Pemanfaatan Jerami Padi sebagai Pupuk Organik In Situ untuk Mengurangi Penggunaan Pupuk Kimia dan Subsidi Pupuk

jerami dari sisa panen padijerami dari sisa panen padi


Makalah disampaikan pada diskusi dengan Sekretaris Menteri Pertanian, Dr. Abdul Munif, di Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta, Kamis, 7 Mei 2009


Download file doc makalah ini: Klik di sini

Baca juga Kompos Jerami: Mudah, Murah, & Cepat | Video Cara Pembuatan Kompos Jerami | Download Buku Budidaya Padi Sehat | Nilai hara kompos jerami


Pendahuluan

Budi Daya Padi SehatPermasalahan pupuk hampir selalu muncul setiap tahun di negeri ini. Permasalahan tersebut antara lain adalah kelangkaan pupuk di musim tanam, harga pupuk yang cenderung meningkat, beredarnya pupuk palsu, dan beban subsidi pemerintah yang semakin meningkat. Beberapa upaya dan program telah digulirkan oleh pemerintah melalui Departemen Pertanian RI. Sebagai contoh, subsidi pupuk kimia untuk petani, namun implementasi di lapangan masih banyak penyelewengan yang merugikan petani dan pemerintah.

Alternatif pupuk kimia adalah pupuk organik. Petani di dorong untuk menggunakan pupuk organik sebagai penganti/alternatif pupuk kimia. Baru-baru ini Deptan juga mengeluarkan kebijakan untuk memberikan subsidi pupuk organik. Penyediaan pupuk organik diserahkan kepada BUMN atau perusahaan pupuk besar dengan mekanisme penyediaan yang mirip dengan pupuk kimia. Dikawatirkan masalah yang terjadi pada pupuk kimia akan terulang pada penyediaan pupuk organik granul ini apabila masih melibatkan perusahaan-perusahaan pupuk kimia. Beberapa tahun sebelumnya pemerintah juga pernah mengeluarkan program GO ORGANIK 2010, tetapi gaung program ini seperti kurang terdengar.

Praktek pembuantan kompos jerami oleh H Zaka, Ket. Gapoktan Sulih Asih, Cigombong, Bogor

Lihat lanjutan video ini di Video Praktek Pengomposan Jerami

Penggunaan pupuk kimia secara intensif oleh petani selama beberapa dekade ini menyebabkan petani sangat tergantung pada pupuk kimia. Di sisi lain, penggunaan pupuk kimia juga menyebabkan kesuburan tanah dan kandungan bahan organik tanah menurun. Petani melupakan salah satu sumber daya yang dapat mempertahankan kesuburan dan bahan organik tanah, yaitu: JERAMI. Pemanfaatkan jerami sisa panen padi untuk kompos secara bertahap dapat mengembalikan kesuburan tanah dan meningkatkan produktivitas padi.

Diperkirakan kandungan bahan organik di sebagian besar sawah di P Jawa menurun hingga 1% saja. Padahal kandungan bahan organik yang ideal adalah sekitar 5%. Kondisi miskin bahan organik ini menimbulkan banyak masalah, antara lain: efisiensi pupuk yang rendah, aktivitas mikroba tanah yang rendah, dan struktur tanah yang kurang baik. Akibatnya produksi padi cenderung turun dan kebutuhan pupuk terus meningkat. Solusi mengatasi permasalah ini adalah dengan menambahkan bahan organik/kompos ke lahan-lahan sawah. Kompos harus ditambahkan dalam jumlah yang cukup hingga kandungan bahan organik kembali ideal seperti semula

Nilai Hara dan Nilai Ekonomi Kompos dari Jerami Padi

Menurut Kim dan Dale (20041) potensi jerami kurang lebih 1,4 kali dari hasil panen. Rata-rata produktivitas padi nasional adalah 48,95 ku/ha, sehingga jumlah jerami yang dihasilkan kurang lebih 68,53 ku/ha. Produksi padi nasional tahun 2008 sebesar 57,157 juta ton (Deptan, 20092), dengan demikian produksi jerami nasional diperkirakan mencapai 80,02 juta ton. Potensi jerami yang sangat besar ini sebagian besar masih disia-siakan oleh petani. Sebagian besar jerami hanya dibakar menjadi abu, sebagian kecil dimanfaatkan untuk pakan ternak dan media jamur merang.

Pemanfaatan jerami dalam kaitannya untuk menyediakan hara dan bahan organik tanah adalah merombaknya menjadi kompos. Rendemen kompos yang dibuat dari jerami kurang lebih 60% dari bobot awal jerami, sehingga kompos jerami yang bisa dihasilkan dalam satu ha lahan sawah adalah sebesar 4,11 ton/ha. Andaikan semua jerami dibuat kompos akan dihasilkan kompos sebanyak 48,01 juta ton secara nasional.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) kandungan hara kompos jerami adalah sebagai berikut:

Rasio C/N 18.88
C- organik (%) 35.11
N (%) 1.86
P2O5 (%) 0.21
K2O (%) 5.35
Kadar air (%) 55%

*) data kandungan hara berdasarkan berat kering kompos

Dari data analisa di atas, kompos jerami memiliki kandungan hara setara dengan 41,3 kg Urea, 5.8 kg SP36, dan 89,17 kg KCl per ton kompos atau total 136,27 kg NPK per ton kompos kering. Jumlah hara ini kurang lebih dapat memenuhi lebih dari setengah kebutuhan pupuk kimia petani. Di tingkat nasional, potensi nilai hara dari kompos jerami adalah setara dengan 1,09 juta ton Urea, 0,15 juta ton SP36, dan 2,35 juta ton KCl atau total 3,6 juta ton NPK. Jumlah ini kurang lebih 45% dari konsumsi pupuk nasional yang mencapai 7,9 juta ton tahun 2007 (APPI, 20093). Jika kandungan hara ini dinilai dengan harga pupuk kimia (HET4), maka kompos jerami secara nasional bernilai Rp. 5,42 Trilyun.

Kompos jerami memiliki potensi hara dan nilai ekonomi yang sangat besar. Pemanfaatan kompos jerami ini oleh petani dapat menghemat pengeluaran negara untuk subsidi pupuk dan mengurangi konsumsi pupuk kimia nasional. Namun, potensi ini sepertinya kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah, khususnya Departemen Pertanian.

Strategi Pemanfaatan Jerami Padi sebagai Pupuk Organik

Beberapa waktu sebelumnya pengomposan jerami pernah digalakkan, namun program ini kurang berjalan dengan baik karena beberapa hal. Salah satunya adalah teknik pengomposan yang tidak sederhana dan menyulitkan petani. Misal, anjuran untuk mencacah jerami sebelum dibuat kompos dengan mesin cacah. Cara ini mudah dilakukan apabila tersedia mesin cacah dan lokasinya dekat. Apabila lokasi sawah jauh dari jalan, seperti di Kerawang atau Karanganyar, petani tidak mungkin membawa mesin cacah ke tengah sawah. Akhirnya petani tidak mau untuk membuat kompos jerami.

Pembuatan kompos jerami dianjurkan untuk menambahkan pupuk kandang atau beberapa bahan tambahan lain, seperti: kapur, molasses, dan lain-lain. Pupuk kandang tidak selalu tersedia dalam jumlah cukup, demikian pula molasses yang tidak tersedia di sebagian besar wilayah pertanian. Ketidak tersediaan bahan-bahan tambahan tersebut juga membuat petani tidak mau untuk membuat kompos jerami.

Berdasarkan beberapa pengalaman tersebut di atas, pembuatan kompos jerami harus dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, murah, dan mudah, seperti:

1.Pengomposan jerami dibuat di lokasi di mana jerami di panen.

2.Pengomposan jerami dilakukan tanpa pencacahan dan tanpa penambahan bahan-bahan lain yang sulit diperoleh oleh petani.

3.Pengomposan jerami dapat dibuat dengan biaya yang semurah mungkin dan tidak membutuhkan banyak tenaga kerja.

4.Pengomposan jerami tidak memerlukan mesin atau alat yang rumit dan mahal. Pengomposan jerami harus bisa dibuat dengan peralatan sederhana yang tersedia di sekitar sawah atau mudah diperoleh oleh petani.

Secara alami proses pengomposan jerami akan berlangsung dengan sendirinya apabila kondisinya ideal, seperti kadar air yang cukup (kurang lebih 60%) dan aerasi yang lancar. Proses alami pengomposan jerami kurang lebih dua hingga tiga bulan. Untuk mempercepat proses pengomposan jerami dapat ditambahkan aktivator pengomposan. Penambahan aktivator pengomposan dapat mengurangi lama pengomposan hingga tiga sampai empat minggu. Waktu pengomposan ini kurang lebih sama dengan waktu jeda antara panen dengan waktu tanam berikutnya.

Multimanfaat Pemanfaatan Jerami Padi sebagai Pupuk Organik

Manfaat kompos jerami tidak hanya dilihat dari sisi kandungan hara saja. Kompos juga memiliki kandungan C-organik yang tinggi. Penambahan kompos jerami akan menambah kandungan bahan organik tanah. Pemakaian kompos jerami yang konsisten dalam jangka panjang akan dapat menaikkan kandungan bahan organik tanah dan mengembalikan kesuburan tanah.

Bahan organik tanah menjadi salah satu indikator kesehatan tanah karena memiliki beberapa peranan kunci di tanah. Peranan-peranan kunci bahan organik tanah dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok5, yaitu:

A.Fungsi Biologi:

menyediakan makanan dan tempat hidup (habitat) untuk organisme (termasuk mikroba) tanah

menyediakan energi untuk proses-proses biologi tanah

memberikan kontribusi pada daya pulih (resiliansi) tanah

B.Fungsi Kimia:

merupakan ukuran kapasitas retensi hara tanah

penting untuk daya pulih tanah akibat perubahan pH tanah

menyimpan cadangan hara penting, khususnya N dan K

C.Fungsi Fisika:

mengikat partikel-partikel tanah menjadi lebih remah untuk meningkatkan stabilitas struktur tanah

meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air

perubahahan moderate terhadap suhu tanah

Fungsi-fungsi bahan organik tanah ini saling berkaitan satu dengan yang lain. Sebagai contoh bahan organik tanah menyediakan nutrisi untuk aktivitas mikroba yang juga dapat meningkatkan dekomposisi bahan organik, meningkatkan stabilitas agregat tanah, dan meningkatkan daya pulih tanah.

Penggunaan kompos jerami secara rutin dapat menurunkan penggunaan pupuk kimia, seperti yang telah dibuktikan oleh Bp. H. Zakaria, KTNA Kab. Bogor. Bertahun-tahun sebelumnya Pak H. Zaka menggunakan pupuk kimia sebanyak 150 – 200 kg NPK/ha. Setelah menggunakan kompos jerami selama kurang lebih 5 – 6 kali musim tanam dosis pupuk kimia dapat dikurangi hingga dosis 75 kg NPK/ha. Produksi padi cenderung tetap, tetapi kualitas padi yang dihasilkan meningkat, seperti: padi lebih pulen dan tidak cepat basi.

Tantangan-tantangan Pemanfaatan Jerami oleh Petani

Petani Indonesia memiliki kebiasaan membakar jerami sisa-sisa panen. Alasannya adalah lebih cepat dan murah untuk membersihkan sisa panen tersebut. Kebiasaan ini tidak mudah dirubah. Petani juga memiliki karakter untuk melihat bukti terlebih dahulu kemudian baru mengikuti.

Menggalakkan kompos jerami ke petani memerlukan usaha yang komprehensif dan berkesinambungan. HMP menyarankan Departemen Pertanian (Deptan) untuk membuat sebuah program penggalakkan penggunaan kompos jerami. Program ini meliputi semua aspek antara lain: perangkat kebijakan, diseminasi, transfer teknologi, penyediaan sarana, dan pendampingan petani untuk membuat kompos jerami.

Silahkan lihat cara pembuatannya di Youtube:


Download buku yang lebih lengkap silahkan klik di sini: Daftar Buku Gratis.


<

DOWNLOAD PUPUK ORGANIK

Referensi lain yang mungkin juga Anda perlukan. Rekomendasi link: Free Ebooks.
buku gratis

  1. Buku Petunjuk Pupuk Organik Granul
  2. Buku Petunjuk Teknis Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT): Padi Sawah Irigasi
  3. Petunjuk Teknis Uji Mutu Pupuk Organik
  4. Standard Mutu Pupuk Organik
  5. Kompos
  6. SNI Dolomit
  7. Kompos Limbah Kakao
  8. Petunjuk Lapang PTT Padi
  9. Budidaya Padi Sehat
  10. Brosur Budidaya Padi Sehat
  11. Brosur Kompos Jerami
  12. Pengelolaan Lahan untuk Budiaya Sayur Organik
  13. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati
  14. Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya
  15. Analisis Biologi Tanah
  16. Juknis Mutu Pupuk Organik
  17. Menuju Pertanian Lahan Kering Lestari
  18. Pembuatan Kompos-Balittanah
  19. Pemupukan Berimbang
  20. Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya
  21. Petunjuk Pengambilan Sampel Tanah untuk Analisis Biologi Tanah
  22. Compost Quality TestGermination Index Method
  23. Compost and Soil Conditioner Quality Standards 2005

Daftar bahan lain yang bisa didownload: Download Di Sini
Cara mendownload: Klik dua kali pada link yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.

Advertisements

28 responses to “Pemanfaatan Jerami Padi sebagai Pupuk Organik In Situ untuk Mengurangi Penggunaan Pupuk Kimia dan Subsidi Pupuk

  1. silaturrahmi dr petani stroberi organik yg baru taraf belajar … siap panen …

  2. Abdul Sakur Hafidz

    mohon penjelasan cara cepat supaya mempercepat jerami di sawah jadi kompos (hancur)tolong yah

    • Kan sudah ada link-nya, Pak. Klik saja link-link di atas, sudah ada petunjuknya bahkan sudah saya sediakan video cara pembuatannya juga. Silahkan di download sendiri.

  3. Abdul Sakur Hafidz

    maksud saya untuk mempercepat pelapukan jerami di hamparan sawah tanpa menumpuk, tapi ditebarkan di hamparnan sawah. dengan cara apa supaya cepat lapuk cepet jadi humus sehingga sawah cepet ditanami lagi tanpa membakar jerami, kalau buat kompos di sawah seperti yang ada di video keamanannya tidak terjamin

    • Kalau ditebar ke sawah ada bahayanya, Pak. Bisa mengeluarkan gas metan yang bisa menyebabkan efek rumah kaca. Ini yang banyak ditentang oleh negera-negara maju, karena sawah kita ternyata juga banyak mengeluarkan gas metan. Kalau di tutup gasnya relatit sedikit dan tidak keluar.
      Keamanan tidak terjamin, bagaimana maksudnya, Pak?

  4. mohon info harga promi dan dimana bisa memblinya, tks sebelumnya

  5. Abdul Sakur Hafidz

    maksudnya bisa tidak perlakuaan promi dengan cara disemrotkan saja ke jerami yang ditebarkan di hamparan sawah itu? dosis dan konsentrasi larutannya berapa?

    • Saya jelaskan sedikit tentang promi. Promi terdiri dari dua bagian: bagian pelapuk/dekomposer dan bagian biofertilizer. Dekomposer pada promi bekerja efektif pada suhu tinggi (>60oC) dan membutuhkan udara (aerobik). Cara yang kami sampaikan di atas merupakan hasil penelitian dan pengujian yang telah kami lakukan. Cara tersebut cara terbaik, termurah, dan termudah untuk membuat kompos jerami.
      Kami tidak merekomendasikan pembuatan kompos jerami dengan penyemprotan di hamparan sawah, alasannya:
      1. Dalam kondisi terendam seperti itu terjadi proses fermentasi anaerob yang dapat menghasilkan gas metan (gas yang dapat menyebabkan efek rumah kaca)
      2. kemungkinan sebagian mikroba dalam promi akan hanyut terbawa air. Kecuali jika airnya macak-macak.
      3. tidak tercapai kondisi optimum untuk dekomposisi jerami (suhu tidak mungkin >60oC)
      4. proses pengomposan jerami terjadi dalam waktu yang lebih lama, mungkin > 2 bulan (kalau tidak pake dekompser bisa lebih lama lagi). Proses dekomposisi ini bisa mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

      Promi bisa saja digunakan sebagai biofertilizer saja (bukan untuk dekomposer) dan disebarkan/disemprotkan ke tanah sawah. Dosisnya adalah 6 – 7 kg per ha.
      Semoga membantu.

  6. 1. Untuk membuat pupuk dengan limbah kandang terdiri dari lethong dan campuran jerami, kadar air yang bagus yang seperti apa/berapa persen?
    2. Barangkali kalau sudah ada penelitian pengompasan limbah tersebut diatas dengan promi berapa hari serta kalau ada hasil analisa kompos yang sudah jadi mohon dikirimkan melalui email

  7. Abdul Sakur Hafidz

    thank berat mas! atas penjelasannya ada tidak promi di daerah subang

  8. saya mau tanya..berapa kandungan karbohidrat dalam jerami padi???

  9. sebenarnya ada ga sih dosis maksimal penambahan bahan organik yang sudah ditentukan?

  10. Saya telah mencoba saran mas dalam membuat kompos jerami, namun kesulitan dalam mencari plastik warna hitam/gelap. apakah bisa menggunakan plastik warna bening karena di tempat saya yang ada hanya plastik itu?

    • Pake mulsa plastik yang biasa untuk nanam cabe atau sayuran aja. Yang ada dua lapisan, yang bawah ada lapisan perak untuk nahan sinar matahari. Harganya lebih murah. Rasanya plastik ini banyak dijual di toko pertanian.

  11. Ditempat saya juga belum ada promi, bisakah diganti dengan bioaktifator yang lain dan apakah kandungan haranya sama seperti yang disebutkan diatas?

    • kalau mau pake aktivator lain, harus diperhatikan metode yang ada di labelnya. kadang-kadang aktivator menggunakan metode lain dan tidak selalu berhasil jika menggunakan metode di atas. Atau pake saja campuran sedikit kotoran ternak (sapi atau kambing) sekitar 5-10%. Cuma waktunya diperlama sampai komposnya jadi. Semoga bermanfaat.

  12. mas kalau kompos jerami tu baw ga’ to ?

    • Semua kompos kalau sudah jadi mestinya baunya seperti tanah. Kalau ada bau yang lain mungkin ada masalah dengan proses pengomposannya.
      Kotoran ternak kalau sudah jadi kompos juga tidak bau. Tetapi kalau kotoran ayam masih agak bau, karena banyak mengandung N dan S.

  13. apakah dengan pupuk jerami juga efektif jika digunakan sebagai pupuk susulan pada tanaman? jika ya, berapa dosis yang tepat untuk diberikan buat tanaman padi misalnya perhektar?

    • Kompos bisa diaplikasikan kapan saja. Petani yang difoto itu, Pak Haji Zaka menggunakannya untuk pupuk susulan, kira-kira sebulan setelah tanam baru diaplikasikan. Dosis kompos jerami per ha per musim tanam kurang lebih 5 – 7 ton per ha. Kalau mau diaplikasikan dua kali tinggal di bagi dua saja.

  14. Sangat ok bila jerami padi dibuat menjadi pupuk organik,yang penting penerapan teknologinya harus aplied tidak membuat petani merasa dibodohi,harus ada strategi yang jitu membuat mereka yakin.

  15. Pingback: Video Pengomposan Jerami (YouTube.com) | Berbagi Tak Pernah Rugi

  16. mas…….saya mau nanya!!!!!!!!!!!!!
    ada gak dampak negatif dari pemakaian kompos jerami padi.

  17. Mas klo mau beli PROMI di daerah lampung di mana ya ,,, Soalnya kelompok tani di tempat saya tinggal tertarik untuk mengunakan nya ,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s