Membuat Bioetanol dari Tetes

Cara paling mudah membuat bioetanol adalah dengan bahan yang banyak mengandung gula, contohnya adalah tetes tebu atau molases. Tetes tebu merupakan produk samping dari pabrik tebu yang memiliki kadar gula sangat tinggi (>50%). Pembuatan bioetanol dari tetes tebu hanya melewati dua tahap utama saja.
Tahapan Bioethanol dari Tetes
Gambar 1. Tahapah utama pembuatan bioetanol dari tetes tebu

Bahan-bahan

Bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan bioetanol dari tetes/molasses antara lain adalah:
1. tetes tebu/molasses (kadar gula 50%)
2. urea
3. NPK
4. Fermipan (ragi roti)
5. Air

Langkah-langkah pembuatan bioetanol

1. Pengenceran Tetes Tebu

Kadar gula dalam tetes tebu terlalu tinggi untuk proses fermentasi, oleh karena itu perlu diencerkan terlebih dahulu. Kadar gula yang diinginkan kurang lebih adalah 14 %. Misal: larutkan 28 kg (atau 22.5 liter) molasses dengan 72 liter air. Aduk hingga tercampur merata. Volume airnya kurang lebih 94.5 L. Masukkan ke dalam fermentor.
Catatan: jika kandungan gula dalam tetes kurang dari 50%, penambahan air harus disesuaikan dengan kadar gula awalnya. Yang penting adalah kadar gula akhirnya kurang lebih 14%.

2. Penambahan Urea dan NPK

Urea dan NPK berfungsi sebagai nutrisi ragi. Kebutuhan hara tersebut adalah sebagai berikut:
a. Urea sebanyak 0.5% dari kadar gula dalam larutan fermentasi.
b. NPK sebanyak 0.1% dari kadar gula dalam larutan fermentasi.
Untuk contoh di atas, kebutuhan urea adalah sebanyak 70 gr dan NPK sebanyak 14 gr. Gerus urea dan NPK ini sampai halus, kemudian ditambahkan ke dalam larutan molasses dan diaduk.

3. Penambahan Ragi

Bahan aktif ragi roti adalah khamir Saccharomyces cereviseae yang dapat memfermentasi gula menjadi etanol. Ragi roti mudah dibeli di toko-toko bahan-bahan kue atau di supermarket. Sebaiknya tidak menggunakan ragi tape, karena ragi tape terdiri dari beberapa mikroba. Kebutuhan ragi roti adalah sebanyak 0.2% dari kadar gula dalam larutan molasses. Untuk contoh di atas kebutuhan raginya adalah sebanyak 28 gr.
Ragi roti diberi air hangat-hangat kuku secukupnya. Kemudian diaduk-aduk perlahan hingga tempak sedikit berbusa. Setelah itu baru dimasukkan ke dalam fermentor. Fermentor ditutup rapat.

4. Fermentasi

Proses fermentasi akan berjalan beberapa jam setelah semua bahan dimasukkan ke dalam fermentor. Kalau anda menggunakan fermentor yang tembus padang (dari kaca misalnya), maka akan tampak gelembung-gelembung udara kecil-kecil dari dalam fermentor. Gelembung-gelembung udara ini adalah gas CO2 yang dihasilkan selama proses fermentasi. Kadang-kadang terdengar suara gemuruh selama proses fermentasi ini. Selama proses fermentasi ini usahakan agar suhu tidak melebihi 36oC dan pH nya dipertahankan 4.5 – 5. Proses fermentasi berjalan kurang lebih selama 66 jam atau kira-kira 2.5 hari. Salah satu tanda bahwa fermentasi sudah selesai adalah tidak terlihat lagi adanya gelembung-gelembung udara. Kadar etanol di dalam cairan fermentasi kurang lebih 7% – 10 %.

5. Distilasi dan Dehidrasi

Setelah proses fermentasi selesai, masukkan cairan fermentasi ke dalam evaporator atau boiler. Panaskan evaporator dan suhunya dipertahankan antara 79 – 81oC. Pada suhu ini etanol sudah menguap, tetapi air tidak menguap. Uap etanol dialirkan ke distilator. Bioetanol akan keluar dari pipa pengeluaran distilator. Distilasi pertama, biasanya kadar etanol masih di bawah 95%. Apabila kadar etanol masih di bawah 95%, distilasi perlu diulangi lagi (reflux) hingga kadar etanolnya 95%.
Apabila kadar etanolnya sudah 95% dilakukan dehidrasi atau penghilangan air. Untuk menghilangkan air bisa menggunakan kapur tohor atau zeolit sintetis. Tambahkan kapur tohor pada etanol. Biarkan semalam. Setelah itu didistilasi lagi hingga kadar airnya kurang lebih 99.5%.

Bioetanol dari Gula Pasir

Jika anda kesulitasn mendapatkan tetes/molasses, bioetanol dapat juga dibuat dengan menggunakan gula pasir. Prosedur umumnya sama seperti yang sudah dijelaskan di atas, hanya mengganti tetes dengan gula pasir. Yang perlu diperhatikan adalah kadar gulanya kurang lebih 14%. Jadi untuk setiap 1 kg gula pasir dapat ditambahkan kurang lebih 7.1 liter air.

Pencampuran Bioetanol dengan Bensin

Bioetanol yang bisa digunakan sebagai bahan bakar adalah bioetanol dengan kadar air 99.5%. Bioetanol ini bisa dicampurkan dengan bensin dengan perbandingan bietanol : bensin sebesar 1 : 9 atau 2 : 8.


DOWNLOAD BIOETHANOL

Silahkan didownload resources yang mungkin Anda perlukan juga:

Daftar bahan lain yang bisa didownload: Download Di Sini
Cara mendownload: Klik dua kali pada link yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.

Handbook on Bioethanol: Production and utilization
bioethanol ebook download free gratis percuma

Biofuel for Transportation
bioethanol ebook download free gratis percuma

Panduan Membuat Distilator
bioethanol ebook download free gratis percuma

Buku lengkap tentang fermentasi:
download gratis buku fermentasi

About these ads

124 responses to “Membuat Bioetanol dari Tetes

  1. Pingback: www.joudie.com » Blog Archive » Membuat Bioetanol (Isroi)

  2. pak Isroi, saya masih awan dengan peralatan2 lab. ada foto n cara pembuatan distilor nya ngak pak? terimakasih

    • Silahkan lihat di menu link sebelah kanan halaman blog ini. Disitu ada link tentang distilasi, ada juga panduan untuk membuat alat distilasi. Untuk skala lab, rasanya sudah ada yang jual dalam bentuk jadi. Di jogja kan banyak toko lab. Coba tanya ke toko-toko itu. Harganya lumayan mahal juga sih…, Kalau di Bogor ada orang yang bisa membuat alat-alat semacam itu, harganya memang agak miring. Tetapi kalau untuk ukuran mahasiswa, lumayan juga, karena sama seperti biaya kost 5 bulan.

  3. maaf pak saya melakukan fermentasi buah menjadi etanol dengan perlakuan penambahan urea, amonium sulfat, ekstrak kecambah dan ekstrak koro sebagai sumber nitrogen. Ternyata terjadi penurunan pH pada semua perlakuan, kira-kira penjelasan ilmiahnya untuk masalah ini gimana ya pak. Makasih

  4. dear isroi
    bagaimana cara menentukan basarnya kadar gula dalam tetes . mohon penjelasan .

    Thanks & Regards
    Sugeng Sudjarwo

    • Menentukan kadar gula dalam tetes menggunakan alat yang namanya brix meter. Ada beberapa macam brix meter. Yang paling mudah adalah dengan menggunakan brix meter yang bentuknya seperti teropong. Tetes tinggal di oleskan di bagian kaca depan, lalu dilihat melalui jendela intip. Akan ada tanda garis mendatar yang ada skalanya. Skala itu menentukan nilai brix-nya. Tetes yang baik nilai brix-nya sekitar 80-an. Cuma alat ini memang harganya sedikit mahal. Tetapi kalau anda memang benar-benar berniat usaha bioetanol dari tetes, alat ini adalah salah satu alat wajib agar tidak ditipu suplier. Semoga membantu.

  5. Terima kasih pencerahannya pak. Sy sdh memproduksi bioetanol dr molases, stlh fermentasi 3hr diproses kluar 50%. Mhn pencerahannya, gmn supaya bs kluar 70% up? Bl alat kontrol kadar gula dmana? Terima kasih sblmnya

    • Sepertinya perlu diperbaiki untuk distilasinya. Alat distilatornya perlu diperbaiki atau beli distilator yang performanya bagus. Atau bisa juga operatornya agak teledor dalam menjaga suhu distilasi. Untuk kontrol gula ada distributornya kok, mendingan beli yang ex jerman. saya lupa mereknya. Kalau di jogja dijual di toko alat-alat lab.

  6. Maaf ada yg lupa, klo kapur tohor tsb apa sama yg d jual d tk bangunan? Trims

  7. Terima kasih pencerahannya. Ada referensi dmana bl alat destilasi yg bagus?

  8. pak,saya mau tanya tentang pembuatan bioetanol dari molasse.
    setelah distilasi,residu hasil distilasi molase itu sendiri dikemanakan y pak??
    apa dibuang begitu saja??apa pengaruhnya

  9. Vinase bisa dijadikan pupuk cair, langsung disiram ke kebun tebu atau kebun singkong. dan vinase bisa diproses menjadi biogas. dan biogas tersebut dapat dikirim ke tabung gas 3kg milik pertamina. Ayo Ganyang Pertamina.

    • Mas Sukhoi, saya tertarik dengan pengolahan vinase menjadi biogas. Apa saya boleh minta caranya yang lebih detail? maklum … saya masih pemula di bidang bioetanol. terima kasih sebelumnya … buat mas isroi … terima kasih telah menulis tentang etanol … ditunggu perkembangannya ya mas!

  10. Pak, kl buat bio ethanol dari gula jawa sm aja ya caranya? Thx.

  11. antara bioethanol+bensin sama bensin murni mana yang lebih banyak melepaskan energi? efisien manakah? mungkin tidak mobil menggunakan ethanol murni?

    • Kapan-kapan saya posting tentang kelebihan dan kekurangan bioethnol dibandingkan bensin. Saya tanggapi sedikit. Bensin memiliki nilai kalori yang lebih tinggi dari ethanol = energinya lebih tinggi. Begitu juga titik api bensin lebih rendah dari bensin, jadi lebih mudah bensin dalam hal pembakaran. Tetapi campuran bensin-dan ethanol memiliki keunggulan, 1) nilai oktan campuran bensin sama seperti pertamax, 2) pembakaran menjadi lebih efisien, 3) polusi lebih rendah, 4) bioethanol energi yang terbarukan. Bioethanol murni bisa digunakan untuk mesin, tetapi mesinnya berbeda dengan mesin bensin, ada beberapa bagian yang harus diubah. Dengan campuran bensin : ethanol sampai 20% tidak perlu modifikasi mesin bensin.

  12. pak.bagaimana kriteria tetes tebu yang baik digunakan untuk pembuatan bioetanol berkualitas tinggi..??apakah warna wadah fermentasi berpengaruh terhadap hasil fermentasi..???thx

    • Tetes yang bagus memiliki kadar gula kurang lebih 56% atau brix-nya sekitar 80-an. Warnanhya coklat kehitam-hitaman dan kental sekali. Saya belum tahu, apakah warna wadah fermentasi mempengaruhi hasil fermentasi. Tetapi rasanya tidak berpengaruh. Semoga bermanfaat.

  13. Pak Isroi yth.
    sebenarnya pemanfaatan bio ethanol ini paling banyak / baik di gunakan untuk apa saja?
    apa murni untk campuran bensin saja?
    setahu saya ethanol juga di gunakan untuk ekstraksi.
    mohon petunjuknya
    dan apakah bapak tahu dimana para produsen bio ethaol bisa memasarkan hasil produksinya?
    thanks

  14. Mas isroi, sy mw bertanya sekaligus mengkritik ulasan halaman ini.

    sy mengkritik ulasan anda ada yang kurang mengenai.. sebab akibat dan tujuan. contoh
    1. apa yang terjadi jika kadar gula lebih dari 14% ?
    2. apa yang terjadi jika kadar gula kurang dari 14% ?
    3. jika 2 dan 3 telah terjawab maka otomatis tujuan penentuan kadar gula, terjawab sudah.
    4. tujuan NPK dan Urea sudah jelas. Terima kasih. Tp apa yang terjadi jika kelebihan urea atau NPK?
    5. kaLo kekurangan urea dan NPK, sepertinya ragi cepet mati? atau kaLo kebanyakan, jadi mati kekenyangan?
    6. apa yang terjadi jika ragi lebih dari 0,2% kadar gula?
    7. dan apa yang terjadi jika ragi kurang dari 0,2%
    8. kemudian ttg fermentasi.. apa yang terjadi jika suhu kurang dari 36 derajat?
    9. apakah lebih dari 36 derajat, ragi cepet mati ?

    mungkin jawaban dari semua itu adalah TIDAK JADI EthanoL… tapi kami menginginkan sub misi – sub misi. Tujuan yang kecil kecil.

    karena di buku lain atau literatur lain ada yang mengatakan 30 derajat celcius.. karena kesimpang siuran ini sy jadi ingin turut campur mengetahui lebih dalam.. bukan sekedar TakLit (kt pak ustad)…

    sy sangat terima kasih atas perhatiannya.

    • Terima kasih kritik, komentar, dan saran-sarannya. Ilmu yang saya miliki masih terbatas, tidak semua hal saya tahu. Demikian pula tentang bioetanol, masih banyak sisi-sisi ‘gelap’nya. Tetapi saya tetap jalan terus, bagian gelap itu sedikit demi sedikit akan terungkap.
      Bioetanol selulosa memang masih dalam pengembangan, banyak alasan kenapa teknologi ini menjadi topik paling ramai saat ini di dunia per-biofuel-an. Beberapa negara sudah sampai pada tahap komersialisasi/industrialisasi. Indonesia negara tropis yang sangat kaya akan bahan lignoselulosa, memiliki peluang sangat-sangat besar. Kalau kita tidak mengembangkannya sejak saat ini, mungkin kita akan menjadi konsumen teknologi bahkan akan dijajah secara teknologi oleh negara-negara subtropis yang miskin biomassa lignoselulosa.

      isroi

  15. maaf mas mau tanya klo pake gula putih sekilo apa komposisi npk,ragi dan urea tetep sama kayak contoh di atas?

  16. mau tanya lg, mas dari contoh di atas dari kapasitas 94.5 L berapa liter bioethanol yang di hasilkan?
    terima kasih.

  17. ayipp sangat sayank ma dien.
    ayipp luph u

  18. Assalamu’alaikum Pak Isro’i,
    Mau tanya sedikit nih :
    1. Penggunaan NPK dan Urea secara ilmiah penjelasannya bagaimana?
    2. Pada saat dehidrasi, apakah tabungnya kita tutup atau kita biarkan terbuka?
    3. Dalam skala Lab, memanaskan sampai suhu 70-80 derajat itu yang paling tepat pakai alat apa? Apakah kompor spiritus? Atau kompor listrik?
    Mohon bantuannya Pak, jangan sungkan kalau besok2 tanya lagi…
    Maturnuwun.

    Yuda

    • Wa’alaikum salam.
      1. NPK dan urea untuk nutrisi yeast
      2. Dehidrasi dilakukan dalam kondisi tertutup
      3. Pemanasan bisa pakai apa saja asalkan bisa diatur gede kecilnya pemanasan sehingga suhunya bisa diatur dengan baik.
      Semoga membantu.

  19. hendri budianto

    alat ukur apa saja yang diperlukan utk pemrosesan bioetanol dr bahan baku molase? dan berapa harganya?

    • Alat ukur yang diperlukan antara lain:
      - brik meter untuk mengukur kadar gula molases
      - pH meter
      - termometer
      - alkohol meter atau kit untuk mengukur kadar etanol
      - dan beberapa alat ukur tambahan lain, seperti timbangan, literan, dll.
      Untk harganya saya tidak tahu persis.

  20. hendri budianto

    saya baru akan mencoba usaha ini,yang mau saya tanyakan: 1. apakah diperlukan ijin usaha utk memproduksi etanol walaupun cuma skala rumahan? 2.kemana pemasaran etanol? 3.apakah drum bekas oli bisa menghasilkan etanol yag bagus?

    • Selamat berkunjung.
      1. Setahu saya para pengrajin etanol di probolinggo dan bekonang tidak minta ijin dulu. Mereka membuat dalam skala rumahan. Munkin ada ijinnya, tetapi saya belum pernah baca aturannya.
      2. Etanol bisa digunakan untuk macam-macam, misal: fuel (99.9%), pelarut (70%, 95%). Untuk pelarut banyak sekali perusahaan yang membutuhkannya, seperti: industri farmasi, industri kimia, industri kecantikan, dll.
      3. Drum bekas dicuci sampai bersih dulu, baru dipakai.
      Semoga membantu.

  21. limbah etanol dr molase dikemanakan?bagaimana cara pengolahannya?

    • Limbah molases atau sering juga disebut dengan distilat atau vinases bisa dibuat menjadi pupuk organik cair. Hanya perlu sedikit pengolahan bisa menjadi produk samping yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.

  22. Misi pak isroi

    Bioethanol merupakan kerjaan lama saya
    Dan saya sampai sekarang masih penasaran dengan bioethanol dari tetes

    Saya dahulu pernah membuat UKM kecil2 an skala 15L/suling.
    Tapi ethanol yang dihasilkan masih berbau menyengat (bau ciu/seperti minuman keras)
    Saya harap bapak dapat membantu saya mengatasi hal ini..

    Anda bisa email saya scr lsg..
    Trima kasih

  23. Pak saya dadang di jatim, saya produksi bioethanol skala rumah tangga.kapasitas produksi saya 80-100 lt/hari dengan kadar 60-96%.tapi saya kesulitan dalam pemasarannya.mohon bantuan bapak untuk mendapatkan link konsumen bio ethanol.
    HP 085646499775
    03437608324

  24. Salam sejahtera Pak Isroi………
    Pak, tolong saya dibantu ya Pak, karena rencana saya akan skripsi dengan mengangkat tema ini [bioetano]. Tolong berikan saya referensi pustaka [wujud buku] mengenai bioetanol berbahan baku tetes tebu..
    Terimakasih sebelumnya..
    Salam Sejahtera..

  25. bisakah bioetanol di pakai di mesin motor saya(supra fit)…????????

  26. Mas kirimin cara pembuatan bioetanoL dari kuLit pisang yg Lengkap donk, sekalian ma pisang apa yg bagus di gunakan???
    Terima kasih…

  27. Misi pak isroi
    pertanyaan saya yg lalu bisa dijawab pak?
    saya benar2 ingin tahu jalan keluarnya..

    thanks.

    Bioethanol merupakan kerjaan lama saya
    Dan saya sampai sekarang masih penasaran dengan bioethanol dari tetes

    Saya dahulu pernah membuat UKM kecil2 an skala 15L/suling.
    Tapi ethanol yang dihasilkan masih berbau menyengat (bau ciu/seperti minuman keras)
    Saya harap bapak dapat membantu saya mengatasi hal ini..

    Anda bisa email saya scr lsg..
    Trima kasih

    • Etanol memang baunya begitu, menyengat seperti ciu. Tetapi kalau ciu ada aroma tambahannya. Sebagai perbandingan coba anda beli etanol 95 dari apotik dan bandingkan dengan etanol yang anda buat. Saya rasa salah satu penyebabnya adalah ragi yang anda pakai. Mungkin raginya ada bakteri lain yang menyebabkan bau tersebut. Selain itu juga pada saat distilasi. Coba distilasi dipertahankan pada suhu 79-81oC. Semoga senyawa yang menyebabkan bau itu tidak ikut terdistilasi.

  28. Hmm

    iya juga..
    tapi bagaimana cara menseleksi ragi yang kita pakai untuk fermentasi pak isroi?
    soalnya baunya emang menyengat seperti ciu..
    apa penambahan zeolit sintesis juga bisa mengurangi bau tersebut?

    Thanks

    • Zeolit sintetis untuk memurnikan etanol dalam proses dehidrasi. Zeolit sintetis harganya mahal, jadi kalo digunakan untuk proses itu rasanya kemahalan. Tetapi bisa juga pake arang aktif, harganya relatif lebih murah. Dicoba dulu saja.

  29. limbah molase yang hitam kental kalo langsung d campur air trus disemprot ke tanaman gimana?masi aman di konsumsikah? terima kasih.

  30. terima kasih, Pak sangat membantu dalam perkuliahan saya

  31. mas mau tanya nih,untuk i kg gula pasir bisa menghasilkan berapa cc ya?

  32. pak bagaimana pembuatan fermentornya??ada referensinya??

  33. permisi pak isroi,
    saya pingin nimbrung soal etanol yang bau menyengat spt yg ditanyakan pak andre….
    Saya rasa bahan baku juga pengaruh pak. Sementara ini saya pake tetes. Mungkin kalo pake tebu ato yg lain bisa berkurang baunya. Sudahkah dicoba pake ragi roti.?? Saya pernah baca pake ragi roti hasilnya lebih bagus, soalnya organismenya ndak macem2 jenisnya.
    Saya rd pusing juga masalah bau ni pak. Soalnya gara2 ini konsumen langsung tolak. padahal banyak yg minta buat minyak wangi. Pusing kan???
    Mungkin bapak2 yg lain mau bantu?? Mohon pencerahannya… trm ksh.

    • Memang untuk fermentasi yang paling bagus adalah ragi roti karena singgel strain dibandingkan dengan ragi tape. Sedangkan untuk bau mungkin bisa diperbaiki sistem distilasinya.

  34. Pak Isroi, terimakasih artikelnya ya…sangat membantu sekali untuk kurangi pengangguran dan petani singkong.tapi saya masih belum tahu kemana untuk menjual bio ethanol, saya tertarik untuk memproduksinya Pak, skala rumah tangga aja. Barangkali Bpak tahu pengepul bio etanol atau tempat memasarkan lainnya, mohon informasi dari Bapak dan temen2.

    • Untuk saat ini usaha etanol skala kecil mash terkendala oleh undang2 bea cukai. Program bioethanol pemerintah thun lalu sepertinya hanya’ lipstik’ aja. Pabrik ethanol yg luas pabriknya di bawah 5000m2 kena cukai rp. 10.000/liter. Mendingan membuat yg besar sekalian. Krn bisa tdk kena cukai.

      • Mahal sekali ya, kenapa rakyat kecil selalu terbebani pajak yang gede-gede amat :/. Kalo cukainya aja Rp. 10.000/liter trus berapa harga jualnya…???wah jadi pesimis ni…:(.

      • Ya…begitulan Indonesia. Saya sendiri juga jadi ragu dengan kesungguhan pemerintah kita mengembangkan biofuel. Aturannya pabeliuet (kata orang sunda). Saya pikir cuma lipstik kalau mau kampanye saja. Coba lihat perbedaannya tahun lalu dan tahun ini. Adem ayem….
        Tapi meskipun begitu, saya tidak akan berhenti mengembangkan biofuel, khususnya ethanol. Ini energi masa depan…

  35. Pingback: PEMANFAATAN LIMBAH PABRIK GULA « CRITISM OF LORD BROKEN

  36. Pak, saya sudah coba produksi bioethanol dari molase dengan kadar 90%, tetapi hasilnya masih bau, kemudian saya coba filtrasi dengan carbon aktif, tetapi kok masih juga bau ya, mohon bantuannya jika ada cara lain untuk menghilangkan bau ethanol itu, terima kasih.

    • Etanol memang bau. Ethanol sifatnya volatil, jadi selalu bau etanol. Maksudnya bau apa? Perbaiki motede distilasinya. kalau baunya menyengat sekali, mungkin karena banyak kandungan metannya.

  37. di daerah jawa timur apa sudah ada yang membuat etanol tersebut…??
    kalo ada di daerah mana..??
    ato saya minta nomor yang bisa di hubungi,saya ingin belajar dan praktek langsung

    • di probolinggo sangat terkenal dengan pembuatan bioetanolnya. Sering keluar di tv 2 tahun yang lalu. Datang saja ke sana, rasanya masih ada sentra-sentra bioetanol di sana.

  38. om.. saya ingin buat bioetahol dari limbah buah2an bagaimana caranya… mohon penjelasannya… yg saya ingikan adalah ethanol kadar 60% apakah perlu destilator? atau cukup fermentor saja.
    terimakasih..

  39. Saya tertarik untuk membuat bioetanol. Dalam tulisan Anda kan pembuatan etanol bisa menggunakan gula pasir. Kira-kira bisa tidak kalau bahannya menggunakan gula buatan atau semacam pemanis rasa ?

    • Fermentasi etanol adalah merombak glukosa jadi etanol. Jadi klo bukan glukosa/gula sederhana tidak bisa. Fruktosa saja agah susah diubah jadi etanol. Pemanis buatan rasanya bukan glukosa, jadi tdk bisa untuk bahan bioetanol.

  40. etanol kalau sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah apakah prosesnya cukup sampai di tingkat fermentasi lalu diberi kapur tohor sudah bisa dipakai?

  41. mohon reply nya di tembuskan ke e-mail saya di kusaambar@yahoo.com
    sebab saya jarang koneksi ke internet (maklum lokasi terpencil jauh dari sinyal)

  42. kalo brik meter itu belinya dimana ya pak?

  43. ada beberapa kasus yang ditemui, semakin mendekati kadar alkohol 95%, etano lyang dihasilkan semakin sedikit jadi biaya produksi sama yang dihasilkan tidak seimbang. nah, bagaimana cara untuk mencapai 95% dan etanol yang dihasilkan tidak terlalu sedikit dengan kata lain seimbang dengan biaya yang dikeluarkan.

    • Strateginya dua kali distilasi. Klo sekali distilasi akan mahal ongkos energinya. Misal, dari kadar ethano 10% ke 95%. Terlalu jauh melompatnya. Strategi yg dipakai, pertama 10% ke 60%. Setalah itu direflux, 60%-95%. Kalau mau 99%, baru dilakukan dehidrasi.

  44. Pak ni mau tnya, ayah saya sedang merintis usaha kcil2lan. Membuat kecap yang bhannya jg memerlukan tetes, nah tetesnya khan jg mengandung alkohol. Tetes yg dmsk, bau alkoholy belum hilang. Gimana crnya untk menghlangkannya. Trimaksh.

  45. Saya Sedang Memproduksi Bioethanol Skala Rumahan Kapasitas 200L/Hr Kadar 95% Ta[i Kesulitan Dalam Pemasaran. Ada Yang Bisa Bantu, Kemana Saya Bisa Menjual Bioethanol. Kalau Ada Informasi Hubngi Saya 081316180003. Terimakasih

    • Dulu ada yang mencarinya dari Bratachem Surabaya. Saya lupa alamat kontaknya, coba search dengan keyword Bratachem Surabaya. Dari kupang mungkin bisa dikirim ke Surabaya.

  46. saya mau tanya, apa itu NPK dalam pembuatan bioetanol? dan apa bahannya?

  47. mhn informasi . dari satu olahan atau takaran / resep tsb diatas kalau menghasilkan bio etanol 65 % berapa liter ..? dan kemudian d1tingkatkan mnjadi 95 % kira2 menjadi berapa liter…?

  48. mas Isroi, apa cellulostic Ethanol yang sedang anda pelajari di Swedia itu menggunakan Clostridium Phytofermentans?
    Bagaimana perkembangan teknologi ini, kalau memang bisa dibuat dalam skala industri akan jauh lebih murah dari bio-ethanol yang ada sekarang kan, bio-ethanol sekarang baru akan laku kalau harga bensin sudah rp. 15.000-an :)
    Sukses buat mas Isroi, masih langka yg bisa kaya gini…

    • Saya tidak menggunakan Clostridium.
      Saat ini bioetanol selulosa masih pilot plant. Tetapi dalam 5-10 tahun lagi, sepertinya teknologi ini sudah akan berkembang pesat dan diproduksi dalam skala industri. Perkiraan saya, bioetanol selulosa bisa diproduksi dengan harga di bawah harga bensin saat ini. Tidak perlu mengunggu harga bensin Rp. 15rb.

      • sip kalo gitu, memang hrs ada processing yang lebih murah supaya tidak cuma sampai tingkat laborat saja. Selain tumbuhan yang memiliki lignin apakah dalam kotoran (manure) juga ada? atau pada limbah K. Sawit?
        Terima kasih

      • Semua bahan yang mengandung lignocellulosa, terutama cellulosa dan hemicellulosa, bisa dibuat etanol. Kalau lignin tidak bisa dibuat etanol.

  49. Assalamualaikum pak isro’i. Saya msh newbie & tertarik dgn bioetanol, yg saya mau tanya, lebih mudah & murah mana bioetanol dgn tebu atau dgn bhn baku singkong? Terima kasih.

    • Biaya tergantung pada harga bahan bakunya.
      Kalau untuk singkong kira-kira 6 kg jadi 1 liter ethanol 95%
      kalau untuk nira tebu saya tidak tahu, blm tahu kadar gulanya. Tetabi bisa dihitung rendemen maksimalnya adalah 51% dari kadar gula. Tetapi rasanya tidak mungkin efisiensinya100%, jadi kira-kira 40% dari kadar gulanya.
      Kalau mau pakai singkong juga perlu enzyme yang harganya bervariasi.
      Bisa dihitung sendiri lebih murah mana pakai tebu atau pakai singkong.

  50. mas, kalo tetesnya 100 L berapa liter hasil produksi ethanolnya, sisa dari proses pembuatan ethanol bisa dijadikan apa ?

    • Diiuukur dulu berapa kadar gula molasesnya. Faktor konverssinya adalah 51% dari kadar gula. Molases yg baru keluar dr pabrik kadar gulanya sekitat 56%. Tp klo yg dijual biasanya lebih rendah.
      Silahkan dihitung sendiri.

  51. mas, mau nany, kalo tetesnya 100 L berapa liter hasil produksi ethanolnya, sisa dari proses pembuatan ethanol bisa dijadikan apa ?
    kira2 berapa harga mesinnya?
    trims

  52. Assalamualaikum Mas Isro,
    Saya mau bertanya, metode analisa gula yang bagaimana yang tepat untuk menganalisa ?
    Berapa persentase gula toptimum untuk dapat difermentasikan menjadi etanol?

    • Wa’alaika salam,
      Analisa gula yg paling sensitif adalah dg menggunakan HPLC. Atau DIONEX-IC. Konversi gula jadi ethanol bisa dihitung dari persamaan kimianya. Atau coba kunjungi http://www.nrel.gov , ada kalkulator untuk menghitung teoritical yield ethanol.

  53. mas isroi,
    apakah sama arang aktif dengan arang yang di pakai untuk bakar sate…atau ikan bakar?sebelumx saya ucapkan terima kasih.

    • Arang aktif tdk sama dg arang yg biasa untuk bakar sate. Proses pembuatannya beda. Arang aktif masih dibakar lagi pada suhu tinggi, bbrp ratus derajat C, selama bbrp jam. Harganya juga relatif mahal.

  54. Ass. Mas Isroi
    Mas punya metode untuk uji xilosa (selain dengan HPLC) ? trm ksh atas bantuannya

  55. pak, saya ingin buat etanol dari sawo
    kira2 bisa ga, kalo caranya difermentasiin terus dikasih kapur, nah, mau dipakenya cuman buat korek api yang cair biasa itu loh,bisa ga ya?

  56. Ass.Wr.wb.
    Pak,saya sangat terobsesi sekali utk membuat bioetanol yang akan saya terapkan di sekolah kebetulan saya mengajar kimia terapan di salah satu smp swasta di Kisaran Kab. Asahan Sumut. Jadi saya mohon bapak mau berbagi kepada saya tentang pembuatan bioetanol dari buah yg sudah tidak layak jual seperti pepaya atau nenas. Mulai dari komposisi bahan baku, NPK, Urea serta Ragi roti yg digunakan untuk sampel buah 10 liter. Sebelumnya terima kasih ya pak buat perhatiannya.
    Wassalam

  57. Hanny Budiono ST

    Kepada Bapak Isroi…salam kenal..
    Perkenalkan nama saya Hanny, skarang sy sedang riset pembuatan cuka dari air klapa. Ada 2 tahap, yaitu pembentukan alkohol menggunakan saccaromyces, kmudian pembentukan cuka dengan acetobacter. Sy menggunakan molases sebagai makanan ragi. Brapa lama waktu yg diperlukan untuk mendpt kadar alkohol sebanyak kira2 12 % (air klapa yg dipakai 7,5 liter, dg molases yg ditambahkan sebnyak 20 % dari air klapa).terima kasih sebelumnya. Salam.

    • Salam kenal juga. Alkohol dibuat dari gula dalam molases. Teoritisnya faktor konversinya adalah 51% dari kadar gula yang di dalam larutan fermentasi. Jadi andaikan konsentrasi etanolnya 12%, kandungan gula awalnya teoritisnya (12%/51%)*100% = 23.52%. Padahal konsentrasi gula maksimum untuk yeast hanya sekitar 18%. Menurut saya, sangat zulit sekali dapat etanol 12% langsung dari hasil fermentasi. Maksimum dapatnya sekitar 9-10% saja. Kalau mau ditingkatkan bisa dengan menggunakan distilator.
      Jadi mesti diketahui dahulu berapa kadar gula dalam molases. Kalau hanya 20% molasesnya, paling banter dapatnya cuma 5% etanol.

  58. Kenapa NPK dan ureanya harus dengan kadar sekian?

  59. Senang mengenal Pak Isroi, semoga bangsa ini akan ada lebih banyak anak bangsa yang seperti beliau ini.

  60. berapa bioetanol yang bisa dihasilkan dari sekian liter tetes tebu yang telah anda sebutkan??
    pada destilasi terakhir.

  61. Aslkum,, pak isroi,, saya mau tanya kan saya ambil skripsi tentang bioetanol salak dengan menggunakan ragi tape,, tapi saya belum yakin, hasilnya nanti bagaimana, karna saya msih bingung perbandingan ragi dengan air,, npk, urea, mohon bantuannya pak bgaimana perbandingannya,,,,

  62. Salam kenal mas Isroi,
    bisa gak air kelapa menjadi etanol, kebetulan di daerah sy (sulut) ketika musim kopra air kelapanya tidak termanfaatkan alias menjadi limbah. sayang kan!. Tolong infonya cara membuat etanol dari air kelapa (terutama proses sebelum fermentasi). Mkasih ya sebelumnya.

  63. Mas sama mau tanya..
    saya sudah mencoba bioetanol dengan gula pasir dengan penambahan urea,npk,ragi tetapi hasilnya ketika di cek dengan alkoholmeter tidak menunjukan kadar alkohol hasil fermentasi..
    apa ya mas kira2 yg mempengarui sehingga alkohol tidak jadi..

    terima kasih

  64. mas, saya mau nanya bagaimana menghentikan proses fermentasi pada tetes tebu karena saya kirim tetes tebunya keluar pulau drumnya meledak karena keluar gasnya terima kasih atas masukkannya

  65. Selama pemerintah indonesia masih kayak gini sulit jualan ethanol, karena raja minyak lebih berkuasa

  66. Dengan cara pak isroi itu,apakah alcoholnya layak di komsumsi;

  67. DH
    berapa kilo tetes tebu untuk bisa membuat satu liter ethanol, pak.

    rgds.

  68. kalo gak pake pupuk NPK sama urea bisa gk mas?

  69. pak bagaimana jika saya ingin membuat bioethanol tapi saya terlalu takut karena tujuan saya ini hanya untuk tugas KIR di sekolah bagaimana caranya untuk mengurangi material nya pak terima kasih.

  70. assalamu’alaikum pak isroi
    saya mau tanya pak,
    1.Urea sebanyak 0.5% dari kadar gula dalam larutan fermentasi=70 gr
    NPK sebanyak 0.1% dari kadar gula dalam larutan fermentasi=14 gr
    70 gr dan 14 gr itu didapat darimana pak? mohon disertai dengan perhitungannya, soalnya ndak paham
    2. cara mencampur ethanol dengan bensin gimana/ apakah langsung dicampur saja ataukah ada zat lain yang ditambahkan?
    terima kasih pak atas jawabannya

  71. NPK itu pupuk nitrogen, fosfat, dan kalium

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s