PROMI

Promi

Paten: IDM000203155

Informasi pembelian Promi silahkan klik di sini: Pembelian Promi

Tim Penemu:

Dr. Darmono Taniwiryono, Dr. Agus Purwantara, Isroi, Msi

Apa itu Promi ?

Promi singkatan dari Promoting Microbes. Diberi nama ini karena Promi berbahan aktif mikroba yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Mikroba bahan aktif Promi terdiri dari 3 macam mikroba, yaitu Aspergillus sp, Trichoderma harzianum DT 38, Trichoderma harzianum DT 39, dan mikroba pelapuk. Aspergillus sp memiliki kamampuan untuk melarutkan fosfat dari sumber-sumber yang sukar larut. Trichoderma harzianum DT 38 memiliki kemampuan untuk merangsang pertumbuhan tanaman. Trichoderma harzianum DT 39 berperan sebagai agensia hayati penyakti tular tanah, khususnya penyakit yang disebabkan oleh jamur. Dan mikroba pelapuk, seperti namanya berperan untuk melapukkan bahan-bahan organik mentah.

Promi dapat digunakan untuk mendekomposisi/mengkomposkan bahan organik padat dan memperkaya kompos hasil dekomposisi tersebut dengan mikroba-mikroba yang bermanfaat bagi tanaman. Kompos hasil dekomposisi dengan Promi disebut juga dengan kompos bioaktif, karena mengandung mikroba aktif yang bermafaat bagi tanaman.

Promi juga dapat digunakan untuk memperkaya kompos atau pupuk organik lain dengan mikroba-mikroba aktif. Kompos yang diperkaya biasanya dalam bentuk curah, sedangkan pupuk organik bisa dalam bentuk granular. Promi disalutkan/dilapiskan di permukaan pupuk organik granul tersebut.

Promi dapat juga langsung diaplikasikan ke tanaman. Kami juga mengembangkan Promi dalam bentuk granul untuk memudahkan aplikasi secara langsung. Promi bentuk granul ini sama efektifnya dengan Promi dalam bentuk serbuk. Promi granul ini lebih mirip dengan biofertilizer.

Saat ini Promi telah berhasil digunakan untuk mengkomposkan TKKS, fiber (limbah PMKS), jerami, dan sampah. Aplikasi kompos bioaktif Promi maupun Promi telah diaplikasikan pada bibit kelapa sawit, tanaman kelapa sawit, tebu, padi, jagung, kacang panjang, cabe, mentimun, dan kakao.

Promi juga telah diuji coba di berbagai wilayah, antara lain: Bogor, Sukabumi, Kalimantan, Sumetera Selatan, Sumatera Utara, Padang (Sumbar), Jember, Cilacap, Malang, Yogyakarta, dan Banten.

Saat ini kami sedang fokus pada penggunaan Promi untuk mengatasi limbah pabrik kelapa sawit, terutama limbah TKKS, fiber, dan sludge. Selain itu juga pada pengomposan jerami untuk tanaman padi organik/padi sehat.

Untuk memudahkan aplikasi Promi di pabrik kelapa sawit, kami juga telah mengembangkan suatu alat yang kami sebut ‘outomatic sprayer‘. Dengan menggunakan alat ini aplikasi Promi menjadi lebih efektif, mudah, murah, dan efisien untuk skala pabrik.

Untuk pengembangan lebih lanjut, kami juga mengembangkan pupuk organik berbasis Promi.

Sejarah penemuan Promi

Awalnya dimulai sekitar tahun 2005, yaitu saat awal-awal saya masuk kerja di Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia. Saat itu sekitar akhir tahun 2005, kalau tidak salah bulan November- Desember. Aku diajak oleh Pak Agus (Dr. Agus Purwantara) berkunjung ke pabrik gula Subang (PT Rajawali II Unit Subang). Di sana kami diterima oleh Pak Kaprawi, Litbang PG Subang. kami diajak jalan-jalan di kebun dan ditunjukkan lokasi penelitian Meteor/Metin di PG Subang. Kami juga diajak melihat lokasi penelitian Pak Iswandi Anas, dosen IPB yang menjadi pembimbing S2-ku.

Sambil berjalan-jalan melihat hasil penelitian tersebut, Pak Kaprawi menceritakan beberapa permasalahan yang dihadapi PG Subang. Salah satunya adalah tingkat kesuburan tanah yang rendah di lahan-lahan HGU PG Subang. Kami juga ditunjukkan pupuk Posmanik, pupuk organik produksi PG Subang, yang masih tidak hancur walau sudah satu tahun di lapang. Pak Kaprawi menceritakan bahwa penggunaan Posmanik ini sebenarnya merugikan PG, karena produksi tebu yang menggunakan Posmanik cenderung lebih rendah daripada tebu yang memakai pupuk konvensional.

Pak Kaprawi juga menceritakan bahwa hasil analisa lab, kandungan bahan organik di tanah-tanah PG Subang rendah. Oleh karena itu ada program penggunaan Posmanik untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah. Beberapa tahun sebelumnya mereka juga melakukan pemupukan jenuh P. Lahan tebu diberi pupuk fosfat alam dalam jumlah banyak. Tujuannya adalah untuk menyediakan hara P dalam jumlah besar dan dalam waktu yang lama. Namun, kenyataanya sekarang kandungan P-tersedia di lahan tersebut saat itu tetap rendah. Pak Kaprawi lalu meminta tolong sekaligus memberi tantangan pada kami untuk membantu menyelesaikan permasalahan di lahan PG Subang ini.

Selama di PG Subang aku ambil juga beberapa contoh tanah dari beberapa lokasi. Waktu itu yang mengambil Pak Main, teknisi senior di laboratorium mikroba. Dari sampel tanah itu aku coba isolasi beberapa mikroba.

Sepulang dari PG Subang, aku mulai berfikir, kira-kira apa yang bisa aku lakukan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Waktu itu masalah yang aku ingat jelas adalah permasalahan pupuk organik Posmanik. Posmanik dibuat dari limbah organik pabrik gula Subang yang masih mentah, maksudnya tanpa melalui proses pengomposan/dekomposisi. Aku pikir, apa karena bahan organiknya masih mentah…????!!!

Sebelumnya kami, terutama Pak Agus dan Pak Darmono telah berhasil membuat bioinsektisida (Metin) untuk PG Subang. Metin ini disalutkan ke Posmanik – produknya disebut Posmetin – untuk mengatasi hama boxtor. Mengambil pelajaran dari keberhasilan ini, ide yang muncul pada waktu itu adalah menambahkan mikroba dekomposer ke dalam Posmanik agar Posmanik terdekomposisi dan menjadi lebih tersedia bagi tebu.

Namun, aku pikir lagi dekompose saja tidak cukup. Bagaimana kalau ikut ditambahkan mikroba-mikroba pelarut hara …..???!!! Kebetulan salah satu keahlianku adalam mikroba pelarut fosfat, aku jadi kepikiran juga untuk menyalutkan mikroba pelarut fosfat ke dalam Posmanik.

Aku kemudian mencoba efektivitas beberapa mikroba, antara lain: Aspergillus sp dan Trichoderma harzianum DT 38. Hasilnya telah aku sampaikan di posting yang lalu (klik di sini). Hasilnya ternyata luar biasa dan diluar dugaanku. Pak Darmono dan Pak Agus pun juga terkejut dengan hasilnya.

Dari sini percobaan aku ulang lagi dengan tanaman tebu yang bibitnya aku ambil dari PG Subang, tanahnya juga dari PG Subang. Hasilnya aku tunjukkan di posting ini (klik di sini). Dari dua percobaan ini, kami semakin yakin kalau mikroba yang kami tambahkan dapat membantu meningkatkan efektifitas pupuk organik, dalam kasus ini kompos dan Posmanik.

Kami punya banyak pengalaman dalam mengembangkan produk-produk berbasis mikroba, jadi kami tidak terlalu kesulitan dalam memformulasikan hasil percobaan menjadi sebuah produk. Waktu itu, kami sempat agak bingung juga dangan nama produk ini. Setelah beberapa lama, Pak Agus punya ide memberi nama Promi yang merupakan akronim dari Promoting Microbes.

Pendek kata, Promi kami kemas dalam bahan pembawa yang kami formulasikan secara khusus. Promi ini selanjutnya kami ujicoba di PG Subang seluas 4 ha. Hasilnya, walaupun tidak bagus sekali, tetapi cukup mengebirakan dan tahun 2007 ini diperluas ujicobanya menjadi 16 ha.

Sejalan dengan berjalannya waktu, kami uji juga Promi untuk tanaman lain, maupun untuk limbah organik lain. Aku lebih banyak mencoba untuk jerami, sedangkan Pak Agus untuk limbah pabrik kelapa sawit. Hasilnya sangat mengebirakan. Memang ada beberapa kendala yang kami hadapi dan banyak juga tuntunan pengguna akan efektifitas Promi ini.

Kami kemudian menambahkan kembali salah bahan aktif, yaitu mikroba pelapuk. Dengan penambahan ini Promi dapat juga dijadikan sebagai dekomposer sekaligus biofertilizer.

Saat ini (2007) kami masih terus melakukan perbaikan-perbaikan terhadap formula Promi ini. Salah satunya adalah pengemasan bahan pembawa yang lebih efektif, metode pengunaan yang lebih mudah dan ekonomis, dan mencari mikroba-mikroba unggul lainnya. Kami mengembangkan automitik sprayer untuk aplikasi otomatis Promi di pabrik kelapa sawit.

Kami juga mencoba untuk mengembangkan pupuk organik berbasis Promi.

Hingga awal tahun 2007 ini, kami kurang lebih telah memproduksi 15 ton Promi. Sebagian digunakan untuk ujicoba skala luas dan sebagian sudah kami pasarkan ke masyarakat.

Tahun ini juga kami mendaftarkan merek Promi ke dirjen HaKI. Paten juga kami rencanakan untuk diproses. Setelah itu kami akan medaftarkan Promi ke Departemen Pertanian.

Bahan Aktif Promi

Promi dikemas dalam dua bentuk, yaitu serbuk dan granul. Promi serbuk digunakan untuk dekomposer dan memperkaya kompos/pupuk organik. Sedangkan Promi granul digunakan untuk penggunaan langsung ke tanaman.

Bahan aktif Promi adalah 4 mikroba, yaitu: Aspergillus sp, Trichoderma harzianum DT38, Trichoderma harzianum DT39, dan mikroba pelapuk.

Keunggulan Promi dibandingkan dengan Aktivator Lain

Promi memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan aktivator lain. Umumnya aktivator lain adalah biodekomposer saja atau biofertilizer saja. Promi mengabungkan kedua aktivator ini, yaitu berfungsi sebagai biodekomposer sekaligus biofertilizer. Kompos/pupuk organik yang diolah dengan menggunakan Promi mengandung mikroba yang bermanfaat bagi tanaman, baik sebagai pelarut hara, perangsang pertumbuhan tanaman, agensia hayati, dan dekomposer.

Promi sangat hemat dibandingkan dengan aktivator lain. Dosis Promi hanya 0,5 kg untuk setiap ton bahan atau setiap 1 m3 bahan. Harganya pun bersaing dengan aktivator-aktivator lain.

Pengomposan dengan menggunakan Promi tidak perlu pembalikan, dan untuk beberapa bahan tidak perlu pencacahan. Hanya sekali aplikasi, sehingga bisa lebih ekonomis. Pembalikan hanya diperlukan bila terjadi masalah selama pengomposan, seperti kekurangan air, kekeringan, atau suhu tidak naik. Pencacahan juga hanya diperlukan untuk bahan-bahan yang berukuran besar dan keras. Sedangan untuk bahan-bahan lunak tidak perlu dicacah. Jerami dan sampah berhasil kami komposkan tanpa perlu pencacahan.

Advertisements

119 responses to “PROMI

  1. Dimana saya bisa mendapatkan promi yang terdekat? Lokasi saya di Malang, Jawa Timur. trims

  2. PROMI dapat diperoleh di:

    Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia
    Jl. Taman Kencana No. 1, Bogor 16151
    Telp: 0251 324048/348842
    Fax: 0251 328516
    email: ibriec@indo.net.id

  3. saya tinggal di tasikmalaya, jawa barat, dimana kami bisa mendapatkan promi? thanks

  4. Pak, pembelian Promi untuk pengomposan skala rumah tangga apakah diperbolehkan?

  5. Boleh saja, silahkan.
    Tambahan untuk pengomposan sampah rumah tangga. Jika PROMI dipakai untuk sampah rumah tangga biasanya penggunaanya sedikit sekali. Jadi masih ada sisa di bungkusnya. Yang perlu diperhatikan adalah sisa promi tersebut dijaga tetap lembab dan tidak terkena sinar matahari langsung. Karena isinya mikroba, kalau kering mikrobanya juga ‘klenger’.

    Pengomposan sampah dengan promi lihat di link berikut ini:

    https://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/

    Semoga bermanfaat

  6. Pak, sy tertarik melakukan kajian tentang dampak penggunaan kompos limbah Kulit Kakao terhadap tanah di Sulawesi selatan dengan menggunakan produk Bapak. Apakah saya bisa kerjasama dengan Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia untuk mendapatkan bimbingan dan aktivator tersebut?bagaimana caranya

  7. saya tinggal di lhokseumawe, aceh utara, dimana kami bisa mendapatkan promi tersebut, dan berapa harga pasarannya. thanks

  8. kl di Surabaya gmn cara saya mendapatkan produk anda ????

  9. Assalamualaikum,

    Pak, apakah promi dapat diperbanyak sendiri? Di sulsel kami ada 39 kelompok tani kakao mendirikan pengolahan kompos. Kami gunakan aktivator lain yang dapat diperbanyak..

    Kira- kira bagaimana aplikasi kompos untuk tanaman kakao? Terimakasih

    Wassalam

  10. Selamat datang di blog saya.
    Promi sudah diaplikasikan di tanaman kakao. Dua atau tiga tahun yang lalu Promi digunakan untuk memebenahi lahan kakao yang terlantar di sukabumi. Promi digunakan untuk mengkomposkan limbah organik yang ada disekitar kebun kakao. Kompos ini diaplikasikan di pokok tanaman kakao. Selain itu juga dikombinasikan dengan pupuk organik cair PROMO. Dilakukan pula sanitasi lahan dan perbaikan pola budidaya.
    Dengan cara ini produktivitas kebun meningkat dan dalam waktu satu sampai satu setengah tahun sudah mulai surplus. Tahun-tahun sebelumnya selalu merugi.
    Assalamualaikum
    Di daerah Sulawesi, senior saya Dr. Agus Purwantara dan Dr. Darmono Taniwiryono
    sudah mengaplikasikan Promi di kebun kakao. Di kebun tersebut dibuat rorakan, seresah dan bahan organik dimasukkan ke dalam rorakan tersebut dan disiramkan promi diatasnya. Saat ini percobaan ini sedang berjalan beberapa bulan. Mungkin hasilnya bisa diketahui setelah akhir tahun ini.
    Promi sementara ini hanya diproduksi di kantor kami, kami belum memiliki rencana untuk diproduksi di luar.
    Semoga bermanfaat.
    Wasssalam
    isroi

  11. saya ingin menanyakan beberapa hal :
    1. apakah promi dapat diaplikasikan pada tanaman kopi untuk daerah lampung?
    2. berapa dosis yang diperlukan untuk kompos promi setiap pohon kopi?
    3.apakah kompos promi bisa dibuat dalam bentuk cair? bagaimana caranya? terima kasih

  12. Pada dasarnya Promi dibuat untuk memperkaya kompos dengan biofertilizer. Tetapi bisa juga diaplikasikan langsung ke tanaman sebagai biofertilizer. Promi bisa digunakan untuk semua tanaman, termasuk kopil.
    Dosis untuk tiap tanaman mengaju pada dosis jika dipergunakan untuk kompos. Kurang lebih 7 – 10 kg/ha. Jika mau dihitung per tanaman bisa dibagi populasi tanaman per ha-nya.
    Aplikasi promi diencerkan dengan air lalu disiramkan ke tanaman. Promi memang dibuat dalam bentuk serbuk, tetapi aplikasinya diencerkan dengan air.
    Semoga bermanfaat.

  13. assalamulaiakum pak… saya sangat tertarik dengan penemuannya. saya jadi ingat EM4 pak. mungkin MO pelapuk bisa bekerja sama dengan EM4 agar efek dari PROMI lebih terasa. Mohon di tanggapi pak!

  14. Saya Suwarno, PNS, tinggal di Kab. Bandung, kebetulan saya punya mertua petani, beliau kewalahan dengan harga pupuk yang cukup mahal, mohon informasi dimana saya bisa memperoleh Promi di sekitar Bandung, say aingin mencoba membuat kompos dari jerami dan dari limbah rumah tangga, terima kasih.

  15. mengingat banyaknya peminat PROMI, mungkin lebih baik jika ada informasi mengenai daftar kota dimana PROMI bisa diperoleh berikut harganya, yang tentunya akan menjawab semua pertanyaan keberadaan PROMI, bahkan yang tidak bertanya pun akan menjadi tahu, jika mereka berminat. sehingga bisa bereksperimen secepatnya, tanpa menunggu informasi dimana bisa memperoleh PROMI terlebih dulu. Terima kasih.

  16. mas mau tanya saya tinggal di daerah mojokerto dimana saya bisa beli produk promi…………….?
    makasih tlong bals cptan

    • Saya di Padangan bojonegoro juga tertarik untuk membuat kompos dari kotoran sapi dengan pakai promi. Dimana saya bisa dapatkannya yang dekat dengan bojonegorop ?

  17. Dear Isroi..
    Sangat menarik mengenai penggunaan aktivator Promi yang anda kembangkan. Saya sekarang ada di Srilanka, disini mereka mengaplikasikan kompos dengan tambahan bahan aktif Trichoderma sebagai basal dressing. Pertanyaan saya adalah, di Indonesia pernahkah promi di uji cobakan dengan tanaman tembakau? apakah promi mempunyai bentuk dalam cairan?? kira-kira untuk tanaman tembakau, berapa dosis aplikasi untuk 1 Ha dalam bentuk granul dan cairan?
    Saya tunggu jawaban anda, terimakasih sebelumnya,
    Thanks,

    Salam…

  18. Dear Isroi..
    Sangat menarik mengenai penggunaan aktivator Promi yang anda kembangkan. Saya sekarang ada di Srilanka, disini mereka mengaplikasikan kompos dengan tambahan bahan aktif Trichoderma sebagai basal dressing. Pertanyaan saya adalah, di Indonesia pernahkah promi di uji cobakan dengan tanaman tembakau? apakah promi mempunyai bentuk dalam cairan?? kira-kira untuk tanaman tembakau, berapa dosis aplikasi untuk 1 Ha dalam bentuk granul dan cairan?
    Saya tunggu jawaban anda, terimakasih sebelumnya.

    Salam…

    • Dear Pak Rohimat Effensi, salam dari Indonesia.
      Salah satu bahan aktif Promi adalah Trichoderma. Saya sendiri belum pernah menguji coba Promi untuk Tembakau. Tetapi mungkin sudah ada beberapa petani/pengguna yang menggunakannya, karena salah satu distributor kami ada di purbalingga, jateng yang dekat dengan wonosobo dan temanggung (daerah tembakau di jateng). Promi dalam bentuk padat bukan cairan. Semoga membantu.
      isroi

  19. mas, saya mau mencoba membuat kompos dari limbah kayu hutan ranting, daun yang diblender dengan sistem mekanis, ukuran hasil blendernya sekitar 5mm x 6 mm……
    apakah bisa dilakukan pemberian promi tanpa memakai bahan lain seperti pupuk kandang atau bahan lainnya.
    kami juga ingin informasi tentang dimana bisa diperoleh bahan dekomposer “Promi ” tersebut.
    Sebagai informasi, lahan kebun kami di daerah Palangka Raya

    thanks

    Steven

  20. mas, saya bekerja di kebun di daerah Palangka Raya.
    karena daerah kebun saya banyak hutan kayunya, maka saya mencoba untuk membuat kompos dari limbah hutan tersebut seperti cabang dan daun daun.
    Apakah bisa dilakukan pengomposan dari bahan-bahan tersebut di atas dengan memakai produk promi ???
    Dan sebagai informasi, di daerah kebun kami, tidak terdapat peternakan hewan sampai radius 100 km.
    jadi pengomposan hanya dilakukan dengan bahan kayu yang dibelnder secara mekanis dengan promi.
    hasil output bl;ender mekanis seukuran 5 mm x 5 mm sampai dengan 5 mm x 10 mm ( untuk cabang) dan 2,5 mm untuk daun ( setebal daun).
    mohon keterangan dan harga serta dimana bisa diperoleh promi

    thanks

    steven

    • Selamat berkunjung di blog saya. Semoga bermanfaat.
      Promi memang awalnya dikembankan untuk perkebunan dan dibuat semudah mungkin tanpa menambahkan bahan-bahan lain. Apalagi pupuk kandang. Saya juga memahami sulitnya mendapatkan pupuk kandang di daerah perkebunan. Cara pengomposan seresah, ranting, dan daun sebenarnya hampir sama saja dengan bahan-bahan lain. Kalau ranting-rantingnya kecil dan cukup lunak, rasanya tidak perlu dicacah sampai sekecil-kecil itu. Kecuali jika bahanya memang agak keras, pencacahan memang perlu. Untuk cara pengomposan bisa meniru pengomposan di kelapa sawit. Di sesuaikan saja dengan kondisi di kebun Anda. Untuk keterangan promi bisa melihat di sini . Untuk konsultasi bisa menghubungi saya via email atau Dian el arief atau Dr. Agus P di alamat tersebut.
      Semoga membantu.

      isroi

  21. Siang pak,
    menyambung informasi bapak, mengenai pencacahan bahan kompos dengan blender, mungkin seperti keterangan bapak, bahwa bisa dipakai sistem seperti pengomposan TKKS, akan tetapi karena bahan kayunya beragam jenis, apakah perlu dilakukan penyortiran atau tidak. berapa dosis yang diperlukan untuk per m3 tumpukan ( tumpukan yang saya buat memanjang 50 m dengan lebar 2 m dan tinggi 1,5 m dan ditutup dengan plastik putih ( apakah memungkin memakai plastik putih demikian?) atau mungkin ada saran dari bapak?
    Selanjutnya, apakah penyemprotan promi (stelah pengenceran) dilakukan segera sesudah penumpukan bahan kompos, atau perlu dilakukan penjemuran bahan kompos tersebut beberapa hari (mengingat kayu dan daun yang dipakai masih dalam kondisi basah/ dari tebangan jayu hidup)???
    Saya sudah dapat berkomunikasi dengan pemasaran BPBPI di Bogor untuk sistem pembeliannya. Jadi saya hanya memerlikan bimbingan teknis secara praktis.
    Atau bisakah saya diundang untuk melihat pabrik Promi, mengingat produk tersebut kemungkinan besa menjadi produk primer di kebun untuk pembuatan kompos, apalagi pabrik Kelapa Sawit akan segera dibangun di kebun kami ( jadi berikutnya kami tidak menggunakan kayu hutan lagi, karena TKKS sudah pasti akan menumpuk dilokasi limbah pabrik.
    Terima kasih atas perhatian Bapak, kami mohon advis

    thanks

    steven

    • Sore.
      Pada prinsipnya semua bahan organik bisa dikomposkan. Memang ada beberapa kayu yang lumayan susah, seperti kayu jati, kayu ulin, atau kayu besi. Tidak perlu melakukan sortasi. Nanti pada saat sebagian kompos sudah jadi, baru dilakukan pengayakan, jika perlu aja lho.., bahan-bahan yang belum terkomposkan dapat dipisahkan dan dikomposkan lagi. Dosis promi yang diajurkan adalah 1 kg untuk 1 – 2 m3. Tergantung bahanya, kalau bahan yang susah dikomposkan bisa 1 kg untuk 1 m3. Penutup plastik putih, maksudnya yang transparan atau yang putih tidak transparan. Kalau yang transparan sebaiknya menggunakan yang tidak transparan. Proses pengomposan sebaiknya langsung saja pada saat bahan masih basah, kalau kering malah lebih susah dikomposkan. Air yang digunakan juga bisa disesuaikan dengan kadar air bahannya. Jadi dibuat seefisien mungkin.
      Silahkan saja kalau mau berkunjung ke BPBPI, sebaiknya diskusikan dengan Dr. Agus Purwantara di alamat yang sama.
      Memang ke depan pupuk organik akan jadi primadona, kalau di daerah sawit memang yang paling cocok ya.. limbah sawit, karena jumlahnya sangat melimpah ruah. Kami dengan senang hati membantu anda dalam proses pengomposan ini.
      Semoga bermanfaat.

      isroi

  22. Dear Isroi..

    Terimakasih atas jawaban anda sebelumnya, saya menanyakan mengenai aplikasi pada tembakau karena saya juga bergerak di bisnis tersebut, Kantor kami ada di solo dan Lombok, adakah alamat kontak terdekat yang bisa kami hubungi dari kedua lokasi tersebut?

    Salam

  23. Selamat pagi,

    Saya dari Gunung kidul Yogyakarta dan saat ini sudah memesan produk PROMI, tapi saya punya beberapa pertanyaan apakah sudah pernah diuji pada tanaman jati yang kedua produk tersebut dikirim dengan jasa pengiriman barang apakah bisa dijamin untuk mikrobanya gak klenger seperti pernyataan bapak sebelumnya? Terimakasih.

    Salam Indonesia

  24. Pak, mo nanya…. Klo promi untuk dekomposer kadarnya berapa ya pak? Trus, sekarang ni saya di medan, kira-kira dimana bisa dibeli ya pak? Kantornya dimana? Klo bisa infonya kirim ke e-mail saya ya pak, defer_newg_jc@yahoo.co.id. Trima kasih ya pak atas bantuannya!
    Salam!

  25. Pingback: mengolah sampah menjadi mewah « Ayastar’s Weblog

  26. Saya di Kuala Lumpur,bagaimana untuk dapatkan produk Promi?Tk. Salam

    • Selamat datang di Blog saya, semoga memberikan manfaat.
      Sebenarnya ada beberapa kawan dari Malaysia yang tertarik dengan Promi, misalnya saja Pak Abdullah Shakri di kelantan. Bisa saja kami mengirimkan Promi ke Malaysia, harga tetap sama seperti harga di Indonesia, tetapi ongkos kirim di tanggung pembeli. Informasi pembelian Promi silahkan lihat di url berikut ini:
      https://isroi.wordpress.com/promi

  27. Mas pembayaran via pos bisa tidak? Promi 2kg + kirim ke wilayah Solo berapa biayanya? Terimakasih sebelumnya.

  28. Pingback: KOMPOS JERAMI « Pojok Heryanto Abenk’s

  29. berapa dosis promi untuk satu hektar tanaman tebu?
    kami berdomisili di pekalongan, dimana kami bisa mendapatkan promi yang terdekat dengan daerah kami?

  30. saya produsen bioethanol skala rumahan pak, bahan baku tetes, minta petunjuk cara membuat pupuk organik dari limbah tetes yang kami punyai, terimakasih,
    kalau ndak repot balasan nya di email ya pak..dwimurya@yahoo.co.id
    Matur suwun

  31. nama saya syahrieal, tinggal di depok jawa barat. kalau promi di daerah depok dimana tempat jualnya? apakah ada di toko 2 tanaman?

  32. ass. pak saya sudah melihat vidio pembuatan kompos dari jerami menggunakan promi yang bapak buat. yang ingin saya tanyakan apakah plastik hitam yang digunakan untuk menutup harus berwarana hitam dan apakah plastik tersebut dapat diganti dengan penutup lain misalnya terpal.
    terima kasih.

    • Plastik hitam bisa diganti dengan penutup lain, misalnya terpal atau mulsa yang lain. Tetapi selama ini dari pengalaman petani-petani plastik penutup yang baik, murah, dan cukup tahan lama adalah mulsa yang ada dua warna (warna perak dan warna hitam). Di beberapa tempat tidak memakai terpal, karena bisa hilang dicuri. Yang penting adalah penutup itu bisa menjaga kelembaban, suhu, dan kehujanan. Semoga bermanfaat.

  33. ada lagi yang ingi saya tanyakan pak…..
    apakah pupuk kompos yang dihasilkan dengan menggunakan promi dapat digunakan kembali sebagai pengganti pormi pada pembuatan kompos selanjutnya, mengingat mikroorganisme yang ada di promi telah berkembang di dalam kompos yang sudah jadi. jika bisa, mohon petunjuknya bagai mana agar efektifitas mikroorganisme yang ada pada kompos yang telah jadi sama atau paling tidak mendekati dengan efektifitas mikororganisme yang ada di promi. sebelumnya terima kasih atas info yang bapak berikan.

    • Dalam proses pengomposan terjadi suksesi mikroba. Mikroba yang aktif di tahap awal, berbeda dengan mikroba yang aktif di tahap kedua, atau pun tahap pematangan kompos. Jadi kemungkinan besar mikroba yang ada di dalam kompos matang sangat berbeda dengan komposisi mikroba dekomposer. Ini salah satu sebabnya perlu penambahan dekomposer di awal proses pengomposan. Tidak hanya untuk promi, tetapi juga untuk dekomposer merek lain.
      Kalau Anda masih penasaran bisa dicoba sendiri, tidak ada ruginya untuk mencoba-coba.
      Semoga bermanfaat.

  34. Ridwan supriadi

    Pak, saya ini mempunyai bengkel yan g membuat mesin2 pengering dan granulator untuk rempah2, dan saya ini juga mempunyai banyak limbah ekstraksi melalui proses alkohol. Limbahnya berupa ekstrak rempah-rempah, seperti jahe, kunyit, jinten, pare dsbnya. Apakah limbah seperti itu juga bisa dijadikan kompos? Apa saya perlu mengirimkan contoh limbah saya terlebih dahulu? Saya tinggal di semarang, di mana saya bisa memperoleh promi terdekat?
    Mohon informasinya ya, Pak. terima kasih

    • Selamat datang di blog saya. Semarangnya di mana, Pak? Apalah ini limbah jamu atau Bapak kerja di Pabrik Jamu. Kebetulan saya juga sedang membantu salah satu pabrik jamu di semarang untuk membuat pupuk organik granul dari limbah jamu.
      Pada dasarnya semua limbah organik bisa dibuat pupuk granul, tetapi harus dikomposkan terlebih dahulu. Metode pengomposanya sama seperti pengomposan limbah organik yang lain.
      Selamat membuat pupuk organik granul.

  35. Aslm,
    Salam Sukses
    Promi di bogor ya, di taken. ya2 tahu tuh tempatnya yang ada masjidnya khan, sebelahnya taman kencana. Alumni 2006, d blitar. kalo pesan antar bisa? tolong rincian kirim ya di email? oke sukses. Pertanian go go go

  36. Apakah pembuatan pupuk dengan promi sudah ada dalam bentuk film, kalau sudah ada gimana cara mendapatkan

  37. saya ingin produksi pupuk organik granul menggunakan promi dan tai ayam sebagai bahan baku. bahan apa yang bisa digunakan untuk menghilangkan bau sebelum proses pembuatan kompos??
    bisakah fermentasi dilakukan menggunakan promi setelah pembentukan granul??
    bisakah dengan cara seperti ini??
    tai ayam di campur dengan promi lalu di mixer lalu di jadikan tepung, ditambah pelekat kemudian dijadikan granul. bisakah fermentasi terjadi setelah granul ini?
    mohon penjelasan pak isroi

  38. selamat Pagi, ( tanda mata dibukakan )
    Bpk isroi,
    saya ingin mencoba promi di sawah saya. luasnya 45 are dan saya ingin membeli 1 kilo saja untuk dicoba.
    maaf apa saja kombinasinya untuk jerami.
    Bila bapak berkenan mohon dirinci biaya yang harus saya bayar . di Bali apa sudah ada yang jual? mohon rekening bank nasional yang mungkin bisa untuk kirim uangnya.
    untuk sementara dapat dikirim ke alamat :

  39. Sore pak, dalam waktu dekat saya mau pulang kampung sekalian mau beli promi. ini pertama kali memakai produk bapak, menariknya tanpa pembalikan,jelas kandungan mikroba dan perannya dan kesan pertama mudah melakukannya karena saya sudah terbiasa mengolah pupuk kandang dengan dekomposer sebelumnya tetapi memang bahan tersebut perlu syarat pembalikan yang notabenenya nga praktis.bisakah kotoran hewan dibuat kompos tanpa ada penambahan bahan lain seperti serbuk gergaji,sekam padi, kapur dll,terus terang ga ada waktu untuk mencarinya.bagaimana kandungan haranya,baik mana dengan dicampur bahan seperti tadi.maunya murni pak kecuali punya sendiri( faeces kambing) juga bantu orang orang yang punya ternak agar limbahnya jadi duit tapi saya tidak membelinya hanya mengganti karung dan ongkos masukin dan antar sampai gubuk saya.

    • Pulang kampung ke mana, Pak Suli? Coba baca di pengalaman Promi 5 tentang pengomposan kotoran sapi. Artikel tersebut dibuat berdasarkan pengalaman peternak sapi di klaten dan mereka membuatnya tanpa campuran apa-apa. Petani Kroya di Jawa Tengah juga pernah mencoba membuat pupuk kandang dari kotoran kambing tanpa penambahan apa-apa. Sayangnya saya tidak bisa mendapatkan foto-fotonya. Silahkan dicoba, kalau ada masalah bisa kita diskusikan lagi. Semoga membantu.

  40. Pingback: Dari tanah kembali ke tanah « Ilmu adalah harta yang tak ternilai harganya

  41. malam pak insinyur.ya pulang ke gombong tanah kelahiran yang nyaman.wah…pak jadinya saya beli promo alasannya mau coba pada tanaman padi. ke dua pupuk kandang di rumah belum banyak. nanti aja kalo pulang lagi sekalian menyiapkan sebagai pupuk dasar MT 2.kelihatannya MT 2 nanti saya sudah tak lagi memakai pupuk kimia walaupun masih membeli pupuk hayati dari salah satu pabrik pupuk di jawa timur.terima kasih leaflet promo dan prominya, pak untuk promo boleh saya memberi saran ada suatu perbandingan hasil khususnya padi antara yang tidak di kasih dan di kasih tetapi data yang di dapat benar benar hasil di lapangan.contoh yang masuk akal mungkin pada awal pemakaian ( yang tentu saja di barengi SLPTT ) dengan pemakaian ke 3 dst pasti ada peningkatan hasil.ya yang mudah merujuk pada sejarah metode SRI di madagaskar.

    • Selamat, Pak Suli, semoga sukses. Kami memang mencoba mendukung pertanian yang full organik dengan mengambungkan antara kompos/promi dan promo. Sejauh ini percobaan di beberapa tempat hasilnya sangat memuaskan. Cuma masalahnya sekarang saya tidak lagi punya kesempatan turun langsung ke petani. Berhubung saya sedang mengerjakan ‘amanah’ lain. Karena itu tidak banyak posting-posting baru tentang promo. Hampir semua yang saya tulis di posting ini adalah pengalaman-pengalalaman langsung di lapang. Saya tulis apa adanya. Ada yang berhasil dan ada juga yang kurang berhasil. Nanti pengalamannya bisa di-share di sini, seperti pengalaman Pak Taryo yang sudah berhasil menggunakan pestisida nabati.

    • Malam juga, Pak Suli. Semoga sukses dengan pertanian organiknya. Memang kasus dari satu tempat ke tempat lain kadang-kadang berbeda. Gombong memang memiliki daerah persawahan yang luas, di mana tempatnya: pertanahan, sokka atau di mana. Saya punya banyak teman di gombong.

  42. Terima kasih.memang saya sangat serius di urusan pertanaman padi, dari padi kecuali dengan var.logawa saya juga memakai VUB var. inpari 6 jete yang di lepas tahun kemarin, walaupun gratis cuma 2 kg dari BB padi sukamandi dalam acara open house okt 08, dalam cara tanam saya sudah menerapkan metode SRI dan tentu saja salah satunya memakai POC promo. Dan bapak perlu ketahui saya lagi mempersiapkan untuk MT2 lebih banyak pupuk organik lagi mungkin 7 ton/ha.kemarin masih sebagai pupuk dasar 2 ton/ha dan masih memakai pupuk kimia 50%. Pak mohon do’a semoga var yang baru saya tanam kelak dalam hasil sama, syukur syukur melebihi potensi hasil (12 ton/ha) seperti yang sudah saya alami pada var logawa.tapi ya itu tetap metode SRI atau IPAT dan sejenisnya.

  43. Kelak akan saya buktikan bahwa produk bapak bagus, dan akan saya tunjukkan. nalarnya sangat mudah penerapannya pada limbah dari ternak maupun pertanian ( jerami ) walaupun saya belum mempraktekannya. saya tidak segan akan pakai limbah dari septiktank juga. karena pernah bapak saya (alm) pakai limbah itu untuk padi var cisadane 14 ton/ha GKP. tentu dulu di campur secara sekam yang dibakar. yang sekarang banyak orang bertanya adalah apalagi yang akan di coba oleh saya dengan metode jajar legowo 2 : 1, dan 1 batang/lubang umur muda 14 hari cabut. dan seolah tidak percaya dalam satu ha hanya butuh bibit 10 kg. lebih lebih nanti jerami yang tadinya di tumpuk atau di bawa kabur orang pelihara sapi orang puring dan petanahan, oleh saya akan saya larang, alasannya sudah saya siapkan JERAMI INI UNTUK MAKANAN PADI SAYA.

    • Terima kasih, Pak Suli. Tetapi jangan terlalu over confidence. Dulu saya sering mengajari petani membuat kompos jerami, biasanya mereka tidak begitu berhasil pada saat pertama membuat kompos jerami. Ada kesalahan-kesalahan umum yang sering dibuat. Sudah saya tuliskan kesalahan-kesalahan yang umum dilakukan. Membuat kompos jerami sebenarnya sangat mudah sekali. Setelah Pak Suli ketemu rahasianya, kompos mudah sekali membuatnya. Jangan menyerah pada saat pertama gagal.

  44. Biasanya saya dan teman yang sependapatlah yang pertama melakukan percobaan 2 – 3 x artinya petani bisa menyaksikan sendiri. Jujur saja saya sudah mengkomposkan jerami kedelai ( kulit dan batang ) pada musim palawija kemarin dengan promi dan berhasil ( penyusutan 50%) . Sedikit cerita di sini Kedelai yang sudah tua di biarkan sampai kering sampai batang batangnya kecuali dalam transportasi lebih mudah juga bisa langsung di mesin (tleser) tanpa penjemuran lagi ( hemat biaya tenaga penjemuran ), biasanya dalam memanen sangat pagi sekali untuk menghindari pecah polong.saya tidak mengetahui berapa kadar airnya yang penting tengkulak sudah pesan dari awal kalau di lahan tanaman bagus ( var anjasmoro ). Jerami kedelai itu yang saya praktekkan. Dan harus di praktekan juga pada jerami padi nanti. kesan pertama promi tidak ada limbah pertanian yang terbuang, terus saja pak kembangkan penelitiannya syukur di tambah lagi mikrobanya saya siap jadi bakul promi di rumah. Bukan hanya promi saja, ada yang dari klinik agropolitan tapi kalau ada yang tanya obat penggemukan ternak juga ada ya buat pekerjaan istri pak.

    • Sangat bagus sekali, Pak Suli. Kalau bisa kirimkan ke saya foto-fotonya. Insya Allah, bisa dilakukan pertanian organik murni tanpa penambahan pupuk kimia. Pada awalnya kompos biasanya kurang mencukupi kebutuhan hara tanaman, jadi perlu dibarengi dengan aplikasi pupuk organik cair. Sedangkan untuk masalah hama dan penyakitnya bisa menggunakan pestisida nabati yang sudah saya tuliskan di blog ini juga. Semoga sukses, Pak Suli.

  45. saya seorang petani semangka dan melon saya tinggal di daerah muncar banyuwangi jatim, dimana saya bisa mendapatkan promi yang terdekat dari banyuwngi? trims

  46. Pingback: Kompos Jerami untuk Solusi Kebutuhan Pupuk Petani: Murah, Mudah, & Cepat « Berbagi Tak Pernah Rugi

  47. saya ada di jateng tepatnya di pati apa sudah ada promi kewilayah saya tlg dunk diperjelas .apa ada di toko pupuk/ obat.apa tidak dijual untuk umum??????

  48. apakah promi dapat digunakan untuk mencegah atau mengatasi pembusukan akar tanaman karet yang disebabkan oleh mikroba lain ?

    • Promi untuk dekompser, untuk membuat kompos. Trichoderma yang ada di dalamnya pernah bisa untuk mengatasi serangan Gonoderma (busuk pangkal batang pada sawit) dan JAP (jamur akar putih) pada karet. Saya tidak tahu pembusukan yang dimaksud, kalau karena JAP bisa menggunakan PROMI yang dilabel T.

  49. salam Pak Isroi,

    mohon untuk di Jogja kita bisa dpt dimana dan harga berapa? apakah juga dikemas untuk skala rumah tangga?

  50. saya berada di Wonogiri, saya ingin sekali memakai PROMI.. mohon info dimna saya bisa mendapatkan PROMI yang terdekat dengan daerah saya ! trma kasih

  51. Dari yang saya pahami promi ini bagus untuk jadi aktivator pembuatan kompos. Saya ingin berdiskusi lebih lanjut mengenai aplikasi promi untuk pembuatan kompos. kebetulan saya ingin membuat usaha pupuk kompos di daerah Jambi. email saya robinginting@yahoo.com. saya ingin tahu di mana saya dapat memperolehnya dan berapa harganya. terima kasih

  52. widi tri raharjo

    Ass. pak isro, saya mo tanya:
    1. Bagaimana cara membuat promi? tujuannya agar petani mandiri..
    2. tentang Mbio yang digembor2kan ole UNSIL…apa beda dengan promi?

    terimakasih sebelumnya

    • Assalamu’alaikum wr wb.
      1. Saya tidak bisa menjelaskan bagaimana caranya membuat Promi, karena itu adalah haknya BPBPI dan tidak boleh disebarluaskan. Kalau mau membuat sendiri bisa menggunakan mol yang resepnya ada di link ini: https://isroi.wordpress.com/tag/mol/

      2. Saya tidak tahu mikroba yang digembor-gemborkan oleh UNSIL, saya tidak bisa berkomentar untuk masalah ini.

  53. Limbah log dr budidaya jamur merang menggunung, ap bisa d manfaatkan utk pupuk organik? Bisakah promi jd solusinya?

  54. Malam Pak,
    saya sangat tertarik dengan artikel pengomposan jerami padi bapak. Kalo boleh tahu apa bapak pernah mencoba PROMI untuk mengkomposkan sekam padi?Kira-kira PROMI bisa digunakan untuk mengkomposkan sekam padi atau tidak?Mikroba pelapuk apa yang bapak gunakan?

    Terima Kasih,
    Salam

    Danang

    • Selamat malam juga,
      Sekam padi bisa dikomposkan dengan Promi, namun waktu pengomposannya lebih lama daripada jerami padi. Mikroba yang digunakan adalah jamur pelapuk putih dan trichoderma. Silahkan baca di posting yang lain tentang promi untuk lebih jelasnya. Semoga bermanfaat.

  55. aku ingin desaq bisa memanfaatkan sampah seperti itu, tapi kesadaran warga desaq kurang terbentuk karena blm pernah ada sosialisasi baik dari tokoh maupun pemerintah, saya ingin anda atau rekan anda berkunjung untuk memberikan sosialisasi tersebut, tapi apakah itu bisa ya??? 😦

  56. Assalamu’alaikum wr wb.
    maaf pak saya arif, saya dari Demak Jawa tengah, saya berniat ingin membuka usaha pupuk kompos di desa saya, terutama kompos jerami, karna di tempat saya jerami amat banyak dan tidak terpakai, kira2 kalau saya minta nomer telpon bapak dan minta pendapat bapak dan saya pengen tahu tentang promi, gimana pak?

  57. Assalamu’alaikum wr wb
    pak ini saya lagi, arif… kalau bapak berminat, di tempat saya mayoritas adlah petani, mungkin bpak bs mencoba membuka usaha di tempat saya,… saya bisa membantu2 bapak kalau bpk berminat….

  58. Assalamu’alaikum…
    Daerah tempat saya tinggal Kab. Lebong -Bengkulu khususnya mayoritas adalah petani (sawah)…tapi teknologi pertanian belum sampai dengan petani bagaimana cara mengolah pupuk organik yang baik dan efektif. Mengingat tingginya harga pupuk dan pestisida sehingga mempengaruhi cost produksi petani, saya berminat untuk mencoba produk tersebut untuk diaplikasikan didaerah saya tinggal. Mungkin sebagai contoh, akan saya coba mengambil beberapa demplot di beberapa tempat. Ada beberaa hal yang mau saya tanyakan :
    1. Mana yang lebih bagus (nyata) dalam hal tanaman padi tumbuh dan berproduksi antara trichoderma harzianum, trichoderma viridae dan trichoderma koningii..?
    2. Dari Komposisinya ada (Trichoderma, Aspergilus dan mikroba pelapuk), apa pengaruhnya terhadap Hama penyakit Tanaman Padi…?
    3. Apakah ada pengaruh jika di barengi dengan penggunaan pupuk anorganik setelah atau sebelum aplikasi produk bapak..?
    4. Bagaimana saya bisa mendapatkan roduk tersebut…?

    Mohon arahan dan tanggapannya, terimakasih.

    • Wa’alaikum salam.
      1. Trichoderma tidak memberikan efek langsung kepada tanaman padi. Mikroba-mikroba ini berperan dalam proses pelapukan bahan organik mentah menjadi pupuk organik. Jadi yang berpengaruh langsung adalah pupuk organiknya. Pakai mikroba yang mana pun asalkan pupuk organiknya sudah matang akan baik untuk pertumbuhan padi/tanaman.

      2. Mikroba-mikroba tersebut adalah mikroba pelapuk dan bukan mikroba yang menyebabkan penyakit untuk tanaman. Mikroba-mikroba tersebut juga bukan mikroba antagonis untuk penyakit tanaman padi. Jadi tidak ada pengaruh langsung pada penyakit tanaman. Beberapa spesies trichoderma bisa digunakan untuk mengendalikan jamur kayu yang menyerang tanaman kayu keras. Jadi jika untuk padi tidak ada pengaruhnya langsung terhadap penyakit tanaman.

      3. Promi digunakan dalam proses pembuatan pupuk organik. Asalkan tempat aplikasi pupuk anorganiknya tidak di tempat yang sama dengan pupuk organiknya tidak ada pengaruhnya apa2.

      4. Untuk mendapatkan Promi, silahkan kontak ke alamat yang ada di atas.

      Terima kasih, semoga bermanfaat.

  59. ass. pak isroi.
    pak,apakah promi bs diaplikasikan lgsung ke pohon gaharu?
    trmkasih

    • Wa’alaikum salam. Promi digunakan untuk pembuatan kompos dan sebagai biofertilizer. Selama tujuannya untuk dua hal itu bisa saja langsung di gunakan ke tanaman, termasuk ke pohon gaharu.
      Tetapi tdk bisa digunakan untk membuat gaharu.

  60. Asslamkm ..pak, bisakah promi digunakan dilahan gambut dengan tanaman sawit..mhn di jawab pak

  61. Ass Mas Isroi,
    Salam kenal dari saya pak Jarwo calon pensiunan PNS pada september 2014
    Untuk mengisi hari-hari pensiun, saya ingin memulai bertani pada lahan pegunungan, tanah tadah hujan, gembur berpasir halus di ketinggian + 900m dpl pada lahan seluas 3000m2 di Malangbong, Garut, Jawa Barat. Komunitas petani disekitar kami adalah STRAWBERRY Organik dan Cabe Organik. Karena lahan kami tadah hujan, kami bermaksud membuat parit buntu yang diisi dengan cocopeat untuk menahan air hujan pada saat kemarau. Beberapa blog menjelaskan bahwa cocopeat mengandung zat penghambat tumbuh tanaman. Pertanyaan kami adalah apakah cocopeat bisa dikomposkan dahulu dengan PROMI, kemudian setelah dikomposkan apakah kemampuan untuk menahan air masih tinggi seperti sebelum dikomposkan?. Kalau bisa berapa banyak PROMI yang dibutuhkan untuk mengkomposkan 20 m3 (+ 10 ton) cocopeat?. Berapa harga PROMI per kg saat ini atau saat nanti sekitar September 2014? Dan terakhir, mohon saran alternatif yang lebih baik untuk rencana kami tersebut, .
    Terima kasih atas jawabannya
    Pak Jarwo- Kalibata, Jakarta Selatan

    • Assalmu’alaikum wr wb.
      Selamat berkunjung ke blog saya Pak Sudjarwo. Semoga bermanfaat.

      Saya belum pernah mengkomposkan cocopeat. Biasanya cocopeat langsung dipakai tanpa pengomposan terlebih dahulu. Mungkin yang menghambat pertumbuhan adalah kandungan tannin di dalam cocopeat ini.

      Promi bisa saja digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan tannin ini. Mikroba decomposer yang ada di Promi akan menguraikan tannin dan senyawa ‘racun’ lainnya. Selain itu di dalam Promi juga terdapat mikroba yang bermanfaat untuk tanaman (biofertilizer). Jadi pemakaiannya tidak perlu dikomposkan sampai benar-benar jadi kompos, tetapi cukup dikomposkan kurang lebih seminggu atau dua minggu saja. Setelah itu bisa langsung dipakai ke tanaman.

      Dosis penggunaan Promi adalah 1 kg untuk 1 ton bahan. Jadi kalau bahannya ada 10 ton hanya membutuhkan promi sebanyak 10 kg. Yang perlu diperhatikan adalah pencampurannya agar Promi bisa tercampur merata ke dalam bahannya.

      Semoga bermanfaat Pak Sudjarwo dan semoga sukses dengan pertanian organik Anda. Silahkan kalau ada yang ingin ditanyakan lagi bisa via email.
      Wasslamu’alaikum wr wb.

      Isroi

  62. Yth Mas Isroi
    Terima kasih atas jawabannya. Saya mohon dengan hormat mas isroi juga memberi saran atas pertanyaan saya yang sebelumnya, yang sepertinya belum terjawan yaitu :
    “Karena lahan kami tadah hujan, kami bermaksud membuat parit buntu yang diisi dengan cocopeat untuk menahan air hujan pada saat kemarau. Beberapa blog menjelaskan bahwa cocopeat mengandung zat penghambat tumbuh tanaman. ………………………………… kemudian setelah dikomposkan apakah kemampuan untuk menahan air masih tinggi seperti sebelum dikomposkan?.”

    Terima kasih atas tambahan jawabannya.
    Pak Jarwo.

    • Cocopeatnya jangan dikomposkan sampai jadi kompos. Kalau sudah terkomposkan akan berkurang kemampuannya menahan air.
      Pengomposan hanya untuk menghilangkan senyawa penghambat tumbuhnya saja, jadi belum benar-benar jadi kompos. Kemampuan menahan airnya saya rasa tidak berkurang.

  63. Pingback: Jerami Sebagai Pupuk Organik | Berbagi Tak Pernah Rugi

  64. Pingback: Hasil Analisa Kompos Jerami dan Nilai Haranya | Berbagi Tak Pernah Rugi

  65. Pingback: Video Pengomposan Jerami (YouTube.com) | Berbagi Tak Pernah Rugi

  66. Pingback: Petunjuk Pengunaan Promi untuk Jerami Padi | Berbagi Tak Pernah Rugi

  67. Pingback: Pembuatan Kompos Limbah Pabrik Kelapa Sawit dengan Promi | Berbagi Tak Pernah Rugi

  68. Pingback: Pembuatan Kompos dari Sampah dengan Promi | Berbagi Tak Pernah Rugi

  69. asslkm..pak,sy mw tanya pengomposan rumput,lalang,btg pisang,btg jagung perlu di cacah halus atau sekedarnya aja..thx.

    • untuk bahan-bahan lunak tidak perlu dilakukan pencacahan, seperti: rumput, ilalang, dll. Tetapi jika ukurannya besar seperti batang pisang, batang jagung, atau yang lainnya. Perlu dilakukan pencacahan hingga ukurannya cukup kecil.
      Pengecilan ukuran ini bertujuan untuk memperluas luas permukaan, dan mengatur ukuran pori-pori bahan. Sehingga Promi bisa tercampur merata dan aerasi berjalan lebih baik.
      Semoga membantu.

  70. Saya mau gunakan btg jagung bisa ga tanpa harus di perkecil batang ny..?dan dosis untk promi ny gmn..makasi mas..

    • Batang jagung yg tidak keras bisa saja tanpa pencacahan. Tp klo sudah kering perlu diberi banyak air. Dosisnya sama saja 1 kg promi untuk 1 ton.

  71. aslmkm, dimana saya bisa beli promi lokasi di blitar, harga brp/ kg.
    terima kasih

  72. Salam kenal pak Isroi, saya adalah orang yang awam di bidang pertanian. Namun saya sangat senang dan tertarik mengikuti blog bapak karena mendukung pertanian organik.
    Pertanyaan saya :
    1. Apakah tungkul jagung bisa di buat kompos dengan menggunkan
    promi?
    2. Bila bisa apakah komposisisinya 1 kg promi untuk 1 ton bahan.
    saya ucapkan terima kasih sebelumnya.

    • Salam kenal juga. Selamat datang di blog saya, semoga bermanfaat.
      1. Tongkol jagung bisa dibuat kompos, tp pada saat pembuatannya perlu dibasahi dan ditekan agar lebih mampat dan tidak banyak rongga.
      2. Sama dosisnya.

  73. Salam kenal pak isroi.
    Saya mahasiswi yg mau melakukan penelitian mengenai limbah cair industri udang dan aktivator yg saya mau pakai itu aktivator promi. Apa promi bisa di gunakan buat limbah cair?

  74. Kalau limbah padat hasilnya bakalan efektif yah pak?

  75. Apakah promi bisa dipergunakan untuk mengendalikan jamur akar putih pada tanaman karet
    Salam
    Nanang riduan

  76. Assalamu’alaykum Pak. Ini produknya masih dijual Pak?

  77. Assalamualaikum Pak… Apa kabar.. bagus banget ini blog nya..
    Sy kehilangan HP, jadi sy minta no kontak jenengan. No saya 081325049450.
    Trimakasih, sukses selalu!

  78. pak, kalau di palu ada nggak?

  79. Pada kemasan promo terdapat huruf A, T, dan PL .
    Tolong jelaskan apa maksud pelabelan huruf pada bungkus promo ,,?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s