Indra Keenam Rizki

Rizki, anak dengan indra keenam

Rizki, anak dengan indra keenam.

Namanya Rizki, umurnya baru lima tahun. Rizki tak ubahnya seperti anak-anak seumurnya yang suka bermain dan masih sering manja dengan orang tuanya. Namun, Rizki memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh anak-anak lain seusianya. Rizki memiliki ‘indra keenam’ yang bisa merasakan dan melihat mahluk-mahluk lain yang tidak ‘kasat mata’.

‘Keistimewaan’ Rizki ini pertama kali disadari oleh orang tuanya ketika Rizki berumur sekitar dua tahun. Pada saat itu Rizki diajak ke kamar Bu Dhenya di rumah neneknya. Rumah itu cukup besar dengan beberapa kamar. Perlu diketahui, rumah ini tepat di belakang rumah salah satu pasangan para(tidak)normal terkenal di negeri ini yang menjadi anggota DPR/MPR. Sang para(tidak)normal ini memiliki rumah yang besar dan sebuah padepokkan. Kabarnya sang para(tidak)normal ini memiliki ‘kesaktian’ dan memelihara banyak ‘dedemit’. (Wallahu a’lam kebenarannya). Nah, ketika Rizki memasuki kamar itu tiba-tiba dia menangis meraung-raung. Sebuah tangisan yang tidak sewajarnya. Ketika dia sudah mulai tenang, Rizki mengatakan kalau ada kakek-kakek tua berpakaian hitam yang duduk di salah satu ujung kamar itu, karena itu dia takut dan menangis.
Continue reading

Foto terbang Natsumi Hayashi: Levitation

Natsumi Hatashi

Natsumi Hayashi, gadis Jepang, ini memotret dirinya sendiri. Namun, yang uni adalah dia melompat ketika difoto, sehingga terlihat seperti terbang. Sebagian besar foto-foto Natsumi dibuatnya sendiri. Dia menggunakan timer dan pre-focus untuk memotret dirinya sendiri. Beberapa detik sebelum shutter terbuka, dia melompat.

Foto-foto Natsumi sangat luar biasa. Dia mengambil foto dibanyak tempat, di kafe, di jalan, di dalam tram, di rumah. Terlihat unik dan artistik. Meskipun, teknik ini bukan dia sendiri yang menemukannya.

Silahkan lihat foto-foto Natsumi di websitenya yang sangat terkenal:
http://yowayowacamera.com/

Situs Fotografi 500px.c0m

This slideshow requires JavaScript.


Karena suka jeprat-jepret aliat memotret saya akhirnya ketemu dengan website http://500px.com. Salah seorang teman saya yang memberi tahu saya tentang situs ini. Situs http://500px.com adalah sebuah situs komunitas fotografi yang cukup besar. Di situs ini berkumpul fotografer-fotografer profesional dan amatir seperti saya ini. Saya senang melihat foto-foto yang bagus-bagus. Dari sini saya bisa belajar dan meniru dari fotografer yang sudah mahir.

Foto-foto yang dipajang di situs ini sebagian besar sudah dipermak tampilannya. Ada yang dimanipulasi sederhana (basic) atau bahkan total dimanipulasi. Namun, yang terpenting adalah foto-foto itu terlihat indah dan enak dipandang mata.

Asiknya lagi di situs ini kita bisa memberi komentar, vote, atau like. Foto-foto yang banyak di-vote akan mendapatkan score tinggi dan masuk ke dalam kelompok populer. Jadi kita bisa berinteraksi dengan member-member lain.

Selain itu, di situs ini kita juga bisa menjual foto-foto kita secara online. Kalau foto-foto kita bagus dan banyak di-vote apalagi masuk ke editor’s chooice besar peluangnya untuk ‘laku’ dijual. Sistemnya adalah bagi hasil. Kita mendapatkan bagian dari hasil penjualan foto-foto kita. Besarnya, untuk download sekitar $2 dolar sekali download. Lumayan kan. Apalagi kalau dibeli print, bisa sampai puluhan dolar.

Kalau Anda suka memotret dan ingin mendapatkan sedikit uang tambahan dari hobi Anda itu, alangkah baiknya kalau bergabung dengan http://500px.com.

Landscape photos of Central Java

This slideshow requires JavaScript.

Menyeberangi Kali Progo Magelang

This slideshow requires JavaScript.


Lima anak menyeberangi kali Progo untuk kembali ke desa mereka. Kali Progo ini memisahkan antara desa mereka dengan kota Magelang. Menyeberang kali ini merupakan jalan terdekat daripada mesti melalui jembatan yang jaraknya sekitar 1 sampai dua kilo dari tempat ini. Kali Progo di posisi ini cukup lebar, mungkin sekitar 40-50 meter lebarnya. Kali Progo juga banyak batu-batu besar, airnya keruh dan cukup dalam. Namun, ada beberapa bagian kali yang airnya dangkal. Bagian yang dangkal inilah yang sering dilalui warga desa Gemulung untuk menyeberang menuju kota. Ketika menyeberang mereka mesti ekstra hati-hati dan memilih jalur yang dangkal. Kalau tidak hati-hati, mereka bisa hanyut terbawa arus sungai.

Menyeberangi kali Progo butuh keberanian, nekad, dan pengalaman. Karena nyawa taruhannya. Sungai ini sudah banyak memakan korban jiwa, terutama ketika musim penghujan dan air sangat deras. Sudah banyak orang yang hanyut dan meninggal terbawa arus sungai.

Pembuatan Kompos Sampah Organik Kota Skala Besar untuk Pupuk Organik

This slideshow requires JavaScript.

Pengomposan sampah merupakan salah satu cara untuk mengolah sampah organik. Jika sampah kota ini berhasil dikomposkan, maka akan lebih mudah diolah menjadi pupuk organik. Namun, mengomposkan sampah kota tidaklah mudah, apalagi dalam skala yang besar.


Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Pengomposan sampah masih dianggap sebagai salah satu solusi mengatasi permasalahan sampah di kota-kota besar. Dalam skala makro, menurut saya pengomposan bukanlah salah satu solusi mengatasi masalah sampah (lihat tulisan saya ini: kompos bukan solusi sampah). Namun, di beberapa tempat sudah terlanjur di bangun fasilitas pengomposan sampah skala besar. Sebagian yang saya tahu, beberapa tahun yang lalu di Cilincing Jakarta sudah dibangun dan diresmikan fasilitas pengomposan dengan biaya sangat-sangat besar. Diresmikan oleh Gubernur Sutiyoso kalau tidak salah ingat. Kabarnya fasilitas tersebut tidak berjalan seperti yang diinginkan.

Fasilitas pengompomposan sampah yang lain ada di salah satu kota terbesar di Jawa Tengah. TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah ini diharapkan bisa mengolah sampah yang diproduksi di kota ini yang kuantitinya mencapai 250-300 ton per hari. Namun, saat ini TPA ini hanya bisa mengolah 100 ton sampah per hari. Dalam desain awalnya mestinya tempat ini bisa dan sanggup mengolah seluruh sampah. Rendahnya kapasitas pengomposan tempat ini disebabkan karena banyak hal, slah satunya proses pengomposan yang berjalan kurang optimal.
Continue reading

Gelandangan di jalan ‘Ngarakkan’

gelndangan magelang

gelandangan magelang

Malam itu saya mengantar umminya anak-anak ke dokter. Istri saya sudah beberapa hari batuk dan belum juga reda meskipun sudah meminum obat batuk. Dalam perjalanan kami melihat seorang gelandangan yang sedang duduk di depan sebuah ruko yang sudah tutup. Pakaiannya compang-camping, sudah robek di sana-sini. Rambutnya pun panjang dan gimbal karena tidak pernah mandi. Kami ingat gelandangan ini, beberapa hari yang lalu kami juga melihatnya di sisi jalan yang lain. Malam-malam dia berjalan di kegelapan, kemudian berhenti di sebuah tong sampah dan mengais-ngais isinya. Mungkin dia lapar lalu mencari-cari sisa makanan yang bisa untuk mengisi perutnya.

Kali ini dia duduk di trotoar yang sedikit gelap. Cahaya remang-remang dari arah depan membuat tubuhnya terlihat seperti siluet. Dia duduk termenung dan sekali-kali mengais-ngais isi keranjangnya. Entah apa yang dia cari.
‘Kasihan dia, Bi!’, celetuk istri saya.
‘Iya’, jawab saya lirih.
Continue reading

Graffiti Seputaran Magelang

This slideshow requires JavaScript.


Graffiti atau coretan di dinding banyak ditemui di kota Magelang.

Di Bak Belakang Truk

This slideshow requires JavaScript.

Bak belakang truk sering dihiasi dengan tulisan,lukisan, maupun grafiti yang menarik pengendara di belakangnya. Tulisan atau gambar-gambar tersebut kadang-kadang lucu, norak, santun, puitis, pantun, atau bahkan menjengkelkan. Saya sering senyum-senyum sendiri ketika membaca tulisan-tulisan itu. Tak jarang tulisan itu memberi ide, memotivasi, dan semangat.

Kompor Bioethanol

Beberapa video di YouTube yang berisi informasi menarik pemanfaatan dan pembuatan peralatan berbahan bakar ethanol. Selamat menikmati.


Continue reading