Tag Archives: Biofertilizer

BIOTEKNOLOGI MIKROBA UNTUK PERTANIAN ORGANIK


donwload ebook gratis microbiologyAlasan kesehatan dan kelestarian alam/lingkungan menjadikan pertanian organik sebagai salah satu alternatif pertanian modern. Pertanian organik mengandalkan bahan-bahan alami dan menghindari segala asupan yang berbau sintetik, baik berupa pupuk sintetik, herbisida, maupun pestisida sintetik. Namun, petani sering mengeluhkan hasil produksi pertanian organik yang produktivitasnya cenderung rendah dan lebih rentan terhadap serangan hama. Masalah ini sebenarnya bisa diatasi dengan memanfaatkan bioteknologi berbasis mikroba yang diambil dari sumber-sumber kekayaan hayati non sintetik.
Continue reading

Inovasi Berbasis Mikroba

Aku banyak bekerja dengan mikroba, terutama mikroba-mikroba  yang bermanfaat bagi tanaman.  Dari hasil kerjaku ini aku menjadi co inventor untuk beberapa produk berbais mikroba.  Produk-produk  yang telah dikomersialisasikan antara lain:
Continue reading

PROMI

Promi

Paten: IDM000203155

Informasi pembelian Promi silahkan klik di sini: Pembelian Promi

Tim Penemu:

Dr. Darmono Taniwiryono, Dr. Agus Purwantara, Isroi, Msi

Apa itu Promi ?

Promi singkatan dari Promoting Microbes. Diberi nama ini karena Promi berbahan aktif mikroba yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Mikroba bahan aktif Promi terdiri dari 3 macam mikroba, yaitu Aspergillus sp, Trichoderma harzianum DT 38, Trichoderma harzianum DT 39, dan mikroba pelapuk. Aspergillus sp memiliki kamampuan untuk melarutkan fosfat dari sumber-sumber yang sukar larut. Trichoderma harzianum DT 38 memiliki kemampuan untuk merangsang pertumbuhan tanaman. Trichoderma harzianum DT 39 berperan sebagai agensia hayati penyakti tular tanah, khususnya penyakit yang disebabkan oleh jamur. Dan mikroba pelapuk, seperti namanya berperan untuk melapukkan bahan-bahan organik mentah.

Continue reading

Pengayaan Pupuk Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk Meningkatkan Efisiensi Pemupukan

Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003). Sedangkan proses pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.
Continue reading