka punya limbah seperti kanji,apakah bisa saya memanfattkan kanji tersebut menjadi bioetanol ataw biodesel????
    atas perhatian bapak saya ucapkan banyak terimakasih…..

    • Wassalammu’alaikum wr wb.
      [catatan: mohon jangan menyingkat assalamu’alaikum dengan ass, karena dalam bhs Engris artinya jelek sekali. Thx]
      Kemungkinan memang limbah tersebut memang kanji atau pati. Dan pati memang bisa dibuat menjadi etanol, kalau biodiesel agak panjang sekali jalannya. Tetapi harus dicek dan dipastikan terlebih dahulu bahwa limbah tersebut memang pati.
      Ada cara sederhana untuk mengecek pati, yaitu dengan menggunakan larutan KI (kalium iodida). Bahan kimia ini bisa dibeli di toko-toko yang menjual bahan-bahan kimia laboratorium. Teteskan saja KI ini di dalam limbah tersebut, apabila warna limbahnya berubah jadi biru, berarti memang limbah tersebut mengandung pati. Semakin pekat warna birumya semakin tinggi kadar patinya.
      Coba baca lagi di posting saya yang membahas tentang pembuatan etanol dari pati-patian.
      Semoga bermanfaat.

  34. Hai… salm kenal…
    Langsung saja ya…
    Saya mahasisswa Teknik Kimia UPN Yogyakarta,mau bertanya nie.. Kan saya lg menempuh skripsi tentang Pra Perancangan Pabrik Xylosa dari Tandan Kosong Kelapa Sawit. Mohon bantuannya.. Mgkin dari mas isroi punya ilmu yang bs di share ke saya.. Terutama tahap pretreatmen,proses direaktor,dan pemisahannya. Sebelumnya terimakasih atas perhatiannya dan mohon bantuannya..

    • Ada literatur dari malaysia – MPOB yang membahas tentang pembuatan xylosa dari tandan kosong kelapa sawit. Literaturnya bisa didownload gratis. Silahkan tanya om Google.

  35. Yth : moderator…..

    saya Hotman Gultom
    alamat balikpapan
    Telp flexi 0101705427071946
    HP 08125809972

    Saya ada rencana untuk membuat pabrik bioetanol di Balikpapan, kaltim di daerah PPU (Penajam Pasir Utara)
    jika ada teman2x yang tertarik untuk saling berinvestasi dan berinteraksi..saya mohon bantuannya untuk saling berkomunikasi

    rgds,
    Hotman Gultom, Balikpapan

    saya minta no hp bapak pak….,tks, rgds….

  36. salam sejahtera..
    pak saya mau tanya?
    bagaimana proses hidrolisis selulosa dari batang pisang???
    apakah penggunaan enzim T.viridie lebih baik daripada asam???
    apa bapak punya literatur untuk batang pisang???
    terimaksaih pak…

    • enzim dari trichoderma adalah enzim selulase untuk hidrolisis bukan untuk pretreatment. Saya tidak punya literatur tentang batang pisang dan belum pernah mempretreatment batang pisang. Jadi sebaiknya dicoba dulu saja dari metode pretreatment yang sudah ada.

  37. salam sejahtera..
    pak saya mau tanya?
    bagaimana proses hidrolisis selulosa dari batang pisang???
    bagaimana proses pretreatmentnya…

  38. assalamualaikum
    saya lagi penelitian bioetanol dari limbah sagu, bisa minta tolong mungkin ada yang tahu dimana saya bisa mendapatkan ezim selulase yang cair..mksh

  39. asw pak isroi…
    ada yang mau saya tanyakan…
    knp dlm hidrolisis asam, sering menggunakan asam yang berkonsentrasi rendah?
    emang apa keuntungannya dibandingkan dengan asam yang berkonsentrasi tinggi?
    apakan produk glukosa yang dihasilkannya lbh bnyak atau gmn?
    trz yang tergolong asam konsentrasi rendah untuk proses hidrolisis rangenya brp persen y pak?
    mksh sebelumnya…

    • Wassalamu’alaikum wr wb…
      Sudah ada di jurnalnya Pak Taherzadeh bisa didownload gratis jurnal ilmiahnya di link ini: http://www.ncsu.edu/bioresources/
      Cari dengan kata kunci taherzaeh, karimi, enzimatic hidrolysis, acid
      Diulas secara lengkap keunggulannya dan menjawab pertanyaannya dengan lebih detail dengan referensi ilmiahnya.
      Semoga bermanfaat.

  40. oh y pak ada yang mau ditanyakan lg..
    biasanya asam yang digunakan untuk proses hidrolisis itu asam sulfat y pak?
    bisa g dengan asam yang lain? kalo bs, asamnya apa aja pak?
    trz knp banyak yang menggunakan asam sulfat,,, emang keuntunganya apa pak?
    maaf y pak bnyk tanya…..
    mohon jawabanya pak…
    terima kasih….

  41. assalam… wr. wb.

    Artikel bapak kebetulan bertautan dengan judul TA yang sedang saya rencanakan yaitu: Pra Rencana Pabrik Etanol dri Tandan Kosong Kelapa Sawit.
    Seperti yg bapak utarakan, proses produksi etanol dg bahan tsb lebih rumit dbanding dg bahan lainnya.
    Oleh karena itu, sya ingin berguru dg bapak demi kelarnya TA ini:
    1. Mohon rekomendasikan terknologi sistem proses karena sya kebingungan terkait pilihan teknologi sistem prosesnya.
    2. Mohon rekomendasikan literatur terkait
    terima kasih pak isroi.
    salam bioetanol

  42. Pingback: Membayangkan Sebuah Pabrik Bioetanol dari TKKS | Berbagi Tak Pernah Rugi

  43. Bila pembuatan bioethanol selulosa base masih memakai bahan2 pangan manusia, spt singkong , jagung dll mungkin sdh banyak contohnya. Namun bila bahan baku selulosa base adalah sampah, itu baru hebat.
    Saya punya nutrisi TERB yg berisi mikroba untuk membantu proses fermentasi nya. Sampah saja mampu terfermentasi, aplg bahan makanan manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s