Mungkin tidak banyak yang menyadari tentang bahaya sampah plastik. Sampah plastik yang dibuang sembarangan, terutama ke perairan; sungai, selokan atau laut, lambat laun bisa hancur menjadi kecil-kecil karena proses fisik. Plastik sangat sulit terurai, jadi meskipun ukurannya sangat kecil, plastik tetap tidak bisa terurai. Ukuran plastik ini sangat kecil, keeecciiilll sekali.
Hewan-hewan renik, plankton, yang hidup diperairan tanpa sengaja memakan sampah plastik mikro ini. Lebih parahnya, plankton pun tidak bisa mencerna plastik mikro yang mereka makan. Plastik ini akan menumpuk di tubuh plankton.
Yang membuat lebih celaka adalah plankton ini merupakan makanan bagi ikan-ikan dan hewan laut lainnya. Plastik-plastik mikro ini akan juga terkumulasi di dalam tubuh ikan. Ikan juga tidak bisa mencerna plastik-plastik ini meski berukuran mikro.
Ikan-ikan pada akhirnya akan terhidang di atas meja makan kita. Mungkin secara tidak sadar kita ikut makan sampah plastik-plastik mikro ini. Plastik-plastik juga bisa terakumulasi di dalam tubuh kita. Dlama jangka panjang, bukan tidak mungkin plaastik-plastik mikro ini bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan manusia.
Karena itu, kurangi penggunaan plastik. Buang plastik pada tempatnya agar bisa didaur ulang dan tidak mencemari lingkungan perairan dan termakan olen plankton-ikan- dan akhirnya oleh kita.
Pengembangan BIOPLASTIK yang bisa hancur sudah merupakan kebutuhan dan tuntutan.
Bahan kalimaya teh yang full jarong. Warnanya cantik sekali.
Melanjutkan posting kemarin tentang keberuntungan Abim mendapatkan bahab Black Opal full jarong. Masih ada bahan opal kalimaya lain. Setelah diamati memang kalimaya batu yang cantik. Sayang, ukurannya yang sak upil-upil. Ada dua bahan yang sak upil-upil ini. Perhatikan warna ‘jarongnya’, penuh dan dalam sekali.
Bahan kalimaya banten. Ukurannya umumnya kecil. Sepintas seperti pecahan batu biasa,
Bahan kalimaya/opal banten yang full jarong. Warna bening.
Abim hari ini beruntung mendapatkan bahan blak opal yang sudah keluar jarongnya. Awalnya jarongnya hanya terlihat sedikit di ujungnya. Warnanya merah menyala. Oleh Abim bahan black opal ini direndam dengan minyak zaitun dan sedikit digosok. Ternyata setelah digosok baru ketahuan jika jarongnya sudah full. Warnanya macam-macam: merah, hijau, biru, kuning. Hanya saja ukurannya yang kecil. Kalimaya dan black opal memang jarang yang berukuran besar. Umumnya kecil-kecil semua.
Tanaman karet pertama di Indonesia di tanam tahun 1876 di Cultuurin Bogor.
Indonesia adalah produsen lateks/karet terbesar kedua di dunia. Tanaman karet bukanlah tanaman asli Indonesia. Pertama kali ditanam di Bogor, Jawa Barat tahun 1876 . Dari sini kemudian menyebar ke Sumatera dan Jawa. Penjajah Belanda menjadikan Indonesia sebagai daerah perkebunan karet dan akhirnya menjadi salah satu produsen karet terbesar di dunia.
Kalau Anda tertarik dengan tulisan di blog ini dan berniat untuk meng-copy-nya serta menyebarluaskannya. Jangan malu-malu, copy aja langsung atau save as lewat menu bar. Boleh diubah, dimodifikasi, dan diperkaya, asal tetap mencantumkan credit-nya dan alamat URL-nya. Diperbolehkan selama untuk tujuan kebaikan, tidak melanggar hukum, norma-norma etika dan kesulilaan, tidak menyinggung SARA, dan BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIAL. Yang terakhir ini harus bayar Royalti ;). Jika Anda memiliki sesuatu yang ingin ditambahkan, koreksian, komplain, bantahan, protes, gugatan, atau yang lainnya, silahkan masukkan di kolom komentar. Kalau Anda merasa bahwa isi blog bermanfaat, silahkan berbagi dengan yang lain. Silahkan klik icon-icon berbagi yang ada di bawah setiap artikel.