Kuliner Unik dari Maluku Utara

makan pisang pakai sambel

Menu pisang goreng yang dimakan bersama dengan nasi dan sayur. Makanan di sebuah rumah makan di Tobelo, Halmahera Utara. (Foto koleksi pribadi)

Makan pisang dengan kacang merah. Makan pisang goreng dicocol pakai sambel, ikan teri, dan kacang merah. Makan ubi, singkong, dan pisang rebus dengan sayur ikan, sayur terong, dan sambal. Minuman jahe dengan gula aren, kacang kenari, pisang, dan sambel. Paduan rasa yang unik dan aneh di lidah saya.

(Sayang sekali, saya tidak sempat memotret makanan-makanan unik ini, karena waktu makan kamera dan hp saya tertinggal di tas)

Setiap berkunjung ke daerah baru salah satu yang menarik adalah makannya. Saya tidak suka mencoba makanan di resto2 besar yang terkenal. Saya lebih suka makanan-makanan tradisional yang unik-unik dan khas daerah setempat. Karena itu, ketika sampai di Maluku Utara masalah makanan jadi pertatian saya.

Malam saya dijamu di rumah dinas Kepala BPTP, Pak Andriko. Kita duduk lesehan bertiga dengan Pak Assegaf. Oleh istri Pak Andriko kita dijamu pisang goreng dan kacang.

Bu Andriko bilang jika pisang ini khas Maluku. Bentuk pisangnya seperti pisang Mas. Kacangnya juga khas daerah sana, kacang tanah merah. Yang lebih unik cara makannya. Katanya pisang ini paling enak dimakan sama kacang merah.

Kacangnya memang bener gurih. Dipadu dengan rasa pisang yang lembut dan sedikit manis rasanya jadi lain. Enak sih, tapi aneh saja bagi saya.

Buah pisang ternyata memiliki posisi penting dalam kuliner di Maluku ini. Ketika kita makan di sebuah restoran, menunya berisi: ikan bakar, kangkung, sambal ikan bakar, dan pisang goreng.

Tadinya saya berfikir jika pisang ini sebagai cemilan atau makanan penutup. Pak Assegaf mengajari saya kalau pisang ini dimakan dengan nasi. Dengan nasi.. ???? Pikir saya dalam hati.

Pak Assegaf menunjukkan caranya. Jadi pisang ini jadi seperti lauk nasi kita. Saya mencoba mengikuti cara makan Pak Assegaf. Rasanya enak juga. Unik.

Malam hari sebelum pulang, Pan Assegaf mengajak saya makan lagi di sebuah restoran yang cukup ramai. Meski terkesan modern, restoran ini juga menyediakan masakan tradisional.  Cara makannya prasmanan sepuasnya dan hartanya murah. Mantap nih. Kata saya.

Di meja hidangan ada beberapa macam masakan. Menu utamanya ikan. Ada papeda, yaitu makanan pokok yang dibuat dari sagu. Bentuknya seperti lendir putih dan lengket.
“Ini enak dimakan pakai sayur ikan ini,” jelas pak Assegaf.
Pak Assegaf menunjukkan cara mengambil papeda dengan sumpit. Papeda digulung-gulung baru ditaruh di piring. Saya ambil benerapa sayuran ikan dan sayur daun ketela dan bunga pepaya jantan.

Ketika saya mau ambil sendok, Pak Assegaf mengatakan kalau papeda lebih enak dimakan langsung dengan tangan tidak pakai sendok. Ragu2 saya, mengingat bentuknya yang kental seperti lendir. Saya coba makan papeda ini dengan menggunakan tangan. Awalnya memang agak susah, lama kelamaan saya bisa membiasakan untuk mengambil lendir papeda itu.

Papeda rasanya hambar seperti nasi. Jadi bisa dimakan dengan apa saja. Masakan ikan tuna, ikan cangkalang, sambel, dan sayuran berpadu di dalam mulut. Saya merasakan sensasi makan yang berbeda. Tapi enak juga.

Selesai makan seporsi papeda, Pak Assegaf menunjukkan menu lain. Pisang, singkong, dan ubi yang dimasak dengan santan. Lagi2 saya berfikir kalau ini makanan penutup, ternyata bukan. Makanan-makanan ini adalah pengganti nasi dan dimakan dengan sayur ikan, sambal dan sayur.
Masak……???? 

Saya penasaran bagaimana rasanya makan ubi dengan sayur. Saya ambil sepotong pisang, ubi dan singkong ke dalam piring. Lalu saya ambil sayur ikan, sayur daun singkong dan sambal.

Pertana saya gigit dulu ubi. Manis dan gurih. Saya coba singkong, gurih juga. Lalu coba saya padukan dengan sayur ikan dan sambal. Rasanya sulit diceritakan. Ya ada manisnya, ada gurihnya, ada rasa ikannya dan ada pedasnya. Camput aduk dimulut sambil saya kunnyah-kunyah. Enak……

Tak terasa habis juga makanan sepiring. Perut kenyang.

Malam belum larut. Pak Assegaf mengajak saya duduk2 di pinggir pantai. Ini salah satu yang khas lagi di Maluku, kata Pak Assegaf.

Beliau memesan dua paket makanan. Penjaja di warung2 ini kebanyakan banci. Hiiiiii……. ngeri…..

Beberapa lama kemudian pesanan kami datang. Isinya:
– dua gelas jahe dengan taburan biji kenari
– pisang.bebek goreng
– kacang tanah merah
– sambel

Sambel dan pisang tidak ketinggalan. Cara makannya pisang goreng dicocol ke sambel dan dimakan bareng dengan kacang goreng. Rasanya seperti apa lagi ini? Pikir saya.

Saya ambil pisang goreng, saya cocol sambel lalu saya makan. Pedes2 aneh, tapi enak juga. Mulut yang masih ada pisangnya saya masukkan lagi kacang. Saya kunyah bareng2 biar tercampur di mulut. Paduan citarasa yang unik banget, baru pertama kali saya merasakannya.

Minumnya jahe denga gula aren. Rasanya pedas segar. Ditambah dengan gurihnya kacang kenari. Mantap.

Sayang, saya tidak bisa ambil semua foto makanan-makanan unik ini. Kalau Anda ke Maluku, silahkan dicoba.

Advertisements

One response to “Kuliner Unik dari Maluku Utara

  1. menarik sih, tapi membuat saya mengernyit saat membacanya. kalo kesana, kayaknya belum tentu minat nyoba juga. tapi sayang ya kalo ga coba, khasnya disana doang sih, ga ada di tempat lain :DD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s